Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!

oleh -31 Dilihat
oleh
Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!

Batam | Masyarakat lokal Rempang, Batam, diharapkan tak sekadar menjadi buruh ketika industri berkembang di wilayah mereka. Kami ingin memberdayakan, menemukan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Transmigrasi menjembatani dunia usaha dengan dunia pendidikan supaya pendidikan yang mereka sekolah ini berdampak kepada masyarakat," kata Iftitah saat acara Festival Kementerian Transmigrasi di Batam, Sabtu (10/10/2026).

Keterangan yang tercatat menyebut Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pendidikan perlu diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha agar masyarakat setempat memiliki peluang mengisi posisi profesional di industri yang tumbuh di daerahnya. Menurut Iftitah, bekal pendidikan tinggi diharapkan membuat masyarakat lebih siap mengisi kebutuhan tenaga kerja saat industri di Batam berkembang. Levelnya sudah level manajer, level office," jelas Iftitah.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kementerian Transmigrasi menyiapkan pengembangan pendidikan melalui Kampus Patriot di kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco-City, termasuk rencana beasiswa bagi warga lokal hingga jenjang magister atau S2. Iftitah menegaskan, warga lokal tidak seharusnya harus pergi jauh untuk mengakses pendidikan tinggi. Pemerintah berencana membuka akses pendidikan melalui Kampus Patriot, termasuk dukungan beasiswa bagi masyarakat setempat. Saya juga tidak ingin masyarakat lokal ini jauh-jauh sekolah ke luar. Kalau mau sekolah di ITB, di UI, di Undip, ITB, sekolah di sini saja, tidak perlu jauh-jauh.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu kunci agar masyarakat lokal ikut menikmati manfaat pertumbuhan industri, alih-alih hanya menyaksikan perubahan di wilayah tempat tinggal mereka. S1-nya nanti kita buka dengan beasiswa untuk yang masyarakat lokal, S2-nya," katanya. Mereka diharapkan memiliki kesempatan menduduki posisi manajerial maupun staf profesional, bukan hanya bekerja di level buruh. Sehingga nanti ketika industri-industri ini berkembang di Batam, ya insyaallah juga akan ada percepatan begitu, mereka sudah siap bekerja. Jadi tidak lagi pada level yang buruh begitu. Oleh karena itu yang kita lakukan adalah memampukan masyarakat lokal supaya betul-betul mereka betul-betul berkembang dan tidak hanya menjadi penonton," ujarnya. Iftitah menambahkan, bangunan Kampus Patriot di kawasan Tanjung Banon telah tersedia dengan konsep modular box. Ia berharap pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Rempang dapat menjadi proyek percontohan untuk diterapkan di kawasan transmigrasi lain. Mau notif berita penting & breaking news dari kami?