Jakarta | Penyanyi Farel Prayoga mengaku terkejut setelah mengetahui tanah yang disebut sebagai miliknya diduga telah dijual tanpa sepengetahuannya. Aset tersebut dikabarkan bernilai sekitar Rp400 juta dan dilengkapi bangunan serta kolam. Farel menyampaikan keterkejutannya saat hadir bersama manajernya dalam program Pagi-Pagi Ambyar di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada 14 Februari 2026.
Menurut penuturan Farel, kabar mengenai penjualan itu tidak pernah ia terima sebelumnya. Ia pun berusaha menelusuri informasi tersebut untuk mengetahui bagaimana transaksi dapat terjadi dan siapa saja pihak yang terlibat. Dugaan itu, sebagaimana disampaikan dalam acara tersebut, mengarah kepada pihak keluarga kandungnya. Meski demikian, persoalan itu masih perlu diperjelas melalui keterangan dan bukti yang dapat memastikan kronologi serta status penjualan tanah.
Tanah yang menjadi perhatian tersebut bukan sekadar aset biasa bagi Farel. Ia menyebutnya sebagai hasil dari kerja kerasnya selama menjalani karier sebagai penyanyi. Karena itu, kabar bahwa tanah tersebut telah berpindah tangan tanpa sepengetahuannya menimbulkan keterkejutan sekaligus mendorongnya untuk mencari penjelasan. Nilai sekitar Rp400 juta, ditambah adanya bangunan dan kolam, membuat persoalan kepemilikan ini menjadi perhatian.
Dalam situasi seperti ini, penelusuran dokumen kepemilikan dan riwayat transaksi menjadi langkah penting untuk memperoleh gambaran yang utuh. Informasi mengenai siapa yang tercatat sebagai pemilik, kapan transaksi berlangsung, serta dasar persetujuan penjualan dapat membantu memperjelas perkara. Hingga terdapat keterangan resmi dan bukti yang memadai, penjualan tersebut tetap tepat disebut sebagai dugaan, bukan sebagai fakta yang telah dipastikan.
Farel datang ke studio bersama manajernya untuk membicarakan persoalan itu di hadapan publik. Kehadirannya juga menunjukkan bahwa ia ingin memahami nasib aset yang ia anggap sebagai buah dari usaha dan pekerjaannya. Ia perlu memperoleh penjelasan mengenai keputusan yang diduga dibuat tanpa sepengetahuannya, termasuk apakah ada dokumen atau persetujuan yang menjadi dasar transaksi. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penelusuran serta keterangan dari pihak-pihak terkait. Untuk saat ini, inti persoalannya adalah pengakuan Farel bahwa ia baru mengetahui tanah tersebut diduga sudah dijual, sementara ia merasa tidak pernah diberi tahu sebelumnya.Kabar mengenai tanah yang diduga telah dijual tanpa sepengetahuan Farel Prayoga pertama kali ia terima dari Muhammad Rais. Rais dikenal sebagai manajer sekaligus ayah angkat Farel, sehingga informasi tersebut datang dari orang yang selama ini mendampingi dan mengurus sejumlah keperluannya. Menurut keterangan yang disampaikan, Rais memberi tahu Farel bahwa ada kabar tanah miliknya telah berpindah tangan. Informasi awal itu membuat Farel terkejut, sebab ia merasa tidak mengetahui adanya proses penjualan maupun keputusan untuk melepas tanah tersebut.
Pada mulanya, Farel mengaku tidak menyangka tanah itu benar-benar sudah terjual. Ia sempat kesulitan mempercayai kabar yang disampaikan kepadanya dan belum langsung memahami bagaimana transaksi tersebut bisa terjadi. Keraguan itu muncul karena berita yang diterimanya terasa sulit diterima, sementara ia tidak merasa pernah mendapat penjelasan sebelumnya mengenai rencana penjualan. Karena itu, kabar dari Rais menjadi titik awal bagi Farel untuk mencari kejelasan, bukan semata-mata menerima informasi tersebut tanpa menelusurinya lebih lanjut.
Rais kemudian berupaya menggali informasi mengenai transaksi itu. Dalam penelusurannya, ia memperoleh kontak orang yang disebut sebagai pembeli tanah. Setelah mendapatkan nomor tersebut, Rais mendampingi Farel untuk menghubungi pembeli secara langsung. Langkah ini dilakukan agar Farel dapat mendengar keterangan dari pihak yang berkaitan dengan transaksi, sekaligus memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai status tanahnya. Percakapan langsung itu menjadi bagian penting dalam upaya mereka memeriksa kabar yang sebelumnya masih sulit dipercaya.
Dalam percakapan tersebut, Farel mendengar penjelasan bahwa tanah itu memang telah terjual. Keterangan dari pembeli memberi konfirmasi mengenai terjadinya penjualan, meskipun bagi Farel informasi tersebut tetap menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana prosesnya berlangsung dan mengapa ia tidak mengetahuinya. Rais juga menilai Farel selama ini berusaha berpikir positif terhadap keluarganya. Sikap itu membuat Farel tidak serta-merta berprasangka, tetapi perkembangan informasi mendorongnya untuk menelusuri kejadian secara langsung. Dengan didampingi Rais, ia mencoba memastikan fakta berdasarkan komunikasi dengan pihak pembeli, sembari memahami lebih jauh persoalan yang kini menjadi perhatiannya.
Rais menyebut persoalan aset yang kini menjadi perhatian Farel bukanlah kejadian pertama. Menurut keterangannya, sebelum tanah yang diduga dijual tanpa sepengetahuan Farel menjadi sorotan, sapi-sapi milik Farel juga pernah dijual oleh pihak keluarga. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ada aset lain yang sebelumnya turut berpindah tangan, meski Rais tidak merinci lebih jauh kapan penjualan itu berlangsung atau bagaimana prosesnya.
Keterangan mengenai sapi tersebut menambah konteks bagi Farel saat menelusuri persoalan tanah. Bagi Rais, kejadian yang pernah terjadi itu membuat persoalan kali ini terasa berkaitan dengan pengalaman sebelumnya. Namun, ia menyampaikan hal tersebut sebagai keterangan tentang aset Farel, bukan sebagai dasar untuk menyimpulkan hal-hal lain di luar apa yang telah disampaikan.
Di tengah situasi tersebut, kekecewaan muncul karena Farel disebut telah berusaha bersikap baik kepada keluarga. Ia juga tidak mudah berprasangka buruk terhadap orang-orang di sekitarnya. Sikap itu membuat persoalan penjualan aset terasa semakin berat baginya, terutama ketika ia mengetahui bahwa sapi miliknya pun pernah dijual oleh pihak keluarga.
Rais menggambarkan bahwa Farel selama ini berupaya menjaga hubungan baik dan memberi kepercayaan. Karena itu, munculnya keterangan mengenai aset yang dijual tanpa sepengetahuannya membuat Farel merasa kecewa. Perasaan tersebut tidak semata berkaitan dengan nilai barang, tetapi juga dengan kenyataan bahwa aset miliknya disebut telah dijual oleh pihak keluarga, sementara ia berusaha memperlakukan mereka dengan baik.
Meski demikian, Rais tidak menyampaikan rincian tambahan mengenai alasan penjualan sapi, jumlahnya, ataupun pihak yang mengambil keputusan. Keterangan yang disampaikan terbatas pada fakta bahwa sapi-sapi milik Farel sebelumnya juga pernah dijual oleh keluarga. Dengan demikian, pengalaman itu menjadi bagian dari latar persoalan aset yang sedang ditelusuri, sekaligus menjelaskan mengapa kabar mengenai tanah memunculkan kekecewaan bagi Farel yang selama ini berusaha tidak berprasangka buruk.
Rais mengatakan pihaknya telah meminta bantuan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas untuk menindaklanjuti persoalan tanah yang diduga dijual tanpa sepengetahuan Farel Prayoga. Permintaan tersebut disampaikan agar masalah itu dapat memperoleh perhatian dan ditangani melalui proses yang sesuai. Menurut Rais, langkah itu diambil setelah pihaknya mengetahui adanya persoalan terkait kepemilikan tanah Farel, yang kini sedang ditelusuri lebih lanjut.
Dalam menyampaikan permohonan bantuan, Farel disebut telah menjelaskan kronologi kejadian serta kondisi yang dialaminya kepada pihak kementerian. Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan untuk membantu menjelaskan duduk perkara. Rais menyatakan pihaknya telah menguraikan persoalan itu kepada kementerian, termasuk hal-hal yang diketahui mengenai tanah tersebut. Namun, belum ada kepastian mengenai hasil akhirnya ataupun keputusan yang akan diambil oleh pihak terkait.
Rais menyebut penanganan persoalan tersebut masih berjalan. Karena itu, pihaknya memilih menunggu perkembangan proses sebelum menyampaikan kesimpulan mengenai status tanah. Ia belum dapat memastikan apakah tanah itu bisa kembali menjadi milik Farel. Kepastian tersebut, menurut Rais, bergantung pada hasil penanganan dan langkah-langkah yang ditempuh selanjutnya. Untuk saat ini, mereka masih berharap persoalan dapat ditelusuri dengan jelas dan hak Farel dapat memperoleh perhatian sebagaimana mestinya.
Rais berharap tanah itu pada akhirnya dapat kembali kepada Farel meski ia belum dapat memastikan.

