Makassar | Polisi menggerebek Kompleks Kusta Jongaya, Jalan Dangko, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Kamis (22/10/2026). Kawasan tersebut disebut sebagai salah satu “kampung narkoba” yang menjadi sasaran penindakan. Operasi gabungan itu dimulai sekitar pukul 11.00 Wita, dengan pengerahan personel dari sejumlah instansi di Sulawesi Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk menindak aktivitas narkoba di lokasi, sekaligus menyisir area yang menjadi perhatian aparat. Penggerebekan ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum yang melibatkan unsur kepolisian, badan narkotika, dan pemerintah daerah.
Sebanyak 220 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Brimob, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keterlibatan berbagai unsur itu mendukung pelaksanaan penyisiran di kawasan Jongaya. Dalam operasi, petugas juga mengerahkan dua anjing pelacak dari Unit K-9 Ditsabhara Polda Sulsel. Anjing pelacak tersebut membantu personel memeriksa sejumlah bagian area yang disasar. Kehadiran Unit K-9 menjadi salah satu dukungan dalam pencarian dan pemeriksaan di lapangan, sementara personel gabungan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, AKBP Yudi Frianto, mengatakan operasi tersebut bertujuan menindak aktivitas narkoba di kawasan itu. Pernyataan tersebut menegaskan fokus penggerebekan pada dugaan kegiatan yang berkaitan dengan peredaran atau penyalahgunaan narkotika di Kompleks Kusta Jongaya. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penyisiran dengan dukungan personel lintas instansi dan anjing pelacak. Operasi berlangsung di lingkungan permukiman yang telah menjadi sasaran aparat. Penggerebekan tersebut merupakan langkah penindakan terhadap aktivitas narkoba, sekaligus bagian dari upaya aparat menelusuri situasi di kawasan yang disebut sebagai kampung narkoba itu. Informasi mengenai jumlah orang yang diamankan dan pendalaman peran mereka menjadi bagian lain dari perkembangan penanganan kasus ini.
Dalam penggerebekan di kawasan Jongaya, Makassar, petugas menyisir sejumlah rumah yang dicurigai berkaitan dengan peredaran atau penggunaan narkoba. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menelusuri aktivitas yang diduga berlangsung di lokasi tersebut. Rumah-rumah yang diperiksa menjadi perhatian petugas berdasarkan kecurigaan adanya kegiatan terkait narkotika. Dalam proses penyisiran, petugas menemukan sebuah kamar dalam keadaan terkunci. Mereka kemudian mendobrak pintu kamar itu dan mengamankan seorang pria yang berada di dalamnya. Langkah tersebut dilakukan saat petugas bergerak dari satu bagian lokasi ke bagian lainnya, sembari memeriksa ruangan dan mengumpulkan barang-barang yang dinilai perlu diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari lokasi, petugas menyita belasan alat isap sabu atau bong. Selain itu, ditemukan sejumlah saset kecil yang berisi kristal bening. Yudi menyebut kristal tersebut sebagai barang yang diduga sabu. Namun, penyebutan itu masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan sebagai sabu berdasarkan hasil pemeriksaan. Kepastian mengenai kandungan kristal tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Karena itu, barang yang ditemukan sebaiknya dipahami sebagai barang bukti yang sedang ditelusuri, bukan sebagai narkotika yang telah dipastikan jenisnya. Petugas juga mengamankan barang-barang lain dari rumah yang disisir untuk membantu mengungkap dugaan aktivitas di lokasi.
Yudi turut menyampaikan bahwa penyitaan mencakup dua pucuk senapan angin, sejumlah anak panah busur, dan parang. Beberapa kamera pengawas atau CCTV juga diamankan. Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari barang bukti yang perlu diperiksa bersama temuan lainnya. Keberadaan alat isap, saset berisi kristal bening, senapan angin, senjata tajam, serta kamera pengawas menjadi perhatian dalam pendalaman perkara. Meski demikian, fungsi dan keterkaitan masing-masing barang dengan dugaan peredaran atau penggunaan narkoba belum dapat disimpulkan hanya dari penyitaan. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui konteks penemuan barang-barang itu dan hubungannya dengan orang-orang yang diamankan. Dengan demikian, hasil penyisiran di rumah-rumah tersebut masih menjadi dasar bagi polisi untuk menelusuri peran para pihak serta memastikan status barang bukti yang ditemukan dalam penggerebekan di Jongaya.
Tantangan dalam operasi di kawasan Jongaya, Makassar, tidak hanya berkaitan dengan jumlah orang yang berada di lokasi, tetapi juga dengan kondisi lorong dan akses keluar yang perlu diawasi. Di sejumlah sudut lorong terpasang kamera pengawas atau CCTV. Keberadaan perangkat tersebut diduga dimanfaatkan untuk memantau kedatangan petugas, sehingga memungkinkan orang-orang di kawasan itu mengetahui lebih awal bahwa operasi sedang berlangsung. Dugaan itu menjadi salah satu hal yang diperhatikan polisi saat menyusun langkah pengamanan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan orang melarikan diri, petugas terlebih dahulu diberi arahan mengenai pembagian tugas dan titik yang harus dijaga. Personel kemudian ditempatkan di setiap lorong serta jalur keluar dari kawasan tersebut. Pengaturan itu dimaksudkan untuk mengawasi berbagai akses secara bersamaan, bukan hanya mendatangi satu titik utama. Dengan penjagaan yang tersebar, polisi berupaya mencegah orang-orang meninggalkan lokasi melalui lorong atau jalan lain ketika operasi dilakukan.
Menurut Yudi, sebagian orang sempat berlari saat petugas datang. Situasi itu menunjukkan bahwa pergerakan orang di lokasi berlangsung cepat dan berpotensi menyulitkan proses penindakan jika jalur keluar tidak dikendalikan. Namun, personel yang telah berjaga di berbagai akses dapat menghadapi orang-orang yang berhamburan meninggalkan kawasan. Sejumlah penangkapan pun dilakukan ketika mereka berusaha keluar dari lokasi. Langkah antisipasi tersebut membantu petugas mengamankan orang-orang yang berada di sana, meskipun sebagian sempat bergerak menjauh saat operasi dimulai.
Penempatan personel di setiap lorong dan akses keluar menjadi bagian penting dari pengamanan di lokasi yang memiliki banyak jalur pergerakan. Selain memperhitungkan keberadaan CCTV yang diduga digunakan untuk memantau kedatangan petugas, polisi juga harus memastikan bahwa titik-titik yang berpotensi menjadi jalan keluar tidak dibiarkan tanpa pengawasan. Keterangan Yudi mengenai orang-orang yang sempat berlari menggambarkan situasi di lapangan, sementara penjagaan di berbagai akses memungkinkan petugas melakukan penangkapan saat mereka meninggalkan kawasan.
Dalam penggerebekan di kawasan Jongaya, Makassar, petugas mengamankan 27 orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka terdiri atas 23 laki-laki dan empat perempuan. Jumlah tersebut merupakan orang-orang yang dibawa dari lokasi setelah operasi berlangsung. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai keterlibatan setiap orang dalam dugaan aktivitas yang sedang diselidiki, sehingga pemeriksaan terhadap seluruh pihak menjadi bagian penting dari proses pengumpulan keterangan dan pendalaman perkara.
Dari 27 orang yang diamankan, salah seorang diketahui sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO. Informasi itu menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan penyidik dalam pemeriksaan. Meski demikian, status sebagai DPO tidak dengan sendirinya menjelaskan peran orang tersebut dalam dugaan tindak pidana yang menjadi fokus penggerebekan. Polisi masih perlu mencocokkan keterangan, memeriksa fakta yang ditemukan di lokasi, serta menilai hubungan masing-masing orang dengan perkara yang ditangani.
Usai diamankan, seluruh orang tersebut dibawa menggunakan truk Satpol PP menuju Markas Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan, di Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Di tempat itu, mereka menjalani pemeriksaan, termasuk tes urine. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyidik memperoleh informasi dan memastikan langkah penanganan berikutnya berdasarkan hasil yang diperoleh. Belum ada pernyataan bahwa hasil tes telah menetapkan status hukum para orang yang dibawa, sehingga proses pemeriksaan masih menjadi dasar untuk menentukan perkembangan perkara.
Yudi menyatakan polisi belum memastikan peran masing-masing orang yang diamankan.
Baca juga: LIRA Apresiasi Polresta Magelang, Desak Amankan Excavator, Dump Truck dan Seluruh Barang Bukti | Seseorang Diam-Diam Mengingat Kesalahan Orang Lain, Biasanya Mereka Akan Menunjukkan 9 Perilaku Ini | 9 Hal Kecil Dilakukan Orang-Orang yang Benar-Benar Hangat untuk Membuat Hidup Lebih Baik bagi Semua
