Jakarta | Gong Yoo membagikan informasi terbaru mengenai drama terbarunya, Slowly but Intensely, yang dibintangi bersama Song Hye-kyo, saat bertemu penggemar di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (17/10). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa serial Netflix itu direncanakan hadir dengan total 22 episode dan dijadwalkan tayang pada akhir 2026. Pengumuman tersebut menjadi salah satu kabar yang menarik perhatian pengunjung fan meeting di ibu kota.
Kehadiran Gong Yoo di Jakarta merupakan bagian dari acara bersama para penggemar, bukan kegiatan yang berkaitan dengan lokasi cerita atau proses produksi drama. Informasi mengenai serial itu disampaikan dalam suasana pertemuan langsung dengan penonton Indonesia. Dengan demikian, Jakarta menjadi tempat Gong Yoo berbagi kabar tentang proyeknya, sementara latar dan penggarapan Slowly but Intensely tidak dinyatakan berlangsung di Indonesia.
Drama tersebut mempertemukan Gong Yoo dan Song Hye-kyo dalam satu proyek Netflix. Keduanya dikenal memiliki perjalanan panjang di industri hiburan Korea Selatan, sehingga kolaborasi ini menjadi perhatian sejak kabar keterlibatan mereka beredar. Rencana penayangan pada penghujung 2026 memberi penonton gambaran mengenai waktu perilisan, meski detail lain tentang cerita maupun karakter belum menjadi fokus informasi yang dibagikan dalam acara Jakarta itu.
Di hadapan penggemar, Gong Yoo juga meminta dukungan mereka untuk proyek tersebut serta aktivitasnya pada masa mendatang. Pesan itu memperlihatkan bahwa fan meeting tidak hanya menjadi ruang untuk menyapa penonton, tetapi juga kesempatan bagi sang aktor untuk menyampaikan kabar dan menjaga hubungan dengan basis penggemarnya. Dukungan penonton akan menyertai perjalanan serial ini menuju jadwal rilisnya, sekaligus berbagai pekerjaan Gong Yoo berikutnya.
Acara di Istora Senayan pun membawa kabar yang dapat dinantikan oleh penggemar drama Korea: sebuah serial panjang dengan 22 episode, dibintangi dua aktor ternama, dan dipersiapkan untuk tayang di Netflix pada akhir 2026. Untuk sementara, informasi tersebut menjadi gambaran utama yang dibagikan Gong Yoo di Jakarta. Penonton dapat menantikan pengumuman resmi berikutnya mengenai perkembangan produksi, materi promosi, serta jadwal penayangan yang lebih terperinci.
Drama yang dibicarakan Gong Yoo dan Song Hye-kyo membawa penonton ke industri hiburan Korea Selatan dalam rentang era 1960-an hingga 1980-an. Periode tersebut menjadi latar bagi kisah yang menempatkan dunia hiburan sebagai pusat perhatian, sekaligus memberi gambaran tentang kehidupan orang-orang yang bekerja di dalamnya. Penonton diajak melihat suasana industri pada masa itu melalui pengalaman para pelaku hiburan, bukan hanya dari sudut pandang penonton yang menyaksikan pertunjukan. Rentang waktu beberapa dekade itu juga menjadi kerangka yang membedakan latar drama dari cerita yang berlangsung di masa kini. Dengan demikian, suasana zaman dan pekerjaan di industri hiburan menjadi bagian penting dari konteks yang disampaikan.
Perhatian cerita mencakup para bintang yang tampil di atas panggung, serta orang-orang di balik layar yang membantu membentuk dan mendukung mereka. Kedua sisi tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan hiburan tidak hanya berlangsung saat seorang bintang berada di hadapan penonton. Ada pula pekerjaan dan dukungan dari pihak lain yang berperan dalam perjalanan mereka. Drama ini menyoroti kehidupan para pelaku di panggung dan kontribusi orang-orang yang bekerja di belakangnya, tanpa membatasi perhatian hanya pada sosok yang paling dikenal. Gambaran tersebut menghubungkan penampilan publik dengan kerja di balik layar, sambil tetap berfokus pada industri hiburan Korea Selatan pada era yang menjadi latarnya. Pendekatan ini memberi ruang bagi kedua kelompok untuk menjadi bagian dari cerita.
Dalam keterangannya, Gong Yoo juga menyoroti bahwa drama tersebut memiliki 22 episode. Jumlah itu menjadi catatan tersendiri karena banyak drama Korea belakangan hadir dengan durasi yang lebih pendek. Informasi tersebut memberi gambaran mengenai format serial yang akan diikuti penonton, sekaligus menunjukkan panjang perjalanan cerita dalam bentuk episode. Jumlah episode ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemirsa yang ingin mengetahui skala tontonan sebelum mengikuti dramanya. Namun, keterangan tentang 22 episode tidak dengan sendirinya menjelaskan rincian plot ataupun alasan kreatif di balik formatnya. Poin yang disampaikan Gong Yoo adalah jumlah episodenya, terutama bila dibandingkan dengan kecenderungan sejumlah drama Korea terkini yang memiliki durasi lebih singkat. Format tersebut menyertai kisah berlatar industri hiburan pada rentang era 1960-an hingga 1980-an.
Song Hye-kyo menjadi lawan main Gong Yoo dalam drama berskala besar yang direncanakan memiliki 22 episode. Pertemuan dua aktor ternama ini menjadi salah satu daya tarik utama proyek, terlebih keduanya memiliki pengalaman panjang dalam membintangi serial populer Korea. Song dikenal lewat beragam peran yang menampilkan jangkauan aktingnya, sementara Gong Yoo juga telah membangun reputasi melalui drama dan film. Kehadiran mereka menempatkan kisah ini sebagai kolaborasi yang dinantikan penonton, sekaligus mempertemukan dua bintang yang sebelumnya belum pernah beradu peran dalam sebuah serial. Para pemeran lain yang turut meramaikan drama ini adalah Honey Lee, Kim Seol-hyun, dan Kim Jeong-woo. Gabungan nama-nama tersebut menghadirkan susunan pemain dengan latar dan pengalaman yang beragam.
Di balik layar, Noh Hee-kyung bertugas menulis naskah, sedangkan Lee Yoon-jung dipercaya sebagai sutradara. Noh dikenal melalui karya-karya yang mengangkat hubungan antarmanusia dan pergulatan emosional, termasuk It's Okay, That's Love, Dear My Friends, dan Our Blues. Rekam jejak tersebut memberi gambaran tentang pengalaman penulis dalam membangun karakter serta kisah yang bertumpu pada dinamika kehidupan. Lee, sementara itu, pernah menyutradarai Coffee Prince dan Cheese in the Trap. Kedua judul tersebut menunjukkan pengalamannya mengarahkan serial dengan karakter dan hubungan yang menjadi bagian penting dari cerita. Kolaborasi mereka dengan jajaran pemain utama menjadi unsur lain yang membuat proyek ini menarik untuk diikuti.
Drama ini juga mempertemukan kembali sejumlah bintang dan anggota tim kreatif yang pernah bekerja bersama. Song Hye-kyo sebelumnya berkolaborasi dengan Noh Hee-kyung dalam Worlds Within dan That Winter, the Wind Blows. Pengalaman tersebut memberi keduanya landasan kerja yang sudah terbentuk, meskipun proyek terbaru ini menawarkan cerita dan konteks berbeda. Gong Yoo pun pernah bekerja dengan Lee Yoon-jung saat membintangi Coffee Prince, serial yang disutradarai Lee. Karena itu, reuni Gong dengan sutradara tersebut membawa pengalaman kolaborasi terdahulu ke dalam produksi baru. Pertemuan kembali para pemain dan kreator ini tidak dengan sendirinya menentukan hasil akhir, tetapi menjadi konteks penting dalam melihat bagaimana para profesional yang telah saling mengenal akan membentuk kerja sama mereka. Dengan Noh sebagai penulis, Lee sebagai sutradara, serta deretan pemeran lintas generasi, serial 22 episode ini menggabungkan pengalaman lama dan kolaborasi baru.Proses syuting Slowly but Intensely dimulai pada 12 Januari 2025. Informasi mengenai dimulainya produksi diberitakan pada 13 Januari, sehari setelah kamera mulai merekam. Jadwal tersebut menandai awal perjalanan serial yang mempertemukan Gong Yoo dan Song Hye-kyo dalam sebuah drama dengan skala produksi besar. Berdasarkan informasi yang disampaikan saat itu, tim produksi menargetkan seluruh proses syuting rampung pada paruh pertama 2025. Dengan demikian, kegiatan produksi direncanakan berlangsung selama beberapa bulan, meski durasi pasti dan rincian jadwalnya tidak disebutkan. Target penyelesaian tersebut menjadi salah satu gambaran tentang tahap awal proyek, bukan kepastian mengenai tanggal penayangan kepada publik.
Baca juga: Asrenum Panglima TNI Bersama Wamenhan RI Bahas RUU Reforma Agraria | Gerak Cepat Babinsa Bersama Tim Karhutla Padamkan Api | Panglima TNI Bersama Menko Polkam Lepas Satgas Terpadu Port Visit 2026
