Polisi: Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

oleh -84 Dilihat
oleh
Polisi: Penyerang Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

Bogor | Polres Bogor menyatakan tersangka berinisial MIR (29), yang membacok ARK (16) hingga meninggal dunia di Kabupaten Bogor, bukan suporter tim sepak bola mana pun. Keterangan tersebut disampaikan Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi Arfan Zulkan Sipayung dalam konferensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Kamis (29/10/2026). Polisi menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, serangan itu tidak berawal dari persaingan antarsuporter Persib Bandung ataupun klub lain.

Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan dugaan yang mengaitkan kasus pembacokan tersebut dengan rivalitas pendukung klub sepak bola. Menurut keterangan kepolisian, pemeriksaan terhadap tersangka tidak menunjukkan bahwa MIR merupakan bagian dari kelompok suporter tertentu. Karena itu, polisi meminta perkara ini dipahami sebagai tindak pidana yang sedang ditangani, bukan sebagai bentrokan yang melibatkan pendukung klub.

Kasus tersebut menewaskan ARK, yang masih berusia 16 tahun. Polres Bogor menyebut MIR sebagai tersangka dalam peristiwa itu dan memaparkan hasil pemeriksaan kepada wartawan di hadapan publik. Pernyataan mengenai status tersangka sebagai bukan suporter menjadi salah satu poin penting dalam konferensi pers, terutama di tengah kemungkinan munculnya berbagai dugaan mengenai latar belakang penyerangan.

Kapolres menegaskan bahwa keterangan yang disampaikan merujuk pada hasil pemeriksaan kepolisian. Dengan demikian, hingga penjelasan tersebut diberikan, tidak terdapat dasar dari pemeriksaan itu untuk menyimpulkan bahwa tindakan tersangka dipicu konflik pendukung Persib Bandung dan suporter klub lain. Penegasan tersebut juga membedakan perkara ini dari kekerasan yang berhubungan dengan rivalitas sepak bola.

Polisi tetap menangani kasus pembacokan yang menyebabkan korban meninggal dunia sesuai proses hukum. Masyarakat diharapkan merujuk pada keterangan resmi aparat dan tidak mengaitkan peristiwa tersebut dengan kelompok suporter tanpa bukti. Klarifikasi Polres Bogor ini menempatkan fokus pada perkara pidana dan pemeriksaan terhadap tersangka, sekaligus menepis anggapan bahwa insiden itu merupakan akibat persaingan antarsuporter.

Pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, MIR sedang membeli makanan bersama istrinya di sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Aktivitas tersebut berlangsung setelah pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung digelar di Stadion Pakansari, Cibinong. Menurut keterangan polisi, saat berada di lokasi itu MIR melihat rombongan pengendara sepeda motor melintas. Rombongan tersebut disebut berkaitan dengan arus suporter yang bergerak setelah pertandingan.

Polisi menjelaskan bahwa pertemuan dengan rombongan itu kemudian berujung pada serangan. MIR diduga mengeluarkan celurit yang dibawanya dan menyerang secara spontan. Penjelasan aparat tersebut menggambarkan kejadian sebagai tindakan yang berlangsung mendadak, bukan serangan yang telah direncanakan terhadap korban tertentu. Meski demikian, penyidik tetap mendalami rangkaian peristiwa, termasuk bagaimana situasi sebelum serangan terjadi dan apa yang melatarbelakangi tindakan tersangka.

Korban dalam peristiwa tersebut diketahui berinisial ARK. Serangan menggunakan senjata tajam itu menyebabkan ARK mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia. Peristiwa di kawasan Sukaraja tersebut menjadi perhatian karena terjadi seusai pertandingan sepak bola, ketika sejumlah pengendara berada di jalan. Namun, kaitan waktu kejadian dengan laga tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh pihak yang melintas merupakan bagian dari kelompok yang terlibat dalam kekerasan.

Keterangan mengenai MIR yang sedang membeli makanan bersama istrinya juga menjadi bagian dari kronologi yang disampaikan polisi. Informasi itu membantu menjelaskan posisi tersangka sebelum rombongan motor terlihat dan serangan terjadi. Polisi menyatakan tindakan penyerangan dilakukan dengan celurit yang dibawa MIR, sementara akibat paling serius dari kejadian tersebut adalah meninggalnya ARK. Rincian lebih lanjut mengenai kondisi korban, langkah pertolongan, maupun proses penanganan setelah kejadian bergantung pada keterangan resmi dan hasil penyidikan.

Dengan demikian, kronologi awal yang dipaparkan aparat berpusat pada tiga hal: MIR berada di sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor bersama istrinya, ia melihat rombongan pengendara melintas seusai pertandingan, lalu diduga menyerang secara spontan. Penyidik bertugas memastikan urutan kejadian dan menguji keterangan yang diperoleh agar penanganan perkara didasarkan pada bukti. Hingga informasi tersebut disampaikan, polisi mengaitkan serangan itu dengan tindakan tersangka, sedangkan ARK menjadi korban yang kehilangan nyawa akibat peristiwa tersebut.

Arfan menjelaskan bahwa MIR merupakan warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Dalam keterangannya, MIR mengaku kerap mencari lawan untuk tawuran di sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor. Ia juga menyebut terbiasa membawa senjata tajam. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari keterangan yang dihimpun polisi dalam penyelidikan kasus pembacokan terhadap seorang Bobotoh itu. Meski memiliki kebiasaan mencari lawan, pada saat kejadian MIR disebut tidak sedang bersama kelompoknya. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa serta kondisi tersangka ketika bertemu dengan korban.

Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Silfi Adi Putri, mengatakan tersangka tidak memiliki sasaran tertentu sebelum kejadian. Berdasarkan keterangan MIR kepada penyidik, korban dipilih secara acak. Dengan demikian, polisi menyatakan serangan tersebut tidak diarahkan kepada korban karena identitas atau afiliasi tertentu yang telah diketahui tersangka. Keterangan mengenai pemilihan korban itu disampaikan berdasarkan pengakuan tersangka, sementara penyidik tetap mengusut lebih lanjut peristiwa dan motif yang melatarbelakanginya.

Silfi menyebut lokasi kejadian tergolong cukup ramai, tetapi penerangannya terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks yang diperhatikan dalam penyidikan, meskipun belum dengan sendirinya menjelaskan bagaimana serangan berlangsung. Polisi juga mengungkapkan bahwa MIR mengaku sering mengikuti tawuran. Namun, menurut keterangan yang disampaikan Silfi, tersangka tidak tergabung dalam kelompok suporter sepak bola tertentu. Hal ini sejalan dengan keterangan polisi bahwa MIR bukan suporter sepak bola, meski korbannya merupakan Bobotoh. Penyidik membedakan kebiasaan tersangka terlibat tawuran dari keanggotaan dalam kelompok suporter, dan belum menyebut adanya hubungan tindakan tersebut dengan rivalitas sepak bola. Rangkaian informasi itu menggambarkan bahwa dugaan serangan berawal dari kebiasaan mencari lawan tawuran, sementara korban disebut dipilih secara acak. Keterangan para pihak tetap perlu dipahami sebagai informasi dalam proses penyidikan, bukan pengganti pemeriksaan hukum atas perbuatan yang disangkakan. Polisi mengusut perkara tersebut berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh.Polres Bogor menangkap MIR, tersangka dalam kasus pembacokan terhadap ARK, kurang dari 24 jam setelah peristiwa tersebut terjadi. Penangkapan berlangsung di wilayah Kaum Pandak, Karadenan, Kabupaten Bogor. Keterangan mengenai waktu dan lokasi penangkapan itu menjadi informasi terbaru yang disampaikan kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.

Peristiwa pembacokan terhadap ARK terjadi pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 23.05 WIB. Setelah kejadian itu, polisi melakukan upaya pencarian hingga MIR berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Bogor. Rentang waktu kejadian dan penangkapan tercatat kurang dari satu hari, berdasarkan keterangan yang disampaikan mengenai kasus ini.

Selain menangkap MIR, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan terkait kemungkinan konsumsi alkohol maupun penggunaan narkoba. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa MIR negatif untuk alkohol dan narkoba. Dengan demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan yang tersedia, tidak ditemukan indikasi bahwa tersangka berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba ketika diperiksa.

Informasi penangkapan dan hasil pemeriksaan itu melengkapi keterangan kepolisian mengenai kasus yang menimpa ARK. MIR diamankan di Kaum Pandak, Karadenan, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pembacokan yang berlangsung pada Minggu malam. Sementara itu, pemeriksaan menunjukkan hasil negatif untuk alkohol maupun narkoba. Keterangan yang tersedia mengenai perkembangan ini terbatas pada waktu dan lokasi penangkapan serta hasil pemeriksaan tersebut.

Baca juga: Penangguhan Penahanan Bukan Jual Beli Kebebasan: Uang Jaminan Bukan Harga untuk Keluar Tahanan | Kronologi Tewasnya Mozza Axillia: Hilang Misterius, Jejak DM Instagram Bawa Polisi ke Pelaku