Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Diselidiki, 18 Saksi Telah Diperiksa

oleh -84 Dilihat
oleh
Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Diselidiki, 18 Saksi Telah Diperiksa

Kota Cilegon | Penyelidikan kebakaran yang terjadi pada KMP Batumandi di perairan Merak, Banten, masih berlangsung. Polda Banten melalui penyidik Direktorat Polisi Perairan (Polair) mengumpulkan keterangan dari orang-orang yang berada di kapal ketika peristiwa tersebut terjadi. Hingga Kamis (22/10), sebanyak 18 saksi telah diperiksa sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi mengenai kejadian itu. Pemeriksaan dilakukan terhadap penumpang maupun kru kapal, sehingga penyidik dapat menghimpun keterangan dari berbagai pihak yang memiliki pengalaman langsung selama berada di KMP Batumandi.

Saksi yang dimintai keterangan mencakup sejumlah penumpang dan anggota kru dengan tugas berbeda. Di pihak yang diperiksa terdapat pengemudi bus, kepala kamar mesin, serta kru lainnya. Keterangan dari para saksi tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang ditangani Direktorat Polair Polda Banten. Pemeriksaan terhadap beragam pihak memungkinkan penyidik mengumpulkan informasi sesuai posisi dan peran masing-masing di kapal, tanpa hanya bergantung pada satu kelompok saksi.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan pada Kamis (22/10) bahwa penyelidikan masih berjalan. Jumlah saksi yang telah diperiksa menunjukkan bahwa polisi sedang menelusuri informasi terkait kebakaran tersebut. Namun, proses pengumpulan keterangan belum dinyatakan selesai. Penyidik masih melanjutkan penanganan perkara, sementara informasi yang disampaikan kepolisian sejauh ini berfokus pada perkembangan pemeriksaan saksi dan pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

Dalam pemberitaan mengenai peristiwa ini, status penyelidikan perlu dibedakan dari kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Keterangan yang tersedia belum menetapkan apa yang memicu api di KMP Batumandi. Karena itu, penyebabnya tidak dapat dipastikan berdasarkan jumlah saksi yang sudah diperiksa saja. Polda Banten masih mengumpulkan keterangan dari penumpang dan kru, termasuk pengemudi bus dan kepala kamar mesin. Perkembangan lebih lanjut bergantung pada hasil penyelidikan yang masih berlangsung. Sampai ada keterangan resmi yang menetapkan penyebab, informasi mengenai kebakaran tersebut tetap perlu disampaikan secara hati-hati dan tidak mendahului hasil pemeriksaan kepolisian.

Polda Banten akan berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk menyiapkan olah tempat kejadian perkara di lokasi kebakaran KMP Batumandi. Koordinasi tersebut direncanakan agar pemeriksaan dapat dilakukan dengan dukungan keahlian forensik, termasuk dalam mengumpulkan dan menganalisis bukti yang mungkin berkaitan dengan munculnya api. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan membantu penyidik menyusun gambaran mengenai peristiwa tersebut secara lebih menyeluruh. Polda Banten juga akan menggunakan temuan di lapangan sebagai bagian dari proses penyelidikan, sehingga penyebab kebakaran dapat diketahui berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh, bukan dugaan semata.

Kapal tersebut terbakar di dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, dan kini berada dalam kondisi terbalik. Keadaan kapal menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam rencana pemeriksaan, karena akses terhadap bagian-bagian tertentu dapat memerlukan penanganan khusus. Olah tempat kejadian perkara belum disebut sebagai kegiatan yang telah selesai; Puslabfor masih akan diajak berkoordinasi untuk mempersiapkan langkah tersebut. Melalui pemeriksaan yang direncanakan, penyidik akan berupaya mencari petunjuk mengenai titik awal kebakaran serta faktor lain yang mungkin berhubungan dengan kejadian. Kesimpulan penyebabnya akan menunggu proses penyelidikan dan analisis bukti.

Untuk mendukung penyelidikan, Polda Banten juga akan berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Koordinasi itu direncanakan untuk membahas upaya mengapungkan kembali kapal yang terbalik, sehingga pemeriksaan dapat memperoleh dukungan penanganan yang diperlukan. Rencana tersebut masih merupakan langkah yang akan dilakukan, bukan tindakan yang sudah terlaksana. Proses pengapungan kembali perlu dibahas bersama pihak terkait dengan mempertimbangkan kondisi kapal dan kebutuhan pemeriksaan. Setelah rencana teknis disiapkan, penyidik dapat melanjutkan upaya pengumpulan bukti untuk menjelaskan kronologi serta penyebab kebakaran KMP Batumandi. Polda Banten menyelaraskan langkah dengan instansi terkait agar penanganan kapal dan penyelidikan berjalan terarah.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Yogie Nugraha, dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, KMP Batumandi berangkat dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Kapal tersebut tengah menempuh perjalanan menuju Pelabuhan Merak ketika keadaan darurat dilaporkan. Informasi itu menjadi dasar awal untuk menyusun kronologi kejadian, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Keterangan mengenai waktu keberangkatan dan laporan insiden berasal dari komunikasi layanan pemantauan lalu lintas kapal, bukan kesimpulan akhir mengenai rangkaian kejadian di kapal.

Insiden dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB, saat KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak. Dalam laporan awal yang diterima VTS, api disebut berasal dari kamar mesin. Pada tahap tersebut, informasi yang tersedia masih bersifat awal dan berfokus pada lokasi serta kondisi darurat yang dilaporkan. Belum ada keterangan dalam kronologi awal itu yang memastikan bagaimana api pertama kali muncul atau apa pemicunya. Karena itu, asal api di kamar mesin perlu dipahami sebagai keterangan sementara, yang selanjutnya dapat diperiksa melalui proses penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari pihak terkait.

Setelah menerima laporan keadaan darurat, petugas VTS mengoordinasikan pengerahan bantuan untuk mendukung penanganan. Unsur yang dilibatkan mencakup pihak pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pemadaman dan evakuasi, sekaligus merespons situasi kapal di alur masuk Merak. Koordinasi lintas unsur dilakukan setelah laporan diterima agar dukungan dapat bergerak menuju lokasi sesuai kebutuhan penanganan. Rangkaian waktu keberangkatan, laporan kebakaran, dan pengerahan bantuan itu menggambarkan informasi awal yang tersedia mengenai kejadian. Perkembangan berikutnya, termasuk hasil pemeriksaan dan penyebab pasti kebakaran, menunggu keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah berhasil dievakuasi ke kapal tersebut dalam keadaan selamat. Laporan itu menandai bahwa semua orang yang berada di kapal terdampak telah dipindahkan ke tempat aman. Tidak ada penumpang maupun awak yang dilaporkan tertinggal di KMP Batumandi berdasarkan informasi tersebut. Evakuasi menjadi salah satu prioritas dalam penanganan kebakaran, bersamaan dengan upaya pemadaman dan pemantauan kondisi kapal. KMP Royce 1 menjadi kapal yang menerima para penumpang dan awak selama proses penyelamatan berlangsung.

Berdasarkan keterangan tertulis Kantor SAR Banten, operasi penanganan melibatkan 18 kapal dan unsur pendukung. Kapal-kapal yang dikerahkan lain KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, dan KAL Deli. Selain itu, upaya di lokasi juga didukung kapal tunda, kapal patroli, kapal nelayan, masyarakat, serta unsur kepabeanan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mendukung proses evakuasi sekaligus penanganan kebakaran di KMP Batumandi. Informasi mengenai jumlah kapal dan pihak yang terlibat disampaikan dalam keterangan resmi Kantor SAR Banten. Beragam unsur berada dalam operasi yang sama untuk membantu penanganan sesuai kebutuhan di lokasi kejadian.

Pada pukul 21.25 WIB, TB Karya Pacific 2291 melaporkan bahwa proses evakuasi dan pemadaman telah selesai. Meski demikian, pada saat itu empat kapal tunda masih dinilai diperlukan untuk mendukung penanganan. Setelah itu, TB Karya Pacific 2291 kembali menuju Ciwandan. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian koordinasi di lapangan setelah seluruh penumpang dan awak dinyatakan selamat dan upaya pemadaman dilaporkan rampung. Tim SAR tetap bersiaga di posko untuk memantau situasi serta mengantisipasi kebutuhan penanganan lanjutan.

Baca juga: Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan Meluas, Tim Penyuluh Alpha Mabes TNI Berikan Sosialisasi Dan Wawasan Kepada Anggota Bayan Resourse | Melalui Komsos Bersama Staf Desa, Babinsa Imbau Warga Tidak Membakar Sampah Cegah Kebakaran | Perkuat Kesiapsiagaan Dalam Menangani Karhutla, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Operasikan Kendaraan Pemadam Kebakaran