Dua Penalti Gagal, Persebaya Pulang Tanpa Poin dari Markas PSM

oleh -92 Dilihat
oleh
Dua Penalti Gagal, Persebaya Pulang Tanpa Poin dari Markas PSM

Surabaya | Persebaya Surabaya harus pulang tanpa poin setelah kalah 0-1 dari PSM Makassar pada pekan keenam Super League 2026-2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026) sore WIB. Hasil tipis ini mengakhiri upaya tim tamu untuk membawa pulang hasil positif dari markas PSM. Meski hanya terpaut satu gol, kekalahan tersebut terasa dramatis bagi Persebaya karena mereka memiliki peluang untuk setidaknya mengamankan satu poin. Sejumlah kesempatan penting, termasuk dua peluang melalui tendangan penalti yang gagal dimaksimalkan, membuat hasil akhir terasa semakin berat bagi tim asal Surabaya itu.

Dalam pertandingan yang berjalan ketat, satu gol menjadi pembeda kedua tim. PSM mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir dan mencatat kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri. Bagi Persebaya, situasi tersebut menegaskan betapa tipis jarak membawa pulang poin dan menerima kekalahan. Kesempatan dari titik penalti semestinya dapat membuka jalan untuk mengubah jalannya laga, tetapi peluang itu tidak berbuah gol. Ketika kesempatan-kesempatan penting gagal dimanfaatkan, Persebaya kesulitan mengejar ketertinggalan dan harus menerima hasil 0-1. Sementara itu, PSM menjaga keunggulan yang mereka miliki sampai peluit akhir dibunyikan.

Kekalahan ini menjadi hasil yang mengecewakan bagi Persebaya dalam perjalanan mereka di awal musim. Tim tersebut datang dengan kesempatan untuk meraih poin, tetapi pulang dari Parepare dengan tangan kosong setelah gagal mengonversi peluang krusial. Skor 0-1 juga menunjukkan bahwa pertandingan ditentukan oleh selisih yang sangat kecil, bukan kemenangan dengan margin lebar. Bagi PSM, kemenangan tipis di kandang menjadi tambahan penting pada pekan keenam kompetisi. Bagi Persebaya, dua penalti yang gagal menjadi sorotan utama dari laga tersebut, sebab salah satu peluang itu saja berpotensi mengubah hasil dan memungkinkan mereka membawa pulang setidaknya satu poin. Namun, peluang yang terlewat tak mengubah kenyataan bahwa PSM keluar sebagai pemenang.

Momen paling menentukan pada penghujung pertandingan terjadi ketika Persebaya memperoleh kesempatan melalui titik penalti pada masa tambahan waktu. Dalam situasi tersebut, Alex Martins maju sebagai eksekutor dengan peluang untuk membawa timnya kembali ke dalam persaingan. Persebaya sedang tertinggal dan membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan, sehingga setiap keputusan serta sentuhan menjadi sangat berarti. Harapan untuk pulang dengan hasil berbeda pun tertuju pada tendangan dari jarak dekat itu.

Namun, peluang pertama tidak berbuah gol. Kiper PSM, Muhammad Ardiansyah, mampu menggagalkan tendangan Alex dan menjaga keunggulan tuan rumah. Persebaya kemudian mendapatkan kesempatan kedua untuk mengeksekusi penalti, yang kembali memberi harapan bahwa skor masih dapat berubah sebelum laga berakhir. Alex kembali mengambil tanggung jawab sebagai penendang, tetapi hasilnya tetap sama: Ardiansyah berhasil membaca dan menahan bola. Dua penyelamatan beruntun itu menjadi sorotan karena terjadi pada saat waktu pertandingan hampir habis.

Kegagalan tersebut menutup jalan Persebaya untuk menyamakan kedudukan melalui dua peluang yang tersedia. Apabila salah satu tendangan masuk, tim tamu setidaknya berpeluang menghindari kekalahan dan membawa pulang satu poin. Sebaliknya, kedua eksekusi yang kandas membuat skor tidak berubah hingga pertandingan berakhir. Bagi PSM, penampilan Ardiansyah pada momen krusial memastikan keunggulan tetap terjaga. Bagi Persebaya, dua kesempatan penalti yang tidak dimanfaatkan menjadi bagian paling disayangkan dari laga tandang tersebut. Peluang di masa tambahan waktu itu datang ketika ruang untuk membalas semakin terbatas, sehingga setiap kegagalan langsung berdampak pada hasil akhir. Persebaya pun pulang tanpa poin dari markas PSM, meski sempat memperoleh dua kesempatan untuk mengubah keadaan. Rangkaian peristiwa itu menegaskan betapa tipisnya batas peluang dan hasil dalam pertandingan: penalti dapat membuka kemungkinan bagi tim yang tertinggal, tetapi eksekusi dan penyelamatan menentukan apakah kesempatan tersebut benar-benar menghasilkan gol. Pada akhirnya, dua aksi Ardiansyah menggagalkan upaya Alex sekaligus mempertahankan kemenangan PSM.Kekalahan Persebaya di markas PSM meninggalkan kekecewaan mendalam bagi Bernardo Tavares. Hasil akhir membuat timnya pulang tanpa poin, tetapi pelatih tersebut menilai angka di papan skor belum mencerminkan penampilan para pemainnya secara utuh. Bagi Tavares, Persebaya menunjukkan upaya yang seharusnya dapat menghasilkan lebih banyak, terutama karena timnya mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan. Namun, peluang-peluang itu tidak berujung gol, sehingga performa yang dinilainya cukup baik tidak tercermin dalam hasil yang diperoleh.

Penilaian Tavares berpusat pada perbedaan kesempatan yang tercipta dan gol yang berhasil dicetak. Ia melihat Persebaya memiliki lebih banyak peluang dibandingkan PSM, tetapi keunggulan dalam jumlah kesempatan tersebut tidak cukup untuk membawa timnya meraih hasil positif. Dalam sepak bola, peluang perlu diselesaikan menjadi gol agar dapat memengaruhi skor. Pada laga ini, Persebaya tidak berhasil melakukan hal itu. Karena itulah, kekalahan terasa lebih mengecewakan bagi sang pelatih: menurut penilaiannya, tim telah menghasilkan kesempatan, tetapi tidak memperoleh ganjaran yang sepadan di papan skor.

Kekecewaan tersebut bukan berarti Tavares mengabaikan hasil pertandingan. Persebaya tetap kalah dan harus menerima kenyataan pulang tanpa poin dari markas PSM. Namun, ia juga ingin penampilan tim dinilai dengan mempertimbangkan peluang yang mereka ciptakan, bukan hanya hasil akhir. Pandangan itu menegaskan bahwa persoalan utama yang disorotnya adalah ketidakmampuan mengubah kesempatan menjadi gol. Bagi Persebaya, hasil tersebut menjadi pengingat bahwa peluang sebanyak apa pun tidak akan mengubah skor tanpa penyelesaian yang efektif. Sementara itu, Tavares tetap menyampaikan penilaian bahwa performa anak asuhnya tidak sepenuhnya tergambar oleh kekalahan yang mereka alami.

Penilaian Tavares terhadap penampilan Persebaya bertumpu pada sejumlah peluang yang menurutnya menunjukkan tim tamu mampu memberi ancaman. Ia menyebut bola yang membentur tiang, sundulan Yuran, serta tembakan Toni sebagai bagian dari gambaran peluang yang dimiliki Persebaya. Rangkaian peluang tersebut menjadi dasar bagi Tavares untuk menilai bahwa timnya tidak sekadar bertahan atau menunggu hasil, melainkan juga mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Meski demikian, peluang-peluang itu tidak berbuah gol, sehingga Persebaya tetap gagal membawa pulang poin dari markas PSM. Dalam pandangannya, hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan perbandingan penampilan kedua tim maupun banyaknya kesempatan yang tercipta.

Tavares menyatakan Persebaya tampil lebih baik dan memiliki lebih banyak peluang. Pernyataan itu merujuk pada kesempatan yang ia soroti, termasuk bola yang membentur tiang, sundulan Yuran, dan tembakan Toni. Ia menggunakan contoh-contoh tersebut untuk mendukung penilaiannya mengenai performa Persebaya, bukan semata-mata melihat hasil pertandingan. Ketika sejumlah peluang tidak menjadi gol, perbedaan penampilan dan hasil dapat terasa jelas: tim dapat dinilai mampu menciptakan ancaman, tetapi tetap pulang tanpa poin. Dalam hal ini, pendapat Tavares menempatkan peluang-peluang Persebaya sebagai unsur penting untuk memahami mengapa ia menilai timnya tampil lebih baik. Penilaiannya sekaligus memperlihatkan bahwa jumlah kesempatan menjadi salah satu tolok ukur yang ia gunakan.

Namun, penyebutan peluang tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa Persebaya gagal memanfaatkannya untuk menghasilkan gol. Bola yang membentur tiang, sundulan Yuran, dan tembakan Toni tetap menjadi peluang yang disorot Tavares, sementara hasil pertandingan akhirnya tidak memberi Persebaya poin. Dengan mengaitkan penilaian permainan pada tiga contoh itu, Tavares menjelaskan dasar dari klaim bahwa timnya tampil lebih baik dan mempunyai lebih banyak peluang. Pernyataan tersebut merupakan evaluasinya atas jalannya pertandingan, sedangkan hasil akhir menjadi catatan tersendiri bagi Persebaya.