Jemaah Memadati Silang Monas untuk Tablig Akbar Habib Umar bin Hafidz

oleh -83 Dilihat
oleh
Jemaah Memadati Silang Monas untuk Tablig Akbar Habib Umar bin Hafidz

Jakarta | Ratusan warga memadati kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 12 Oktober 2026, untuk mengikuti tablig akbar yang dipimpin Habib Umar bin Hafidz. Ulama asal Yaman tersebut dijadwalkan menyampaikan tausiah keagamaan di hadapan jemaah yang datang dari berbagai wilayah. Antusiasme peserta terlihat sejak sore, ketika rombongan warga mulai berdatangan dan menempati area sekitar lokasi acara.

Peserta mulai memasuki kawasan Monas sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka datang secara berkelompok bersama keluarga, kerabat, maupun komunitas pengajian. Sebagian jemaah membawa perlengkapan ibadah dan duduk dengan tertib di area yang telah tersedia sambil menunggu rangkaian kegiatan dimulai. Kepadatan terlihat semakin meningkat menjelang waktu salat malam.

Suasana di Silang Monas berlangsung khidmat. Jemaah melaksanakan salat Magrib secara berjamaah di tengah kawasan acara, kemudian mengikuti salat Isya bersama. Pelaksanaan ibadah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum penyampaian ceramah oleh Habib Umar bin Hafidz. Para peserta tampak menjaga ketertiban dan mengikuti arahan panitia selama berada di lokasi.

Kehadiran jemaah juga terlihat dari pakaian yang dikenakan. Banyak peserta menggunakan busana muslim, seperti baju koko, sarung, peci, serta pakaian panjang dan kerudung. Pilihan busana itu memperkuat suasana religius yang terlihat di sekitar panggung dan area berkumpulnya warga. Sejumlah peserta memilih tetap berada di lokasi meski harus menunggu dalam waktu cukup lama.

Tablig akbar tersebut menjadi perhatian warga karena menghadirkan Habib Umar bin Hafidz, tokoh ulama yang dikenal luas di Indonesia. Kedatangan jemaah dalam jumlah besar menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengikuti majelis ilmu dan mendengarkan pesan keagamaan secara langsung. Hingga rangkaian acara berlangsung, kawasan Silang Monas tetap dipenuhi peserta yang menantikan tausiah dengan tertib dan penuh khidmat.

Suasana religius terasa kuat di kawasan Silang Monas ketika rangkaian tablig akbar bersama Habib Umar bin Hafidz berlangsung. Sejak sore, warga mulai berdatangan dan menempati area yang telah disiapkan untuk mengikuti kegiatan hingga malam hari. Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan minat terhadap acara keagamaan tersebut, tetapi juga mencerminkan keinginan untuk beribadah, berselawat, serta mendengarkan nasihat yang disampaikan dalam majelis.

Di sela persiapan dan jalannya acara, lantunan selawat terdengar dari area kegiatan. Suara tersebut diikuti para jemaah secara bersama-sama, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus penuh kehangatan. Sebagian jemaah tampak menyimak dengan tenang, sementara lainnya mengikuti bacaan selawat dengan suara perlahan. Irama yang dilantunkan menjadi bagian penting dari suasana malam itu, mengiringi jemaah yang hadir untuk memperbanyak doa dan mengingat keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Warga yang datang mengikuti rangkaian ibadah dan tablig akbar dengan tertib. Mereka memanfaatkan waktu sebelum acara utama untuk berdoa, membaca selawat, dan berinteraksi dengan sesama jemaah. Nuansa kebersamaan terlihat di berbagai sudut kawasan, terutama ketika lantunan selawat kembali menggema dan diikuti oleh mereka yang telah berada di lokasi sejak sore. Meskipun datang dari latar belakang yang beragam, para jemaah dipersatukan oleh tujuan yang sama, yakni menghadiri majelis ilmu dan memperoleh keberkahan dari kegiatan keagamaan tersebut.

Semakin malam, atmosfer di Silang Monas tetap terjaga dengan suasana tertib dan penuh penghormatan. Perhatian jemaah tertuju pada panggung utama, sementara lantunan selawat dan doa terus menjadi pengiring acara. Kehadiran warga sejak sore membuat rangkaian kegiatan berlangsung dengan semangat yang konsisten, sekaligus memperlihatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut tablig akbar dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai.

Tablig akbar dan doa untuk Indonesia di Silang Monas merupakan bagian dari rangkaian rihlah dakwah Habib Umar bin Hafidz. Kehadiran ulama asal Yaman tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi umat untuk mendengarkan nasihat keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat doa, persaudaraan, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Rangkaian kunjungan ini menghadirkan pesan agar kehidupan masyarakat senantiasa berlandaskan iman, akhlak, serta semangat menjaga kedamaian.

Habib Nabiel Almusawa, selaku Dewan Syuro Majelis, menyampaikan bahwa kehadiran Habib Umar membawa pesan perdamaian dan kemaslahatan bagi negeri. Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, sehingga pertemuan keagamaan tidak berhenti pada penyampaian tausiah, tetapi juga mendorong lahirnya sikap saling menghormati dan menjaga persatuan. Doa untuk Indonesia menjadi bagian penting dari ikhtiar tersebut, terutama di tengah keberagaman dan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Dalam pandangan narasumber, sinergi ulama dan umara dalam satu majelis memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial. Pertemuan itu dipahami sebagai ikhtiar spiritual untuk membangun kemaslahatan bangsa, dengan mempertemukan tuntunan keagamaan dan tanggung jawab kepemimpinan. Melalui sinergi tersebut, nilai-nilai perdamaian, ketertiban, pelayanan kepada masyarakat, dan kepedulian sosial diharapkan dapat terus diperkuat.

Monas disebut sebagai episentrum kegiatan yang akan mendatangkan ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah di Nusantara, bahkan dari sejumlah negara. Besarnya antusiasme itu mencerminkan posisi tablig akbar sebagai ruang perjumpaan umat sekaligus sarana menyebarkan pesan kebaikan. Dengan demikian, rihlah dakwah Habib Umar di Indonesia tidak hanya berfokus pada satu acara, melainkan membawa rangkaian pesan tentang persatuan, kedamaian, dan kemaslahatan yang relevan bagi kehidupan berbangsa.

Baharudin, warga Jakarta Timur berusia 29 tahun, menjadi salah satu jemaah yang hadir dalam tablig akbar Habib Umar bin Hafidz di kawasan Silang Monas. Ia datang bersama rombongan pengajiannya. Kehadiran tersebut memang telah direncanakan untuk mengikuti rangkaian tablig akbar sekaligus bertemu langsung dengan Habib Umar bin Hafidz. Bersama anggota rombongan lainnya, Baharudin bergabung dengan jemaah yang memadati kawasan Monas.

Baharudin menyampaikan bahwa dirinya telah tiba sejak sore. Ia datang lebih awal bersama rombongan pengajian dan menunggu pelaksanaan acara di lokasi. Waktu kedatangan itu menunjukkan kesiapannya untuk mengikuti tablig akbar hingga rangkaian kegiatan berlangsung. Selama berada di Silang Monas, ia bersama rombongannya berada di tengah jemaah yang datang untuk menghadiri acara tersebut.

Kepada sumber, Baharudin menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya adalah mengikuti tablig akbar dan dapat bertemu secara langsung dengan Habib Umar bin Hafidz. Ia juga mengungkapkan keinginan untuk berselawat bersama jemaah lain dalam kesempatan tersebut. Menurut Baharudin, kehadiran di acara itu diharapkan membawa keberkahan bagi dirinya dan rombongan pengajiannya.

Dengan datang bersama rombongan pengajian, Baharudin mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari jemaah yang berkumpul di Silang Monas. Ia mempertahankan niatnya untuk hadir sejak sore, mengikuti tablig akbar, serta berselawat bersama. Harapannya agar kehadiran itu membawa keberkahan menjadi penutup pengalaman Baharudin menghadiri acara dan bertemu langsung dengan Habib Umar bin Hafidz.