Arema FC Berpisah dengan Marcos Santos Setelah Lima Laga Tanpa Kemenangan

oleh -61 Dilihat
oleh
Arema FC Berpisah dengan Marcos Santos Setelah Lima Laga Tanpa Kemenangan

Jakarta | Arema FC mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos setelah kalah 1-5 dari Persija Jakarta dalam pertandingan Super League 2026-2027, Jumat, 23 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil ketika tim sedang melewati lima pertandingan tanpa kemenangan. Kekalahan telak itu menjadi titik puncak dari penurunan performa Arema, sekaligus menandai berakhirnya masa kerja Santos di klub. Hasil melawan Persija mempertegas tekanan yang telah mengiringi tim dalam rangkaian laga sebelumnya.

Catatan tanpa kemenangan selama lima pertandingan menunjukkan bahwa Arema belum mampu menemukan hasil yang dibutuhkan untuk menghentikan kemerosotan. Dalam sepak bola, rangkaian hasil seperti ini kerap memicu evaluasi terhadap arah tim dan kepemimpinan pelatih. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci jalannya kelima pertandingan tersebut, sehingga penyebab di lapangan tidak dapat disimpulkan hanya dari catatan hasil. Yang jelas, kekalahan 1-5 dari Persija menjadi hasil paling mencolok dalam periode tersebut dan hadir bersamaan dengan keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama.

Bagi Arema, berpisah dengan Marcos Santos merupakan perubahan penting di tengah kompetisi yang masih berlangsung. Pergantian pelatih dapat membuka kesempatan untuk menata kembali fokus tim, tetapi dampaknya terhadap hasil berikutnya belum dapat dipastikan. Klub kini menghadapi kebutuhan untuk merespons situasi dengan cermat, sementara para pemain harus berupaya kembali membangun konsistensi setelah lima laga tanpa kemenangan. Kekalahan dari Persija dengan demikian bukan sekadar satu hasil buruk, melainkan penanda bahwa performa tim telah menurun hingga memunculkan keputusan besar. Meski demikian, tanpa keterangan tambahan dari klub, alasan resmi yang lebih terperinci selain rangkaian hasil tersebut tidak dapat dipastikan. Perhatian selanjutnya akan tertuju pada langkah Arema setelah berakhirnya kerja sama dengan Santos dan upaya mereka menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Untuk saat ini, fakta utama yang diketahui adalah keputusan berpisah diumumkan setelah kekalahan telak, di tengah periode tanpa kemenangan yang berkepanjangan.

Catatan hasil Arema FC dalam lima pertandingan terakhir menjadi latar penting bagi perubahan di kursi pelatih. Kemenangan terakhir tim terjadi pada matchday pertama, ketika Arema menaklukkan Isenmulang Kalteng FC dengan skor 4-0. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat, 4 September 2026. Hasil meyakinkan itu sempat membuka musim dengan catatan positif, tetapi setelah laga tersebut Arema tidak kembali meraih kemenangan dalam lima pertandingan berikutnya. Rentang tanpa kemenangan itu menjadi gambaran performa tim yang mendahului keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos.

Marcos Santos adalah pelatih asal Brasil yang menjalani musim keduanya bersama Arema. Karena sudah memasuki tahun kedua menangani klub, ia bukan sosok baru dalam lingkungan tim maupun kompetisi sepak bola Indonesia. Sebelum keputusan berpisah diumumkan, manajemen pernah menyampaikan penilaian bahwa Santos memahami karakter sepak bola Indonesia. Penilaian tersebut memberi konteks pada kepercayaan yang sebelumnya diberikan kepadanya, sekaligus menunjukkan bahwa pengalamannya di klub dan pemahamannya terhadap kompetisi pernah dipandang sebagai modal penting. Namun, catatan hasil dalam lima laga terakhir tetap menjadi bagian dari situasi yang dihadapi manajemen.

Perbandingan kemenangan besar pada laga pembuka dan lima pertandingan tanpa kemenangan setelahnya memperlihatkan perubahan hasil yang jelas sepanjang awal musim. Informasi yang tersedia mencatat skor dan waktu kemenangan terakhir, serta rentang pertandingan yang tidak menghasilkan kemenangan. Rincian tersebut dapat menjelaskan konteks keputusan tanpa perlu mengaitkannya dengan penyebab teknis tertentu. Tidak ada keterangan terperinci mengenai faktor permainan, susunan pemain, atau keadaan tiap laga yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab hasil tersebut. Dengan demikian, catatan pertandingan menjadi pijakan faktual untuk memahami perubahan di Arema, sementara penilaian lebih jauh atas performa atau keputusan taktis memerlukan informasi tambahan. Rentang hasil itu berlangsung setelah Arema memulai kompetisi dengan kemenangan 4-0, dan menjadi latar bagi berakhirnya masa kerja pelatih Brasil tersebut bersama klub.General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos diambil secara profesional. Menurut dia, langkah tersebut bukan semata-mata reaksi terhadap hasil pertandingan, melainkan respons terhadap dinamika tim dan kebutuhan untuk menghadirkan penyegaran taktis. Rentetan lima laga tanpa kemenangan dipandang sebagai indikator bahwa tim memerlukan momentum baru serta ruang bagi penataan kembali. Pernyataan itu menekankan evaluasi atas situasi kompetitif yang sedang dihadapi Arema, tanpa mengurangi penghargaan terhadap kontribusi yang telah diberikan Santos selama menjalankan tugasnya. Bagi manajemen, perubahan kepelatihan menjadi salah satu pilihan untuk membantu tim bergerak keluar dari periode sulit dan memulihkan dorongan bersaing.

Yusrinal menegaskan bahwa keputusan itu telah melalui pertimbangan menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun nonteknis. Evaluasi tidak hanya melihat hasil di papan skor, tetapi juga memperhatikan kebutuhan permainan, kesiapan psikologis para pemain, dan kondisi internal tim. Dengan demikian, perubahan tersebut ditempatkan sebagai keputusan manajerial yang mempertimbangkan banyak unsur, bukan penilaian sederhana terhadap satu pertandingan atau satu individu. Aspek psikologis, misalnya, berkaitan dengan suasana dan kepercayaan diri yang dibutuhkan skuad untuk menatap kompetisi berikutnya. Sementara itu, kondisi internal membantu manajemen memahami apakah lingkungan kerja dan dinamika tim masih mendukung program yang berjalan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut, menurut Yusrinal, menjadi dasar untuk menentukan langkah yang dinilai paling sesuai bagi Arema pada saat itu.

Ia juga merujuk pada pengalaman manajemen di masa lalu, ketika sosok pelatih yang terlihat ideal di mata publik tidak selalu mencerminkan pelaksanaan program di dalam tim. Yusrinal menyampaikan bahwa pada pengalaman tersebut, program dan taktik yang menurut manajemen dijalankan justru berada di tangan jajaran asisten, termasuk pada masa (alm) Coach Kuncoro. Pengalaman itu menjadi konteks bagi manajemen dalam menilai kecocokan rencana, pelaksanaan, dan kebutuhan tim. Namun, rujukan tersebut merupakan refleksi atas pengalaman terdahulu, bukan pernyataan bahwa situasi serupa terjadi di bawah Santos. Dalam kasus ini, Yusrinal menempatkan keputusan berpisah sebagai hasil evaluasi terhadap keadaan tim saat ini serta upaya memberi ruang bagi penyegaran dan momentum baru.

Manajemen Arema FC memastikan bahwa seluruh hak administrasi dan komitmen kontrak Marcos Santos akan diselesaikan secara profesional. Proses tersebut akan dijalankan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta asas kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hubungan klub dan seluruh pihak yang bekerja bersama. Dengan demikian, keputusan untuk berpisah tidak menghapus tanggung jawab manajemen dalam menuntaskan hal-hal yang masih menjadi kewajiban bersama.

Penyelesaian administrasi dan kontrak akan dilakukan secara tertib, terbuka, dan mengedepankan komunikasi yang baik. Manajemen menghormati kontribusi Santos selama menjadi bagian dari Arema FC, sekaligus memahami bahwa perubahan di tubuh tim perlu disertai langkah yang bertanggung jawab. Klub berharap semua tahapan dapat berlangsung dengan lancar, tanpa mengabaikan hak maupun kesepakatan yang telah dibuat. Pendekatan profesional juga diperlukan agar keputusan ini dapat diterima sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan tim.

Di tengah situasi tersebut, manajemen menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Aremania, Aremanita, serta seluruh masyarakat Malang Raya atas performa tim yang belum memenuhi harapan. Lima laga tanpa kemenangan menjadi catatan yang mengecewakan bagi klub dan pendukung. Manajemen memahami bahwa hasil di lapangan turut memengaruhi kebanggaan dan emosi banyak orang yang terus memberikan dukungan kepada Arema FC. Karena itu, kekecewaan yang dirasakan pendukung menjadi perhatian serius, bukan sesuatu yang ingin diabaikan.

Permohonan maaf ini disampaikan.

Baca juga: Prediksi Skor Ipswich Town vs Liverpool: Mampukah The Reds Raih Kemenangan Perdana di Musim Ini?