Sopiah Solihat Meniti Jalan dari Futsal ke Persija Women demi Timnas

oleh -133 Dilihat
oleh
Sopiah Solihat Meniti Jalan dari Futsal ke Persija Women demi Timnas

Jakarta | Bergabung dengan Persija Women Jakarta untuk musim 2026/2027, Sopiah Solihat memasuki babak baru dalam perjalanan sepak bolanya. Setelah meniti jalan dari futsal menuju sepak bola, kesempatan ini memberinya ruang untuk terus belajar di lingkungan klub yang menjadi salah satu tujuan penting dalam kariernya. Ia memandang musim mendatang sebagai kesempatan menunjukkan perkembangan secara konsisten, baik dalam pemahaman permainan maupun kontribusi di lapangan. Bagi pemain muda seperti dirinya, proses adaptasi dan kerja keras menjadi bagian penting untuk memenuhi tanggung jawab bersama tim. Persija bukan sekadar seragam baru, melainkan kesempatan membuktikan kesiapan menghadapi tantangan kompetisi dan meningkatkan kemampuan dari waktu ke waktu.

Target Sopiah di klub adalah terus berkembang sekaligus memberi manfaat nyata bagi Persija Women. Kontribusi tersebut dapat tercermin melalui kesungguhan dalam latihan, kemampuan menjalankan peran yang diberikan, serta upaya membantu tim ketika mendapat kesempatan bermain. Ia perlu menjaga konsistensi dan memanfaatkan setiap proses bersama rekan-rekan setim maupun staf pelatih untuk memperkuat kualitas permainannya. Perjalanan pada musim 2026/2027 juga menjadi ruang baginya untuk mengenal tuntutan sepak bola di level klub secara lebih mendalam. Dengan bekerja tekun dan terus memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan, Sopiah berharap dapat menjadi pemain yang semakin siap dan dapat diandalkan. Langkah-langkah itu penting sebagai fondasi bagi tujuan yang lebih besar.

Salah satu sasaran pribadi Sopiah adalah membuka peluang agar perkembangannya dipantau untuk memperkuat timnas putri Indonesia. Membela Merah-Putih menjadi ambisi yang ingin ia perjuangkan, tetapi hal itu tetap merupakan target ke depan, bukan pemanggilan yang telah diterima. Karena itu, fokus utamanya saat ini adalah menunjukkan performa baik bersama Persija dan memberi kontribusi bagi klub. Penampilan yang konsisten dapat menjadi bekal untuk menarik perhatian, sementara kerja keras dan kemajuan berkelanjutan akan membantunya mendekati cita-cita tersebut. Bagi Sopiah, perjalanan menuju timnas membutuhkan waktu, kesiapan, dan pembuktian di lapangan. Ia ingin menjalani proses itu dengan serius, sembari memberikan yang terbaik bagi Persija Women sepanjang musim.

Perjalanan Sopiah Solihat menuju sepak bola lapangan besar tidak berlangsung secara instan. Sebelum menekuni permainan sebelas lawan sebelas, ia lebih lama menghabiskan waktu di futsal. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari prosesnya sebagai pemain, sekaligus membentuk dasar kemampuan yang kemudian ia bawa ketika mulai menghadapi tuntutan sepak bola dengan ruang permainan yang berbeda. Ia juga pernah bermain di Pertiwi, sehingga pengalamannya tidak hanya terbatas pada satu jenis kompetisi atau lingkungan pertandingan.

Perbedaan paling terasa bagi Sopiah adalah luas area permainan. Lapangan sepak bola menyediakan ruang yang jauh lebih besar dibandingkan lapangan futsal. Pemain perlu menempuh jarak lebih panjang, membaca posisi lawan dan rekan setim dari area yang lebih luas, serta menyesuaikan pergerakan dengan perubahan situasi sepanjang pertandingan. Jika futsal menuntut keputusan cepat dalam ruang sempit, sepak bola lapangan besar memberi konteks yang berbeda: pemain harus memahami kapan bergerak, menjaga posisi, dan memanfaatkan ruang yang terbuka.

Dalam menghadapi perbedaan itu, kecepatan menjadi salah satu modal yang ia andalkan. Kemampuan bergerak cepat membantunya mengejar bola, membuka ruang, dan merespons perubahan permainan. Namun, kecepatan saja tidak cukup. Ia juga perlu mengembangkan pemahaman terhadap tempo, jarak antarpemain, serta kebutuhan menjaga energi karena durasi dan cakupan gerak di lapangan besar lebih menantang. Bekal dari futsal tetap berguna, terutama dalam penguasaan bola dan respons cepat, tetapi penerapannya perlu disesuaikan dengan situasi yang lebih luas.

Pengalaman bermain di liga turut menjadi bagian dari proses belajar tersebut. Sopiah memandang kesempatan tampil di kompetisi sebagai ruang untuk menguji kemampuan sekaligus memahami tuntutan sepak bola secara langsung. Ia menyampaikan bahwa adaptasi membutuhkan waktu dan pengalaman bertanding, sebab karakter permainan lapangan besar tidak sepenuhnya sama dengan futsal. Dari pertandingan ke pertandingan, ia berusaha mengenali ritme, membiasakan diri dengan luas lapangan, dan menerapkan keunggulan yang dimilikinya secara tepat. Proses itu menunjukkan bahwa perpindahan cabang bukan sekadar mengganti jenis lapangan, melainkan juga membangun kebiasaan dan cara membaca permainan yang baru.

Perjalanan Sopiah Solihat menuju Persija Women tidak berlangsung dengan keberhasilan pada kesempatan pertamanya. Pada 2019, ia pernah mengikuti seleksi Persikabo. Namun, upaya tersebut belum membawanya lolos. Fakta ini menjadi bagian penting dari latar kariernya, sebab sebelum bergabung dengan Persija Women, Sopiah lebih dahulu menghadapi hasil seleksi yang tidak sesuai harapan.

Seleksi Persikabo pada 2019 menandai salah satu titik dalam perjalanan sepak bolanya. Sopiah mengikuti proses tersebut, tetapi namanya belum berhasil masuk sebagai pemain yang lolos. Informasi mengenai hasil itu tidak disertai keterangan tentang alasan kegagalannya, sehingga pengalaman tersebut dapat dicatat sebagaimana adanya: ia mencoba mengikuti seleksi dan belum berhasil melewatinya.

Setelah pengalaman itu, perjalanan karier Sopiah berlanjut hingga akhirnya ia dapat bergabung dengan Persija Women. Bergabungnya dengan klub tersebut menjadi tahap berikutnya dalam latar perjalanan yang diketahui. Urutan waktunya memperlihatkan bahwa kesempatan bersama Persija Women datang setelah seleksi Persikabo yang belum berhasil, tanpa perlu menambahkan tahapan lain yang tidak disebutkan.

Kisah ini menggambarkan perjalanan seorang pemain yang pernah mengikuti seleksi di satu klub dan kemudian memperoleh kesempatan bergabung dengan klub lain. Bagi Sopiah, Persikabo merupakan bagian dari catatan awal tersebut, sedangkan Persija Women menjadi klub tempat ia akhirnya dapat bergabung. Kedua hal itu dapat disampaikan secara berurutan tanpa menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat di keduanya.

Dengan demikian, latar karier Sopiah Solihat memuat pengalaman seleksi Persikabo pada 2019 yang belum berbuah kelolosan, lalu berlanjut pada kesempatan bergabung dengan Persija Women. Catatan singkat ini menempatkan kedua peristiwa sesuai urutannya dan tetap berpegang pada informasi yang tersedia. Perjalanan menuju Persija Women bukanlah kisah tentang keberhasilan yang langsung tercapai pada seleksi pertama, melainkan rangkaian fakta sederhana: ia pernah mencoba di Persikabo, belum lolos, dan akhirnya bergabung dengan Persija Women.

Persija Women gagal membawa pulang poin saat menghadapi Persikad Depok Women dalam lanjutan IWL 2026/2027. Bertanding di Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu, 25 Oktober 2026, Persija harus menerima kekalahan tipis 0-1. Gol tunggal Persikad dicetak Grace Catherine Paradis pada menit ke-89, ketika pertandingan mendekati akhir. Hasil tersebut membuat Persija kembali gagal meraih poin, situasi yang disayangkan Sopiah Solihat setelah tim berupaya menjalani pertandingan dengan baik. Gol yang tercipta pada menit-menit akhir menjadi penentu hasil laga dan meninggalkan pekerjaan rumah bagi Persija untuk dibahas setelah pertandingan.

Sopiah mengungkapkan kekecewaannya karena Persija kembali belum memperoleh poin. Menurutnya, komunikasi antarpemain menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian, terutama menjelang berakhirnya pertandingan. Dalam situasi ketika waktu bermain hampir habis, koordinasi yang jelas dapat membantu pemain memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing. Sopiah juga menyinggung insiden pemain yang terjatuh di penghujung laga. Ia mengaitkan kejadian tersebut dengan gol Persikad yang kemudian menentukan hasil pertandingan. Penilaiannya menunjukkan bahwa momen akhir laga perlu ditinjau dengan cermat, termasuk bagaimana para pemain merespons perubahan situasi di lapangan. Kekalahan ini pun menjadi pengingat bahwa konsentrasi dan komunikasi tetap dibutuhkan sampai peluit akhir berbunyi.

Bagi Sopiah, hasil di Indomilk Arena dapat menjadi bahan evaluasi bagi dirinya dan tim.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Borneo FC vs Persija Jakarta: Rizky Ridho Pastikan Kesiapan Macan Kemayoran | Preview Borneo FC vs Persija: Mauro Jeronimo Bidik Debut Manis, Pesut Etam Incar Tiga Poin