Harga Ayam Potong di Palembang Tembus Rp40.000 per Kilogram

oleh -42 Dilihat
oleh
Harga Ayam Potong di Palembang Tembus Rp40.000 per Kilogram

Kota Palembang | Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang, Sumatera Selatan, meningkat hingga Rp40.000 per kilogram. Angka tersebut naik dari kisaran sebelumnya, yakni sekitar Rp35.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tingkat pasar dan menjadi perubahan harga yang dilaporkan pedagang di salah satu pasar tradisional kota tersebut.

Gani, pedagang di Pasar 7 Ulu, mengatakan harga ayam potong masih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram dua hari sebelum ia memberikan keterangan pada Minggu. Dengan demikian, selisih harga sebelumnya dan harga yang disebutkan saat itu mencapai sekitar Rp5.000 per kilogram. Keterangan tersebut menggambarkan perubahan dalam rentang dua hari berdasarkan pengalaman pedagang di pasar.

Harga Rp40.000 per kilogram merujuk pada harga daging ayam potong yang dijual di pasar, bukan keterangan mengenai perubahan pada tingkat lain. Informasi yang disampaikan juga terbatas pada kondisi harga di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang. Tidak ada keterangan dalam laporan tersebut yang menyebutkan bahwa angka itu berlaku di wilayah lain atau menggambarkan harga pada waktu yang berbeda.

Perbandingan kisaran Rp35.000 dan Rp40.000 per kilogram menunjukkan adanya kenaikan yang dirasakan dalam transaksi pasar setempat. Namun, keterangan Gani tidak menjelaskan penyebab perubahan tersebut. Karena itu, informasi mengenai faktor yang mendorong kenaikan, termasuk pasokan maupun biaya distribusi, tidak dapat dipastikan dari pernyataan yang tersedia.

Perubahan harga ini menempatkan ayam potong pada kisaran Rp40.000 per kilogram di pasar-pasar tradisional Palembang yang disebutkan dalam laporan. Bagi pembeli, perbedaan dari harga dua hari sebelumnya dapat menjadi acuan untuk memahami perkembangan harga saat berbelanja. Sementara itu, bagi pedagang, keterangan tersebut mencatat kondisi harga yang mereka temui di pasar. Angka dan rentang waktunya tetap merujuk pada pernyataan Gani: sekitar Rp35.000 per kilogram dua hari sebelumnya, lalu mencapai Rp40.000 per kilogram ketika ia memberikan keterangan pada Minggu. Tidak ada dasar dari keterangan itu untuk menarik kesimpulan lebih luas mengenai tren harga di luar pasar dan waktu yang disebutkan.

Gani menyebut kenaikan harga ayam potong di Palembang tidak terjadi karena pasokan yang terbatas. Menurut dia, stok ayam masih tersedia dengan cukup lancar dan jumlahnya dinilai berlimpah. Karena itu, kondisi di tingkat pedagang bukan gambaran adanya kesulitan memperoleh ayam untuk dijual kepada konsumen. Keterangan tersebut membedakan persoalan ketersediaan barang dari perubahan harga yang berlangsung di pasar.

Ia menjelaskan, harga yang ditetapkan agen pemasok menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual. Agen yang memasok ayam dari Kabupaten Ogan Ilir disebut menawarkan barang dengan harga lebih tinggi. Pedagang kemudian menyesuaikan harga jual agar selisih harga beli dan harga penjualan tidak membuat mereka merugi. Dengan demikian, kenaikan di tingkat konsumen berkaitan dengan biaya pembelian dari pemasok, meskipun pasokan fisik tetap dinilai lancar.

Gani juga menyampaikan dugaan bahwa kenaikan harga pakan di tingkat peternakan mungkin turut berpengaruh terhadap harga ayam. Namun, hal itu disampaikan sebagai kemungkinan, bukan kepastian atau penyebab yang telah dipastikan. Keterangan mengenai pakan tersebut perlu dibedakan dari penjelasan tentang harga agen, yang menurut Gani secara langsung membuat pedagang menyesuaikan harga jual. Ia tidak menyatakan bahwa pasokan ayam yang terbatas menjadi pemicu kenaikan.

Penjelasan terpisah disampaikan Elsa Noviani, Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palembang. Ia menerangkan bahwa peningkatan biaya produksi peternak dapat mendorong harga ayam naik. Salah satu komponen yang dapat menambah beban tersebut ialah biaya pakan, yang dipengaruhi keterbatasan stok dan mahalnya bahan baku. Apabila biaya untuk memperoleh pakan meningkat, pengeluaran peternak ikut bertambah dan dapat tercermin pada harga ayam di rantai perdagangan berikutnya.

Keterangan para pihak itu menunjukkan beberapa faktor yang perlu dicermati ketika menilai perubahan harga ayam potong. Kelancaran pasokan tidak selalu berarti harga tetap, sebab harga dari agen maupun biaya produksi dapat berubah. Meski demikian, kemungkinan terkait pakan yang disebut Gani tidak dapat diperlakukan sebagai fakta pasti. Sementara itu, penjelasan Elsa menggambarkan bagaimana keterbatasan stok dan mahalnya bahan baku pakan berpotensi meningkatkan ongkos produksi. Perbedaan ini penting agar penyebab yang telah dinyatakan dan faktor yang masih berupa dugaan tidak tercampur dalam memahami situasi harga di Palembang.Marni, pedagang ayam potong lainnya di Palembang, mengatakan bahwa kenaikan harga membuat jumlah pembeli yang datang menjadi lebih sedikit. Menurutnya, suasana penjualan saat ini berbeda dari biasanya, ketika harga masih berada pada tingkat normal. Pembeli yang sepi itu turut berpengaruh pada banyaknya ayam yang dapat ia jual setiap hari. Marni menyebut omzetnya turun drastis dibandingkan kondisi penjualan sebelum harga meningkat. Keterangan tersebut menggambarkan perubahan yang ia alami langsung dalam kegiatan berdagang, terutama pada jumlah penjualan harian.

Untuk menunjukkan perbedaan tersebut, Marni membandingkan penjualan saat harga normal dengan penjualan selama dua hari terakhir. Biasanya, ia dapat menjual sekitar 40 hingga 50 kilogram ayam potong dalam sehari. Namun, dalam dua hari terakhir, jumlah ayam yang terjual paling banyak hanya mencapai 20 kilogram. Angka penjualan itu kurang dari jumlah yang biasa ia capai pada hari-hari normal. Marni menyampaikan bahwa perbedaan tersebut terjadi ketika harga ayam potong sedang meningkat dan pembeli menjadi sepi.

Penurunan jumlah penjualan itu menjadi gambaran kondisi yang dihadapi Marni sebagai pedagang. Ia mengaitkan ramainya pembeli dan banyaknya ayam yang terjual dengan keadaan harga. Saat harga normal, penjualan hariannya berkisar 40–50 kilogram, sementara dalam dua hari terakhir penjualan tertingginya hanya 20 kilogram. Bersamaan dengan berkurangnya jumlah ayam yang terjual, Marni juga menyebut omzetnya turun drastis. Ia tidak menjelaskan angka omzet secara rinci, tetapi membandingkannya dengan keadaan ketika harga belum naik.

Marni berharap pemerintah segera bertindak untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Harapan itu mencakup harga daging ayam potong, yang saat ini disebut mengalami kenaikan. Ia menginginkan adanya langkah agar harga kembali stabil sehingga kondisi perdagangan tidak terus berada seperti yang ia alami selama dua hari terakhir. Menurut keterangan Marni, pembeli sepi dan penjualan ayamnya menurun dibandingkan saat harga normal. Ia berharap pemerintah memperhatikan kestabilan harga kebutuhan pokok, termasuk ayam potong, melalui tindakan yang segera dilakukan.

Dinas Perdagangan Kota Palembang menggencarkan pemantauan pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah. Langkah ini dilakukan di tengah perhatian terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pangan, termasuk ayam potong. Melalui pemantauan langsung, petugas dapat mengetahui perkembangan harga yang berlaku di tingkat pedagang sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai harga barang kebutuhan sehari-hari.

Elsa Noviani menyampaikan bahwa pengawasan tersebut berfokus pada kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah. Harga di lapangan perlu diperiksa agar tidak melampaui batas yang berlaku. Pemantauan juga menjadi sarana untuk melihat kondisi pasokan dan aktivitas jual beli, sehingga potensi persoalan terkait harga dapat diketahui. Upaya ini diharapkan membantu menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok bagi warga Palembang.

Sejumlah pasar tradisional menjadi lokasi pemantauan Dinas Perdagangan, yaitu Pasar KM 5, Lemabang, Soak Bato, 10 Ulu, dan Pasar 16 Ilir. Pemeriksaan di beberapa kawasan tersebut memberi gambaran mengenai kondisi perdagangan di berbagai titik kota.