Aksi Greenpeace di Bundaran HI Berakhir dengan Evakuasi Aktivis

oleh -732 Dilihat
oleh
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Berakhir dengan Evakuasi Aktivis

Jakarta | Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berukuran raksasa di atas Patung Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi tersebut langsung menempatkan pesan tentang krisis iklim dan tekanan biaya hidup di ruang publik yang ramai dilalui warga. Pada spanduk, tertulis kalimat “Tangani krisis iklim, turunkan biaya hidup” serta “Bencana makin parah, hidup makin susah, apa kerja pemerintah?”. Pesan itu menghubungkan persoalan lingkungan dengan kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Dengan memilih ikon kota dan lokasi yang dikenal luas, para aktivis menyampaikan kritik secara terbuka, sekaligus menarik perhatian terhadap tuntutan agar pemerintah mengambil langkah yang dinilai lebih serius dan berpihak pada keselamatan serta kesejahteraan warga.

Isi spanduk menyoroti dua persoalan yang saling berkaitan dalam pandangan Greenpeace: dampak krisis iklim yang kian terasa dan meningkatnya beban hidup. Frasa mengenai bencana yang makin parah merujuk pada kekhawatiran atas risiko yang muncul ketika perubahan iklim tidak ditangani memadai. Sementara itu, seruan untuk menurunkan biaya hidup memperluas pembahasan dari isu lingkungan ke pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut juga berbentuk pertanyaan langsung kepada pemerintah, “apa kerja pemerintah?”, yang menegaskan nada kritik dalam aksi. Melalui pilihan kata yang ringkas dan tegas, Greenpeace berupaya menjadikan hubungan kebijakan iklim, bencana, dan kondisi ekonomi mudah dipahami oleh publik.

Aksi di Bundaran HI dengan demikian bukan sekadar pemasangan spanduk, melainkan cara menyuarakan tuntutan di tengah ruang publik. Greenpeace mengkritik penanganan pemerintah terhadap krisis iklim dan persoalan biaya hidup, serta meminta agar keduanya tidak dipandang sebagai isu yang terpisah. Bencana dapat membawa konsekuensi bagi penghidupan, sementara tekanan ekonomi dapat membatasi kemampuan rumah tangga untuk menghadapi dampak yang terjadi. Pesan tersebut mengajak masyarakat memperhatikan bagaimana kebijakan dan tindakan pemerintah memengaruhi risiko lingkungan maupun kesejahteraan. Kehadiran spanduk besar di atas Patung Selamat Datang membuat tuntutan itu terlihat jelas bagi pengguna jalan dan warga yang melintas, sehingga kritik tersebut menjadi bagian dari percakapan publik mengenai tanggung jawab pemerintah dan perlindungan kehidupan masyarakat.

Spanduk yang dibentangkan dalam aksi Greenpeace di Bundaran HI dicopot pada Selasa, 20 Oktober 2026. Pencopotan tersebut berlangsung tidak lama setelah spanduk dibentangkan. Setelah itu, petugas gabungan terlihat berada di sekitar kolam Bundaran HI untuk menurunkan spanduk dan mengevakuasi para aktivis. Kehadiran petugas dari sejumlah unsur menandai perubahan situasi di lokasi aksi, dari pembentangan spanduk menuju penanganan aktivis di area kolam.

Petugas yang berada di kawasan tersebut terdiri atas unsur Polri, TNI Angkatan Darat, pemadam kebakaran, serta petugas lainnya. Mereka berkumpul di sekitar kolam ketika spanduk diturunkan dan para aktivis dievakuasi. Informasi yang tersedia mencatat waktu pencopotan dan unsur petugas yang hadir, tetapi tidak merinci alasan pencopotan maupun tahapan teknis yang dilakukan. Karena itu, keterangan mengenai kejadian ini terbatas pada urutan peristiwa yang terkonfirmasi.

Rangkaian tersebut terjadi di salah satu titik pusat Bundaran HI, yakni area kolam tempat para aktivis berada setelah spanduk dibentangkan. Tak lama berselang, petugas gabungan bergerak di area sekitar untuk menurunkan spanduk serta melakukan evakuasi. Dengan demikian, waktu pembentangan dan penanganan di lokasi disebut berlangsung singkat, meskipun durasi pastinya tidak dijelaskan. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai jumlah petugas atau aktivis yang terlibat.

Peristiwa pada Selasa itu menjadi bagian dari aksi Greenpeace yang berakhir dengan evakuasi aktivis. Keterangan mengenai pengerahan petugas dapat disampaikan secara faktual: Polri, TNI Angkatan Darat, petugas pemadam kebakaran, dan petugas lainnya berada di sekitar kolam Bundaran HI setelah spanduk dibentangkan. Spanduk kemudian dicopot, sementara para aktivis dievakuasi dari area tersebut. Rincian lain di luar urutan dan unsur yang disebutkan tidak tersedia dalam informasi yang menjadi dasar uraian ini.

Dalam rangkaian aksi Greenpeace di Bundaran HI, para aktivis yang berada di monumen kemudian diturunkan secara bergantian. Urutan ini menjadi bagian dari proses evakuasi setelah aksi berlangsung. Mereka tidak turun bersama-sama; satu aktivis diturunkan lebih dahulu, kemudian disusul aktivis berikutnya. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan berapa jumlah orang yang terlibat, sehingga jumlahnya tidak dapat dipastikan dari uraian ini. Yang dapat dipaparkan adalah bahwa proses penurunan dilakukan satu per satu, bukan serentak.

Saat turun dari monumen, para aktivis membawa spanduk kecil. Dengan demikian, spanduk tersebut tetap terlihat bersama mereka selama proses penurunan berlangsung. Keterangan ini memberi gambaran tentang apa yang dibawa para aktivis ketika meninggalkan monumen, tanpa menunjukkan isi atau pesan yang tertulis pada spanduk. Tidak ada informasi tambahan yang memastikan ukuran lebih rinci, bahan, warna, maupun tulisan pada spanduk itu. Karena itu, uraian mengenai benda tersebut terbatas pada keterangan bahwa ukurannya kecil dan dibawa oleh para aktivis saat turun.

Urutan kejadian yang dapat dipastikan adalah para aktivis berada di monumen, lalu diturunkan secara bergantian, dengan masing-masing membawa spanduk kecil saat turun. Penjelasan tersebut tidak merinci cara teknis yang digunakan untuk menurunkan mereka, kondisi para aktivis, ataupun tindakan petugas selama proses berlangsung. Tanpa keterangan sumber yang lebih lengkap, rincian semacam itu tidak dapat ditambahkan. Penyajian yang terbatas pada informasi yang tersedia membantu menjaga kronologi tetap jelas sekaligus menghindari dugaan. Dengan demikian, proses evakuasi dari monumen dapat dipahami melalui dua hal utama: penurunan dilakukan bergiliran, dan spanduk kecil dibawa saat para aktivis turun. Tidak disebutkan pula jeda, durasi, ataupun urutan identitas para aktivis, sehingga rincian tersebut tidak menjadi bagian dari keterangan ini.

Setelah mendarat, para aktivis yang terlibat dalam aksi Greenpeace di Bundaran HI dibawa menggunakan ambulans ke Dokkes Polda Metro Jaya. Tujuan pengantaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian evakuasi setelah aksi berlangsung dan para aktivis diturunkan dari lokasi yang mereka gunakan. Informasi yang tersedia menyebutkan lokasi tujuan pengantaran, tanpa menjelaskan lebih lanjut tindakan yang dilakukan setibanya di sana.

Penggunaan ambulans dalam proses pemindahan menandai berakhirnya tahap evakuasi dari Bundaran HI. Setelah berada di darat, para aktivis tidak dibawa dengan kendaraan lain, melainkan diangkut menggunakan ambulans menuju Dokkes Polda Metro Jaya. Rincian tersebut menjelaskan jalur pemindahan mereka secara faktual, mulai dari mendarat hingga mencapai fasilitas yang disebutkan.

Dalam pemberitaan mengenai aksi dan evakuasi, informasi tentang tujuan pengantaran perlu disampaikan sesuai keterangan yang tersedia. Dokkes Polda Metro Jaya merupakan lokasi yang dituju oleh ambulans setelah para aktivis mendarat. Informasi ini tidak dengan sendirinya menerangkan alasan khusus pemilihan lokasi tersebut, maupun kegiatan yang berlangsung setelah rombongan tiba. Karena itu, keterangan mengenai perjalanan mereka dapat dibatasi pada urutan yang diketahui: para aktivis mendarat, kemudian dibawa menggunakan ambulans.

Dengan demikian, bagian akhir proses pemindahan berlangsung dari titik pendaratan menuju Dokkes Polda Metro Jaya. Tidak ada keterangan tambahan dalam informasi yang menjadi dasar uraian ini mengenai kondisi kesehatan para aktivis, pemeriksaan yang mungkin dilakukan, atau langkah lanjutan setelah kedatangan. Demikian pula, tujuan pengantaran tersebut tidak dapat digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai status hukum mereka. Fakta yang dapat dipastikan dalam rangkaian ini adalah bahwa para aktivis diangkut dengan ambulans ke Dokkes Polda Metro Jaya setelah mendarat.

Baca juga: Akses Darat Terhambat, Pangkoops TNI Habema Perintahkan Evakuasi Udara Ibu Sinta dari Mbua