Musda XI Golkar Asahan Dibuka, Konsolidasi Lima Tahun Jadi Fokus Utama

oleh -51 Dilihat
oleh
Musda XI Golkar Asahan Dibuka, Konsolidasi Lima Tahun Jadi Fokus Utama

Kabupaten Asahan | Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Asahan resmi dibuka di Aula Hotel Sabty Garden, Kisaran, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung aman, lancar, serta sukses hingga seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 11.00 WIB. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Partai Golkar Kabupaten Asahan untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menyiapkan arah kerja politik dan kelembagaan untuk lima tahun mendatang.

Prosesi pembukaan diawali dengan tari penyambutan sebagai penghormatan kepada para tamu dan peserta yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, pembacaan lagu Indonesia Raya, serta Mars Golkar. Setelah itu, ketua panitia menyampaikan laporan mengenai persiapan, pelaksanaan, dan tujuan Musda XI. Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan tarian kreasi sebelum acara memasuki agenda sambutan-sambutan.

Sejumlah sambutan disampaikan oleh pihak-pihak terkait, yang pada pokoknya menekankan pentingnya menjaga soliditas, kedisiplinan, dan kesinambungan program organisasi. Musda juga diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang memperkuat peran Partai Golkar dalam pembangunan daerah serta menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Asahan. Sebagai penanda dimulainya forum secara resmi, pemukulan gong dilakukan di hadapan seluruh peserta dan undangan.

Pembukaan Musda XI turut dihadiri anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, anggota DPRD Kabupaten Asahan Fraksi Golkar, jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Asahan, serta perwakilan partai politik lainnya. Hadir pula para tamu undangan dari berbagai unsur. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan musyawarah sekaligus memperlihatkan pentingnya agenda organisasi tersebut bagi dinamika politik dan pembangunan di Kabupaten Asahan.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, S.Si., M.T., mengingatkan bahwa mempertahankan kemenangan merupakan tantangan yang lebih sulit dibandingkan meraihnya. Pesan tersebut disampaikan dalam Musda XI Golkar Asahan sebagai dorongan bagi seluruh jajaran partai untuk tidak berpuas diri atas hasil yang telah dicapai. Menurutnya, kemenangan harus dirawat melalui konsolidasi yang berkelanjutan, kerja politik yang terencana, serta kedekatan dengan masyarakat.

Ahmad Doli menilai Golkar Asahan telah memberikan kontribusi suara yang besar pada Pemilu 2024. Capaian tersebut semakin bermakna karena partai berhasil menambah perolehan kursi di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Asahan. Hasil itu menunjukkan adanya kerja keras, soliditas, dan kepercayaan masyarakat terhadap Golkar. Atas pencapaian tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader, dan elemen partai yang telah menjalankan tugas serta berjuang memenangkan agenda politik secara konsisten.

Meski demikian, capaian elektoral tersebut harus menjadi pijakan untuk menyusun langkah yang lebih kuat, bukan sekadar catatan keberhasilan. Ia mengajak Musda XI Golkar Asahan menghasilkan program kerja yang terarah, realistis, dan terukur untuk lima tahun mendatang. Setiap program perlu memiliki sasaran yang jelas, pembagian tanggung jawab, serta mekanisme evaluasi agar pelaksanaannya dapat dipantau secara berkala. Dengan perencanaan demikian, konsolidasi organisasi diharapkan semakin efektif dan mampu menjaga kesinambungan kinerja partai.

Ahmad Doli juga menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan langkah organisasi harus selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Partai tidak boleh hanya hadir ketika menghadapi pemilu, tetapi perlu memberikan manfaat melalui pelayanan, advokasi, dan penyelesaian persoalan publik. Orientasi tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan warga sekaligus memperkuat posisi Golkar Asahan dalam menghadapi tantangan politik dan pembangunan selama lima tahun ke depan.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Asahan. Kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Asahan terhadap dinamika organisasi politik serta komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda XI Golkar Asahan. Ia berharap forum tersebut dapat berlangsung secara tertib, demokratis, dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi keberlangsungan organisasi maupun masyarakat Kabupaten Asahan.

Menurut Taufik, musyawarah daerah bukan hanya menjadi agenda internal partai, melainkan juga momentum untuk mengevaluasi kontribusi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan pembangunan lima tahun ke depan. Setiap keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat peran partai dalam menyerap aspirasi masyarakat serta mendorong lahirnya gagasan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Bupati menegaskan bahwa kemajuan Asahan tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah secara sendiri. Pembangunan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen, termasuk partai politik, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda. Karena itu, komunikasi dan kerja sama yang konstruktif perlu terus dibangun agar berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Taufik juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Partai Golkar dalam mendukung pembangunan Kabupaten Asahan. Selama ini, Golkar dinilai telah mengambil bagian dalam mengawal aspirasi masyarakat dan mendukung kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. Kontribusi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui peran aktif seluruh kader.

Ia berharap kepengurusan baru hasil Musda XI mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. Hubungan kerja yang baik diharapkan mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan, menjaga stabilitas daerah, serta menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan orientasi pada kepentingan publik, Musda XI diharapkan menjadi pijakan penting bagi Golkar untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Asahan.

Ketua DPD Golkar Asahan, H. Efi Irwansyah Pane, M.K.M., menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader agar menjadikan Musda XI sebagai momentum memperkuat konsolidasi internal. Menurutnya, tantangan politik ke depan akan semakin dinamis sehingga diperlukan kebersamaan, kedisiplinan, dan kekompakan di seluruh tingkatan organisasi. Setiap kader diharapkan mampu menjaga komunikasi, menghindari perbedaan yang berpotensi melemahkan partai, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Efi menegaskan bahwa kekuatan Golkar Asahan untuk lima tahun berikutnya harus dibangun melalui semangat kebersamaan. Konsolidasi tidak berhenti setelah pelaksanaan musyawarah daerah, tetapi perlu diwujudkan dalam kerja organisasi yang terarah dan berkelanjutan. Penguatan struktur, pembinaan kader, serta peningkatan hubungan dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan partai tetap hadir dan dipercaya. Dengan landasan tersebut, seluruh elemen partai diharapkan dapat bergerak secara serempak menghadapi agenda politik dan pembangunan daerah.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar Sumatera Utara, Rolel Harahap, yang hadir mewakili Ketua DPD Golkar Sumut. Ia menilai keberhasilan Golkar Asahan merebut kembali kemenangan merupakan hasil kerja keras, konsistensi, dan soliditas para kader. Capaian tersebut menjadi modal berharga untuk memperkuat posisi partai sekaligus membangun kepercayaan publik secara lebih luas.

Rolel berharap prestasi itu dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada periode mendatang. Golkar Asahan didorong tidak hanya menjaga kemenangan yang telah diraih, tetapi juga menambah perolehan kursi di DPRD Kabupaten Asahan. Target tersebut membutuhkan perencanaan matang, regenerasi yang berkesinambungan, serta kerja bersama pengurus, kader, dan calon-calon yang akan diusung. Dengan kekompakan yang terjaga, konsolidasi lima tahun diharapkan mampu menjadi dasar bagi penguatan partai dan pencapaian hasil politik yang lebih baik.