Said Abdullah Dorong Kader PDIP Perkuat Empati dan Kedekatan dengan Rakyat

oleh -382 Dilihat
oleh
Said Abdullah Dorong Kader PDIP Perkuat Empati dan Kedekatan dengan Rakyat

KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah meminta seluruh kader memperkuat empati serta menjaga kedekatan dengan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi internal yang dirangkaikan dengan bakti sosial di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Jumat, 9 Oktober 2026. Melalui kegiatan itu, partai menegaskan pentingnya kehadiran politik yang dirasakan secara langsung oleh warga.

Said menekankan bahwa kader tidak boleh menjauh dari persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat. Menurut dia, partai harus hadir dengan sikap mendengar, memahami, dan membantu sesuai kebutuhan warga. Kedekatan tersebut tidak cukup dibangun ketika momentum politik berlangsung, tetapi perlu dirawat secara konsisten melalui interaksi serta kerja nyata di tengah lingkungan masyarakat.

Kegiatan konsolidasi itu dihadiri pengurus partai dari berbagai tingkatan, mulai dari DPC, PAC, hingga ranting. Kehadiran struktur organisasi secara menyeluruh menjadi bagian penting untuk menyamakan langkah dan memperkuat koordinasi pelayanan politik di tingkat lokal. Para kader didorong agar menerjemahkan arahan tersebut ke dalam program yang relevan, terbuka, dan memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Dalam pandangan Said, rakyat harus ditempatkan sebagai pemilik kehormatan utama dalam kehidupan politik, bukan sekadar objek dalam berbagai kegiatan partai. Karena itu, setiap aktivitas organisasi perlu menjunjung martabat warga dan menghindari pendekatan yang hanya berorientasi pada kepentingan elektoral. Bakti sosial dalam rangkaian konsolidasi tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk menunjukkan bahwa keberadaan partai harus memberikan manfaat nyata, sekaligus memperkuat hubungan kader dan masyarakat.

Kegiatan sosial berlangsung bersamaan dengan konsolidasi partai di kantor DPC PDI Perjuangan. Dalam kegiatan tersebut, PDI Perjuangan menyalurkan paket kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan 2. Penyaluran ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan pengurus partai dengan warga secara langsung. Ratusan warga berkumpul di kantor DPC untuk menerima tali asih yang telah disiapkan oleh partai.

Penyerahan tali asih dilakukan langsung oleh Said Abdullah bersama sejumlah pengurus PDI Perjuangan. Selain paket untuk masyarakat kategori desil 1 dan 2, partai juga memberikan paket kepada 20 anak yatim piatu. Pemberian tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan diikuti oleh warga serta jajaran kader yang hadir di lokasi. Setiap paket diserahkan sebagai bagian dari kegiatan sosial yang digelar bersamaan dengan agenda konsolidasi.

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut hadir dan terlibat bersama para pengurus serta kader partai. Kader PDI Perjuangan lainnya, Dewanti Rumpoko dan Saifudin Zuhri, juga ikut mendampingi rangkaian penyaluran. Kehadiran mereka memperkuat keterlibatan jajaran partai dalam kegiatan yang diikuti ratusan warga tersebut. Said Abdullah bersama pengurus partai kemudian menyerahkan tali asih secara langsung kepada para penerima yang telah berkumpul di kantor DPC, termasuk anak-anak yatim piatu yang menerima paket khusus dalam kegiatan sosial itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menyiapkan total 1.000 paket sembako untuk masyarakat. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga kedekatan kader partai dengan warga. Menurut Didik, jumlah paket yang disiapkan dirancang agar manfaat kegiatan dapat menjangkau penerima di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

Setiap paket berisi sejumlah kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Komponen bantuan tersebut lain beras, minyak, serta kebutuhan pokok lainnya. Selain barang kebutuhan, setiap penerima juga memperoleh uang tunai senilai Rp200 ribu. Dengan susunan bantuan itu, paket diharapkan dapat membantu meringankan beban penerima, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dalam pelaksanaan awal kegiatan, sebanyak 310 paket telah dibagikan kepada masyarakat. Pembagian tersebut menjadi tahap pertama dari keseluruhan bantuan yang telah dipersiapkan. Didik menyampaikan bahwa penyaluran tidak dilakukan sekaligus karena paket lainnya akan diteruskan melalui DPC di seluruh Kabupaten Malang. Mekanisme bertahap ini dimaksudkan agar distribusi dapat berlangsung lebih terarah dan menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Said Abdullah memandang kegiatan sosial bukan semata-mata sebagai agenda pembagian bantuan kepada warga. Penyaluran tali asih, menurutnya, merupakan bentuk terima kasih partai kepada masyarakat sekaligus upaya menyambung rasa di kader dan rakyat. Melalui kegiatan tersebut, kader diingatkan untuk memelihara empati, memahami keadaan warga, serta hadir ketika masyarakat menghadapi kebutuhan dan persoalan.

Ia memilih istilah “tali asih” karena ungkapan itu dinilai lebih mencerminkan rasa terima kasih dan komitmen untuk menjaga kedekatan. Istilah tersebut tidak menempatkan warga hanya sebagai penerima, melainkan sebagai bagian penting dari hubungan sosial yang perlu dirawat secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan sosial tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi menjadi sarana membangun kepedulian dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Said juga mendorong PDIP membangun paradigma bahwa eksistensi partai ditentukan oleh masyarakat. Prinsip ini perlu diterapkan secara menyeluruh, mulai dari anggota DPR RI, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, hingga struktur partai di tingkat paling bawah. Setiap kader memiliki tanggung jawab untuk menghubungkan kerja politik dengan kebutuhan nyata rakyat, bukan hanya menjalankan kegiatan ketika momentum tertentu tiba.

Kedekatan dengan masyarakat, dalam pandangan Said, tidak cukup dibangun melalui kegiatan seremonial. Kader perlu menyediakan ruang yang terbuka bagi rakyat untuk berbicara, menyampaikan kebutuhan, dan mengutarakan keluhan. Mendengar secara langsung akan membantu partai memahami persoalan secara lebih utuh sekaligus mencegah hubungan politik menjadi formal dan berjarak. Rakyat bukan sekadar sasaran program, melainkan pemilik kehormatan utama yang menentukan arah serta keberadaan partai. Karena itu, empati, keterbukaan, dan kesediaan hadir bersama warga harus menjadi kebiasaan dalam seluruh jenjang organisasi.