Ibu dan Bocah Lompat dari Bangunan Terbakar di Rawamangun, Satu Orang Terluka

oleh -272 Dilihat
oleh
Ibu dan Bocah Lompat dari Bangunan Terbakar di Rawamangun, Satu Orang Terluka

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kebakaran melanda sebuah rumah makan Padang di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, pada Jumat (9/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah potongan video yang merekam kejadian beredar di media sosial. Dalam video itu, api terlihat membesar dan melahap bangunan tempat usaha tersebut. Rekaman tersebut kemudian menarik perhatian warganet, yang membagikannya serta membicarakan kondisi kebakaran di lokasi.

Berdasarkan keterangan Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, objek yang terbakar merupakan bangunan rendah yang digunakan sebagai rumah makan Padang. Keterangan itu memberikan gambaran mengenai jenis bangunan yang terdampak dalam peristiwa kebakaran di Rawamangun tersebut. Api disebut cepat membesar hingga melahap bagian bangunan, sehingga kejadian tampak jelas dalam potongan video yang beredar.

Informasi mengenai kebakaran ini muncul bersamaan dengan perhatian publik terhadap situasi di sekitar bangunan. Potongan video yang tersebar memperlihatkan kobaran api pada rumah makan Padang tersebut, meski informasi yang beredar terbatas pada rekaman kejadian dan keterangan mengenai objek yang terbakar. Peristiwa itu menjadi kabar yang ramai diperhatikan warganet pada Jumat pagi, terutama karena api terlihat cepat membesar di bangunan rendah tersebut.

Video yang beredar memperlihatkan situasi kebakaran di sebuah bangunan rumah makan di Rawamangun. Dalam rekaman tersebut, kobaran api tampak membesar di bagian bangunan, sementara asap memenuhi area sekitar. Kondisi itu mendorong orang-orang di dalam bangunan untuk berupaya menyelamatkan diri dari lantai atas.

Salah satu momen utama dalam video terjadi ketika seorang ibu yang menggendong bocah laki-laki terlihat berada di jendela lantai atas. Di tengah kobaran api yang terus membesar, ibu tersebut kemudian melompat dari jendela bersama bocah yang berada dalam gendongannya. Aksi itu berlangsung sebagai bagian dari upaya menyelamatkan diri dari kebakaran yang melanda bangunan rumah makan tersebut.

Orang yang merekam kejadian terdengar menyampaikan seruan, “aduh ya Allah, tolong-tolong itu, ada anaknya itu,” saat melihat ibu dan bocah tersebut melompat. Seruan itu menggambarkan kepanikan warga yang menyaksikan situasi tersebut secara langsung ketika api masih berkobar di bangunan.

Informasi mengenai peristiwa itu berasal dari keterangan akun Instagram yang mengunggah video serta pantauan di lokasi. Rekaman tersebut menjadi dokumentasi mengenai detik-detik evakuasi darurat dari lantai atas bangunan saat kebakaran berlangsung. Video memperlihatkan fokus utama pada membesarnya api, posisi ibu yang menggendong bocah di jendela, dan tindakan melompat untuk menyelamatkan diri. Sumber yang tersedia tidak menjelaskan kondisi ibu maupun bocah setelah lompatan, sehingga informasi mengenai keadaan keduanya tidak dapat diuraikan lebih lanjut.

Berdasarkan data Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta, laporan mengenai kebakaran tersebut diterima petugas pada pukul 07.35 WIB. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman personel dan armada ke lokasi kejadian di kawasan Rawamangun. Petugas tiba sekitar pukul 07.41 WIB, atau beberapa menit setelah laporan diterima.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penanganan untuk mengendalikan kobaran api. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam operasi tersebut. Pengerahan armada dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke bagian bangunan lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Petugas juga menjalankan pemantauan selama proses penanganan guna memastikan titik api dapat dikendalikan secara menyeluruh.

Menurut keterangan dalam laporan penanganan, api berhasil dilokalisir sekitar pukul 07.42 WIB. Kebakaran juga dinyatakan padam pada waktu yang sama, sebagaimana tercantum dalam data Command Center Damkar DKI Jakarta. Dengan demikian, proses penanganan sejak kedatangan petugas hingga api dinyatakan padam berlangsung dalam waktu singkat, meskipun petugas tetap perlu memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Laporan tersebut turut mencatat adanya satu korban luka dalam peristiwa kebakaran. Namun, sumber penanganan tidak mencantumkan identitas korban secara spesifik. Karena itu, informasi mengenai korban luka tersebut tidak dapat dipastikan merujuk kepada ibu ataupun bocah yang disebut dalam laporan kejadian. Keterangan tentang kondisi dan identitas korban masih perlu merujuk pada informasi resmi dari pihak terkait, termasuk petugas di lapangan atau instansi yang menangani korban setelah kejadian.

Kebakaran yang melanda sebuah bangunan di kawasan Rawamangun diduga bermula dari area dapur di lantai tiga. Berdasarkan keterangan dalam bahan sumber, seorang pekerja saat itu sedang memasak dan hendak mengganti tabung gas yang digunakan untuk kegiatan memasak. Dalam proses tersebut, api tiba-tiba menyala di area dapur.

Penyalaan api berlangsung secara mendadak sehingga pekerja berupaya melakukan penanganan awal. Ia sempat menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api sebelum kobaran menyebar lebih luas. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan api karena kobaran telah membesar dan situasi di dalam bangunan semakin berbahaya.

Dalam insiden itu, pekerja mengalami luka bakar. Setelah kejadian, pekerja tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai kondisi terakhir korban tidak dijelaskan lebih lanjut dalam bahan sumber, tetapi luka yang dialami berkaitan dengan upaya penanganan kebakaran di area dapur tersebut.

Peristiwa ini kemudian memicu kepanikan di dalam bangunan, termasuk ketika sejumlah penghuni berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api. Adapun pihak berwenang menyebut dugaan awal penyebab kebakaran adalah kebocoran tabung gas. Keterangan tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dinyatakan sebagai penyebab pasti sebelum proses pemeriksaan serta penyelidikan selesai dilakukan.