Kebakaran Trans Home Sleman Tewaskan Dua Perempuan, Api Melalap Gedung Selama Berjam-jam

oleh -422 Dilihat
oleh
Kebakaran Trans Home Sleman Tewaskan Dua Perempuan, Api Melalap Gedung Selama Berjam-jam

Kabupaten Sleman | Kebakaran besar melanda supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga Trans Home pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kobaran api membakar area gedung yang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi.

Dalam proses evakuasi, petugas menemukan dua perempuan meninggal dunia di lantai tiga gedung. Keduanya masing-masing diketahui berinisial Ibu W dan Ibu S. Penemuan tersebut menambah keprihatinan atas kebakaran yang melanda salah satu pusat penjualan bahan bangunan dan perlengkapan rumah tangga tersebut.

Api dilaporkan melalap bagian gedung selama berjam-jam. Besarnya area yang terbakar membuat proses pemadaman dan penanganan berlangsung cukup lama. Hingga Kamis malam, petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi untuk menangani titik-titik api serta memastikan kondisi bangunan tetap aman bagi proses evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Lokasi Trans Home yang berada di jalur utama Jalan Jogja-Solo membuat kejadian ini menjadi perhatian masyarakat. Asap dan kobaran api terlihat dari area sekitar, sementara petugas berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke bagian lain gedung maupun bangunan di sekitarnya. Penanganan juga dilakukan secara hati-hati karena struktur bangunan dan material yang tersimpan di dalamnya berpotensi menyulitkan pemadaman.

Penyebab kebakaran serta rincian kronologi sebelum api membesar masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Petugas juga melanjutkan pendataan, pemeriksaan lokasi, dan proses evakuasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam gedung. Peristiwa ini menjadi kebakaran serius di wilayah Berbah dengan dua korban jiwa yang ditemukan pada lantai tiga Trans Home.

Proses pemadaman kebakaran di Trans Home Sleman berlangsung cukup lama karena petugas masih menemukan titik api di area basement. Kasi Operasional dan Investigasi UPT Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto, menjelaskan bahwa akses menuju bagian tersebut sangat terbatas. Kondisi itu membuat petugas tidak dapat langsung menjangkau seluruh sumber api, sehingga penanganan harus dilakukan secara hati-hati dan bertahap.

Dari sekitar pukul 15.00 hingga hampir pukul 20.00, petugas masih berupaya mengakses basement untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal. Jalur menuju titik api disebut sempit, sementara area bangunan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Keterbatasan ruang gerak menyulitkan petugas untuk mengerahkan peralatan dan selang secara leluasa ke lokasi yang terbakar.

Selain persoalan akses, material yang berada di dalam bangunan juga mudah terbakar. Tumpukan material tersebut membuat api berpotensi menyebar dan mempertahankan panas dalam waktu lama, termasuk di bagian yang sulit terlihat dari luar. Karena itu, petugas perlu memadamkan api dari beberapa sisi, melakukan pendinginan, serta memeriksa kembali area yang sebelumnya telah dinyatakan terkendali.

Upaya pemadaman juga menghadapi situasi ketika api yang sempat dikendalikan di sejumlah titik kembali muncul. Kemunculan api susulan, termasuk di lantai dua, menunjukkan bahwa bara masih tersimpan di balik material atau bagian struktur bangunan. Petugas kemudian melanjutkan penyisiran dan pemadaman secara bertahap untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam serta mencegah kebakaran kembali meluas.

Kebakaran di Trans Home Sleman tidak hanya menghanguskan bagian bangunan, tetapi juga melalap berbagai barang yang berada di dalam gedung. Berdasarkan informasi di lapangan, peralatan rumah tangga menjadi kelompok barang yang paling banyak terdampak di lantai atas. Beragam perlengkapan yang berada di area tersebut ikut terbakar ketika api menjalar dan bertahan selama berjam-jam. Kondisi ini membuat kerusakan terlihat meluas pada bagian gedung yang digunakan untuk menyimpan atau memajang kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, produk elektronik dilaporkan berada di area basement yang juga terdampak kobaran api. Barang-barang di lokasi tersebut ikut terbakar seiring meluasnya api dan panas di dalam bangunan. Pembagian lokasi barang yang terdampak menunjukkan bahwa api menjangkau beberapa bagian gedung, mulai dari lantai atas hingga area bawah tanah. Penanganan kebakaran menjadi semakin sulit karena petugas harus menghadapi kepulan asap yang tebal dan membatasi pandangan di dalam maupun sekitar bangunan.

Area parkir di lantai dua juga dilaporkan mengalami dampak serius. Puluhan hingga ratusan sepeda motor milik karyawan dan pengunjung yang terparkir di tempat itu disebut ikut terbakar. Banyaknya kendaraan serta material lain yang mudah terbakar turut memengaruhi proses pemadaman. Api dapat bertahan dan menyebar karena di dalam gedung terdapat berbagai barang yang mudah tersulut, sementara asap tebal menyulitkan petugas untuk menjangkau titik-titik yang masih terbakar. Penanganan pun dilakukan terhadap sejumlah bagian gedung dan area yang dipenuhi barang terdampak, termasuk lokasi peralatan rumah tangga, produk elektronik, serta kendaraan yang berada di area parkir.

Tim gabungan Basarnas dan pemadam kebakaran akhirnya menemukan dua korban perempuan di lantai tiga gedung Trans Home Sleman. Keduanya berada tidak jauh dari area tangga, lokasi yang menjadi salah satu jalur akses utama ketika petugas berupaya menjangkau bagian dalam bangunan. Penemuan tersebut dilakukan setelah api dan asap tebal menghambat proses penyisiran di sejumlah ruangan.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetyo, mengatakan proses evakuasi kedua korban berlangsung sekitar 14 menit. Petugas harus bergerak dengan sangat hati-hati karena kondisi di dalam gedung masih dipenuhi asap serta memiliki jarak pandang yang terbatas. Peralatan khusus digunakan untuk memastikan pencarian dapat dilakukan dengan aman, termasuk self-contained breathing apparatus (SCBA) yang membantu petugas bernapas di tengah lingkungan berasap.

Saat ditemukan, kedua perempuan tersebut sudah tidak bernapas. Petugas kemudian mengevakuasi mereka dari lantai tiga dan membawa jasadnya ke Rumah Sakit Bhayangkara. Hingga proses penanganan berlangsung, identitas kedua korban masih dalam tahap identifikasi. Pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan serta pencocokan data untuk memastikan informasi mengenai kedua korban dapat disampaikan secara akurat kepada keluarga dan publik.

Di sisi lain, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Nawa menyampaikan bahwa informasi yang dihimpun dari lapangan masih simpang siur sehingga belum cukup untuk menarik kesimpulan mengenai titik awal maupun pemicu munculnya api. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, memeriksa kondisi bangunan, serta mendokumentasikan lokasi kejadian. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat menjelaskan rangkaian peristiwa secara lebih menyeluruh, termasuk faktor yang menyebabkan kebakaran berlangsung selama berjam-jam dan menyulitkan proses pencarian korban.