BEI Ingatkan Investor Muda Waspadai Penipuan Digital dan Investasi Ilegal

oleh -41 Dilihat
oleh
BEI Ingatkan Investor Muda Waspadai Penipuan Digital dan Investasi Ilegal

Jakarta | PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor, khususnya investor muda, agar senantiasa berhati-hati terhadap penipuan digital dan modus investasi ilegal. Peringatan ini disampaikan di tengah semakin luasnya akses masyarakat terhadap pasar modal melalui berbagai platform digital. Kemudahan tersebut membantu lebih banyak orang mengenal dan menggunakan layanan investasi, tetapi juga menuntut pemahaman yang memadai mengenai keamanan serta legalitas setiap aktivitas investasi.

Pesan BEI menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu diiringi sikap dan keputusan yang rasional. Investor tidak cukup hanya tertarik pada peluang yang tersedia melalui kanal digital, melainkan juga perlu memperhatikan informasi yang diterima sebelum mengambil keputusan. Kehati-hatian menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pasar modal, terutama ketika semakin banyak masyarakat mulai berpartisipasi sebagai investor.

Peringatan tersebut disampaikan dalam acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian World Investor Week 2026, sebuah momentum yang menempatkan literasi dan perlindungan investor sebagai perhatian penting. Penyelenggara mengangkat slogan “Invest in Your Future, Protect It Today” untuk menekankan keterkaitan perencanaan masa depan dan upaya melindungi keputusan investasi sejak saat ini.

Melalui penyampaian itu, BEI mendorong investor agar tidak mengabaikan aspek perlindungan ketika memanfaatkan akses digital ke pasar modal. Peningkatan partisipasi masyarakat perlu berjalan seiring dengan pemahaman yang lebih baik, sehingga keputusan investasi dapat dibuat secara lebih cermat. Bagi investor muda, kewaspadaan menjadi landasan penting untuk menggunakan platform digital secara bertanggung jawab dan menjaga tujuan investasi yang telah direncanakan.

Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum Bursa Efek Indonesia (BEI), Umi Kulsum, menjelaskan bahwa World Investor Week 2026 mengangkat tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian investor, khususnya investor muda. Ketiga isu tersebut meliputi ketahanan investor, penipuan digital, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus investasi ilegal. Penjelasan itu disampaikan di Main Hall BEI, Jakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Menurut Umi, ketahanan investor diperlukan agar masyarakat mampu mengambil keputusan secara rasional ketika menghadapi perubahan informasi dan kondisi pasar. Investor perlu memahami tujuan investasi, mempertimbangkan risiko, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan investor untuk menghadapi berbagai tantangan di lingkungan investasi.

Isu penipuan digital juga menjadi perhatian karena perkembangan teknologi membuat penyebaran informasi berlangsung cepat. Dalam kondisi ini, investor harus menjaga keamanan data pribadi dan data terkait aktivitas investasinya. Umi menekankan pentingnya memverifikasi setiap informasi sebelum digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Investor juga diingatkan agar tidak langsung menerima atau mempercayai informasi yang beredar, terutama apabila informasi tersebut berasal dari sumber yang belum jelas.

Selain itu, kewaspadaan terhadap investasi ilegal perlu terus ditingkatkan. Berbagai modus dapat disampaikan melalui saluran digital dengan tawaran yang tampak menarik, tetapi tidak disertai informasi yang dapat diverifikasi. Karena itu, investor perlu bersikap hati-hati dan memastikan informasi yang diterima sebelum mengikuti suatu tawaran investasi. Pesan tersebut menegaskan bahwa pemahaman, verifikasi, dan perlindungan data merupakan langkah penting dalam menghadapi penipuan digital serta modus investasi ilegal. Melalui tiga isu yang dibahas dalam World Investor Week 2026, BEI mendorong investor agar lebih tangguh, kritis, dan dalam menggunakan informasi di tengah lingkungan digital.

Isu perlindungan investor semakin relevan seiring bertambahnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi di pasar modal Indonesia. Lebih dari 32 juta investor tercatat telah memiliki akses terhadap berbagai instrumen investasi, dan sebagian besar di antaranya berasal dari generasi muda. Kelompok ini umumnya mengenal investasi melalui platform digital yang menawarkan kemudahan pendaftaran, penyediaan informasi, serta transaksi secara cepat. Perkembangan tersebut membuka peluang inklusi keuangan yang lebih luas, tetapi juga menuntut kecermatan dalam memilah informasi dan mengambil keputusan.

Generasi muda yang aktif menggunakan platform digital dapat lebih mudah terpapar informasi investasi yang belum terverifikasi. Informasi tersebut dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari unggahan media sosial, pesan berantai, promosi digital, hingga ajakan dari pihak yang mengaku memiliki keahlian tertentu. Kerentanan ini tidak secara otomatis menunjukkan adanya kasus tertentu, tetapi menjadi alasan penting bagi setiap investor untuk meningkatkan literasi, memeriksa sumber informasi, dan memahami risiko sebelum melakukan transaksi. Keputusan investasi sebaiknya tidak didasarkan semata-mata pada tren, rekomendasi anonim, atau janji keuntungan yang tidak realistis.

Dalam pesannya, BEI merangkum prinsip kewaspadaan melalui tema “Stay Smart, Stay Alert, and Stay Resilient”. Prinsip tersebut dapat diterapkan dengan memahami produk yang hendak dibeli, termasuk karakteristik, risiko, biaya, serta tujuan investasinya. Investor juga perlu bersikap kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber resmi. Selain itu, disiplin tetap diperlukan, baik dalam menetapkan tujuan, menyesuaikan pilihan dengan profil risiko, maupun menjalankan strategi secara konsisten. Dengan menjadi cerdas, dan tangguh, investor muda dapat memanfaatkan peluang pasar modal secara lebih bertanggung jawab.

Perlindungan investor tidak berhenti pada penyampaian peringatan mengenai penipuan digital dan investasi ilegal. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self-regulatory organizations (SRO), serta anggota bursa terus memperluas edukasi ke berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini diperlukan agar masyarakat, khususnya investor muda, memiliki pemahaman yang memadai sebelum mengambil keputusan investasi dan mampu mengenali tawaran yang tidak wajar.

Melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan secara lebih luas, peserta diperkenalkan pada pentingnya memeriksa legalitas pihak yang menawarkan produk investasi, memahami karakteristik risiko, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi akun. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan investasi yang lebih disiplin, kritis, dan berorientasi pada tujuan keuangan, bukan semata-mata mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Setelah seremoni pembunyian bel, rangkaian kegiatan berlanjut melalui talkshow bersama perencana keuangan Prita Ghozie dan sejumlah konten kreator. Diskusi ini menjadi ruang bagi peserta untuk membahas berbagai persoalan yang sering dihadapi investor, mulai dari menyusun rencana keuangan, menilai risiko, hingga menyikapi informasi investasi yang beredar di media sosial. Penyampaian materi melalui percakapan dan konten yang dekat dengan keseharian diharapkan membuat pesan edukasi lebih mudah dipahami.

BEI berharap diskusi tersebut memberikan bekal praktis yang dapat diterapkan peserta dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Pengetahuan itu juga diharapkan tidak berhenti pada setiap individu, tetapi dibagikan kepada keluarga dan kerabat sehingga kewaspadaan terhadap modus penipuan dapat meluas di lingkungan masyarakat.

Kegiatan serupa berlangsung serentak di 62 bursa efek di seluruh dunia sebagai bagian dari kampanye global yang diinisiasi International Organization of Securities Commissions (IOSCO) sejak 2017. Kolaborasi lintas lembaga dan lintas negara ini menegaskan bahwa penguatan literasi, kewaspadaan, serta perlindungan investor merupakan tanggung jawab bersama dalam membangun ekosistem pasar modal yang aman, transparan, dan berkelanjutan.

Baca juga: Hadiri Peringatan 10 Tahun Hubungan Jiangxi–Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Dari Perdagangan ke Investasi dan Basis Produksi | Duit Lunas Rp115 Juta, Honda Brio Tak Diserahkan: Warga Kediri Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Polisi | Dedy Luqman Hakim: Sisa Kuota Bukan Sekadar Angka Digital, Ada Hak Ekonomi Konsumen di Dalamnya