Kabupaten Lampung Tengah | Pada Selasa (20/10/2026), kondisi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, mulai terkendali. Api besar yang sebelumnya membakar area timbunan sampah telah padam, tetapi asap tebal masih mengepul dari sejumlah bagian lokasi. Situasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan belum dapat dihentikan, meskipun kobaran utama tidak lagi terlihat seperti saat kebakaran berlangsung.
Petugas gabungan masih berada di area TPA untuk melakukan pendinginan dan memantau titik-titik yang berpotensi kembali menyala. Asap yang terus keluar diduga berasal dari bara api yang tersimpan di bagian dalam tumpukan sampah. Timbunan tersebut memiliki ketebalan hampir lima meter, sehingga panas dan bara di lapisan bawah sulit dipastikan telah padam hanya dari kondisi permukaan.
Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldy Kurniawan mengatakan, api tidak lagi menjalar di permukaan. Namun, kondisi itu tidak serta-merta menandakan seluruh sumber panas sudah hilang. Api kecil masih dapat muncul apabila bara yang tersisa tertiup angin, terutama di bagian timbunan yang belum sepenuhnya dingin. Karena itu, pengawasan tetap diperlukan selama proses pendinginan berlangsung.
Petugas melakukan penanganan secara bertahap dengan menyiram dan mendinginkan area yang masih mengeluarkan asap. Upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi panas pada timbunan sekaligus mencegah bara kembali membesar. Pemantauan juga membantu petugas mengenali kemunculan titik api baru, sehingga dapat segera ditangani sebelum merambat ke bagian lain.
Ketebalan sampah menjadi salah satu tantangan dalam memastikan situasi benar-benar aman. Bara dapat bertahan di lapisan dalam meski kobaran di permukaan telah padam, lalu kembali terlihat ketika mendapat pasokan udara atau tertiup angin. Oleh sebab itu, petugas gabungan belum meninggalkan lokasi dan terus mengawasi perkembangan asap serta kondisi timbunan. Warga di sekitar area diharapkan mengikuti arahan petugas selama penanganan berlangsung, sementara proses pendinginan dan pengawasan dilanjutkan hingga potensi bara tersisa dapat dikendalikan.
Penanganan kebakaran di TPA Bandar Jaya melibatkan dukungan kendaraan pemadam dan personel dari sejumlah instansi. Sejak hari pertama, kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Lampung Tengah dikerahkan untuk membantu memadamkan api dan membasahi area yang terdampak. Bantuan AWC dari satuan Brimob turut memperkuat upaya tersebut. Kehadiran armada tambahan diperlukan untuk menjangkau titik-titik yang masih berasap serta mendukung proses pendinginan, sehingga potensi munculnya kembali api dapat dikendalikan.
Personel kepolisian tetap disiagakan di sekitar lokasi untuk mendukung penanganan sekaligus menjaga keamanan. Petugas dari polsek, satuan Samapta, dan satuan lalu lintas ditempatkan menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Mereka menjalankan sistem piket bergantian selama 24 jam agar kesiagaan tetap terjaga sepanjang proses pemadaman dan pendinginan. Pengaturan ini juga membantu memastikan kegiatan petugas tidak terganggu serta situasi di sekitar tempat pembuangan akhir tetap terkendali. Penempatan personel dapat disesuaikan apabila kondisi dan kebutuhan penanganan berubah.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menyampaikan bahwa area terdampak diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Penanganan menggunakan tiga ekskavator, terdiri atas dua unit dari Lampung Tengah dan satu unit bantuan BMBK Provinsi Lampung. Alat berat tersebut membantu mengurai serta memindahkan timbunan sampah agar titik panas dapat dijangkau. Armada pemadam dari berbagai kabupaten dan kota juga dikerahkan untuk mendukung operasi. Meski demikian, petugas menghadapi sejumlah kendala, lain timbunan sampah yang mudah terbakar, angin kencang, serta asap tebal yang menghambat jarak pandang dan pergerakan di lokasi. Kondisi itu membuat proses pemadaman dan pendinginan perlu dilakukan dengan hati-hati, sementara pengawasan terus dilanjutkan untuk mengantisipasi bara yang masih tersisa.
Asap dari kebakaran TPA Bandar Jaya sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), terutama di sekitar Kilometer 132. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruas tol itu dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi, sementara pandangan pengemudi dapat berkurang ketika asap menyebar ke badan jalan. Pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi yang terlihat di depan.
Pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 15.00 WIB, kecelakaan yang melibatkan Toyota Rush dan truk trailer terjadi di KM 132 jalur B. Dua penumpang Toyota Rush mengalami luka-luka dalam kejadian itu dan dibawa ke RS Harapan Bunda, Gunung Sugih, untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai kecelakaan tersebut disampaikan bersamaan dengan laporan bahwa asap sempat mengganggu jarak pandang di ruas tol sekitar lokasi.
Keterangan tersebut tidak memastikan bahwa asap menjadi penyebab kecelakaan. Karena itu, kondisi jarak pandang dan peristiwa tabrakan perlu dipahami sebagai informasi yang dilaporkan, tanpa menarik kesimpulan mengenai hubungan sebab-akibat di keduanya. Pengendara yang melintasi area terdampak tetap disarankan memperhatikan situasi jalan, mengikuti arahan petugas, dan menghindari manuver mendadak apabila visibilitas menurun. Jika asap tampak menutupi jalur, mengurangi kecepatan secara bertahap dan mempertahankan jarak dengan kendaraan di depan dapat membantu menjaga keselamatan selama perjalanan.
Gangguan jarak pandang juga dapat berubah mengikuti arah angin dan kondisi kebakaran, sehingga keadaan di satu titik belum tentu sama dengan kondisi beberapa kilometer berikutnya. Pengguna tol sebaiknya memantau informasi lalu lintas terkini sebelum dan selama perjalanan, khususnya ketika melintasi KM 132. Kehati-hatian diperlukan sampai situasi dinyatakan aman oleh petugas di lapangan. Dengan demikian, pengendara dapat merespons perubahan kondisi dengan lebih tepat tanpa menghambat arus kendaraan maupun membahayakan pengguna jalan lainnya.
Untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan, langkah antisipasi dilakukan di ruas yang berdekatan dengan area kebakaran TPA Bandar Jaya. Rambu peringatan dan papan pemberitahuan dipasang sebelum titik yang terdampak asap agar pengendara memperoleh informasi lebih awal. Penempatan tanda tersebut membantu pengguna jalan memahami kondisi di depan, menyesuaikan kecepatan, dan mengambil keputusan dengan hati-hati ketika melintas di kawasan tersebut.
Petugas lalu lintas juga ditempatkan di sekitar lokasi untuk mengingatkan pengendara agar tetap . Kehadiran petugas membantu mengarahkan arus kendaraan dan menyampaikan peringatan secara langsung, terutama ketika asap terlihat atau kondisi jalan berubah. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas, menjaga jarak pandang, serta tidak berhenti sembarangan di dekat area terdampak karena tindakan itu dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Asap yang muncul dari area tempat pembuangan akhir dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kenyamanan perjalanan. Karena itu, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menggunakan jalur alternatif apabila kondisi dinilai tidak aman. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi juga perlu memperhatikan perubahan situasi dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kebakaran. Imbauan ini tetap berlaku selama asap masih terlihat di sekitar kawasan.
Hingga Selasa (20/10/2026), penanganan kebakaran berfokus pada pendinginan dan pemantauan bara di area TPA. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah titik panas memicu api kembali membesar setelah kobaran utama mereda. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sehingga belum ada kesimpulan yang dapat disampaikan mengenai pemicu kejadian. Masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi diimbau tetap terhadap asap yang masih muncul, mematuhi rambu serta arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama aktivitas penanganan berlangsung.
Baca juga: Petugas pemadam kebakaran di lokasi, Ichwan, mengonfirmasi proses pencarian di dalam gedung masih terus berlangsung berpacu dengan waktu | Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan Meluas, Tim Penyuluh Alpha Mabes TNI Berikan Sosialisasi Dan Wawasan Kepada Anggota Bayan Resourse | Melalui Komsos Bersama Staf Desa, Babinsa Imbau Warga Tidak Membakar Sampah Cegah Kebakaran
