Jakarta | Peluang Timnas Indonesia mempertimbangkan Daijiro Chirino kembali terbuka setelah bek kanan tersebut menjelaskan alasan dirinya tidak memperkuat Curaçao. Penjelasan itu menambah konteks mengenai situasi karier internasionalnya, sekaligus menegaskan bahwa masa depannya di level tim nasional belum sepenuhnya tertutup. Bagi Indonesia, kabar ini dapat menjadi bahan untuk mencermati opsi pemain berdarah Indonesia yang berkarier di luar negeri, tanpa menganggap keputusan apa pun telah dibuat.
Chirino belum mencatatkan debut resmi bersama tim nasional senior. Karena itu, sejauh menyangkut penampilan kompetitif di level senior, ia belum terikat melalui sebuah pertandingan resmi dengan Curaçao. Kondisi tersebut membuat kemungkinan membela negara lain masih dapat dibicarakan, sesuai aturan kelayakan yang berlaku dan keputusan pribadi sang pemain. Namun, status ini tidak dengan sendirinya memastikan bahwa ia akan tersedia atau memenuhi seluruh persyaratan untuk memperkuat Indonesia.
Dalam keterangannya, Chirino menyampaikan alasan tidak memperkuat Curaçao. Pernyataan tersebut bukan pengumuman bahwa ia telah memilih Indonesia, melainkan penjelasan tentang keputusan yang berkaitan dengan kiprahnya bersama tim nasional itu. Ia juga belum menutup kemungkinan untuk membela negara lain pada masa mendatang. Sikap terbuka tersebut memberi ruang bagi berbagai kemungkinan, tetapi arah akhirnya tetap bergantung pada perkembangan karier, pertimbangan pribadi, serta pembicaraan dengan pihak terkait.
Bagi Indonesia, situasi ini berarti nama Chirino dapat kembali masuk dalam diskusi mengenai calon pemain yang berpotensi memperkuat skuad. Pengalaman bermain sebagai bek kanan di luar negeri bisa menjadi aspek yang menarik untuk dipantau, terutama jika kebutuhan tim dan profil pemain dinilai sesuai. Meski demikian, pemantauan tidak sama dengan kepastian pemanggilan. Belum ada dasar untuk menyatakan bahwa Chirino telah memilih Indonesia ataupun bahwa proses naturalisasi dirinya sedang berlangsung.
Dengan demikian, peluang tersebut sebaiknya dipahami sebagai kemungkinan yang masih terbuka, bukan keputusan final. Pernyataan Chirino memberi ruang bagi Indonesia untuk terus mengikuti situasinya, sementara sang pemain belum mengunci pilihan internasionalnya. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada keputusan Chirino dan langkah resmi yang mungkin ditempuh, jika memang ada. Untuk saat ini, hal yang dapat dipastikan hanyalah bahwa ia belum menjalani debut senior resmi dan tidak menutup kemungkinan membela negara lain.
Menjelang dimulainya kualifikasi Piala Dunia 2026, Daijiro Chirino mendapat perhatian dari Curaçao, negara asal ayahnya. Federasi atau tim nasional Curaçao menghubunginya untuk membuka kemungkinan dirinya memperkuat negara tersebut. Kontak itu menjadi bagian penting dari perjalanan karier internasional Chirino, terutama karena ia juga memiliki hubungan dengan Indonesia dan namanya dikaitkan dengan peluang membela Timnas Indonesia. Namun, pada saat pendekatan Curaçao datang, Chirino memilih untuk tidak mengalihkan fokusnya dari tugas bersama klub. Ia menjelaskan bahwa prioritasnya ketika itu adalah Almería, tim yang sedang ia bela di Spanyol.
Keputusan tersebut berkaitan dengan sasaran yang hendak dicapai bersama Almería. Chirino ingin memberikan perhatian penuh kepada klub dan berupaya membantu tim itu meraih promosi ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Karena itu, ia memusatkan energi pada pekerjaan sehari-hari dan target klub, alih-alih mengambil keputusan mengenai kesempatan bermain untuk Curaçao di tengah persiapan kualifikasi. Pernyataannya menerangkan pilihan yang ia ambil pada periode tersebut: fokus pada Almería dan ikut mendorong klub mencapai promosi. Hal itu tidak berarti ia menyampaikan alasan lain untuk menolak pendekatan Curaçao, sehingga konteks keputusannya perlu dipahami sesuai penjelasan tersebut.
Setelah Curaçao memastikan kelolosan ke Piala Dunia 2026, nama Chirino tidak tercantum dalam skuad yang disiapkan untuk turnamen itu. Perkembangan tersebut merupakan konteks lanjutan setelah Curaçao lebih dahulu menghubunginya sebelum kualifikasi, sementara ia memilih berkonsentrasi pada Almería. Dengan demikian, ada perbedaan pendekatan yang diterima sebelum kualifikasi dan daftar pemain yang akhirnya dibawa setelah Curaçao lolos. Informasi bahwa ia tidak masuk skuad tidak mengubah pernyataan mengenai fokusnya pada klub ketika kontak awal terjadi. Dalam membahas peluang masa depannya, termasuk kemungkinan terkait Timnas Indonesia, penting untuk tidak menafsirkan pilihan tersebut sebagai keputusan final tentang seluruh kesempatan internasional. Yang dapat dipastikan dari pernyataannya adalah bahwa saat itu ia mengutamakan Almería dan target promosi ke divisi tertinggi Spanyol.
Daijiro Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Januari 2002. Berdasarkan informasi yang tersedia, ia berusia 24 tahun. Ia lahir dan tumbuh di Belanda, sehingga perjalanan hidup serta sepak bolanya sejak awal terbentuk di lingkungan sepak bola negara tersebut. Meski demikian, latar keluarganya juga menghubungkannya dengan Indonesia: Chirino memiliki darah Maluku dari pihak ibu. Ikatan keluarga itu menjadi bagian penting dari pembahasan mengenai kemungkinan dirinya membela Timnas Indonesia, meskipun ia dibesarkan di luar negeri.
Karier Chirino berkembang melalui klub-klub di Belanda sebelum membawanya ke kompetisi Spanyol. Ia meniti perjalanan di PEC Zwolle, klub yang juga berasal dari kota kelahirannya. Pengalaman bersama Zwolle menjadi salah satu pijakan dalam perkembangan kariernya sebagai pesepak bola profesional. Dari sana, ia kemudian melanjutkan kiprah ke Castellón, memperluas pengalamannya di luar kompetisi Belanda dan beradaptasi dengan lingkungan sepak bola Spanyol. Perpindahan tersebut menandai langkah baru dalam kariernya, sekaligus membuka jalan menuju klub yang kini dibelanya.
Saat ini, Chirino bermain untuk UD Almería, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Spanyol. Ia bergabung setelah menjalani periode bersama Castellón. Pergerakan antarklub tersebut memperlihatkan bahwa kariernya terus berkembang di kompetisi profesional, dengan pengalaman bermain di Belanda dan Spanyol. Almería menjadi bagian terbaru dari perjalanan itu, sekaligus klub tempat ia melanjutkan kiprahnya saat namanya mulai dikaitkan dengan peluang memperkuat Indonesia. Catatan klub ini memberi gambaran tentang konteks kariernya, tanpa dengan sendirinya menentukan pilihan tim nasional yang mungkin ia ambil kelak.
Dalam pemberitaan mengenai kepindahannya ke Almería, klub itu dikabarkan mengeluarkan sekitar dua juta euro untuk merekrut Chirino pada bursa transfer musim panas 2025. Angka tersebut merupakan laporan mengenai nilai transfer, bukan keterangan yang perlu dianggap sebagai konfirmasi resmi apabila klub atau pihak terkait belum menyatakannya. Meski begitu, kabar biaya perekrutan tersebut menggambarkan adanya investasi klub terhadap pemain itu. Profilnya memadukan pengalaman di beberapa klub, perkembangan karier di Spanyol, serta latar keluarga Maluku. Unsur-unsur tersebut menjelaskan mengapa perjalanan Chirino menarik perhatian dalam pembahasan mengenai kemungkinan membela Timnas Indonesia.
Daijiro Chirino terus memperlihatkan peran pentingnya di sisi kanan pertahanan Almería. Ia tidak hanya bertugas menjaga area belakang dan menghadapi pemain lawan, tetapi juga berusaha memberi dukungan ketika tim membangun serangan. Pergerakannya dari posisi bek kanan dapat membantu membuka ruang di sisi lapangan, sementara kemampuannya maju ke depan memberi Almería pilihan tambahan untuk mengalirkan bola. Perkembangan ini terlihat dari kontribusinya dalam pertandingan, termasuk ketika ia mencetak gol dalam kemenangan telak atas Leganés.
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, Chirino mencetak gol pada menit ke-61 saat Almería menang 3-0 atas Leganés. Gol tersebut menjadi gol pertamanya pada musim 2026/2027. Momen itu menandai kontribusi langsungnya dalam serangan, di tengah tugas utama sebagai pemain bertahan. Catatan gol tersebut juga menunjukkan bahwa Chirino mampu mengambil peluang ketika mendapat kesempatan di area depan. Meski begitu, penilaian terhadap perannya tidak hanya bergantung pada angka gol, sebab kontribusi sebagai bek kanan juga mencakup dukungan dalam membangun permainan dan menjaga keseimbangan tim.
Jumlah golnya pada.
Baca juga: Ramalan Asmara Zodiak Aquarius Sabtu, 5 September 2026: Peluang Cinta Baru Terbuka | Ramalan Keuangan Zodiak Virgo Jumat, 4 September 2026: Waspada Peluang Berisiko Tinggi | Ramalan Keuangan Zodiak Cancer Jumat, 4 September 2026: Peluang Finansial Makin Terbuka

