HUT ke-25 Tasikmalaya, Wamendagri Tekankan Kolaborasi dan Manfaat Pembangunan

oleh -491 Dilihat
oleh
HUT ke-25 Tasikmalaya, Wamendagri Tekankan Kolaborasi dan Manfaat Pembangunan

Kota Tasikmalaya | Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk memperkuat kolaborasi dalam melanjutkan pembangunan daerah. Seruan tersebut disampaikan saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya yang berlangsung di Balai Kota Tasikmalaya pada Sabtu, 17 Oktober. Ajakan itu menempatkan kerja bersama sebagai landasan penting agar berbagai agenda pembangunan dapat terus berjalan dan memberi dampak nyata bagi warga.

Menurut Wiyagus, peringatan seperempat abad Kota Tasikmalaya bukan sekadar penanda usia. Momentum ini memberi kesempatan bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh unsur terkait untuk menilai kemajuan yang telah dicapai. Pada saat yang sama, perayaan tersebut dapat digunakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan berikutnya. Evaluasi atas perjalanan kota perlu berjalan seiring dengan kesediaan untuk terus bekerja sama, sehingga capaian yang sudah ada dapat menjadi pijakan bagi upaya selanjutnya.

Wiyagus juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka atau capaian administratif semata. Ukuran yang tidak kalah penting ialah manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kolaborasi para pemangku kepentingan perlu diarahkan pada pembangunan yang menjawab kebutuhan warga dan menghasilkan perubahan yang berarti. Peringatan HUT ke-25 menjadi momentum untuk menentukan langkah Kota Tasikmalaya ke depan: merawat hasil yang telah dicapai, mengenali tantangan yang masih ada, serta menyepakati arah kerja bersama. Dengan komitmen yang diperkuat melalui sinergi, pembangunan daerah diharapkan terus berlanjut dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa kemajuan kota merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, dan perlu dinilai dari dampak yang hadir di tengah warga.

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 Tasikmalaya mengusung tema “Langkah Santun Jiwa Tangguh”. Tema tersebut menggambarkan harapan agar kota ini berkembang sebagai tempat yang nyaman untuk ditinggali, dengan masyarakat dan pemerintah yang tulus dalam memberikan pelayanan. Pada saat yang sama, Tasikmalaya diharapkan mampu unggul dalam berkarya serta tangguh menghadapi berbagai tantangan. Makna tema itu menempatkan kesantunan dan keteguhan sebagai nilai yang berjalan bersama dalam kehidupan kota.

Wakil Menteri Dalam Negeri Wiyagus menyampaikan bahwa kesantunan dan kebersamaan perlu seiring dengan peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik. Pesan tersebut menekankan bahwa nilai-nilai dalam tema perayaan tidak berdiri sendiri, tetapi perlu tercermin dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Pembangunan yang berkualitas dan pelayanan yang semakin baik menjadi bagian dari perhatian, sementara semangat kebersamaan mendukung pelaksanaan upaya tersebut. Tema HUT juga menjadi pengingat tentang karakter yang diharapkan hadir dalam keseharian masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Sejumlah indikator pembangunan dicatat sebagai gambaran perkembangan kota. Angka kemiskinan pada 2026 tercatat sebesar 9,34 persen, turun dari 10,84 persen pada 2025. Untuk pertumbuhan ekonomi, angka pada 2025 mencapai 5,39 persen, meningkat dibandingkan 5,22 persen pada tahun sebelumnya. Data tersebut menyajikan perbandingan sesuai periode masing-masing, yakni angka kemiskinan 2025 dan 2026 serta pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya dan 2025.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 76,03 poin pada 2024 menjadi 76,59 poin pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 6,43 persen pada 2025. Angka-angka tersebut merupakan indikator yang disampaikan dalam paparan mengenai kemajuan Tasikmalaya. Penyebutannya berdampingan dengan pesan Wiyagus tentang kolaborasi, kesantunan, kualitas pembangunan, dan pelayanan publik, tanpa mengubah periode maupun nilai yang tercantum. Dengan demikian, tema “Langkah Santun Jiwa Tangguh” memuat harapan tentang kota yang nyaman, tulus melayani, unggul berkarya, serta tangguh menghadapi tantangan.

Capaian tata kelola Kota Tasikmalaya turut menjadi sorotan dalam peringatan hari jadinya. Pemerintah kota kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah, sehingga capaian tersebut dipertahankan selama 10 kali berturut-turut. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan dan memenuhi standar pelaporan. Selain itu, Tasikmalaya meraih TPID Award 2026 sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah kabupaten/kota berkinerja terbaik di kawasan Jawa-Bali. Penghargaan tersebut menjadi yang kedua secara berturut-turut, sekaligus mencerminkan kesinambungan upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.

Wakil Menteri Dalam Negeri Wiyagus mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang gizi, kesehatan, dan pendidikan. Dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, penggunaan bahan baku lokal dinilai memberi manfaat lebih luas daripada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Pembelian bahan pangan dari wilayah sekitar juga berpotensi membuka pasar bagi petani dan peternak setempat, sehingga kegiatan program dapat ikut menggerakkan perekonomian lokal. Pendekatan tersebut menghubungkan layanan bagi masyarakat dengan kesempatan ekonomi di daerah.

Di bidang kesehatan, layanan cek kesehatan gratis diintegrasikan dengan penanganan tuberkulosis (TBC) di puskesmas. Integrasi ini dapat membantu masyarakat mengakses pemeriksaan sekaligus memperkuat upaya menemukan dan menangani kasus TBC melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sementara itu, sektor pendidikan mendapat perhatian melalui digitalisasi pembelajaran serta revitalisasi sarana dan prasarana sekolah. Kedua langkah tersebut diarahkan untuk mendukung proses belajar yang lebih baik dan menyediakan lingkungan sekolah yang layak.

Wiyagus menekankan bahwa keberhasilan program-program tersebut memerlukan sinergi pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat menetapkan arah kebijakan dan prioritas, sedangkan pemerintah daerah berperan penting dalam menyesuaikan pelaksanaan dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat setempat. Koordinasi yang baik, dukungan layanan publik, dan pemanfaatan sumber daya lokal membantu memastikan program tidak berhenti pada pelaksanaan administratif. Dengan demikian, manfaat pembangunan di bidang gizi, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga Tasikmalaya.

Wiyagus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya dan seluruh masyarakat atas berbagai upaya serta capaian yang telah dipaparkan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya. Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas kerja bersama yang telah dilakukan untuk mendorong kemajuan kota. Pemerintah daerah, perangkatnya, dan warga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai inisiatif pembangunan. Menurutnya, capaian yang telah diraih patut disyukuri dan dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh, sekaligus menjadi dorongan agar setiap program terus diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

Namun, Wiyagus mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri. Kebutuhan warga terus berkembang, sementara target pembangunan masih perlu dipenuhi melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, upaya pemerintah perlu berjalan seiring dengan partisipasi masyarakat serta dukungan berbagai pihak. Kolaborasi diperlukan untuk memastikan bahwa program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata. Evaluasi terhadap pembangunan pun tidak cukup hanya melihat daftar program atau capaian administratif, tetapi perlu memperhatikan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari warga.

Inti pesan tersebut adalah bahwa keberhasilan pembangunan semestinya dinilai dari sejauh mana hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ukuran itu membantu memastikan kemajuan kota tidak berhenti pada angka atau laporan, melainkan tercermin dalam manfaat yang diterima warga. Pada peringatan HUT ke-25 ini, Wiyagus berharap semangat kebersamaan semakin kuat dan menjadi landasan untuk menghadapi kebutuhan serta tantangan pembangunan berikutnya. Ia berharap peringatan hari jadi tersebut memperkuat gotong royong dan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan semangat bersama, Tasikmalaya diharapkan terus berkembang dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Baca juga: Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran, Babinsa Turut Hadiri Musrenbangdes | Komsos Koramil 1710-03/Kuala Kencana Dan Syukuran Selesainya Pembangunan Jembatan Garuda | Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Doa Bersama dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan di Kampung Kulonggame