Serang | Real Madrid akan menjalani El Clasico pekan ke-10 La Liga 2026/2027 melawan Barcelona di Spotify Camp Nou tanpa empat pemain, yakni Rodrygo, Ferland Mendy, Raul Asencio, dan Vinicius Junior. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 03.00 WIB. Absennya keempat pemain tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhan Jose Mourinho dalam laga yang berpotensi memengaruhi persaingan di papan atas.
Madrid datang dengan kebutuhan besar untuk meraih kemenangan. Saat ini, mereka tertinggal enam poin dari Barcelona, sehingga hasil positif di kandang rival dapat membantu memangkas jarak sekaligus menjaga peluang bersaing dalam perebutan posisi teratas. El Clasico juga menghadirkan kesempatan bagi Madrid untuk menunjukkan bahwa mereka mampu tampil lebih meyakinkan menghadapi tekanan, terutama setelah awal musim yang belum konsisten.
Situasi tersebut membuat pertandingan ini memiliki arti lebih dari sekadar tiga poin. Kekalahan berpotensi memperlebar selisih dengan Barcelona dan memperburuk kondisi mental Madrid, yang masih berupaya menemukan kestabilan dalam performa. Namun, dampaknya tidak dapat dipastikan hanya dari hasil satu laga. Penampilan kompetitif atau kemenangan di Camp Nou dapat menjadi momentum kebangkitan, meningkatkan keyakinan pemain, serta memberi dorongan untuk melanjutkan musim dengan lebih terarah.
Meski kehilangan empat nama, Mourinho masih memiliki sebagian besar pemain utama untuk menyusun tim dan menentukan pendekatan pertandingan. Kedalaman skuad itu memberi ruang bagi pelatih untuk mencari kombinasi yang sesuai, tetapi absensi karena cedera dan sanksi tetap membatasi pilihan. Madrid perlu mengelola kondisi tersebut dengan cermat, baik saat mengatur susunan pemain maupun menjaga keseimbangan permainan. Pada laga dengan intensitas tinggi seperti El Clasico, kemampuan beradaptasi dapat sama pentingnya dengan kualitas individu.
Barcelona, sementara itu, akan berusaha memanfaatkan keunggulan enam poin dan dukungan publik di Spotify Camp Nou. Bagi Madrid, hasil pertandingan akan menjadi ujian penting untuk mengukur respons tim terhadap tekanan, sekaligus menentukan apakah mereka dapat kembali mendekat dalam persaingan La Liga.
Rodrygo belum tampil untuk Real Madrid sejak mengalami cedera serius pada lutut kanan pada Maret 2026. Pemeriksaan memastikan ia mengalami robekan ACL, cedera yang membutuhkan pemulihan panjang dan membuatnya absen dari pertandingan. Hingga menjelang El Clasico Oktober 2026, penyerang Brasil berusia 25 tahun itu masih menjalani proses rehabilitasi. Ia diperkirakan baru dapat kembali bermain pada Januari 2027, sehingga tidak tersedia bagi Madrid dalam laga penting melawan Barcelona. Ketidakpastian mengenai waktu pemulihannya juga membatasi pilihan pelatih untuk menyusun komposisi lini depan dan menentukan opsi pengganti selama ia menepi.
Absennya Rodrygo bukan sekadar kehilangan satu pemain, tetapi juga mengurangi variasi serangan yang dapat digunakan Madrid. Kecepatan, pergerakan, dan kemampuannya menempati beberapa posisi di lini depan memberi tim alternatif untuk mengubah pola permainan. Tanpa penyerang tersebut, Mourinho memiliki pilihan yang lebih terbatas saat mencari cara menembus pertahanan Barcelona, terutama jika pendekatan awal Madrid tidak menghasilkan peluang yang cukup. Ia juga kehilangan opsi untuk melakukan perubahan serangan dari bangku cadangan. Dengan jadwal El Clasico yang menuntut fleksibilitas taktik, ketiadaan Rodrygo menjadi kendala tersendiri bagi persiapan tim, meskipun pemain lain tetap dapat mengisi posisi yang ditinggalkannya.
Ferland Mendy juga dipastikan belum siap memperkuat Madrid. Bek kiri berusia 31 tahun itu mengalami masalah paha dan menjalani operasi pada Mei 2026 setelah mengalami robekan tendon. Ia telah kembali berlatih bersama tim, sebuah perkembangan positif dalam proses pemulihannya, tetapi latihan penuh belum berarti ia siap menghadapi intensitas pertandingan. Mendy diperkirakan belum dapat bermain hingga jeda internasional November 2026, sehingga El Clasico Oktober datang terlalu cepat baginya. Kondisi kebugarannya telah menjadi perhatian dalam beberapa musim terakhir: sepanjang musim 2025/2026, ia melewatkan 45 pertandingan. Absennya Mendy membuat Madrid perlu mengandalkan pilihan lain di sisi kiri pertahanan sambil menunggu bek tersebut pulih sepenuhnya. Kehati-hatian dalam mengelola kembalinya Mendy penting agar ia tidak dipaksakan bermain sebelum siap secara fisik.
Raul Asencio menjadi salah satu pemain Real Madrid yang dipastikan belum dapat tampil dalam El Clasico pada Oktober 2026. Bek tengah berusia 23 tahun itu belum mencatatkan penampilan untuk Madrid pada musim ini, sehingga absennya bukan sekadar kehilangan pemain yang sebelumnya rutin berada di lapangan. Kondisi tersebut tetap mengurangi pilihan yang tersedia bagi Jose Mourinho untuk memperkuat lini belakang ketika tim menghadapi laga penting melawan Barcelona.
Asencio menjalani operasi pada akhir September untuk menangani fraktur stres pada tulang tibia kanan. Cedera itu membuatnya harus menjalani pemulihan, sementara klub maupun informasi yang tersedia belum memberikan jadwal terperinci mengenai tahapan rehabilitasi atau tanggal pasti ia bisa kembali berlatih dan bermain. Karena itu, belum ada dasar untuk menetapkan waktu kepulangannya secara lebih spesifik. Perkiraan yang beredar menyebut pemain tersebut baru tersedia kembali pada Januari 2027.
Dengan perkiraan tersebut, Asencio diperkirakan akan melewatkan El Clasico Oktober sekaligus sejumlah pertandingan Madrid sebelum memasuki tahun baru. Situasi ini menambah keterbatasan Mourinho dalam menentukan opsi untuk memperkuat pertahanan, terutama karena satu bek tengah belum bisa dipertimbangkan untuk pertandingan. Meski demikian, absennya Asencio tidak dengan sendirinya menunjukkan siapa yang akan mengisi peran tersebut. Tidak ada informasi yang memastikan pilihan pengganti, sehingga hal itu tetap bergantung pada keputusan pelatih dan kondisi pemain lain menjelang pertandingan.
Absennya Vinicius Junior dari El Clasico Oktober 2026 bukan disebabkan oleh cedera. Penyerang Real Madrid tersebut harus menjalani hukuman larangan bermain selama empat pertandingan kompetisi domestik setelah menerima kartu merah langsung dalam pertandingan melawan Villarreal. Sanksi itu membuat Madrid kehilangan salah satu pemain pentingnya untuk rangkaian laga La Liga, termasuk pertemuan melawan Barcelona. Karena itu, ketidakhadirannya di El Clasico merupakan dampak disipliner, bukan masalah kebugaran atau pemulihan medis.
Hukuman tersebut dijatuhkan menyusul insiden yang melibatkan Nathan Saliba. Dalam pertandingan itu, Vinicius menarik rambut pemain Villarreal tersebut, lalu melayangkan protes keras kepada wasit setelah kejadian berlangsung. Rangkaian tindakan itu menjadi dasar sanksi empat laga kompetisi domestik. Vinicius telah menjalani satu pertandingan hukuman saat Madrid menghadapi Sevilla. Ia selanjutnya tidak dapat dimainkan melawan Barcelona, Racing Santander pada 1 November, serta Valencia pada 7 November. Dengan demikian, pemain asal Brasil itu akan melewatkan sejumlah pertandingan penting di tengah padatnya kalender klub.
Menurut jadwal yang disebutkan, Vinicius dijadwalkan kembali tersedia di La Liga ketika Madrid menjamu Celta Vigo pada 21 November 2026. Hingga saat itu, tim pelatih perlu mengatur pilihan di lini serang tanpa kehadiran sang pemain, yang biasanya memberi ancaman melalui kecepatan, pergerakan, dan kemampuan menghadapi lawan satu lawan satu. Meski kehilangan Vinicius, absensinya tidak mengubah gambaran lebih luas mengenai kondisi skuad Madrid untuk El Clasico. Klub tersebut memang menghadapi Barcelona tanpa empat pemain yang dipastikan tidak tampil, tetapi masih dapat mengandalkan sebagian besar skuadnya. Kedalaman tim dan para pemain yang tersedia akan menjadi faktor penting bagi Madrid dalam menyiapkan susunan pemain serta pendekatan pertandingan, sementara Vinicius menuntaskan masa larangannya sebelum berpeluang kembali memperkuat tim pada laga kandang melawan Celta Vigo.
