VKTR Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba hingga Kuartal III 2026

oleh -971 Dilihat
oleh
VKTR Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba hingga Kuartal III 2026

Jakarta | PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp1,06 triliun hingga kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat 49 persen dibandingkan pendapatan Rp717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kegiatan usaha perseroan berkembang seiring bertambahnya aktivitas di sejumlah lini bisnis. Pertumbuhan pendapatan menjadi salah satu penanda penting kinerja VKTR selama sembilan bulan pertama tahun ini, sekaligus mencerminkan kontribusi produk dan layanan yang berkaitan dengan mobilitas serta industri otomotif.

Penjualan kendaraan listrik komersial menjadi salah satu penopang pertumbuhan tersebut. Permintaan terhadap kendaraan untuk kebutuhan operasional dan angkutan komersial memberi ruang bagi VKTR untuk memperluas penjualan di segmen yang tengah mengalami perubahan menuju teknologi elektrifikasi. Selain itu, bisnis manufaktur suku cadang otomotif turut menyumbang pendapatan. Peran lini manufaktur tersebut melengkapi aktivitas perseroan di bidang kendaraan listrik, sehingga sumber pertumbuhan tidak hanya bergantung pada satu jenis produk. Kombinasi kedua lini usaha ini mendukung peningkatan pendapatan secara tahunan hingga akhir kuartal III.

Di sisi profitabilitas, VKTR mencatat laba bersih sebesar Rp12,1 miliar, naik 47 persen dibandingkan Rp8,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba berlangsung bersamaan dengan bertambahnya aktivitas bisnis dan kenaikan pendapatan. Pengendalian biaya yang lebih baik turut mendukung hasil tersebut, dengan membantu perseroan menjaga kinerja laba di tengah skala kegiatan usaha yang meningkat. Perkembangan pendapatan dan laba ini memberikan gambaran bahwa pertumbuhan penjualan dapat berjalan seiring dengan upaya pengelolaan beban. Meski demikian, capaian hingga kuartal III merupakan hasil untuk periode sembilan bulan dan tidak dengan sendirinya memastikan kinerja pada kuartal berikutnya. Secara keseluruhan, kenaikan pendapatan serta laba bersih memperlihatkan kemajuan kinerja VKTR, didukung penjualan kendaraan listrik komersial, manufaktur suku cadang, dan perhatian terhadap efisiensi biaya.

Penjualan kendaraan listrik dan manufaktur suku cadang otomotif menjadi dua lini usaha yang memberikan dukungan berarti terhadap kinerja VKTR hingga kuartal III 2026. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan kendaraan listrik mencapai Rp186 miliar. Nilai tersebut meningkat 91 persen dibandingkan Rp98 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan kontribusi bisnis kendaraan listrik yang semakin besar terhadap pendapatan perusahaan, seiring bertambahnya skala penjualan produk pada segmen tersebut.

Porsi penjualan kendaraan listrik terhadap total pendapatan juga naik menjadi 17 persen, dari 14 persen pada periode pembanding. Perubahan ini menandakan bahwa lini kendaraan listrik mulai mengambil peran yang lebih kuat dalam komposisi usaha VKTR. Selain pertumbuhan nilai penjualan, peningkatan porsi tersebut mencerminkan diversifikasi sumber pendapatan perusahaan. Meski demikian, data ini perlu dibaca bersama perkembangan lini usaha lain dan kondisi pasar, karena perubahan kontribusi dapat dipengaruhi oleh kinerja masing-masing segmen selama periode pelaporan.

Di sisi lain, bisnis manufaktur suku cadang otomotif membukukan pendapatan Rp880 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Capaian itu tumbuh 41 persen dari Rp623 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus memperlihatkan skala kontribusi yang lebih besar dibandingkan penjualan kendaraan listrik. Perkembangan ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gaikindo per September 2026, segmen kendaraan komersial tumbuh 42 persen secara tahunan. Kenaikan aktivitas pada segmen tersebut dapat mendukung permintaan terhadap komponen yang digunakan dalam produksi maupun pengoperasian kendaraan komersial.

Dengan demikian, pertumbuhan kedua lini usaha menghadirkan sumber penggerak yang berbeda bagi pendapatan VKTR. Kendaraan listrik memperlihatkan laju pertumbuhan yang tinggi serta peningkatan porsi dalam pendapatan, sedangkan manufaktur suku cadang menyumbang nilai penjualan lebih besar dan memperoleh dukungan dari ekspansi segmen kendaraan komersial. Kombinasi tersebut memperluas basis pendapatan perusahaan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada kemampuan VKTR menjaga pertumbuhan penjualan, memenuhi kebutuhan pelanggan, serta merespons dinamika industri otomotif dan transisi menuju kendaraan listrik.

Penjualan VKTR selama sembilan bulan pertama 2026 meningkat 235 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas penjualan pada sejumlah lini kendaraan dan komponen, dengan kontribusi yang berasal dari bus listrik, sasis, transporter listrik, serta forklift listrik. Komposisi ini menunjukkan bahwa penjualan perseroan tidak hanya bertumpu pada satu jenis produk, meskipun bus listrik menjadi penyumbang terbesar dalam periode pelaporan.

Bus listrik menyumbang 52,5 persen dari total penjualan, sementara sasis memberikan kontribusi sebesar 37,7 persen. Selanjutnya, transporter listrik menyumbang 8,2 persen dan forklift listrik berkontribusi 1,6 persen. Besarnya porsi bus listrik sejalan dengan perkembangan kebutuhan kendaraan untuk transportasi publik. Adapun sasis tetap menjadi bagian penting dari penjualan, diikuti produk transporter dan forklift listrik yang melengkapi portofolio perseroan. Rincian kontribusi tersebut menggambarkan susunan penjualan hingga akhir kuartal III, tanpa mengesampingkan peran masing-masing lini produk dalam mendukung pertumbuhan.

Pada kuartal III 2026, VKTR menuntaskan pengiriman 27 unit bus listrik berukuran 12 meter kepada operator Trans Semarang. Pengiriman ini menjadikan perseroan penyedia bus listrik pertama bagi layanan transportasi publik tersebut. Penyelesaian pesanan itu menandai realisasi proyek kendaraan listrik yang digunakan dalam operasional transportasi publik, sekaligus memperlihatkan keterlibatan VKTR dalam pemenuhan kebutuhan armada di tingkat daerah. Dengan rampungnya pengiriman, seluruh 27 unit yang dimaksud telah diserahkan kepada operator sesuai proyek yang dilaporkan.

Untuk kuartal IV 2026, agenda pengiriman mencakup rolling chassis light-duty truck bagi pelanggan di sektor agribisnis. Perseroan juga menargetkan penyelesaian pesanan bus listrik untuk proyek transportasi publik pada akhir 2026. Kedua agenda tersebut menjadi bagian dari aktivitas proyek yang masih berjalan setelah pengiriman pada kuartal III. Pelaksanaannya akan melanjutkan penyaluran produk VKTR kepada pelanggan dengan kebutuhan yang berbeda, mulai dari kendaraan untuk mendukung kegiatan agribisnis hingga armada transportasi publik. Secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan sembilan bulan dan rangkaian pengiriman yang dijadwalkan menunjukkan kesinambungan aktivitas komersial perseroan menuju penghujung tahun.

Hingga akhir September 2026, posisi keuangan VKTR menunjukkan pertumbuhan sejalan dengan peningkatan aktivitas usaha dan pengerjaan proyek. Total aset tercatat sebesar Rp2.026 miliar, naik 13% secara year to date dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan piutang usaha, persediaan, serta uang muka. Perubahan pada pos-pos ini berkaitan dengan kebutuhan operasional yang meningkat dan proses produksi sejumlah proyek yang sedang berlangsung. Dengan demikian, perkembangan aset mencerminkan kebutuhan pendanaan yang lebih besar untuk menopang aktivitas bisnis dan tahapan pelaksanaan proyek. Pergerakan tersebut juga perlu dibaca bersama dengan perubahan kewajiban dan modal perusahaan pada periode pelaporan ini.

Liabilitas VKTR meningkat 39% secara year to date menjadi Rp768 miliar. Kenaikan ini mendukung kebutuhan operasional dan modal kerja, termasuk pembiayaan aktivitas usaha serta proses produksi proyek. Sementara itu, ekuitas naik 1% menjadi Rp1.258 miliar. Perbedaan laju pertumbuhan liabilitas dan ekuitas menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan dukungan kewajiban yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pada periode tersebut. Namun, angka-angka ini perlu dipahami dalam konteks pertumbuhan aset dan aktivitas bisnis, bukan secara terpisah. Piutang, persediaan, dan uang muka yang bertambah menunjukkan adanya kebutuhan sumber daya untuk menjalankan kegiatan perusahaan, sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan modal kerja agar operasional dan pelaksanaan proyek berjalan terjaga.

Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan bahwa perkembangan kendaraan listrik komersial di Indonesia membuka peluang bagi perusahaan.