KB Bank Menawarkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Kupon hingga 9,30%

oleh -73 Dilihat
oleh
KB Bank Menawarkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Kupon hingga 9,30%

Jakarta | PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank (BBKP) menawarkan obligasi subordinasi senilai Rp500 miliar dengan tingkat kupon tertinggi mencapai 9,30%. Penawaran tersebut dilaksanakan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026.

Penerbitan tahap II ini merupakan bagian dari program PUB Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank dengan target penghimpunan dana secara keseluruhan sebesar Rp1 triliun. Melalui skema tersebut, perseroan memiliki kesempatan untuk menerbitkan obligasi subordinasi dalam beberapa tahap sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang ditetapkan.

Dalam penawaran terbaru ini, nilai obligasi yang ditawarkan mencapai Rp500 miliar. Instrumen tersebut memiliki karakteristik sebagai obligasi subordinasi, yaitu surat utang yang dalam struktur permodalan dan penyelesaian kewajiban memiliki kedudukan berbeda dibandingkan obligasi senior. Informasi mengenai tingkat kupon menjadi salah satu perhatian utama investor, terutama karena kupon yang ditawarkan dapat mencapai 9,30%.

Sebelum menerbitkan obligasi subordinasi tahap II pada 2026, KB Bank telah merealisasikan penerbitan tahap I pada 2025. Pada tahap sebelumnya, perseroan menerbitkan obligasi subordinasi dengan nilai Rp248 miliar. Dengan demikian, penerbitan tahap II melanjutkan rangkaian penghimpunan dana melalui program PUB yang sama.

Penawaran ini menambah pilihan instrumen investasi di pasar modal Indonesia, khususnya bagi investor yang mempertimbangkan surat utang yang diterbitkan oleh sektor perbankan. Investor tetap perlu mencermati karakteristik obligasi subordinasi, termasuk ketentuan pembayaran kupon, jangka waktu, peringkat, serta risiko yang tercantum dalam dokumen penawaran. Seluruh informasi resmi mengenai jadwal, persyaratan, dan mekanisme pemesanan mengacu pada prospektus serta dokumen penawaran yang diterbitkan perseroan.

Obligasi subordinasi KB Bank senilai total Rp500 miliar ditawarkan dalam dua seri dengan karakteristik yang berbeda. Pembagian ini memberikan perbedaan pada nilai emisi, tingkat kupon, serta jangka waktu masing-masing instrumen. Investor perlu memperhatikan rincian setiap seri karena jadwal pembayaran bunga dan pelunasan pokoknya disesuaikan dengan tenor yang telah ditetapkan.

Seri A memiliki nilai pokok sebesar Rp425 miliar. Seri ini menawarkan bunga atau kupon tetap sebesar 8,95% per tahun dengan jangka waktu lima tahun. Pokok obligasi Seri A akan dilunasi sekaligus pada tanggal 16 Januari 2031. Dengan demikian, pemegang Seri A menerima pembayaran bunga secara berkala selama masa berlakunya obligasi, kemudian memperoleh pelunasan seluruh nilai pokok pada saat jatuh tempo.

Seri B memiliki nilai pokok Rp75 miliar, lebih kecil dibandingkan Seri A, tetapi menawarkan kupon lebih tinggi, yaitu 9,30% per tahun. Seri ini memiliki tenor tujuh tahun dan akan jatuh tempo pada 16 Januari 2033. Pada tanggal tersebut, seluruh pokok Seri B dijadwalkan untuk dilunasi sekaligus oleh penerbit, sesuai dengan ketentuan obligasi yang berlaku.

Pembayaran bunga untuk kedua seri dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 16 Januari 2027, lalu dilanjutkan secara triwulanan hingga masing-masing seri mencapai tanggal jatuh tempo. Perbedaan utama kedua seri terletak pada nilai penerbitan, kupon, tenor, dan tanggal pelunasan pokok. Seri A memiliki nilai Rp425 miliar, kupon 8,95%, tenor lima tahun, serta jatuh tempo pada 16 Januari 2031. Sementara itu, Seri B bernilai Rp75 miliar, menawarkan kupon 9,30%, memiliki tenor tujuh tahun, dan jatuh tempo pada 16 Januari 2033. Struktur tersebut memungkinkan investor memilih seri berdasarkan preferensi terhadap tingkat pendapatan berkala dan jangka waktu investasi.

KB Bank menetapkan rangkaian jadwal penerbitan obligasi subordinasi senilai Rp500 miliar berdasarkan informasi tambahan ringkas yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026. Tahapan tersebut menjadi acuan bagi calon investor untuk memahami periode pemesanan, proses penjatahan, pengembalian dana, hingga rencana pencatatan instrumen di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penawaran umum obligasi subordinasi berlangsung selama dua hari, yaitu pada 12-13 Oktober 2026. Dalam periode ini, investor dapat menyampaikan pemesanan sesuai ketentuan dan prosedur yang tercantum dalam dokumen penawaran. Investor perlu memperhatikan batas waktu pemesanan yang ditetapkan serta memastikan seluruh persyaratan administrasi dan pembayaran telah dipenuhi agar pesanannya dapat diproses.

Setelah masa penawaran berakhir, KB Bank menjadwalkan tanggal penjatahan pada 14 Oktober 2026. Pada tahap ini, alokasi obligasi kepada investor akan ditetapkan berdasarkan hasil penawaran dan ketentuan distribusi yang berlaku. Apabila terdapat dana pemesanan yang tidak digunakan atau jumlah alokasi lebih rendah daripada pemesanan, pengembalian uang pemesanan dijadwalkan berlangsung pada 16 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, distribusi obligasi kepada investor juga direncanakan dilakukan.

Selanjutnya, obligasi subordinasi KB Bank direncanakan tercatat di BEI pada 19 Oktober 2026. Pencatatan tersebut akan memungkinkan instrumen diperdagangkan melalui mekanisme pasar modal sesuai peraturan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan ketentuan bursa dan kondisi pasar.

Dari sisi kualitas kredit, KB Bank memperoleh peringkat AAIDN atau double A dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tersebut dikonfirmasi kembali pada 23 September 2026. Peringkat AAIDN mencerminkan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kemampuan penerbit dalam memenuhi kewajiban keuangannya, meskipun investor tetap perlu mempertimbangkan karakteristik obligasi subordinasi, risiko pasar, serta kondisi keuangan penerbit sebelum mengambil keputusan investasi.

Berdasarkan laporan keuangan dalam keterbukaan informasi per 30 Juni 2026, KB Bank membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar. Pencapaian tersebut tercatat setelah perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp6,33 triliun pada 2024. Sementara itu, pada 2025, laba tahun berjalan KB Bank tercatat sebesar Rp66,59 miliar. Ketiga angka tersebut menunjukkan catatan laba dan rugi perseroan pada periode yang disebutkan dalam laporan.

Dalam laporan per 30 Juni 2026, kondisi neraca KB Bank juga mencakup total aset sebesar Rp93,01 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan total aset pada akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp89,79 triliun. Dengan demikian, terdapat perbedaan nilai total aset posisi pertengahan 2026 dan posisi akhir tahun sebelumnya sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi perseroan.

Pada periode yang sama, total liabilitas KB Bank tercatat sebesar Rp84,75 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp8,26 triliun. Angka-angka tersebut merupakan posisi keuangan perseroan per 30 Juni 2026 yang disajikan dalam laporan keterbukaan informasi. Data laba tahun berjalan serta komponen neraca tersebut melengkapi informasi mengenai kondisi keuangan KB Bank hingga Juni 2026, bersamaan dengan penyampaian rencana penawaran obligasi subordinasi senilai Rp500 miliar dengan kupon hingga 9,30 persen.