Depok | Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Yamaha Mio, Honda Vario, dan sebuah truk Mitsubishi terjadi di Jalan Nusantara Raya, Depok, pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut berujung pada satu korban jiwa: penumpang Honda Vario meninggal dunia setelah terlindas truk. Dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka ringan. Insiden ini menjadi rangkaian kecelakaan di ruas jalan tersebut yang menyita perhatian warga dan pengguna jalan.
Informasi mengenai kejadian itu disampaikan pada Minggu (25/10/2026). Berdasarkan keterangan yang tersedia, tiga kendaraan yang terlibat adalah Yamaha Mio, Honda Vario, dan truk Mitsubishi. Namun, rincian mengenai urutan benturan, posisi masing-masing kendaraan sebelum kejadian, serta penyebab kecelakaan belum dijelaskan dalam informasi awal. Karena itu, kronologi lebih terperinci perlu merujuk pada keterangan resmi pihak berwenang, bukan pada dugaan yang beredar.
Dampak paling serius dialami penumpang Honda Vario, yang meninggal dunia setelah terlindas truk. Sementara itu, dua orang lainnya mengalami luka ringan. Perbedaan tingkat cedera tersebut menunjukkan bahwa satu insiden di jalan dapat menimbulkan akibat yang sangat berat, terutama ketika melibatkan kendaraan roda dua dan kendaraan besar. Meski demikian, informasi awal belum merinci identitas para korban maupun tindakan medis yang diberikan setelah kejadian.
Kecelakaan berlangsung pada siang hari di Jalan Nusantara Raya, sehingga pengguna jalan yang melintas di kawasan itu mungkin menghadapi gangguan arus selama penanganan berlangsung. Belum tersedia keterangan terperinci mengenai durasi penanganan, kondisi lalu lintas, atau langkah pengamanan di lokasi. Pengguna jalan sebaiknya tidak menyimpulkan penyebab maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. Keterangan lanjutan dari kepolisian atau instansi terkait dapat membantu memperjelas rangkaian kejadian dan memastikan informasi yang beredar tetap akurat. Perhatian utama saat ini adalah fakta bahwa seorang penumpang meninggal, sedangkan dua orang lain mengalami luka ringan.
Rangkaian kejadian di Jalan Nusantara Raya, Depok, bermula ketika sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B-6006-ERF melaju dari arah selatan menuju utara. Dalam perjalanan tersebut, motor kemudian oleng dan bergerak ke sisi kanan jalan. Pergerakan itu menjadi awal terjadinya senggolan dengan sepeda motor lain yang berada di jalur tersebut, yakni Honda Vario bernomor polisi B-4535-EFD.
Kanit Laka Satlantas Polres Metro Depok Iptu Pujiono menerangkan bahwa Yamaha Mio tersebut menyenggol Honda Vario. Pada saat kejadian, Vario ditumpangi dua orang, yaitu seorang pengemudi dan seorang penumpang. Keterangan mengenai arah perjalanan Mio, kondisi motor yang oleng, gerakannya ke kanan, serta senggolan dengan Vario disampaikan oleh Pujiono sebagai bagian dari penjelasan awal tentang urutan peristiwa.
Setelah kedua kendaraan bersenggolan, pengemudi dan penumpang Honda Vario terjatuh. Dengan demikian, urutan awal yang dijelaskan sumber dimulai dari Yamaha Mio yang bergerak dari selatan ke utara, kemudian oleng ke kanan dan mengenai Vario yang ditumpangi dua orang. Benturan tersebut menyebabkan kedua orang di Vario jatuh. Rincian ini menggambarkan kejadian sebelum rangkaian kecelakaan berlanjut pada peristiwa berikutnya di lokasi tersebut. Informasi yang disampaikan pada tahap ini terbatas pada arah perjalanan, gerakan sepeda motor, terjadinya senggolan, serta akibat langsung bagi pengemudi dan penumpang Vario. Tidak ada keterangan tambahan dalam uraian ini mengenai kecepatan kendaraan, kondisi pengendara, ataupun penyebab Mio oleng. Karena itu, urutan tersebut disampaikan sesuai keterangan Iptu Pujiono tanpa menambahkan dugaan tentang faktor lain yang mungkin berperan dalam kejadian.
Pada saat bersamaan dengan rangkaian kejadian tersebut, sebuah truk Mitsubishi box bernomor polisi F-8884-MD datang dan menabrak pengemudi serta penumpang Honda Vario yang sebelumnya telah terjatuh. Kedua orang itu berada dalam keadaan terjatuh ketika truk melintas, sehingga peristiwa tersebut menjadi bagian berikutnya dari kecelakaan di Jalan Nusantara Raya, Depok. Informasi mengenai kejadian ini disampaikan oleh Iptu Pujiono. Keterangan tersebut menjelaskan bahwa truk terlibat setelah pengendara dan penumpang sepeda motor terjatuh, tanpa merinci hal lain di luar urutan kejadian dan kondisi yang disebutkan oleh pihak kepolisian.
Menurut Iptu Pujiono, jarak truk dan kondisi saat itu membuat kendaraan berat tersebut tidak dapat menghindar. Dengan demikian, tabrakan terjadi ketika pengemudi dan penumpang Honda Vario sudah berada dalam posisi terjatuh, dan truk Mitsubishi box tidak mampu mengelak dari mereka. Keterangan ini menjadi penjelasan mengenai mengapa truk turut terlibat dalam insiden tersebut. Tidak ada rincian tambahan yang disampaikan mengenai kecepatan kendaraan, letak pasti masing-masing kendaraan, ataupun tindakan lain sebelum benturan. Karena itu, uraian kejadian ini terbatas pada informasi yang telah diberikan oleh Iptu Pujiono.
Keterlibatan truk Mitsubishi box menambah rangkaian peristiwa dalam kecelakaan tersebut. Kendaraan dengan nomor polisi F-8884-MD itu datang pada saat yang bersamaan, lalu menabrak pengemudi dan penumpang Honda Vario yang telah terjatuh. Penjelasan tentang jarak dan keadaan saat itu menunjukkan bahwa truk tidak dapat menghindar, bukan bahwa pengemudinya memiliki ruang atau kesempatan tertentu untuk melakukan tindakan lain. Informasi yang tersedia tidak memuat detail lebih lanjut, sehingga penyebab maupun urutan teknis di luar keterangan tersebut tidak dapat dipastikan dari bagian ini. Fakta yang disampaikan berfokus pada waktu kedatangan truk, korban yang tertabrak, dan alasan kendaraan tidak dapat menghindar. Dengan demikian, peristiwa ini merupakan kelanjutan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk di Jalan Nusantara Raya, Depok.
Dampak paling berat dari rangkaian kecelakaan di Jalan Nusantara Raya, Depok, adalah meninggalnya seorang penumpang sepeda motor Vario berinisial SF. Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Informasi mengenai kondisi korban tersebut disampaikan oleh Iptu Pujiono, yang memberikan keterangan terkait peristiwa kecelakaan itu. Dengan demikian, insiden tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan dan gangguan di jalan, tetapi juga merenggut satu nyawa.
Menurut keterangan Iptu Pujiono, SF mengalami luka lecet pada kedua kaki serta luka di bagian kepala. Korban disebut meninggal di tempat, sementara rincian lain mengenai penanganan medis maupun keadaan setelah kejadian tidak disampaikan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, uraian mengenai kondisi SF terbatas pada luka-luka yang disebutkan oleh pihak kepolisian, tanpa menambahkan dugaan tentang penyebab maupun proses yang dialami korban.
Selain korban yang meninggal, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka ringan. Keterangan yang disampaikan tidak merinci identitas kedua orang tersebut, hubungan mereka dengan kendaraan yang terlibat, ataupun bagian tubuh yang mengalami luka. Informasi itu juga tidak menjelaskan lebih jauh mengenai penanganan yang mereka terima. Iptu Pujiono menjadi sumber keterangan mengenai dampak korban dalam peristiwa ini, sehingga rincian yang dapat dipastikan hanya mencakup satu penumpang Vario berinisial SF yang meninggal di lokasi dengan luka lecet pada kedua kaki dan luka di kepala, serta dua orang yang mengalami luka ringan. Peristiwa tersebut meninggalkan dampak langsung berupa satu korban jiwa dan dua orang terluka, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tersebut.
Baca juga: Dari Kwitansi hingga Pemeriksaan Polisi: Membongkar Rangkaian Transaksi Honda Brio Rp115 Juta di Kediri | TNI Run 2026 Meriahkan Rangkaian HUT Ke-81 TNI, 15.965 Pelari Padati Monas | Mangkir dari Panggilan Polisi Bisa Berujung Masalah Hukum, Dedy Luqman Hakim Bongkar Hak dan Kewajiban Saksi
