UMKM Lokal Ambil Peran dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

oleh -61 Dilihat
oleh
UMKM Lokal Ambil Peran dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jakarta | PT Pertamina (Persero) menghadirkan 30 UMKM binaan dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Para pelaku usaha tersebut memperoleh kesempatan untuk memasarkan produk secara langsung kepada pengunjung melalui area bazar Festival Energizing Indonesia. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi masyarakat selama berlangsungnya ajang balap motor internasional.

Bazar tersebut berlokasi di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selama tiga hari, pada 9–11 Oktober 2026, pengunjung dapat menemukan berbagai produk unggulan yang ditawarkan oleh UMKM dari sejumlah bidang usaha. Produk yang dipasarkan mencakup kuliner, fesyen, kerajinan, hingga berbagai barang kreatif yang mencerminkan potensi dan karakter usaha lokal.

Keterlibatan 30 UMKM binaan dalam Festival Energizing Indonesia menunjukkan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menjadi panggung olahraga, tetapi juga ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan berada di lokasi yang dikunjungi penonton dari berbagai daerah, para pelaku usaha berkesempatan memperkenalkan merek, membangun relasi dengan konsumen baru, serta memperoleh pengalaman berjualan dalam skala acara yang lebih besar.

Partisipasi ini diharapkan dapat membantu UMKM memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan selama periode penyelenggaraan. Akses terhadap keramaian dan eksposur yang lebih luas juga dapat membuka peluang pengembangan usaha setelah acara berakhir. Bagi masyarakat, kehadiran bazar memberikan pilihan produk lokal sekaligus memperkuat keterhubungan gelaran olahraga internasional dan potensi ekonomi daerah di sekitar Mandalika.

Melalui dukungan tersebut, UMKM tidak ditempatkan hanya sebagai pelengkap kegiatan, melainkan sebagai bagian penting dari rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kolaborasi perusahaan, pelaku usaha, dan penyelenggara acara menjadi langkah untuk memastikan manfaat kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat lokal.

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan aktivitas balap, tetapi juga memperlihatkan beragam produk dari UMKM binaan Pertamina. Selama acara berlangsung, pengunjung dapat menemukan pilihan makanan dan minuman yang ditawarkan oleh pelaku usaha lokal. Kehadiran produk kuliner tersebut memberikan warna tersendiri bagi area festival, sekaligus memperkenalkan hasil usaha UMKM kepada masyarakat yang datang menikmati rangkaian kegiatan.

Berdasarkan keterangan Manager SMEPP Pertamina Fety, sebanyak 26 dari total 30 UMKM yang berpartisipasi bergerak di sektor makanan dan minuman. Data tersebut menunjukkan kuatnya peran usaha kuliner dalam mengisi area promosi selama gelaran berlangsung. Produk makanan dan minuman menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung, tanpa mengurangi perhatian terhadap tujuan utama acara sebagai penyelenggaraan olahraga otomotif.

Selain kuliner, UMKM yang hadir juga menawarkan kerajinan tangan. Produk-produk ini merepresentasikan kreativitas pelaku usaha dalam mengolah karya yang memiliki nilai guna maupun daya tarik visual. Pengunjung dapat mengenal ragam hasil kerajinan lokal melalui ruang pamer dan penjualan yang tersedia selama festival. Kehadiran kerajinan tangan memperluas gambaran mengenai sektor usaha yang dibina dan dikembangkan melalui keterlibatan UMKM dalam kegiatan berskala besar.

Produk perawatan tubuh turut melengkapi ragam penawaran yang tersedia. Dengan demikian, area festival menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kategori hasil usaha lokal, mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga perawatan tubuh. Keberagaman tersebut membuat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya aktivitas balap, tetapi juga sebagai ruang promosi bagi berbagai produk UMKM binaan Pertamina. Melalui kehadiran langsung di tengah acara, produk lokal memperoleh kesempatan untuk dikenal oleh pengunjung dalam suasana festival yang terbuka dan dinamis.

Pertamina mendorong perkembangan UMKM bukan hanya melalui dukungan terhadap pelaku usaha, tetapi juga dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Upaya ini memberi perhatian khusus kepada perempuan dan penyandang disabilitas, yang sering kali memiliki keterampilan serta potensi usaha, tetapi masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pasar, promosi, dan jejaring kerja sama. Melalui pelibatan dalam berbagai kegiatan, mereka memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk, membangun kepercayaan diri, dan memperluas peluang penghasilan.

Salah satu contoh yang hadir dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 adalah Lokal Kreatif, usaha kerajinan anyaman bambu milik Agus Hartadi, warga Desa Loyok. Usaha ini tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan masyarakat di sekitarnya dalam proses produksi. Perempuan turut berperan dalam mengerjakan berbagai produk anyaman, termasuk penyandang disabilitas yang mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan mereka. Pola kerja tersebut menunjukkan bahwa kegiatan UMKM dapat menjadi sarana pemberdayaan sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang lebih terbuka.

Lokal Kreatif juga mendapat booth dalam acara tersebut. Kehadiran ruang promosi ini memungkinkan pengunjung mengenal kerajinan khas Desa Loyok secara langsung, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen dan mitra baru. Produk anyaman bambu dari desa tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga digunakan sebagai suvenir atau merchandise untuk gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dengan demikian, nilai budaya lokal memperoleh tempat dalam ajang berskala internasional, sementara manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh komunitas pembuatnya.

Fety menyampaikan bahwa UMKM tidak hanya berjuang untuk kepentingan usaha masing-masing, tetapi juga berupaya memberdayakan orang-orang di sekitarnya dan membangun kolaborasi. Pandangan tersebut tercermin dalam perjalanan Lokal Kreatif, yang menghubungkan keterampilan warga, peran kelompok inklusif, serta dukungan perusahaan dan penyelenggara acara. Kolaborasi semacam ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan UMKM dapat berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas masyarakat. Ketika akses dan kesempatan dibuka secara merata, usaha lokal berpeluang berkembang sekaligus menghasilkan dampak sosial yang lebih luas bagi komunitas.

Kolaborasi yang hadir dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya terlihat melalui keterlibatan pelaku usaha dalam penyediaan produk, tetapi juga melalui layanan yang memperhatikan kenyamanan pengunjung. Salah satunya adalah layanan pijat refleksi yang melibatkan terapis lokal. Kehadiran layanan ini memberikan ruang bagi tenaga profesional dari wilayah sekitar untuk berinteraksi langsung dengan wisatawan, sekaligus memperkenalkan potensi jasa yang dimiliki masyarakat setempat. Dukungan juga datang dari UMKM Bali Ayu Nature, yang menyediakan minyak pijat serta berbagai produk perawatan tubuh untuk menunjang layanan tersebut.

Kolaborasi itu menunjukkan bahwa ajang balap internasional di Mandalika dapat membuka peluang bagi UMKM dari beragam sektor, termasuk jasa kesehatan dan kebugaran, produk kecantikan, serta perawatan tubuh berbasis bahan lokal. Pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih lengkap selama berada di kawasan acara, sedangkan pelaku usaha mendapatkan kesempatan memperluas pengenalan merek dan membangun hubungan dengan konsumen baru. Pola keterlibatan seperti ini turut memperkuat ekosistem ekonomi lokal karena manfaat penyelenggaraan acara dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan branding produk Pertamina. Menurutnya, acara tersebut juga membawa aspek performance, inovasi, dan sustainability. Aspek keberlanjutan diarahkan untuk memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi wisata, sehingga manfaatnya diharapkan tetap berlanjut setelah rangkaian acara selesai. Dengan demikian, Mandalika tidak hanya dipandang sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga sebagai salah satu destinasi unggulan. Baron menilai, etalase produk unggulan yang dibangun Pertamina di kawasan tersebut dapat mendorong pergerakan ekonomi lokal dan memperluas peluang bagi masyarakat maupun UMKM untuk berkembang.

Baca juga: Ramalan Asmara Zodiak Scorpio Sabtu, 5 September 2026: Jangan Terburu Ambil Keputusan | Ramalan Keuangan Zodiak Taurus Jumat, 4 September 2026: Teliti Sebelum Ambil Peluang | Ramalan Asmara Zodiak Virgo Kamis, 3 September 2026: Jangan Terburu Ambil Keputusan