Mahasiswa Trisakti Bergerak ke Patung Kuda, Polisi Tutup Akses Medan Merdeka Selatan

oleh -565 Dilihat
oleh
Mahasiswa Trisakti Bergerak ke Patung Kuda, Polisi Tutup Akses Medan Merdeka Selatan

Jakarta | Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti berdatangan ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis sore, 29 Oktober 2026. Mereka tiba secara berkelompok dengan menggunakan angkutan kota dan berkonvoi mengendarai sepeda motor. Kedatangan tersebut membuat kawasan di sekitar titik itu menjadi tujuan pergerakan mahasiswa pada sore hari. Informasi yang tersedia menyebut jumlah massa mencapai ratusan orang, tanpa merinci angka pasti. Karena itu, jumlah kehadiran dapat digambarkan sebagai ratusan mahasiswa, bukan angka yang lebih spesifik. Pemandangan rombongan yang menuju lokasi berlangsung dalam dua pola kedatangan, yakni melalui angkot dan konvoi motor.

Mahasiswa yang menggunakan angkutan kota datang bergerombol, sementara sebagian lainnya bergerak dengan sepeda motor dalam konvoi. Keterangan mengenai cara kedatangan ini menunjukkan bahwa massa tidak tiba dalam satu rombongan dengan moda yang sama. Mereka datang dari arah yang berbeda atau dalam kelompok perjalanan masing-masing, tanpa rincian lebih lanjut mengenai titik keberangkatan. Kedua moda tersebut membawa mahasiswa menuju kawasan Patung Kuda pada waktu yang berdekatan. Belum ada keterangan yang memastikan berapa banyak peserta yang menggunakan angkot maupun sepeda motor, sehingga proporsi masing-masing kelompok tidak dapat dipastikan.

Patung Kuda berada di kawasan pusat Jakarta dan menjadi lokasi yang dituju para mahasiswa pada Kamis sore tersebut. Kehadiran ratusan orang dengan angkot dan iring-iringan sepeda motor menandai berkumpulnya massa Trisakti di sekitar kawasan itu. Peristiwa ini berlangsung ketika polisi menutup akses Medan Merdeka Selatan, sebagaimana tercantum dalam informasi mengenai kejadian tersebut. Namun, keterangan yang tersedia tidak menjelaskan secara terperinci hubungan waktu penutupan akses dan kedatangan setiap rombongan, maupun jalur yang dilalui peserta. Hal yang dapat dipastikan dari laporan adalah mahasiswa Universitas Trisakti tiba di Patung Kuda secara bergerombol, sebagian menggunakan angkutan kota dan sebagian lain berkonvoi dengan sepeda motor. Tidak terdapat rincian tambahan mengenai jumlah kendaraan, susunan rombongan, ataupun durasi perjalanan mereka menuju lokasi. Dengan demikian, uraian kedatangan ini berfokus pada waktu, tempat, dan moda transportasi yang disebutkan, tanpa menambahkan perkiraan jumlah atau informasi perjalanan yang belum terkonfirmasi.

Di atribut yang terlihat dibawa peserta aksi, terdapat sebuah bendera berwarna hitam. Pada bendera tersebut tertulis kalimat, “Bismillah, dengan nama Tuhan, ini adalah kegelapan.” Atribut itu juga menampilkan siluet Prabowo-Gibran. Informasi yang tersedia menyebutkan bentuk dan tulisan pada bendera, tanpa menjelaskan makna tambahan yang dimaksud oleh pembuatnya ataupun peserta yang membawanya. Karena itu, uraian mengenai atribut ini terbatas pada tampilan yang dilaporkan.

Bendera tersebut menjadi salah satu atribut yang terlihat saat mahasiswa Trisakti bergerak menuju lokasi aksi. Rombongan massa mengarah ke kawasan sekitar Patung Kuda, yang menjadi titik berkumpul atau lokasi penyampaian aksi. Pergerakan peserta menuju kawasan itu berlangsung di tengah pengamanan dan pengaturan akses oleh kepolisian. Polisi menutup akses Medan Merdeka Selatan, sebagaimana disebut dalam laporan mengenai situasi di sekitar lokasi.

Patung Kuda berada tidak jauh dari Istana Negara, sehingga kawasan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pergerakan massa menuju area aksi. Dengan tujuan ke sekitar Patung Kuda, peserta bergerak di lingkungan pusat pemerintahan yang akses jalannya diatur oleh aparat. Kehadiran atribut bendera hitam dan siluet Prabowo-Gibran tercatat bersamaan dengan pergerakan tersebut, tetapi tidak tersedia keterangan lebih lanjut mengenai pesan yang hendak disampaikan melalui gambar atau kalimat pada bendera. Situasi yang dapat dipastikan adalah massa menuju area aksi di sekitar Patung Kuda, sementara kepolisian menutup akses Medan Merdeka Selatan. Rincian ini menggambarkan atribut yang dibawa peserta serta arah pergerakan mereka tanpa menambahkan tafsir atas simbol maupun tulisan yang terlihat.

Saat massa mahasiswa Trisakti tiba di sekitar Patung Kuda, aparat kepolisian telah bersiaga di lokasi. Akses menuju Jalan Medan Merdeka Selatan, ke arah Monumen Nasional, ditutup dengan blokade. Pengamanan tersebut terlihat pada jalur yang mengarah ke kawasan itu, sehingga akses menuju Medan Merdeka Selatan tidak terbuka bagi massa yang datang. Situasi ini menjadi bagian dari pengamanan di sekitar titik kedatangan massa. Aparat tampak berada di sekitar akses yang diblokade, sementara kendaraan Brimob telah disiapkan di lokasi. Di dekat jalur tersebut juga terlihat plang pembatas jalan berwarna hitam.

Kendaraan Brimob dan plang pembatas jalan menjadi perlengkapan yang disiapkan di sekitar lokasi. Keduanya terlihat dekat dengan akses yang menuju Jalan Medan Merdeka Selatan, ke arah Monumen Nasional. Sementara itu, blokade kepolisian membatasi jalur tersebut ketika massa berada di sekitar Patung Kuda. Informasi yang tampak di lokasi mencakup kesiagaan aparat, penutupan akses, kendaraan Brimob, serta plang hitam pembatas jalan. Tidak ada rincian lain mengenai jumlah personel yang dapat disampaikan berdasarkan informasi tersebut. Pengamatan ini berfokus pada kondisi pengamanan dan perlengkapan yang tersedia di sekitar jalur, tanpa menambahkan keterangan mengenai hal di luar situasi yang terlihat.

Dengan akses menuju Medan Merdeka Selatan yang diblokade, jalur ke arah Monumen Nasional tampak tertutup saat massa tiba. Kendaraan Brimob tetap menjadi bagian dari kesiapan di kawasan itu, bersama plang pembatas jalan berwarna hitam yang berada di sekitar lokasi. Kehadiran unsur-unsur tersebut menggambarkan pengamanan yang telah disiapkan di dekat akses, sedangkan aparat kepolisian bersiaga saat kedatangan massa. Keterangan mengenai lokasi dan bentuk pengamanan ini menjelaskan kondisi yang tampak pada saat itu: massa berada di sekitar Patung Kuda, polisi menjaga area, dan akses menuju Medan Merdeka Selatan diblokade. Uraian ini tidak menyimpulkan alasan penutupan maupun perubahan situasi setelahnya.

Dalam aksi menuju kawasan Patung Kuda, mahasiswa menyampaikan serangkaian tuntutan yang berfokus pada pemulihan nasional. Isu yang diangkat mencakup bidang ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan. Kelima bidang tersebut disebut sebagai bagian dari agenda pemulihan yang dinilai perlu mendapat perhatian. Penyebutan isu-isu itu menunjukkan bahwa seruan massa tidak terbatas pada satu sektor, melainkan mencakup sejumlah aspek kehidupan publik. Bahan yang tersedia tidak menguraikan rancangan kebijakan, jadwal, ataupun langkah teknis yang diminta untuk setiap bidang. Karena itu, tuntutan tersebut dapat dipahami sebagai dorongan umum agar pemulihan dilakukan secara luas, tanpa menambahkan rincian yang tidak disebutkan dalam informasi aksi.

Selain pemulihan berbagai sektor, massa menuntut pemberantasan inkompetensi pejabat negara. Seruan ini menempatkan kapasitas pejabat dalam menjalankan tugas sebagai perhatian aksi, tetapi bahan tidak menyertakan nama pejabat atau contoh kebijakan tertentu. Tuntutan lain yang disampaikan ialah penghapusan rangkap jabatan pejabat publik. Isu rangkap jabatan tersebut juga disebut tanpa penjelasan mengenai jabatan atau lembaga yang menjadi sasaran. Dengan demikian, tuntutan mengenai pejabat dapat dicatat pada tingkat prinsip: massa menyoroti kompetensi aparatur negara dan meminta agar praktik memegang lebih dari satu jabatan publik dihapus. Rincian lebih jauh mengenai mekanisme pelaksanaan tidak tercantum dalam bahan yang tersedia.

Massa turut menyuarakan Tritura yang dikaitkan dengan pemulihan nasional, pejabat, dan supremasi sipil. Informasi tersebut menggambarkan tema seruan, bukan rumusan lengkap setiap poin Tritura. Secara khusus, bahan tidak merinci tuntutan tersendiri mengenai supremasi sipil. Oleh sebab itu, tema itu perlu disampaikan secara terbatas dan tidak ditafsirkan sebagai dasar untuk menyusun tuntutan tambahan. Secara keseluruhan, tuntutan aksi memadukan agenda pemulihan di lima bidang dengan sorotan terhadap kompetensi pejabat serta rangkap jabatan.

Baca juga: Krida Nusantara: Mahasiswa PPG UHAMKA Kenalkan Budaya melalui Bermain dan Berkarya | Atlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak Kategori Poomsae Tingkat Dunia di Korea Selatan | Penanganan Karhutla Sektor Selatan Kalbar Diperkuat, TNI Alihkan Perkuatan Pasukan