Kapolres Samosir Temui Keluarga Warga Dairi, Sampaikan Permintaan Maaf atas Dugaan Kekerasan

oleh -73 Dilihat
oleh
Kapolres Samosir Temui Keluarga Warga Dairi, Sampaikan Permintaan Maaf atas Dugaan Kekerasan

Kabupaten Dairi | Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan bersama sejumlah pejabat utama Polres Samosir mendatangi kediaman Romanto Nadeak (RN), warga Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, di Dusun Hitehoting. Kehadiran jajaran kepolisian itu menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan keluarga warga yang sebelumnya menjalani proses pemeriksaan di Polres Samosir.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Samosir menyampaikan permohonan maaf kepada Romanto Nadeak dan keluarganya berkaitan dengan dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum personel Unit Pidum Sat Reskrim Polres Samosir. Permintaan maaf itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral serta komitmen kepolisian untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat, khususnya pihak yang merasa dirugikan selama proses penanganan perkara.

Kedatangan Kapolres tidak hanya dimaksudkan untuk menyampaikan permohonan maaf, tetapi juga menjalin silaturahmi dengan keluarga Romanto. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi ruang bagi kedua pihak untuk berkomunikasi secara terbuka mengenai peristiwa yang dipersoalkan. Jajaran Polres Samosir hadir untuk mendengarkan penjelasan keluarga sekaligus menunjukkan bahwa setiap laporan atau dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota kepolisian mendapat perhatian.

Dugaan kekerasan tersebut berkaitan dengan tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh oknum personel Unit Pidum Sat Reskrim Polres Samosir. Meski demikian, persoalan itu perlu dipandang secara objektif berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak berwenang. Sikap Kapolres yang menemui langsung keluarga warga menunjukkan langkah awal untuk meredakan persoalan, memperkuat transparansi, serta memastikan pelayanan kepolisian tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak masyarakat.

Melalui kunjungan itu, Polres Samosir menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Silaturahmi dengan keluarga Romanto juga diharapkan dapat membuka ruang penyelesaian yang baik, sembari tetap memberikan kesempatan bagi proses klarifikasi dan pemeriksaan internal berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kunjungan Kapolres Samosir kepada keluarga Romanto Nadeak, warga Kabupaten Dairi, disebut sebagai bentuk kepedulian pimpinan kepolisian terhadap persoalan yang sedang dihadapi oleh Romanto dan keluarganya. Kehadiran tersebut menunjukkan perhatian langsung dari jajaran Polres Samosir kepada pihak yang berkaitan dengan peristiwa yang tengah menjadi perhatian. Dalam pertemuan itu, Kapolres hadir untuk menyampaikan sikap institusi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan keluarga.

Kapolres Samosir tidak datang sendiri, melainkan bersama sejumlah pejabat utama Polres Samosir. Kehadiran pimpinan bersama unsur utama kesatuan memperlihatkan bahwa persoalan tersebut ditangani dengan penyampaian secara langsung kepada keluarga, bukan hanya melalui pernyataan tertulis atau saluran komunikasi tidak langsung. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi pihak kepolisian untuk berinteraksi dengan keluarga Romanto Nadeak dalam suasana yang lebih terbuka dan personal.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga. Penyampaian itu menjadi bagian dari sikap institusi dalam merespons persoalan yang dialami Romanto Nadeak dan keluarganya. Kehadiran pejabat kepolisian di tengah keluarga memperlihatkan upaya untuk menjalin komunikasi, mendengarkan pihak yang terkait, serta menyampaikan perhatian pimpinan Polres Samosir secara langsung. Keterangan mengenai kunjungan ini menempatkan pertemuan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab komunikasi institusional, tanpa memberikan penilaian tambahan di luar informasi yang disampaikan oleh sumber.

Rombongan Kapolres Samosir tiba di Dusun Hitehoting dan disambut langsung oleh Romanto Nadeak bersama sejumlah anggota keluarganya. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari kunjungan Kapolres Samosir kepada keluarga warga Dairi yang berkaitan dengan pemberitaan mengenai dugaan kekerasan.

Dalam pertemuan itu, Romanto Nadeak hadir bersama keluarganya sebagai pihak yang menerima kedatangan rombongan. Kehadiran keluarga tersebut menunjukkan bahwa kunjungan berlangsung dengan melibatkan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan warga dan keluarga di Dusun Hitehoting.

Selain Romanto Nadeak dan anggota keluarganya, Julius Andre Nadeak serta P Sijabat juga hadir dalam pertemuan tersebut. Keduanya disebut sebagai pihak yang mewakili keluarga atau tetua kampung. Kehadiran mereka melengkapi pihak keluarga dan unsur masyarakat yang berada di lokasi saat rombongan Kapolres Samosir datang.

Dengan demikian, pertemuan di Dusun Hitehoting mempertemukan rombongan Kapolres Samosir dengan Romanto Nadeak, anggota keluarganya, serta Julius Andre Nadeak dan P Sijabat. Informasi mengenai penyambutan ini mencatat pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tanpa menguraikan percakapan, tanggapan keluarga, maupun bentuk penyelesaian yang dibahas atau disepakati.

Rangkaian kedatangan tersebut berlangsung dalam konteks kunjungan Kapolres Samosir kepada keluarga warga Dairi. Romanto Nadeak bersama anggota keluarganya menjadi pihak yang menyambut rombongan di Dusun Hitehoting, sedangkan Julius Andre Nadeak dan P Sijabat hadir sebagai perwakilan keluarga atau tetua kampung. Keterangan mengenai kehadiran para pihak itu menjadi bagian dari informasi faktual tentang pertemuan di lokasi.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Samosir menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Romanto Nadeak dan keluarganya. Permintaan maaf itu disampaikan berkaitan dengan dugaan tindakan oknum personel yang dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses pemeriksaan.

Penyampaian permohonan maaf secara langsung menjadi bagian penting dari pertemuan pimpinan Polres Samosir dan keluarga warga Dairi tersebut. Kapolres Samosir hadir untuk menemui Romanto Nadeak beserta keluarganya sekaligus menyampaikan penjelasan mengenai sikap institusi terhadap dugaan tindakan yang menjadi perhatian keluarga.

Keterangan mengenai pertemuan dan permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Plt. Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, kepada Hariansib.com pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Pangururan. Menurut keterangan itu, permohonan maaf Kapolres Samosir ditujukan langsung kepada Romanto Nadeak dan keluarganya atas dugaan tindakan oknum personel yang dianggap tidak mengikuti SOP selama proses pemeriksaan.

Pertemuan tersebut menegaskan adanya penyampaian sikap secara langsung kepada pihak keluarga. Kapolres Samosir menyampaikan permohonan maaf sebagai bentuk perhatian terhadap dugaan ketidaksesuaian prosedur yang terjadi dalam proses pemeriksaan. Informasi itu menjadi keterangan penutup terkait pertemuan Kapolres Samosir dengan Romanto Nadeak dan keluarganya, sebagaimana disampaikan oleh Brigpol Gunawan Situmorang kepada Hariansib.com.