Jakarta | Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Deteksi dini dapat membantu menemukan perubahan pada payudara sebelum gejala berkembang lebih jauh, sehingga tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan lanjutan dan menentukan penanganan yang sesuai. Semakin cepat kondisi dikenali, semakin besar peluang pasien memperoleh perawatan yang tepat dan memiliki hasil pengobatan yang lebih baik. Karena itu, pemeriksaan kesehatan payudara penting dilakukan, termasuk bagi perempuan yang merasa sehat dan belum mengalami keluhan.
Meski demikian, akses terhadap pemeriksaan belum selalu mudah bagi semua perempuan. Jarak ke fasilitas kesehatan, keterbatasan waktu, biaya, serta kekhawatiran atau rasa tidak nyaman dapat membuat sebagian orang menunda pemeriksaan. Hambatan tersebut menunjukkan perlunya layanan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan memberi ruang bagi perempuan untuk memperoleh informasi serta pemeriksaan dengan nyaman. Peningkatan kesadaran juga penting agar pemeriksaan tidak hanya dilakukan ketika muncul tanda atau gejala, tetapi menjadi bagian dari perhatian terhadap kesehatan diri.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pertamina menghadirkan pemeriksaan gratis melalui mobil mamografi bagi perempuan Indonesia. Layanan bergerak ini dirancang untuk memperluas jangkauan pemeriksaan dan membantu mengurangi sebagian kendala akses, dengan membawa fasilitas pemeriksaan lebih dekat kepada masyarakat. Program ini mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih terbuka membicarakan kesehatan payudara dan mencari layanan yang diperlukan.
Program mobil mamografi dijalankan bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Pertamedika IHC. Kolaborasi ini menggabungkan upaya untuk memperluas akses pemeriksaan dengan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini. Inisiatif tersebut juga hadir dalam momentum Hari Kanker Payudara Sedunia, yang diperingati setiap 19 Oktober, serta Pink October yang berlangsung sepanjang Oktober. Momentum ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap kanker payudara, mengenali pentingnya pemeriksaan, dan mendukung perempuan agar dapat mengakses layanan kesehatan secara lebih mudah. Melalui pemeriksaan gratis dan peningkatan kesadaran, diharapkan lebih banyak perempuan terdorong mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan payudara.Pada 21 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Pertamina menyerahkan satu unit mobil mamografi kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). Kehadiran kendaraan ini menambah sarana untuk membawa layanan pemeriksaan lebih dekat kepada perempuan, termasuk mereka yang menghadapi hambatan untuk mendatangi fasilitas kesehatan. Penyerahan pada momentum Hari Kartini juga menegaskan pentingnya kesempatan yang setara bagi perempuan untuk memperoleh akses terhadap layanan kesehatan.
Mobil tersebut dilengkapi teknologi pemeriksaan mamografi yang menggunakan sinar-X. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya menyediakan layanan yang dapat membantu perempuan memeriksa kondisi payudara. Selain peralatan pemeriksaan, perhatian diberikan pada aksesibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan mobilitas yang beragam. Fasilitasnya dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, termasuk perempuan pengguna kursi roda, sehingga mereka dapat mengakses layanan dengan lebih mudah.
Aspek aksesibilitas ini penting karena pengalaman dan kebutuhan setiap pasien tidak sama. Hambatan fisik, jarak, maupun kenyamanan saat menjalani pemeriksaan dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk mencari layanan kesehatan. Dengan menyediakan sarana yang lebih mudah dijangkau dan digunakan, mobil mamografi diharapkan dapat mendukung pemeriksaan bagi perempuan dari beragam latar belakang. Pendekatan tersebut juga memperluas perhatian dari sekadar ketersediaan alat menuju pengalaman layanan yang lebih inklusif.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa inisiatif ini dimaksudkan untuk menyediakan pemeriksaan yang mudah, nyaman, dan inklusif. Menurutnya, layanan yang lebih mudah diakses dapat mendorong perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatannya. Pernyataan tersebut sejalan dengan tujuan menghadirkan pemeriksaan tanpa mengabaikan kebutuhan pengguna yang berbeda-beda. Dengan dukungan YKPI, fasilitas bergerak ini diharapkan dapat membantu menjangkau lebih banyak perempuan dan mengurangi sebagian hambatan dalam memperoleh pemeriksaan. Kehadirannya menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus mengajak perempuan menjadikan perhatian terhadap kesehatan sebagai bagian penting dari keseharian mereka.
Program PinkCheck menghadirkan pemeriksaan payudara tanpa biaya melalui kolaborasi Pertamina, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), dan Pertamedika IHC. Layanan ini dirancang untuk membantu perempuan memperoleh akses pemeriksaan yang lebih dekat sekaligus mendorong perhatian terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara. Dengan menggunakan mobil mamografi, program dapat menjangkau berbagai lokasi dan membawa layanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
Dari April hingga Agustus 2026, mobil PinkCheck telah melayani 1.166 perempuan di berbagai lokasi di Jakarta. Capaian tersebut melampaui target awal program, yaitu menjangkau 1.000 perempuan melalui layanan pemeriksaan. Jumlah itu menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap akses pemeriksaan payudara yang praktis dan terjangkau, terutama bagi perempuan yang mungkin menghadapi hambatan waktu, jarak, atau biaya untuk mendatangi fasilitas kesehatan.
PinkCheck tidak hanya menyediakan pemeriksaan menggunakan mobil mamografi. Program ini juga mencakup edukasi mengenai pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI, agar perempuan mengenali kondisi payudaranya dan memahami langkah yang dapat dilakukan untuk memperhatikan perubahan. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesadaran tentang deteksi dini, sehingga masyarakat tidak hanya menerima layanan pemeriksaan, tetapi juga memperoleh informasi yang dapat diterapkan secara mandiri.
Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina dalam pelaksanaan PinkCheck. Menurutnya, kehadiran mobil mamografi membantu menghadirkan pemeriksaan yang lebih mudah diakses, nyaman, dan gratis bagi perempuan. Dukungan lintas lembaga tersebut juga memungkinkan layanan dan edukasi berjalan beriringan, sehingga jangkauan program tidak terbatas pada pemeriksaan klinis semata.
Realisasi layanan kepada 1.166 perempuan menjadi catatan penting bagi pelaksanaan PinkCheck pada periode tersebut. Selain menunjukkan bahwa target awal 1.000 perempuan telah terlampaui, capaian ini mencerminkan peran layanan bergerak dalam mendekatkan pemeriksaan kepada masyarakat. Dengan pemeriksaan tanpa biaya dan edukasi SADARI, program berupaya memperkuat pemahaman bahwa deteksi dini merupakan bagian dari perhatian terhadap kesehatan. Kolaborasi Pertamina, YKPI, dan Pertamedika IHC menjadi landasan untuk menyediakan akses tersebut di berbagai lokasi Jakarta, sekaligus mendorong perempuan agar lebih mengenal pilihan pemeriksaan dan informasi kesehatan payudara yang tersedia.Dukungan Pertamina dalam menghadirkan mobil mamografi tidak berhenti pada penyediaan fasilitas pemeriksaan. Program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengenali perubahan pada payudara dan melakukan deteksi dini. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan, upaya tersebut dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya perempuan yang membutuhkan akses informasi maupun layanan kesehatan.
Pemahaman tentang kesehatan payudara dapat dimulai dari kebiasaan mengenali kondisi tubuh sendiri. Perempuan dianjurkan melakukan SADARI, atau pemeriksaan payudara sendiri, secara rutin agar lebih akrab dengan bentuk dan keadaan payudaranya. Dengan mengenali kondisi yang biasanya dialami, seseorang dapat menyadari jika terdapat perubahan yang tidak biasa, seperti benjolan, perubahan bentuk atau ukuran, perubahan pada kulit, maupun keluhan lain yang terasa berbeda dari biasanya.
Apabila menemukan perubahan atau gejala yang perlu diperiksa, perempuan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan oleh tenaga profesional membantu menentukan langkah lanjutan yang sesuai, termasuk apakah diperlukan pemeriksaan klinis atau skrining tertentu. SADARI bermanfaat untuk membantu mengenali perubahan, tetapi bukan alat untuk memastikan diagnosis. Kebiasaan ini juga tidak menggantikan pemeriksaan medis maupun skrining yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Karena itu, jangan menunda mencari saran medis hanya karena perubahan terasa ringan atau belum menimbulkan rasa sakit.
Akses terhadap informasi yang tepat dan layanan pemeriksaan dapat membantu perempuan mengambil keputusan lebih awal terkait kesehatannya.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Kodim 0906/Kkr Hadir Untuk Masyarakat, Gelar Donor Darah Serta Pengobatan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Menyambut HUT TNI | Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri
