Jakarta | PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat fungsi keuangan agar tidak hanya menjalankan pencatatan dan pengendalian anggaran, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi kegiatan operasional dan layanan maritim. Peran ini penting karena kebutuhan usaha dapat berubah mengikuti kondisi pasar, tuntutan pelanggan, serta dinamika industri. Dengan pemahaman yang menyeluruh atas kondisi keuangan dan operasional, fungsi keuangan dapat membantu memastikan bahwa keputusan bisnis didukung informasi yang relevan, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Direktur Keuangan dan SDM PTK, Eko Cahyadi, menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan perlu dilakukan secara adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Pendekatan tersebut menghubungkan perencanaan keuangan dengan prioritas perusahaan, sehingga alokasi sumber daya dapat diarahkan pada kebutuhan yang memberi manfaat bagi keberlangsungan dan perkembangan usaha. Fungsi keuangan juga berperan menyediakan analisis serta masukan strategis dalam penyusunan rencana bisnis dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, pertimbangan finansial dapat dipadukan dengan kebutuhan operasional, bukan sekadar menjadi evaluasi setelah keputusan dibuat.
Dalam menjalankan peran tersebut, kehati-hatian tetap menjadi prinsip utama. Perusahaan perlu menilai risiko, memahami konsekuensi dari pilihan pendanaan dan investasi, serta menjaga tingkat kesehatan perusahaan. Pengendalian yang memadai membantu penggunaan sumber daya secara optimal sekaligus mendukung kemampuan PTK memenuhi kebutuhan layanan. Pada saat yang sama, keputusan perlu mempertimbangkan keberlanjutan agar manfaat jangka pendek tidak mengurangi kapasitas perusahaan dalam menghadapi kebutuhan mendatang.
Fungsi keuangan yang kuat juga harus tanggap terhadap perubahan lingkungan bisnis. Pemantauan kinerja, evaluasi asumsi, dan koordinasi dengan unit operasional memungkinkan perusahaan menyesuaikan rencana ketika kondisi berubah. Informasi yang akurat membantu mengidentifikasi peluang maupun tekanan lebih dini, sementara tata kelola yang akuntabel menjaga kualitas pelaksanaan keputusan. Melalui cara kerja tersebut, keuangan mendukung kinerja finansial sekaligus ketahanan operasional dan mutu layanan maritim. Komitmen ini menempatkan pengelolaan keuangan sebagai bagian penting dari upaya PTK menciptakan nilai secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan, PTK perlu menempatkan tata kelola perusahaan yang baik sebagai landasan pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan usaha. Kerangka tata kelola membantu memastikan bahwa peran, tanggung jawab, dan proses pengawasan berjalan secara jelas. Dengan demikian, pengelolaan dana dapat dikaitkan dengan kebutuhan operasional serta layanan maritim, bukan hanya dipandang sebagai proses administratif. Setiap keputusan keuangan perlu mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, prioritas perusahaan, dan dampaknya terhadap kesinambungan kegiatan. Pendekatan ini juga mendorong agar penggunaan sumber daya dilakukan secara tertib, dapat ditelusuri, dan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak terkait.
Penguatan pengendalian internal merupakan bagian penting dari upaya tersebut. PTK dapat mengelola risiko keuangan dengan memastikan prosedur, kewenangan, dan mekanisme pemantauan diterapkan secara konsisten pada proses yang relevan. Pengendalian yang efektif membantu mengenali potensi penyimpangan atau ketidaksesuaian lebih awal, sekaligus menyediakan informasi yang diperlukan untuk menilai pelaksanaan anggaran dan kegiatan. Langkah ini perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku. Kepatuhan bukan sekadar pemenuhan formal, tetapi juga bagian dari disiplin pengelolaan yang menjaga agar keputusan serta transaksi didukung proses yang memadai. Kejelasan dokumentasi dan pelaporan turut memperkuat keterlacakan.
Transparansi dan akuntabilitas melengkapi tata kelola dan pengendalian tersebut. Informasi keuangan yang disajikan secara jelas memungkinkan pihak yang berwenang memahami dasar penggunaan dana, menilai kemajuan, serta meminta pertanggungjawaban atas keputusan yang diambil. Ketika pengelolaan dirancang secara terukur dan berorientasi hasil, tujuan, indikator, alokasi sumber daya, dan evaluasi dapat dihubungkan dalam satu rangkaian. Hasil pemantauan kemudian dapat menjadi bahan untuk meninjau prioritas serta memperbaiki proses secara berkelanjutan. Pendekatan ini dapat membantu memperkuat efisiensi, menjaga kesinambungan operasional, dan mendorong penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan. Fokusnya bukan pada klaim capaian tertentu, melainkan pada proses yang konsisten, patuh, dan dapat dipertanggungjawabkan.
PTK memperoleh penghargaan Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026 dari Iconomics atas pencapaian perusahaan di bidang keuangan. Pengakuan tersebut menyoroti peran pengelolaan keuangan yang mampu mendukung kebutuhan operasional sekaligus menjaga kinerja bisnis. Eko Cahyadi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kepemimpinan keuangan yang strategis dan inovatif di PTK. Penghargaan tersebut juga mencerminkan upaya perusahaan dalam menempatkan fungsi keuangan sebagai bagian penting dari pengambilan keputusan dan penciptaan nilai.
Menurut Eko, kepemimpinan keuangan yang strategis tidak hanya berfokus pada pencatatan dan pengendalian anggaran. Peran tersebut mencakup kemampuan membaca kebutuhan bisnis, mengelola sumber daya secara cermat, serta memastikan keputusan keuangan selaras dengan arah perusahaan. Pendekatan inovatif membantu PTK meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan, sehingga sumber daya dapat digunakan secara lebih terukur untuk mendukung operasional dan layanan maritim. Dengan tata kelola yang baik, perusahaan juga dapat menjaga ketahanan dan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan kebutuhan industri.
Penghargaan dari Iconomics ini menjadi dorongan bagi PTK untuk terus memperkuat tata kelola keuangan. Perusahaan berupaya menjaga proses yang transparan, akuntabel, dan konsisten, sekaligus meningkatkan efisiensi pada berbagai aktivitas pengelolaan. Langkah tersebut penting agar penggunaan dana semakin tepat sasaran dan tetap mendukung prioritas operasional. Efisiensi tidak semata-mata berarti menekan biaya, tetapi juga memastikan setiap sumber daya menghasilkan manfaat yang sepadan bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.
Ke depan, PTK menjadikan pengakuan ini sebagai motivasi untuk mempertahankan perbaikan berkelanjutan dalam fungsi keuangan. Setiap keputusan bisnis perlu mempertimbangkan dampak terhadap kinerja, risiko, dan kesinambungan usaha, serta memberi nilai tambah bagi perusahaan. Dengan demikian, kepemimpinan keuangan dapat terus berkontribusi pada pengelolaan yang lebih efektif dan mendukung pencapaian tujuan jangka panjang. Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas capaian yang telah diraih, melainkan juga pengingat akan tanggung jawab PTK untuk terus beradaptasi, mengelola keuangan secara disiplin, dan menopang mutu layanan maritim secara berkelanjutan.
Keberlanjutan layanan maritim dan logistik energi terintegrasi bertumpu pada kemampuan perusahaan menjaga operasional sekaligus mengelola keuangan secara cermat. Bagi PTK, komitmen untuk meningkatkan daya saing perlu berjalan seiring dengan upaya memperkuat kontribusi perusahaan terhadap kelancaran layanan tersebut. Arah ini mencakup berbagai bidang yang menjadi bagian dari layanan PTK, yakni support vessel provider, marine service, port operation service, dan shorebase. Setiap bidang memiliki peran dalam rangkaian layanan maritim dan logistik energi, sehingga pengelolaan yang selaras menjadi bagian penting dari dukungan terhadap kegiatan operasional.
Dalam menghadapi kebutuhan operasional dan dinamika lingkungan usaha, kepemimpinan keuangan yang adaptif dapat membantu PTK menjaga ketepatan dalam menentukan prioritas dan mengambil keputusan. Adaptif berarti mampu menimbang kebutuhan perusahaan dengan kondisi yang dihadapi, tanpa melepaskan perhatian pada keberlanjutan operasional. Kepemimpinan tersebut juga memerlukan pemahaman lintas fungsi dan komunikasi yang terbuka, agar pertimbangan keuangan dapat terhubung dengan kebutuhan layanan. Dengan demikian, pengelolaan keuangan tidak berdiri terpisah dari aktivitas perusahaan, melainkan mendukung arah kerja yang ditetapkan bersama.
Komitmen PTK untuk memperkuat daya saing dan kontribusi terhadap kelancaran layanan maritim serta logistik energi terintegrasi memerlukan keterlibatan seluruh perwira. Kolaborasi menjadi landasan untuk menyatukan pemahaman mengenai prioritas, menjaga koordinasi, dan mendukung pelaksanaan tugas di setiap bidang layanan. Peran perwira di berbagai fungsi dapat saling melengkapi ketika kepemimpinan keuangan yang adaptif berjalan bersama kerja sama yang konsisten. Melalui keselarasan tersebut, PTK menegaskan tekad untuk terus mendukung layanan sebagai support vessel provider, marine service, port operation service, dan shorebase.
Baca juga: Ramalan Keuangan Zodiak Capricorn Jumat, 4 September 2026: Ubah Strategi Kelola Uang | Tak Hanya Logistik, Hercules TNI AU Bawa Dukungan Kesehatan dan Peralatan Untuk Menopang Perjuangan Pasukan Karhutla Kalsel | Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI
