Api Pabrik Pipa di Legok Masih Berkobar, Petugas Terkendala Kekeringan Sumber Air

oleh -73 Dilihat
oleh
Api Pabrik Pipa di Legok Masih Berkobar, Petugas Terkendala Kekeringan Sumber Air

Tangerang | Kebakaran melanda sebuah pabrik pipa di Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, dan hingga Selasa malam, 13 Oktober, api masih belum berhasil dipadamkan. Peristiwa tersebut dilaporkan pertama kali terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 16.33 WIB. Namun, kobaran api terus membesar ketika malam tiba sehingga penanganan di lokasi masih berlangsung.

Berdasarkan kondisi yang terlihat dari sekitar area kejadian, api masih berkobar hebat di dalam kompleks pabrik. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak cukup jauh. Besarnya kobaran juga membuat situasi di lokasi tampak semakin sulit dikendalikan, terutama karena material serta bangunan yang berada di area pabrik turut terbakar.

Sejumlah bangunan pabrik dilaporkan hampir seluruhnya ambruk setelah dilalap api. Struktur bangunan yang tersisa tampak terdampak parah, sementara titik-titik api masih terlihat di beberapa bagian. Petugas terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mengurangi kobaran serta mencegah api meluas ke area lain di sekitar pabrik.

Proses penanganan kebakaran pabrik pipa tersebut menghadapi kendala karena kondisi sumber air yang kering. Keterbatasan air menjadi salah satu hambatan bagi petugas dalam menjaga kesinambungan pemadaman, khususnya ketika api masih menyala besar dan membutuhkan pasokan air secara terus-menerus. Petugas tetap berupaya menangani kejadian dengan sumber daya yang tersedia di lapangan.

Sampai laporan ini disusun, penanganan masih dilakukan dan api belum dinyatakan padam sepenuhnya. Informasi mengenai penyebab kebakaran maupun ada atau tidaknya korban belum dapat dipastikan. Situasi di sekitar lokasi masih dipantau seiring berlangsungnya upaya pemadaman dan pengamanan area pabrik.

Upaya pemadaman kebakaran di area pabrik pipa, Legok, Kabupaten Tangerang, masih menghadapi kendala serius akibat terbatasnya pasokan air. Petugas tidak dapat mengandalkan sumber air yang berada di sekitar lokasi karena sebagian besar mengalami kekeringan setelah musim kemarau berlangsung. Kondisi tersebut membuat proses pengisian ulang kendaraan pemadam membutuhkan waktu lebih lama.

Sejumlah titik yang biasanya dapat digunakan untuk mengambil air disebut sudah tidak lagi memiliki persediaan yang memadai. Karena itu, kendaraan pemadam harus bergerak menuju sumber air terdekat yang masih tersedia, kemudian kembali ke lokasi kebakaran untuk melanjutkan penyemprotan. Pergerakan tersebut dilakukan secara bergantian agar upaya pemadaman tetap berjalan, meskipun jarak pengambilan air menambah waktu tempuh petugas.

Komandan Pos Damkar Legok BPBD Kabupaten Tangerang, Andi Lala, menjelaskan bahwa kekeringan sumber air di sekitar lokasi menjadi salah satu hambatan utama dalam penanganan kebakaran. Menurut dia, musim kemarau menyebabkan sumber air terdekat mengering sehingga petugas harus mencari dan mengambil pasokan dari titik lain. Pernyataan itu menunjukkan bahwa kendala bukan hanya berkaitan dengan luasnya area yang terbakar, tetapi juga ketersediaan air untuk mendukung operasi pemadaman.

Situasi tersebut menuntut pengaturan armada secara cermat. Sebagian kendaraan harus tetap berada di lokasi untuk mengarahkan selang dan mendinginkan area yang terdampak, sementara kendaraan lain mengisi ulang air. Petugas juga perlu memastikan pasokan yang dibawa dapat digunakan secara efektif untuk mencegah api kembali membesar. Selama sumber air di sekitar pabrik belum mencukupi, kelancaran pemadaman sangat bergantung pada kecepatan mobilisasi kendaraan dan ketersediaan titik air alternatif.

Untuk mengatasi keterbatasan sumber air, petugas pemadam kebakaran memanfaatkan air dari sebuah danau yang berada di kawasan Perumahan Legok Permai. Sumber air tersebut digunakan sebagai alternatif setelah petugas mengalami kendala memperoleh pasokan yang memadai di sekitar lokasi kebakaran pabrik pipa di Legok, Kabupaten Tangerang. Air dari danau disedot menggunakan peralatan dan kemudian dialirkan ke kendaraan pemadam untuk mendukung proses pemadaman.

Langkah itu dilakukan karena api masih berkobar, sementara kondisi kekeringan membuat sejumlah sumber air sulit digunakan secara optimal. Jarak lokasi kejadian dan titik pengambilan air juga menjadi tantangan tersendiri. Petugas perlu mengatur pengisian ulang secara bergantian agar penyemprotan ke area yang terbakar tetap berlangsung. Penggunaan danau diharapkan dapat menjaga ketersediaan air selama upaya pendinginan dan pemadaman terus dilakukan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang turut meminta bantuan armada pemadam dari berbagai pihak. Permintaan tersebut mencakup kendaraan pemasok air atau water supply dari Kabupaten Bogor, TNI, serta pihak swasta. Tambahan armada diperlukan untuk mempercepat distribusi air dan mencegah terhentinya operasi akibat kendaraan harus berulang kali mengisi ulang.

Di sekitar lokasi, kendaraan pemadam terlihat berlalu-lalang menuju danau untuk mengambil air sebelum kembali ke area pabrik. Pergerakan armada berlangsung di tengah aktivitas puluhan petugas yang terus berupaya menjinakkan api. Sebagian petugas mengarahkan selang ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan nyala, sedangkan lainnya membantu mengatur pasokan air serta pergerakan kendaraan. Koordinasi antarpetugas dan dukungan armada tambahan menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran yang belum sepenuhnya padam tersebut.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan secara keseluruhan 15 armada untuk menangani kebakaran yang masih melanda area pabrik pipa di Legok. Pengerahan armada dalam jumlah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman, sekaligus membatasi kemungkinan api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi pabrik. Upaya penanganan terus dilakukan meskipun petugas menghadapi kendala berupa kekeringan sumber air.

Menurut keterangan Andi Lala, armada pemadam disebar ke beberapa titik di sekitar lokasi kejadian. Penempatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk untuk menjangkau bagian-bagian yang masih terbakar dan membentuk pengamanan agar kobaran tidak meluas. Penyebaran armada juga ditujukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan di sekitar pabrik, sehingga proses pemadaman tidak hanya berfokus pada titik api utama.

Hingga Selasa malam, api di pabrik tersebut belum berhasil dipadamkan. Petugas masih melanjutkan operasi pemadaman dan pendinginan sesuai kondisi di lapangan. Karena penanganan kebakaran masih berlangsung, penyebab kejadian belum dapat dipastikan. Informasi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa maupun korban luka-luka juga belum dapat disampaikan secara pasti.

Petugas masih berkonsentrasi mengendalikan kobaran dan mencegah perambatan api selama operasi berlangsung. Kepastian mengenai penyebab kebakaran serta kondisi korban akan menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut setelah situasi di lokasi memungkinkan. Untuk sementara, upaya pemadaman dengan dukungan 15 armada tetap dilakukan di sejumlah titik sebagaimana pengaturan petugas di lapangan.

Baca juga: Petugas pemadam kebakaran di lokasi, Ichwan, mengonfirmasi proses pencarian di dalam gedung masih terus berlangsung berpacu dengan waktu | Rombongan Bapang Diserang OTK, Negara Didesak Pastikan Petugas Aman Bertugas | Tanggap Darurat, Kodim Bojonegoro Terus Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan