Pesan Lisa Diana Tambunan yang Diingat Marsha dan Michelle Aruan

oleh -93 Dilihat
oleh
Pesan Lisa Diana Tambunan yang Diingat Marsha dan Michelle Aruan

Jakarta | Lisa Diana Tambunan, ibunda aktris Marsha Aruan, meninggal dunia pada Senin (19/10/2026). Dua hari kemudian, jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10/2026). Kepergian Lisa menjadi kabar duka bagi keluarga, termasuk Marsha dan adiknya, Michelle Aruan.

Prosesi pemakaman di Tanah Kusir menandai penghormatan terakhir keluarga kepada Lisa. Setelah prosesi tersebut, Marsha dan Michelle membagikan kenangan tentang ibu mereka serta pesan terakhir yang mereka ingat. Ungkapan keduanya memperlihatkan bahwa kenangan dan nasihat Lisa tetap memiliki arti penting bagi mereka setelah kepergiannya.

Dalam masa berduka, pengalaman kehilangan dapat membuat kembali teringat pada kebersamaan dan kata-kata yang pernah disampaikan orang terdekat. Bagi Marsha dan Michelle, pesan ibu mereka menjadi bagian dari kenangan yang dibawa selepas pemakaman. Keduanya mengenang Lisa melalui hal-hal yang mereka rasakan dekat dan bermakna dalam hubungan keluarga.

Kabar mengenai wafatnya Lisa dan pemakamannya menjadi latar bagi cerita Marsha serta Michelle tentang sosok ibu mereka. Perhatian kemudian tertuju pada kenangan yang dibagikan kedua saudara itu, khususnya pesan yang mereka sebut tetap diingat. Kisah tersebut menunjukkan bahwa perpisahan tidak serta-merta menghapus nilai nasihat dan momen bersama yang telah terjalin.

Dengan demikian, peristiwa pemakaman Lisa di TPU Tanah Kusir bukan hanya menjadi momen keluarga mengantarkan kepergiannya, tetapi juga titik ketika Marsha dan Michelle mengenang pesan sang ibu. Detail tentang pesan tersebut memberi gambaran mengenai hal yang membekas bagi keduanya. Kepergian Lisa pada 19 Oktober 2026 dan pemakamannya dua hari berselang menjadi konteks dari kenangan yang mereka sampaikan kepada publik.

Michelle Aruan mengingat salah satu pesan singkat yang pernah disampaikan almarhumah Lisa Diana Tambunan kepada anak-anaknya. Pesan itu berkaitan dengan rumah keluarga. Kenangan tersebut ia sampaikan saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026), setelah pemakaman. Dalam kesempatan itu, Michelle mengutarakan kembali permintaan yang masih diingatnya, tanpa menguraikan hal lain di balik ucapan tersebut. Ia menyampaikan, “dia bilang minta, 'tapi jaga rumah ya'.” Kalimat sederhana itu menjadi bagian dari kenangan yang dibagikan Michelle mengenai pesan almarhumah. Keterangan tersebut berfokus pada apa yang ia ingat pernah diminta kepada anak-anaknya: menjaga rumah keluarga.

Ucapan yang diingat Michelle disampaikan sebagai pesan dari Lisa kepada anak-anaknya. Michelle tidak memaparkan rincian mengenai kapan persisnya permintaan itu disampaikan ataupun keadaan saat percakapan berlangsung. Dalam keterangannya di TPU Tanah Kusir, ia hanya menyebut kalimat yang melekat dalam ingatannya. Permintaan tersebut dirujuk sebagai pesan singkat tentang rumah keluarga, sebagaimana ia ceritakan kepada wartawan pada Rabu itu. Dengan menyampaikan kutipan tersebut, Michelle membagikan satu hal yang ia ingat dari almarhumah. Tidak ada keterangan tambahan dalam cerita itu mengenai rumah yang dimaksud, atau penjelasan lain tentang permintaan menjaga rumah. Karena itu, pesan yang dapat dicatat dari penuturan Michelle adalah kalimat almarhumah kepada anak-anaknya untuk menjaga rumah keluarga.

Kenangan tentang permintaan tersebut dibagikan setelah pemakaman Lisa. Dalam suasana itu, Michelle menyebut ucapan yang pernah ditujukan kepada anak-anaknya dan mengulanginya secara langsung: “dia bilang minta, 'tapi jaga rumah ya'.” Penuturan tersebut menghadirkan kembali pesan almarhumah sebagaimana diingat oleh Michelle, sekaligus mencatat bahwa rumah keluarga menjadi pokok permintaan yang ia sampaikan. Keterangan ini tidak disertai penafsiran mengenai maksud ucapan tersebut; yang disampaikan adalah pesan singkat yang dikenang Michelle. Bagi Michelle, itulah salah satu kenangan yang muncul ketika ia berbicara tentang almarhumah setelah pemakaman. Ia membagikannya saat berada di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10/2026), sebagai bagian dari cerita mengenai pesan Lisa kepada anak-anaknya.

Bagi Marsha Aruan, pesan yang ditinggalkan Lisa Diana Tambunan tidak hanya berisi pengingat tentang satu hal tertentu. Ia memahaminya secara lebih luas sebagai ajakan untuk menjaga semuanya: nilai-nilai yang telah diajarkan, hubungan dengan orang-orang terdekat, serta kebaikan yang selama ini hadir dalam kehidupan keluarga. Pemahaman itu membuat pesan sang ibu tetap terasa relevan, bahkan ketika Lisa sudah tidak lagi berada di sisinya.

Marsha menyadari bahwa meneruskan pesan tersebut bukan berarti harus melakukan sesuatu yang besar atau menggantikan sosok ibunya. Baginya, menjaga warisan Lisa dapat dimulai dengan mempertahankan sikap baik yang telah dicontohkan. Kebaikan itu menjadi bagian penting dari legasi sang ibu dan sesuatu yang ingin ia rawat dalam kesehariannya. Dengan begitu, kenangan tentang Lisa tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, melainkan tetap hidup melalui tindakan dan cara Marsha memperlakukan orang lain.

Dalam menyampaikan harapannya, Marsha mengatakan, “Semoga aku bisa meneruskan kebaikan-kebaikan Mama. Mohon doanya.” Ungkapan tersebut mencerminkan keinginannya untuk melanjutkan hal-hal baik yang ditinggalkan Lisa, sekaligus menunjukkan bahwa ia menyadari proses itu membutuhkan dukungan. Marsha tidak menyampaikan janji yang berlebihan atau mengklaim mampu menggantikan peran ibunya. Ia hanya berharap dapat membawa kebaikan sang ibu ke dalam kehidupannya sendiri.

Permintaan doa yang disampaikan Marsha juga memperlihatkan kerendahan hati dalam menghadapi tanggung jawab tersebut. Meneruskan legasi seseorang bukan perkara yang selesai dalam satu waktu, melainkan proses yang dijalani melalui pilihan dan tindakan sehari-hari. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengenal Lisa dapat menjadi penguat bagi Marsha untuk tetap mengingat pesan itu.

Dengan memahami pesan ibunya sebagai ajakan untuk menjaga semuanya, Marsha menemukan cara yang personal untuk menghormati Lisa. Fokusnya bukan pada tuntutan untuk menjadi sama, melainkan pada upaya merawat kebaikan yang telah dicontohkan. Harapan sederhana itu sekaligus menegaskan betapa berarti nilai-nilai peninggalan Lisa bagi Marsha: sesuatu yang ingin ia teruskan, sambil tetap meminta doa agar dapat menjalaninya dengan baik.

Dalam mengenang Lisa Diana Tambunan, Marsha juga mengingat kebaikan ibunya kepada para wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan putrinya. Menurut Marsha, hubungan Lisa dengan para jurnalis tidak hanya terbatas pada pertemuan saat peliputan. Mereka tetap menjalin komunikasi melalui percakapan, sehingga Lisa dapat berhubungan dengan orang-orang yang kerap hadir untuk memberitakan aktivitas anaknya. Kenangan tersebut menjadi bagian dari sosok Lisa yang diingat keluarga, terutama sikap baiknya terhadap orang-orang di sekitar mereka.

Michelle Aruan turut menyampaikan nilai yang diajarkan Lisa kepada anak-anaknya sejak mereka tumbuh besar. Ibunya mengajarkan agar mereka berbuat baik kepada siapa pun, tanpa membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang atau peran masing-masing. Pesan itu sederhana, tetapi menjadi prinsip yang terus diingat Michelle dan saudara-saudaranya. Kebaikan, menurut ajaran yang mereka terima dari Lisa, bukan sesuatu yang hanya diberikan kepada orang tertentu, melainkan sikap yang perlu ditunjukkan kepada siapa saja.

Michelle juga menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang datang sejak Senin. Ia mengapresiasi kehadiran dan dukungan mereka, termasuk kesediaan untuk mengantar Lisa hingga pemakaman. Ucapan tersebut ditujukan kepada para jurnalis yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan menemani keluarga dalam rangkaian perpisahan itu. Kenangan Marsha tentang komunikasi serta kebaikan Lisa, pesan Michelle mengenai perlakuan yang setara kepada semua orang, dan apresiasinya kepada para wartawan menjadi hal-hal yang disampaikan keluarga saat mengenang Lisa.