Jakarta | Aksi dua orang yang diduga hendak mencuri sepeda motor milik warga di Koja, Jakarta Utara, gagal setelah sepeda motor yang mereka gunakan tiba-tiba meledak dan terbakar. Peristiwa tersebut menghentikan upaya pencurian sebelum kendaraan warga berhasil dibawa pergi. Ledakan itu juga berdampak langsung kepada kedua orang yang diduga terlibat, yakni Zaki Mubarak, 18 tahun, dan M Rivaldi, 30 tahun. Keduanya mengalami luka bakar setelah sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut meledak.
Insiden itu bermula ketika Zaki Mubarak dan M Rivaldi diduga menggunakan sepeda motor dalam upaya mencuri kendaraan milik warga di wilayah Koja. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sebagaimana diduga karena kendaraan yang mereka gunakan tiba-tiba meledak. Setelah ledakan terjadi, sepeda motor itu terbakar, sementara kedua orang tersebut ikut terkena dampaknya dan mengalami luka bakar. Kondisi itu membuat aksi yang diduga mereka lakukan berhenti dan sepeda motor warga tidak berhasil dicuri.
Ledakan dan kebakaran pada sepeda motor menjadi peristiwa utama yang menggagalkan aksi tersebut. Selain menyebabkan kendaraan yang digunakan pelaku terbakar, kejadian itu mengakibatkan Zaki Mubarak dan M Rivaldi mengalami luka bakar. Identitas keduanya disebut berdasarkan keterangan mengenai orang yang diduga terlibat dalam upaya pencurian sepeda motor tersebut. Dengan demikian, aksi pencurian yang diduga berlangsung di Koja itu berakhir setelah kendaraan yang digunakan kedua orang tersebut meledak secara tiba-tiba. Peristiwa ini sekaligus menempatkan ledakan, kebakaran, serta luka bakar yang dialami keduanya sebagai dampak langsung dari gagalnya aksi tersebut.
Sebelum kendaraan pelaku meledak, aksi pencurian motor itu bermula ketika pemilik kendaraan berada di dalam sebuah toko. Situasi di sekitar lokasi pada awalnya tampak biasa. Namun, pemilik motor kemudian mendengar suara dari arah depan toko. Suara tersebut membuatnya merasa perlu memeriksa keadaan di luar. Ia segera keluar dan melihat dua orang sedang berada di dekat kendaraannya.
Ketika diperiksa lebih lanjut, kedua orang itu diduga tengah berusaha membawa motor milik korban. Kendaraan tersebut disebut sudah didorong mundur oleh pelaku dari posisi semula. Pergerakan itu memperlihatkan bahwa motor sedang dipindahkan menjauh dari tempat pemiliknya memarkirkan kendaraan. Menyadari apa yang terjadi, korban tidak tinggal diam. Ia meminta bantuan warga di sekitar lokasi agar upaya membawa motor tersebut dapat dihentikan.
Warga yang mendengar permintaan pertolongan kemudian datang dan membantu korban menghadapi kedua orang tersebut. Dengan bantuan masyarakat, gerak mereka berhasil dihentikan sebelum motor dibawa lebih jauh. Kedua terduga pelaku selanjutnya diamankan oleh massa di sekitar lokasi. Mereka tetap berada dalam penguasaan warga ketika aparat kepolisian tiba untuk menangani kejadian tersebut. Setelah itu, situasi di lokasi berlanjut pada penanganan polisi, sementara rangkaian peristiwa sebelum ledakan menjadi bagian penting dalam mengungkap kegagalan aksi pencurian itu.
Kejadian pencurian motor di Koja tidak hanya menggagalkan upaya pelaku membawa kendaraan, tetapi juga menyebabkan dua orang yang diduga terlibat mengalami luka bakar. Kedua pelaku tersebut adalah Zaki Mubarak dan M Rivaldi. Luka bakar yang dialami keduanya diperkirakan mencapai sekitar 40 persen dari bagian tubuh mereka. Cedera tersebut terjadi setelah kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut meledak.
Setelah mengalami luka bakar, Zaki Mubarak dan M Rivaldi dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis. Penanganan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk merawat luka yang mereka alami akibat ledakan. Informasi mengenai kondisi keduanya disampaikan dalam keterangan pihak kepolisian setelah insiden tersebut berlangsung.
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto menyampaikan pada Selasa, 13 Oktober 2026, bahwa kedua pelaku masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pernyataan tersebut menjadi informasi terakhir mengenai keadaan Zaki Mubarak dan M Rivaldi setelah insiden ledakan kendaraan. Hingga keterangan itu disampaikan, perhatian utama masih tertuju pada tindakan medis yang diterima keduanya untuk menangani luka bakar sekitar 40 persen.
Kejadian ini menunjukkan dampak langsung yang dialami oleh kedua pelaku dalam aksi pencurian motor tersebut. Ledakan kendaraan menyebabkan rencana mereka berhenti dan membuat keduanya harus memperoleh perawatan. Kepolisian menyampaikan kondisi itu berdasarkan keterangan yang tersedia pada saat kejadian, tanpa memberikan rincian tambahan mengenai perkembangan kesehatan mereka. Dengan demikian, informasi yang diketahui adalah bahwa Zaki Mubarak dan M Rivaldi mengalami luka bakar sekitar 40 persen, telah dibawa ke rumah sakit, serta masih menjalani perawatan sebagaimana disampaikan oleh Kapolsek Koja.
Polisi menduga ledakan yang terjadi dalam aksi pencurian sepeda motor di Koja dipicu oleh kebocoran bensin pada kendaraan yang digunakan pelaku. Bahan bakar yang merembes diduga mudah tersulut ketika kendaraan berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kepastian karena petugas masih mencermati kondisi kendaraan dan keterangan yang diperoleh dari warga maupun pihak-pihak yang berada di tempat kejadian.
Selain kebocoran bahan bakar, polisi menyampaikan kemungkinan lain bahwa ledakan dipicu oleh pelaku yang sedang merokok. Api dari rokok dapat menyambar uap bensin apabila terdapat kebocoran pada tangki, selang, atau bagian lain dari sistem bahan bakar. Kemungkinan ini disampaikan sebagai salah satu penjelasan awal berdasarkan situasi yang ditemukan di lapangan, bukan sebagai penetapan penyebab pasti. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut.
Saat tiba di lokasi, polisi mendapati dua orang yang diduga sebagai pelaku pencurian motor telah diamankan oleh warga. Petugas juga menemukan satu sepeda motor yang diduga milik pelaku dalam keadaan terbakar. Kendaraan tersebut menjadi bagian dari temuan penting dalam penanganan kejadian karena sebelumnya disebut mengalami ledakan. Kondisi dua orang yang diamankan serta sepeda motor terbakar itu kemudian dicatat polisi sebagai bagian dari situasi di lokasi, sementara penyebab ledakan tetap didasarkan pada dugaan kebocoran bensin atau kemungkinan adanya rokok yang menyulut bahan bakar.
Baca juga: HUT ke-48 FKPPI, Bamsoet Tegaskan Arahan Ketua Umum, Bahwa FKPPI Organisasi Perjuangan, Bukan Kendaraan Politik Cari Kekuasaan | Perkuat Kesiapsiagaan Dalam Menangani Karhutla, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Operasikan Kendaraan Pemadam Kebakaran
