Jaringan Distribusi dan Strategi Ekspansi Menopang Pertumbuhan AZKO

oleh -53 Dilihat
oleh
Jaringan Distribusi dan Strategi Ekspansi Menopang Pertumbuhan AZKO

Jakarta | PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mengandalkan infrastruktur rantai pasok Kawan Lama Group untuk menjaga ketersediaan produk AZKO sekaligus mengupayakan biaya distribusi yang efisien. Dukungan ini penting bagi bisnis ritel dengan jaringan toko yang tersebar di beragam wilayah, karena setiap lokasi membutuhkan pasokan produk yang terencana dan dapat diandalkan. Dengan pengelolaan distribusi yang terintegrasi, perusahaan dapat mengatur aliran barang dari pusat distribusi menuju toko secara lebih terkoordinasi. Pendekatan tersebut membantu menjaga kesinambungan operasional, mendukung ketersediaan pilihan produk, dan mengendalikan proses pemenuhan kebutuhan pelanggan.

Jaringan AZKO ditopang oleh 29 pusat distribusi (distribution center/DC) yang membentang dari Aceh hingga Papua. Sebarannya mencakup 6 DC di Sumatra, termasuk Batam dan Tanjung Morawa (Tamora); 8 DC di Jawa; 5 di Kalimantan; 4 di Sulawesi; 2 di Nusa Tenggara; 2 di Maluku; serta 2 di Papua. Kehadiran fasilitas di berbagai kawasan memberi perusahaan titik dukungan logistik yang lebih dekat dengan pasar. Sebaran tersebut juga memungkinkan pengaturan pasokan dengan mempertimbangkan kebutuhan tiap wilayah, kondisi operasional, dan jarak pengiriman. Dengan demikian, jaringan distribusi tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi untuk menghubungkan produk dengan toko secara efektif.

Infrastruktur ini mendukung operasional 283 toko AZKO yang terus bertambah dan tersebar di lebih dari 100 kota. Kedekatan pusat distribusi dengan jaringan gerai membantu produk tersedia lebih dekat dan lebih cepat bagi pelanggan, sekaligus memberi perusahaan ruang untuk merespons perubahan permintaan. Ketika kebutuhan di suatu wilayah meningkat, koordinasi pasokan dan distribusi dapat membantu menjaga ketersediaan barang di toko terkait. Perluasan jaringan toko pun dapat ditopang oleh fondasi logistik yang telah menjangkau berbagai pulau, bukan hanya pusat-pusat kota utama. Kombinasi kapasitas rantai pasok Kawan Lama Group, sebaran 29 DC, dan pertumbuhan gerai menjadi penopang penting bagi ekspansi AZKO. Bagi pelanggan, manfaatnya tercermin pada akses yang lebih praktis terhadap produk; bagi perusahaan, jaringan tersebut mendukung operasional yang konsisten dan pengelolaan biaya distribusi secara efisien.

Kawan Lama Group mengoperasikan 20 pusat distribusi terintegrasi yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Indonesia. Jaringan ini membantu menghubungkan persediaan dengan kebutuhan pasar di berbagai wilayah, sehingga produk dapat disalurkan secara efisien. Penempatan fasilitas distribusi di sejumlah titik mendukung pengelolaan arus barang dan membantu memperpendek proses pemenuhan pesanan. Dalam konteks pertumbuhan AZKO, jaringan tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional grup untuk menjaga kelancaran distribusi, sekaligus membantu memastikan ketersediaan produk bagi pelanggan di area yang dilayani.

Angka 20 pusat distribusi milik Kawan Lama Group perlu dibedakan dari 29 distribution center (DC) yang menopang kapabilitas AZKO. Keduanya merujuk pada cakupan fasilitas yang berbeda dan tidak dapat dipertukarkan. Keberadaan 29 DC menjadi salah satu unsur dalam kemampuan AZKO melayani kebutuhan distribusi, sedangkan 20 pusat distribusi terintegrasi merupakan jaringan yang dioperasikan Kawan Lama Group. Pembedaan ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai peran jaringan grup dan kapasitas distribusi yang mendukung kegiatan AZKO, tanpa menyamakan jumlah maupun lingkup fasilitasnya.

Aktivitas distribusi didukung pemanfaatan warehouse management system (WMS) dan enterprise resource planning (ERP). Sistem tersebut menyediakan data komprehensif mengenai alur distribusi, mulai dari pengelolaan barang di gudang hingga pergerakannya dalam proses pengiriman. Informasi yang tersedia membantu staf memantau aktivitas operasional dan mengoordinasikan tahapan penanganan produk. Selain dukungan teknologi, jaringan ini mengandalkan armada truk dengan beragam tipe dan kapasitas agar sesuai dengan kebutuhan pengiriman. Staf profesional menangani produk sejak penyimpanan sampai pengantaran kepada pelanggan, dengan perhatian pada ketepatan waktu dan kondisi barang. Kombinasi lokasi strategis, sistem informasi, armada, serta tenaga kerja tersebut membantu menjaga proses distribusi berjalan teratur dan mendukung pelayanan AZKO di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja, menyampaikan bahwa perusahaan menjalankan sejumlah inisiatif strategis untuk meningkatkan produktivitas gerai sekaligus menjaga relevansi bisnis. Upaya tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penawaran produk hingga cara perusahaan melayani pelanggan. Dengan mengembangkan sejumlah prioritas secara beriringan, perusahaan berupaya memastikan gerai dan kegiatan usahanya tetap selaras dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Salah satu fokus yang disampaikan adalah pengembangan portofolio produk. Perusahaan berupaya menghadirkan pilihan produk yang relevan bagi pelanggan, sehingga portofolio dapat mendukung daya tarik gerai dan kebutuhan konsumen. Selain itu, penguatan kapabilitas rantai pasok menjadi bagian dari agenda strategis. Kapabilitas ini penting untuk menunjang kegiatan operasional dan produktivitas gerai, sekaligus membantu perusahaan mengelola ketersediaan produk secara lebih baik. Kedua fokus tersebut menunjukkan perhatian terhadap keterhubungan penawaran barang dan kemampuan operasional dalam mendukung bisnis.

Gregory juga menyebut pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI sebagai bagian dari inisiatif perusahaan. Teknologi tersebut menjadi salah satu area yang diperhatikan dalam upaya meningkatkan produktivitas serta menjaga bisnis tetap relevan. Penyebutan digital dan AI melengkapi fokus pada produk dan rantai pasok, dengan menempatkan kapabilitas teknologi sebagai elemen strategis. Perusahaan juga berencana memperluas jaringan gerai ke wilayah-wilayah potensial. Ekspansi ini menjadi salah satu langkah yang diuraikan dalam strategi, sejalan dengan perhatian pada pengembangan jaringan dan jangkauan perusahaan.

Peningkatan pengalaman pelanggan turut menjadi fokus dalam rangkaian inisiatif tersebut. Perhatian terhadap pengalaman pelanggan melengkapi langkah pengembangan portofolio, penguatan rantai pasok, pemanfaatan teknologi, dan ekspansi jaringan. Secara keseluruhan, prioritas yang dijelaskan Gregory menggambarkan pendekatan yang mencakup produktivitas gerai dan relevansi bisnis, tanpa hanya bertumpu pada satu aspek operasional. Gregory S. Widjaja menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan tertulis bertanggal Jumat, 9 Oktober 2026. Pernyataan itu menguraikan arah inisiatif strategis PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk dalam meningkatkan produktivitas gerai dan menjaga relevansi bisnis melalui sejumlah fokus yang saling melengkapi.

Dukungan infrastruktur rantai pasok menjadi salah satu fondasi bagi kinerja penjualan AZKO sepanjang 2026. Ketersediaan produk, kelancaran distribusi, dan kemampuan jaringan operasional untuk melayani pelanggan di berbagai wilayah membantu perusahaan menjaga aktivitas gerai sekaligus mendukung ekspansi. Hingga Juli 2026, AZKO mencatat pertumbuhan penjualan year-to-date sebesar 6,5 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengembangan jaringan tidak hanya menambah titik layanan, tetapi juga ditopang oleh operasional yang dapat mengakomodasi kebutuhan pasar. Pertumbuhan ini tercatat ketika perusahaan terus memperluas jangkauan, termasuk ke kota-kota yang sebelumnya belum menjadi lokasi gerai AZKO.

Sejumlah indikator turut menopang hasil penjualan tersebut. Tingkat konversi pelanggan disebut tetap stabil, sementara nilai per transaksi belanja berada pada tingkat yang sehat. Kedua faktor ini mencerminkan kemampuan gerai untuk mempertahankan transaksi, baik melalui kunjungan pelanggan yang berujung pada pembelian maupun besaran belanja dalam setiap transaksi. Selain itu, same-store sales growth (SSSG) tetap positif. Pertumbuhan yang merata di seluruh daerah memberi gambaran bahwa capaian penjualan tidak hanya bergantung pada gerai baru atau pasar tertentu. Kinerja gerai yang telah beroperasi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan, sejalan dengan dukungan jaringan distribusi dan pengelolaan persediaan yang diperlukan untuk memenuhi permintaan setempat.

Untuk menjaga momentum ekspansi, ACES menetapkan target sepanjang 2026 untuk membuka 25–30 toko AZKO dan 40–50 toko NEKA. Realisasi hingga September menunjukkan 19 toko AZKO baru telah dibuka.

Baca juga: Ramalan Keuangan Zodiak Capricorn Jumat, 4 September 2026: Ubah Strategi Kelola Uang