Dasco Yakin Pasar Modal RI Mampu Menentukan Arah dan Penilaiannya Sendiri

oleh -62 Dilihat
oleh
Dasco Yakin Pasar Modal RI Mampu Menentukan Arah dan Penilaiannya Sendiri

Jakarta | Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meyakini pasar modal Indonesia memiliki fundamental yang kuat dan mampu menghadapi tekanan. Ia menilai Indonesia tidak perlu kehilangan kepercayaan diri di tengah gejolak yang muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengajukan kemungkinan mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market. Menurut Dasco, kekuatan pasar domestik dan kerja sama para pelakunya menjadi modal penting untuk merespons perubahan tersebut.

Dalam pernyataannya, Dasco menyebut Indonesia dapat menentukan arah serta penilaiannya sendiri. Keyakinan itu, menurutnya, dapat diwujudkan apabila seluruh pihak di pasar modal bergerak kompak dan menjaga kepercayaan terhadap kondisi fundamental nasional. Ia menyampaikan pandangan tersebut melalui unggahan di media sosial Instagram yang dikutip pada Senin, 26 Oktober 2026.

Pernyataan Dasco muncul ketika kabar mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi MSCI menjadi perhatian investor dan pelaku pasar. Usulan tersebut memicu gejolak karena klasifikasi indeks internasional dapat memengaruhi cara investor global memandang suatu pasar. Namun, Dasco menekankan bahwa penilaian terhadap pasar Indonesia semestinya tidak hanya bergantung pada keputusan lembaga indeks luar negeri. Indonesia, ujarnya, memiliki kapasitas untuk membangun arah dan penilaiannya sendiri.

Seruan untuk menjaga kekompakan juga menjadi bagian penting dari pesan tersebut. Dalam situasi pasar yang bergejolak, koordinasi pemangku kepentingan dan konsistensi dalam menjaga kepercayaan dinilai membantu memperkuat daya tahan pasar modal. Dasco tidak merinci langkah kebijakan tertentu dalam pernyataan yang dikutip itu, tetapi menekankan optimisme terhadap kemampuan Indonesia menghadapi dinamika yang terjadi.

Pandangan tersebut menempatkan fundamental dan keyakinan domestik sebagai unsur utama dalam merespons ketidakpastian. Meski demikian, pernyataan Dasco disampaikan sebagai sikap optimistis di tengah pembahasan mengenai klasifikasi MSCI, bukan sebagai kepastian mengenai keputusan akhir lembaga tersebut. Perkembangan selanjutnya tetap akan menjadi perhatian investor, sementara kekompakan pelaku pasar, menurut Dasco, dapat membantu Indonesia menentukan sikap dan menjaga penilaian terhadap pasar modalnya.

Dalam pandangan Dasco, upaya membangun pasar modal Indonesia yang kuat membutuhkan persatuan serta perjuangan dari seluruh pihak yang terlibat. Pasar modal tidak tumbuh hanya melalui kebijakan atau kerja satu kelompok, melainkan memerlukan keterlibatan bersama dan komitmen yang berkelanjutan. Karena itu, para pelaku perlu menempatkan kepentingan penguatan pasar sebagai tujuan bersama. Perbedaan pandangan maupun peran masing-masing tidak seharusnya menghalangi kerja kolektif dalam menghadapi persoalan. Pesan tersebut menekankan bahwa ketahanan dan kemampuan pasar modal domestik untuk berkembang berkaitan dengan kesediaan semua pihak untuk saling mendukung dan mengambil bagian. Dengan persatuan, upaya memperkuat pasar dapat dijalankan secara lebih terarah, sambil menjaga kerja sama.

Dasco juga mengajak para pelaku pasar untuk bergerak bersama ketika menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut mencakup dinamika yang dapat memengaruhi cara pasar modal Indonesia dipandang dan dinilai. Dalam konteks ini, penilaian dari indeks bursa global menjadi salah satu hal yang perlu dihadapi oleh para pelaku secara kolektif. Pesan yang disampaikan bukan semata-mata tentang respons masing-masing pihak, tetapi tentang pentingnya kebersamaan dalam menjaga dan memperkuat pasar. Upaya menghadapi penilaian eksternal, menurut pandangan tersebut, membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dibebankan kepada satu kelompok saja. Kerja bersama menjadi bagian dari perjuangan untuk membangun pasar modal yang mampu berdiri kuat.

Seruan untuk bersatu juga menempatkan para pelaku pasar sebagai bagian dari tujuan yang sama, yakni memperkuat pasar modal Indonesia. Mereka diharapkan menghadapi tantangan dengan langkah yang sejalan, sembari tetap menjalankan peran masing-masing. Persatuan dan perjuangan bersama menjadi pesan utama Dasco dalam mendorong pasar modal yang kuat. Termasuk dalam tantangan itu ialah penilaian yang diberikan oleh indeks bursa global, yang perlu dihadapi bersama oleh para pelaku. Dengan mengedepankan kerja kolektif, seluruh pihak dapat ikut mengambil bagian dalam upaya tersebut. Pandangan ini menegaskan perlunya kebersamaan sebagai landasan dalam membangun pasar modal domestik, tanpa mengabaikan kenyataan bahwa berbagai pihak memiliki tanggung jawab dan kontribusi masing-masing.

MSCI telah mengumumkan rencana untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Namun, pengumuman tersebut belum merupakan keputusan final. Usulan perubahan itu masih berada dalam tahap konsultasi, dan penyedia indeks tersebut meminta masukan dari pelaku pasar. Dengan demikian, status Indonesia saat ini belum resmi berubah berdasarkan pengumuman tersebut. Konsultasi dimaksudkan untuk menghimpun pandangan peserta pasar mengenai konsekuensi, kelayakan, dan penerapan rencana klasifikasi baru. Perbedaan usulan dan keputusan akhir penting dicermati karena proses penilaian masih berjalan dan masukan yang diterima dapat menjadi bahan pertimbangan MSCI sebelum menetapkan langkah berikutnya. Pelaku pasar dapat menyampaikan tanggapan melalui proses konsultasi.

MSCI menyatakan keputusan akhir mengenai usulan tersebut dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Sebelum tenggat itu, proses konsultasi memberi ruang bagi investor, perusahaan tercatat, perantara, regulator, dan pemangku kepentingan lain untuk menyampaikan pandangan. MSCI juga membuka kemungkinan menerbitkan pembaruan sementara mengenai tanggapan yang diterima dari para peserta konsultasi. Pembaruan semacam itu dapat memberikan gambaran tentang masukan dan isu yang muncul selama pembahasan, tetapi tidak dengan sendirinya berarti klasifikasi telah ditetapkan. Oleh sebab itu, perhatian pasar tertuju bukan hanya pada jadwal pengumuman, melainkan juga pada hasil peninjauan dan bagaimana masukan tersebut dipertimbangkan sebelum keputusan akhir dibuat. Ini akan menjaga pemahaman terhadap proses.

Menurut penjelasan MSCI, status emerging market dinilai tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan kondisi pasar domestik. Penilaian itu berkaitan dengan sejumlah kekhawatiran mengenai investabilitas saham Indonesia, termasuk kemudahan investor untuk mengakses dan memperdagangkan saham. MSCI juga menyoroti transparansi struktur kepemilikan, yang dinilai penting agar pelaku pasar dapat memahami kepemilikan saham secara memadai. Selain itu, terdapat dugaan perdagangan terkoordinasi yang turut menjadi perhatian dalam evaluasi. Hal-hal tersebut disampaikan sebagai alasan di balik usulan dan menjadi bagian dari isu yang dapat dibahas dalam konsultasi, bukan sebagai kesimpulan bahwa perubahan klasifikasi pasti akan terjadi. Keputusan tetap menunggu proses konsultasi dan pengumuman akhir MSCI.

Status standalone market adalah kategori yang digunakan MSCI untuk mengelompokkan suatu negara yang tidak ditempatkan dalam kelompok pasar maju (developed markets), pasar berkembang (emerging markets), ataupun pasar frontier (frontier markets). Dengan kata lain, negara berstatus standalone berada di luar tiga kelompok utama klasifikasi pasar tersebut. Kategori ini menggambarkan posisi suatu pasar dalam kerangka pengelompokan MSCI, bukan berarti bursa atau kegiatan perdagangan saham di negara itu berhenti beroperasi. Karena itu, istilah standalone perlu dipahami sebagai status dalam sistem indeks global, bukan sebagai penilaian tunggal atas seluruh kondisi ekonomi negara bersangkutan.

Konsekuensi penting dari klasifikasi ini berkaitan dengan cakupan indeks acuan yang digunakan investor. Saham dari negara standalone tidak lagi menjadi bagian dari indeks global utama MSCI, termasuk MSCI Emerging Markets Index maupun MSCI Frontier Markets Index. Indeks-indeks tersebut menjadi rujukan bagi banyak manajer investasi dalam menyusun portofolio, mengukur kinerja, serta menentukan alokasi investasi lintas negara. Jika sebuah pasar tidak tercakup di dalam indeks acuan yang relevan, pengelola dana yang mengikuti indeks itu tidak secara otomatis perlu memiliki saham dari pasar tersebut. Dengan demikian, perubahan klasifikasi dapat memengaruhi keterlihatan saham negara itu dalam strategi investasi yang mengikuti tolok ukur global.

MSCI tetap dapat menghitung indeks khusus untuk negara yang masuk kategori standalone.