Surabaya | Proses naturalisasi Taisei Marukawa disebut berjalan melalui jalur mandiri dan berpotensi membuka kesempatan bagi pemain asal Jepang tersebut untuk membela Timnas Indonesia. Perkembangan ini disampaikan Noor Korompot, staf khusus Menteri Hukum Republik Indonesia, dalam siniar Bola Break. Kabar tersebut menempatkan nama Marukawa dalam pembahasan mengenai kemungkinan penambahan pilihan pemain bagi skuad nasional, terutama di sektor sayap.
Menurut penjelasan Korompot, proses yang ditempuh Marukawa merupakan naturalisasi murni, bukan melalui jalur khusus. Dengan demikian, pengurusan kewarganegaraan dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku bagi pemohon, bukan karena adanya mekanisme istimewa yang diberikan untuk kepentingan tertentu. Ia juga menyebut Marukawa memperoleh bantuan dalam mengurus proses tersebut. Bantuan itu berkaitan dengan pendampingan administrasi, sementara jalur yang dijalani tetap disebut sebagai proses mandiri.
Informasi mengenai proses ini belum dengan sendirinya memastikan Marukawa akan segera memperkuat tim nasional. Kesempatan tersebut masih bergantung pada penyelesaian tahapan administrasi dan pemenuhan ketentuan yang relevan, termasuk syarat untuk dapat mewakili Indonesia dalam pertandingan internasional. Karena itu, perkembangan naturalisasi perlu dipahami sebagai langkah awal yang berpotensi membuka opsi baru, bukan pengumuman bahwa pemain tersebut telah resmi menjadi bagian dari skuad Garuda.
Marukawa dikenal sebagai pemain yang berposisi di sisi serangan dan pernah merumput di kompetisi sepak bola Indonesia. Apabila seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan ia memenuhi persyaratan untuk membela tim nasional, kehadirannya dapat menambah alternatif bagi pelatih dalam menyusun komposisi lini depan. Namun, keputusan mengenai pemanggilan pemain tetap berada dalam ranah tim pelatih dan federasi. Untuk saat ini, fokus utama adalah memastikan proses naturalisasi berlangsung sesuai prosedur, sembari menunggu informasi resmi berikutnya mengenai status kewarganegaraan dan peluang Marukawa mengenakan seragam Timnas Indonesia.
Domisili Taisei Marukawa di Indonesia sejak 2021 menjadi salah satu dasar yang membuatnya dinilai memenuhi persyaratan untuk mengajukan naturalisasi. Pemain asal Jepang tersebut disebut telah tinggal di Indonesia selama lima tahun berturut-turut. Masa tinggal itu penting karena ketentuan yang dijelaskan dalam proses pengajuan mensyaratkan pemohon berada di Indonesia dalam jangka waktu tersebut tanpa pulang ke negara asalnya.
Noor menjelaskan, pemenuhan syarat itu tidak hanya didasarkan pada keterangan pemohon atau lama berkarier di kompetisi Indonesia. Riwayat perjalanan juga diperiksa sebagai bagian dari verifikasi dokumen. Data perlintasan digunakan untuk memastikan kapan seseorang masuk dan keluar dari Indonesia, sehingga keberadaan pemohon selama periode yang dipersyaratkan dapat ditelusuri. Pemeriksaan tersebut membantu pihak terkait menilai apakah masa tinggal lima tahun benar-benar berlangsung secara berkesinambungan.
Dalam kasus Marukawa, keterangan yang disampaikan menyebut ia tidak kembali ke Jepang selama periode domisili tersebut. Hal ini menjadi poin penting, sebab syarat lima tahun tidak sekadar berarti telah menetap atau bekerja di Indonesia dalam rentang waktu yang cukup panjang. Pemohon juga diharuskan tidak pulang ke negara asal selama periode yang menjadi dasar pengajuan. Karena itu, catatan perjalanan menjadi bukti pendukung yang relevan dalam penilaian administrasi.
Meski demikian, terpenuhinya ketentuan masa tinggal menjadi dasar untuk mengajukan proses naturalisasi, bukan berarti seluruh tahapan berikutnya otomatis selesai. Dokumen dan persyaratan lain tetap perlu ditelaah oleh pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku. Verifikasi data perlintasan membantu memastikan salah satu aspek penting sebelum proses dapat berlanjut. Dengan demikian, informasi mengenai domisili dan perjalanan Marukawa menjelaskan alasan namanya dinilai memenuhi syarat awal untuk pengajuan, sementara keputusan akhir tetap bergantung pada pemeriksaan menyeluruh.
Taisei Marukawa lahir di Higashihiroshima, Jepang, pada 30 Januari 1997. Sebelum dikenal luas oleh penggemar sepak bola Indonesia, ia lebih dahulu menimba pengalaman di luar negeri, termasuk bermain di Liga Malta. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya ke kompetisi Indonesia pada 2021. Marukawa bergabung dengan Persebaya Surabaya dan segera mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan sebagai pemain sayap. Ia dikenal memiliki kecepatan, keterampilan mengolah bola, serta kontribusi dalam membangun serangan. Adaptasinya yang cepat membuat namanya menonjol pada musim pertamanya bersama klub berjuluk Bajul Ijo itu.
Performa Marukawa bersama Persebaya mencapai puncak pada kompetisi Liga 1 musim 2021/2022. Dalam 32 penampilan, ia mencatatkan 17 gol dan 10 assist, sebuah kontribusi yang memperlihatkan perannya bukan hanya sebagai pencipta peluang, tetapi juga sebagai pencetak gol. Catatan tersebut turut mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik kompetisi. Pengakuan itu memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemain asing yang paling berpengaruh pada musim tersebut. Ia mampu memberi ancaman dari sisi lapangan, melakukan penetrasi ke area pertahanan lawan, dan terlibat dalam penyelesaian akhir. Produktivitasnya menjadikan Marukawa sosok penting dalam lini serang Persebaya.
Setelah dua musim menampilkan performa bersama Persebaya, Marukawa melanjutkan karier di PSIS Semarang. Ia membela klub tersebut selama dua musim, sekaligus menambah pengalaman bermain di lingkungan dan skema tim yang berbeda. Perjalanan berikutnya membawanya bergabung dengan Dewa United pada 2024. Hingga kini, ia masih menjadi bagian dari klub yang bermarkas di Tangerang tersebut. Perpindahan antarklub itu menunjukkan bahwa kariernya di Indonesia berlanjut setelah periode awal yang menonjol di Surabaya. Rekam jejak dari Persebaya, PSIS, hingga Dewa United memberi gambaran tentang pengalaman Marukawa di beberapa tim Liga 1. Ia membawa bekal kontribusi gol, assist, dan pemahaman kompetisi domestik yang berkembang dari musim ke musim.
Peran Taisei Marukawa di Dewa United pada musim ini terlihat dari konsistensinya mengisi susunan pemain. Ia nyaris selalu tampil dan menjadi salah satu pilihan penting dalam upaya tim membangun serangan dari sisi lapangan. Satu-satunya pertandingan yang dilewatkannya adalah laga terakhir melawan Arema FC. Dalam pertandingan tersebut, Dewa United harus menerima kekalahan telak dengan skor 0-4. Absennya Marukawa menjadi catatan tersendiri, mengingat kontribusi dan keterlibatannya cukup rutin sepanjang kompetisi. Konsistensi bermain itu juga memberinya kesempatan menjaga ritme serta membantu tim dalam berbagai situasi pertandingan, baik ketika menyerang maupun saat berusaha menciptakan peluang dari area sayap.
Kontribusi pemain berusia 29 tahun itu tidak hanya tampak dari kehadirannya di lapangan. Marukawa telah mencatatkan empat assist untuk Dewa United pada musim ini. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai pemberi assist terbanyak kedua di BRI Super League, sebuah catatan yang menunjukkan kemampuannya membuka peluang bagi rekan setim. Umpan-umpan yang menghasilkan gol itu turut menegaskan nilai Marukawa sebagai pemain kreatif di sektor sayap. Statistik tersebut menjadi salah satu dasar untuk menilai dampak yang dapat ia berikan apabila kelak mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia. Pengalaman bermain secara reguler di kompetisi domestik juga dapat menjadi modal dalam persaingan memperebutkan tempat di skuad nasional.
Noor menyebut dokumen Marukawa dinilai lengkap dan sang pemain telah memenuhi masa domisili lima tahun yang disyaratkan. Dengan usia 29 tahun serta pengalaman dan kontribusi yang sudah ditunjukkan, ia berpotensi menjadi opsi baru bagi Timnas Indonesia apabila proses naturalisasinya tuntas. Kehadirannya dapat menambah pilihan di sektor sayap, terutama saat tim membutuhkan pemain yang mampu menciptakan peluang dan memberikan umpan matang. Potensi tersebut relevan untuk persiapan menghadapi agenda internasional, termasuk Piala Asia 2027. Meski demikian, peluang tampil bersama tim nasional tetap bergantung pada penyelesaian proses administrasi serta keputusan pelatih mengenai kebutuhan skuad. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Marukawa dapat memperluas pilihan pemain bagi Indonesia menjelang turnamen tersebut.
