Sepuluh Kodim Masuk Struktur Kodam XXVI/Mataram, Markas Disiapkan di Sleman

oleh -143 Dilihat
oleh
Sepuluh Kodim Masuk Struktur Kodam XXVI/Mataram, Markas Disiapkan di Sleman

Mataram | Sepuluh Komando Distrik Militer (Kodim) yang sebelumnya berada di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro akan dialihkan ke dalam struktur Kodam XXVI/Mataram. Perubahan ini menandai penataan ulang komando teritorial di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Sebelumnya, wilayah kerja Kodam Diponegoro mencakup Jawa Tengah dan DIY. Dengan terbentuknya Kodam Mataram, sebagian wilayah tersebut kini akan berada dalam susunan komando baru yang berpusat di Sleman.

Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga menyampaikan bahwa proses alih komando dan pengendalian sebagian Kodim telah dilaksanakan di Markas Besar TNI Angkatan Darat. Tahapan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian organisasi, agar satuan kewilayahan yang masuk ke dalam Kodam Mataram dapat menjalankan tugas sesuai garis komando baru. Rencana pengalihan sepuluh Kodim disampaikan Drajad kepada wartawan pada Selasa, 27 Oktober, setelah ia bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, Drajad menjelaskan cakupan perubahan struktur yang menyertai pembentukan Kodam XXVI/Mataram. Pengalihan satuan tidak hanya berkaitan dengan nama atau administrasi, tetapi juga menentukan hubungan komando dan pengendalian Kodam dengan Kodim di wilayahnya. Namun, pelaksanaan penyesuaian tetap berlangsung melalui tahapan resmi di lingkungan TNI AD. Pernyataan Pangdam menunjukkan bahwa sebagian proses sudah berjalan, sementara rencana untuk sepuluh Kodim menjadi bagian dari susunan yang sedang disiapkan.

Perubahan ini menempatkan DIY dalam struktur pertahanan teritorial yang berbeda dari sebelumnya, bersama sejumlah wilayah sekitar yang tercakup dalam Kodam Mataram. Markas komando baru direncanakan berada di Sleman, sehingga penataan organisasi tersebut sekaligus memperjelas pusat kendali bagi satuan-satuan di bawahnya. Peralihan dari Kodam Diponegoro ke Kodam Mataram menjadi langkah penting dalam pembentukan wilayah komando baru, dengan rincian satuan yang mengikuti proses administrasi dan pengendalian TNI AD.

Keterangan Kapenrem 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito menyebut sepuluh Komando Distrik Militer (Kodim) akan masuk dalam struktur Kodam XXVI/Mataram. Pembagian satuan tersebut mencakup lima Kodim yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan lima Kodim yang berada di Jawa Tengah. Rincian ini menunjukkan bahwa penataan tidak hanya melibatkan satuan di DIY, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah di provinsi tetangga. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penyusunan komando kewilayahan TNI Angkatan Darat yang baru.

Untuk lima Kodim dari DIY, keterangan yang tersedia menyebut jumlahnya tanpa merinci nama masing-masing satuan. Karena itu, nama satuan di wilayah tersebut tidak dapat dipastikan dari informasi yang disampaikan Suwito. Sementara itu, lima Kodim di Jawa Tengah disebut secara spesifik, yakni Kodim 0706/Temanggung, Kodim 0707/Wonosobo, Kodim 0708/Purworejo, Kodim 0723/Klaten, dan Kodim 0728/Wonogiri. Kelima satuan tersebut berada di daerah yang berbeda dan menjadi bagian dari daftar Kodim yang akan bergabung dalam struktur komando baru.

Suwito menyatakan bahwa kelima Kodim di Jawa Tengah itu masuk ke Kodam Mataram. Pernyataan tersebut menegaskan cakupan pengalihan komando bagi satuan-satuan yang sebelumnya berada dalam susunan kewilayahan berbeda. Adapun lima Kodim dari DIY melengkapi jumlah sepuluh satuan yang disebut akan masuk ke struktur Kodam XXVI/Mataram, meski nama satuannya tidak dirinci dalam keterangan tersebut. Dengan demikian, perubahan ini akan mengubah susunan komando kewilayahan TNI AD di DIY serta sejumlah daerah Jawa Tengah. Penataan itu mencakup hubungan komando atas satuan teritorial di dua wilayah sekaligus, sehingga batas tanggung jawab kewilayahan dalam struktur baru akan berbeda dari susunan sebelumnya. Rincian lebih lanjut mengenai satuan DIY tidak disebutkan dalam informasi yang menjadi dasar pembagian ini.

Rencana pembangunan markas Kodam XXVI/Mataram diarahkan ke wilayah Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang disiapkan merupakan tanah Kasultanan atau Sultan Ground dengan luas sekitar sembilan hektare. Pemilihan lahan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembentukan struktur komando baru, yang mencakup sepuluh Komando Distrik Militer (Kodim). Meski lokasi telah direncanakan, hal itu belum berarti pembangunan fisik dapat segera dimulai.

Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dituntaskan sebelum pekerjaan konstruksi bisa berjalan. Prosesnya mencakup kelengkapan administrasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat, perangkat daerah, dan pihak kelurahan. Dengan demikian, rencana penggunaan lahan perlu diproses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, bukan hanya berdasarkan penetapan lokasi. Tahapan tersebut juga diperlukan agar para pihak terkait memahami rencana pemanfaatan tanah dan dapat menindaklanjutinya melalui mekanisme resmi.

Drajad menyampaikan bahwa ia terlebih dahulu melaporkan rencana pembangunan markas itu kepada Sultan. Setelah penyampaian tersebut, pihaknya akan berdiskusi dengan pemerintah daerah dan kelurahan. Pembicaraan lanjutan itu dilakukan untuk mengoordinasikan rencana serta memenuhi prosedur yang diperlukan. Langkah bertahap ini menempatkan komunikasi dengan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dari persiapan, sebelum keputusan administratif dan pelaksanaan pembangunan dibahas lebih lanjut.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa penggunaan tanah Kasultanan untuk rencana tersebut tidak menjadi masalah. Namun, persetujuan itu tetap disertai penegasan bahwa proses administrasi dan aturan yang berlaku harus dipenuhi. Karena itu, ketersediaan lahan di Sidoluhur belum dapat dipahami sebagai izin otomatis untuk memulai pembangunan. Pihak yang terlibat masih perlu menyelesaikan persyaratan dan koordinasi sesuai kewenangan masing-masing. Setelah seluruh tahapan tersebut jelas, rencana markas di Godean dapat ditindaklanjuti berdasarkan prosedur yang berlaku. Kejelasan mengenai administrasi, penggunaan tanah, dan komunikasi dengan pemerintah setempat menjadi prasyarat sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Sambil pembangunan markas dan penataan organisasi berlangsung, operasional awal Kodam XXVI/Mataram akan ditempatkan di markas Korem 072/Pamungkas, Kota Yogyakarta. Penggunaan markas tersebut menjadi langkah awal agar kegiatan komando dapat berjalan selama berbagai persiapan kelembagaan dilakukan. Pada saat yang sama, lokasi markas permanen masih disiapkan di Sleman. Dengan demikian, operasional awal dan pembangunan markas merupakan dua proses yang berjalan beriringan, tetapi memiliki tahapan masing-masing.

Penataan organisasi mencakup pembentukan struktur Kodam serta pemenuhan badan pelaksana yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas. Persiapan juga meliputi perekrutan dan pemetaan personel, sehingga pengisian jabatan dan kebutuhan satuan dapat dilakukan secara terencana. Tahapan itu diperlukan untuk membangun organisasi yang dapat berfungsi, sekaligus menyesuaikan komposisi personel dengan struktur yang telah disusun. Proses tersebut masih berlangsung karena Kodam XXVI/Mataram merupakan satuan komando daerah militer yang baru dibentuk.

Drajad menyampaikan bahwa kebutuhan personel Kodam XXVI/Mataram belum terpenuhi. Pengisian personel masih dilakukan secara bertahap, sejalan dengan proses pembentukan organisasi dan penyiapan unsur-unsur pendukungnya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari persiapan awal, bukan tanda bahwa seluruh susunan dan kebutuhan satuan telah rampung. Karena itu, perekrutan dan pemetaan tetap menjadi unsur penting dalam menata kesiapan organisasi, sementara markas Korem 072/Pamungkas digunakan untuk mendukung operasional awal.

Terkait pembangunan markas, Drajad menyebut pelaksanaannya akan dilakukan sesegera mungkin setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Pernyataan tersebut menempatkan pemenuhan persyaratan sebagai prasyarat sebelum pekerjaan pembangunan dimulai. Informasi yang tersedia belum merinci persyaratan tersebut, tahapan teknis pembangunan, maupun waktu penyelesaiannya. Oleh sebab itu, belum ada kepastian mengenai jadwal pembangunan markas di Sleman ataupun kapan operasional penuh Kodam XXVI/Mataram akan dimulai.