Petugas Kehutanan Tewas Tertimpa Pohon saat Padamkan Karhutla di Toraja Utara

oleh -495 Dilihat
oleh
Petugas Kehutanan Tewas Tertimpa Pohon saat Padamkan Karhutla di Toraja Utara

Kabupaten Toraja Utara | Padayya, seorang polisi hutan berusia 45 tahun, meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 20.50 WITA, di Lembang Nanna. Peristiwa itu berlangsung ketika korban berada di lokasi untuk membantu penanganan kebakaran yang mengancam kawasan hutan.

Dalam kegiatan pemadaman, pohon di sekitar area kebakaran tumbang dan mengenai Padayya. Benturan tersebut menyebabkan korban mengalami cedera serius. Rekan-rekan yang berada di lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan dan membawanya untuk memperoleh penanganan medis. Namun, meski sempat dilarikan agar mendapatkan bantuan, nyawa Padayya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah insiden tersebut.

Kejadian ini menjadi peristiwa fatal dalam upaya pemadaman karhutla di wilayah Nanggala. Petugas yang menangani kebakaran di kawasan berhutan menghadapi kondisi lapangan yang berisiko, termasuk kemungkinan pohon tumbang, terutama ketika api menyebar di vegetasi. Situasi seperti itu dapat berubah dengan cepat dan membahayakan keselamatan personel yang bekerja dekat titik kebakaran. Insiden yang menimpa Padayya menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi petugas saat berupaya mengendalikan api di area hutan lindung.

Padayya bertugas di tengah penanganan kebakaran, tetapi upaya pertolongan medis tidak berhasil menyelamatkannya. Informasi awal mengenai peristiwa ini mencatat lokasi, waktu, serta penyebab langsung korban mengalami cedera, yaitu tertimpa pohon yang tumbang. Rincian lebih lanjut mengenai kondisi kebakaran maupun proses penanganan setelah kejadian tidak disebutkan dalam keterangan tersebut. Kematian seorang polisi hutan saat bertugas menjadi kehilangan bagi jajaran petugas yang terlibat dalam pemadaman, sekaligus menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap bahaya di sekitar lokasi kebakaran. Di Lembang Nanna, tugas memadamkan api berakhir tragis bagi Padayya, yang gugur dalam upaya membantu menangani kebakaran di kawasan hutan lindung Toraja Utara.

Padayya sedang menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan bersama tim gabungan ketika insiden terjadi di jalur poros Karre, Toraja Utara. Ia dan anggota tim berupaya mengatasi kobaran api di lokasi tersebut. Dalam rangkaian tugas itu, Padayya turut berusaha memadamkan api sebelum kemudian beristirahat sejenak karena merasa kelelahan.

Saat Padayya beristirahat, sebuah pohon tiba-tiba tumbang dan menimpanya. Peristiwa tersebut terjadi ketika ia masih berada dalam kegiatan pemadaman bersama tim, bukan setelah tugasnya selesai. Dengan demikian, insiden yang menewaskan petugas kehutanan itu berlangsung dalam konteks upaya tim gabungan menangani kebakaran di jalur poros Karre.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan, Andi Kasman, menyampaikan bahwa sebelum insiden, Padayya sempat mengirimkan video ketika sedang menjalankan tugas pemadaman. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa korban masih bertugas dalam penanganan kebakaran sebelum pohon tumbang menimpanya. Informasi mengenai video itu juga menjadi bagian dari penjelasan Andi Kasman tentang kegiatan Padayya pada saat kejadian.

Urutan peristiwa yang disampaikan adalah Padayya bertugas bersama tim gabungan untuk memadamkan api, berupaya mengatasi kobaran, lalu beristirahat sejenak karena kelelahan. Pada saat itulah pohon tiba-tiba tumbang dan menimpanya. Keterangan yang tersedia tidak menyebutkan rincian lain mengenai penyebab pohon tumbang, kondisi pohon, atau keadaan di sekitar lokasi. Karena itu, kronologi dapat dijelaskan sebatas kejadian tersebut: Padayya tertimpa pohon saat masih menjalankan tugas pemadaman kebakaran di jalur poros Karre.

Setelah Padayya tertimpa pohon saat bertugas dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Toraja Utara, rekan-rekannya segera melakukan evakuasi. Ia dibawa terlebih dahulu ke Puskesmas Nanggala untuk mendapatkan pertolongan medis. Langkah tersebut menjadi penanganan awal setelah insiden, sebelum tim memutuskan membawa Padayya ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai karena kondisi yang dialaminya dinilai memerlukan penanganan lanjutan.

Padayya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao. Meski telah dibawa untuk memperoleh perawatan, nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dunia. Rangkaian evakuasi itu berlangsung di tengah kegiatan penanganan karhutla, yang menempatkan petugas pada medan kerja dengan risiko keselamatan. Kepergian Padayya menambah duka bagi rekan-rekan yang bertugas bersama, serta jajaran kehutanan di wilayah tersebut.

Padayya merupakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang bertugas di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II Toraja Utara. Dalam tugasnya, ia menjadi bagian dari petugas yang terlibat langsung dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan. Informasi mengenai status dan tempat tugasnya memperlihatkan bahwa ia menjalankan pekerjaan sebagai bagian dari pelayanan kehutanan di daerah, termasuk ketika menghadapi situasi darurat di lapangan.

Andi Kasman menyampaikan duka dari jajaran kehutanan atas meninggalnya Padayya. Ia menyebut almarhum sebagai salah satu petugas di garis depan penanganan karhutla di Toraja Utara. Pernyataan tersebut menggambarkan kehilangan yang dirasakan oleh lingkungan kerja Padayya, sekaligus penghargaan terhadap keterlibatannya dalam tugas lapangan. Bagi rekan-rekannya, insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang melekat pada upaya pemadaman, terutama ketika petugas bekerja di sekitar pohon dan kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Evakuasi dan perawatan telah dilakukan setelah kejadian, tetapi upaya tersebut tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Jajaran kehutanan kini berduka atas kehilangan seorang anggota yang ikut menjalankan tanggung jawab penanganan karhutla di Toraja Utara.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, masih berlangsung setelah insiden yang menewaskan seorang petugas kehutanan. Api dilaporkan mulai membakar kawasan tersebut pada 19 Oktober 2026 dan belum sepenuhnya padam hingga Kamis, 29 Oktober 2026. Kondisi ini membuat penanganan berlangsung selama beberapa hari, sementara petugas menghadapi risiko di lapangan, termasuk pohon yang dapat tumbang ketika area terbakar atau saat proses pemadaman dilakukan. Peristiwa tersebut menunjukkan beratnya tugas tim yang dikerahkan untuk membatasi penyebaran api dan melindungi kawasan hutan.

Penanganan melibatkan personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan, serta unsur TNI dan Polri. Keterlibatan lintas instansi diperlukan untuk mendukung upaya pengendalian di lokasi kebakaran. Personel bekerja dalam konteks kebakaran yang mencakup kawasan hutan dan lahan di dua kabupaten, sehingga koordinasi dan pemantauan menjadi bagian penting dari respons. Meski demikian, luas area terdampak dan kondisi kebakaran dapat berubah seiring perkembangan pemadaman; data yang tersedia menggambarkan situasi pada tanggal pencatatan, bukan jumlah akhir kerusakan.

Data KPH Saddang II per 26 Oktober 2026 mencatat kebakaran telah melanda 400,13 hektare hutan dan lahan di Kabupaten Tana Toraja, serta 296 hektare di Kabupaten Toraja Utara. Angka tersebut menunjukkan skala kebakaran di wilayah kerja yang terkait dengan penanganan tim gabungan. Secara lebih luas, data BPBD Sulawesi Selatan dan Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan mencatat sekitar 1.613,67 hektare hutan dan lahan terbakar di provinsi itu. Cakupan data provinsi memberi gambaran bahwa kejadian di Nanggala berlangsung di tengah kebakaran yang juga tercatat di daerah lain. Sementara itu, upaya pemadaman di Toraja Utara masih perlu diteruskan hingga api dapat dikendalikan sepenuhnya, dengan keselamatan petugas tetap menjadi perhatian dalam setiap kegiatan di lapangan.

Baca juga: Siang Hingga Dini Hari, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Terus Bergerak, Terjang Padamkan Api di Lahan Gambut | Gerak Cepat Babinsa Bersama Tim Karhutla Padamkan Api | Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari