Rafael Struick Memilih Fokus di Dewa United di Tengah Peluang Kembali ke Timnas

oleh -51 Dilihat
oleh
Rafael Struick Memilih Fokus di Dewa United di Tengah Peluang Kembali ke Timnas

Jakarta | Rafael Struick mengaku tidak berharap terlalu banyak untuk kembali membela Timnas Indonesia. Pemain berusia 23 tahun itu menyampaikan pandangannya di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober, saat ditanya mengenai peluangnya mendapat panggilan lagi. Setelah lebih dari satu tahun tidak menjadi bagian dari tim nasional, ia memilih untuk tidak menjadikan kemungkinan tersebut sebagai fokus utama. Struick menegaskan bahwa perhatian dan tenaganya kini diarahkan pada pekerjaan sehari-hari bersama Dewa United, klub yang sedang dibelanya.

Ia menyadari bahwa kesempatan kembali ke tim nasional tidak sepenuhnya berada dalam kendalinya. Karena itu, Struick memilih untuk menjalani tugasnya di klub dengan sungguh-sungguh, alih-alih menggantungkan harapan pada keputusan pemanggilan. Menurutnya, hal paling penting saat ini adalah terus berlatih, bekerja keras, dan menunjukkan performa terbaik ketika mendapat kesempatan bermain. Sikap tersebut mencerminkan pilihannya untuk menjaga fokus pada hal-hal yang dapat ia upayakan langsung bersama tim.

Struick menyampaikan bahwa ia akan terus bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaiknya untuk Dewa United. Pernyataan itu bukan berarti ia menutup peluang untuk kembali memperkuat Indonesia, melainkan menunjukkan bahwa ia tidak ingin terlalu berharap atau mengalihkan perhatian dari klub. Setelah melewati masa panjang tanpa berada dalam skuad Timnas, ia tetap menjalani prosesnya sebagai pemain Dewa United dan berupaya memberi kontribusi di sana. Baginya, tampil baik bersama klub merupakan tanggung jawab yang perlu dijalankan sekarang, sementara peluang membela tim nasional akan mengikuti perkembangan berikutnya. Dengan demikian, ia memilih menempatkan komitmen kepada klub sebagai prioritas, tanpa membuat klaim mengenai kapan panggilan Timnas mungkin datang. Sikap realistis itu juga membuatnya dapat berkonsentrasi pada persiapan dan penampilannya dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Ia ingin membuktikan keseriusannya melalui kerja, bukan sekadar membicarakan kemungkinan dipanggil kembali. Untuk saat ini, Struick mengarahkan fokusnya kepada Dewa United, sambil tetap menjalani karier dan berusaha meningkatkan kualitas permainan. Ia menyatakan kesediaannya untuk terus memberikan yang terbaik bagi klub, terlepas dari ada atau tidaknya kesempatan kembali berseragam merah putih dalam waktu dekat.

Rafael Struick masih berupaya mengukuhkan diri sebagai salah satu pilihan utama pelatih Dewa United, Osmar Loss. Kemampuannya bermain di beberapa posisi lini depan memberi staf pelatih sejumlah opsi, tetapi persaingan untuk mendapatkan tempat reguler tetap ketat. Karena itu, menit bermain yang ia peroleh menjadi bagian penting dari proses adaptasinya sekaligus kesempatan untuk menunjukkan konsistensi dalam skema tim.

Dalam tujuh pertandingan Dewa United di Super League, Struick selalu dimainkan. Hingga saat ini, ia telah mengumpulkan 507 menit bermain, dengan sumbangan satu gol dan satu assist. Catatan tersebut menunjukkan bahwa ia cukup sering dipercaya untuk terlibat, meski belum selalu menjadi starter atau bermain penuh. Kontribusinya juga tidak hanya ditentukan oleh angka, sebab pergerakan tanpa bola, kemampuan membuka ruang, dan keterlibatan dalam membangun serangan dapat membantu tim menciptakan peluang.

Perannya terlihat dalam tiga pertandingan terakhir Dewa United. Saat menghadapi Arema FC pada 25 Oktober, Struick bermain selama 90 menit. Namun, pertandingan itu berakhir dengan kekalahan telak 0-4 bagi Dewa United. Kesempatan bermain penuh tersebut memberinya waktu untuk terlibat sepanjang laga, sekaligus menjadi pengalaman penting dalam menghadapi tekanan dan mengevaluasi penampilan tim setelah hasil yang kurang baik.

Pada laga berikutnya melawan Persib Bandung, Struick tampil selama 26 menit dalam pertandingan yang berakhir imbang 2-2. Setelah itu, ia kembali mendapat kesempatan bermain ketika Dewa United menghadapi Persijap. Struick berada di lapangan selama 45 menit dalam kemenangan 2-0 timnya. Perbedaan durasi bermain pada tiga laga itu memperlihatkan bahwa menitnya masih menyesuaikan kebutuhan pertandingan dan keputusan pelatih.

Dengan jadwal kompetisi yang terus berjalan, Struick memiliki peluang untuk meningkatkan kontribusinya dan memperkuat posisinya di lini depan. Konsistensi dalam memanfaatkan setiap kesempatan, baik sebagai starter maupun pemain pengganti, akan menjadi faktor penting dalam persaingannya. Bagi Dewa United, fleksibilitasnya memberi pilihan tambahan; bagi Struick, performa yang lebih berdampak dapat membantu meyakinkan Osmar Loss bahwa ia layak memperoleh peran lebih besar.

Persaingan di lini depan Dewa United menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Rafael Struick dalam upayanya memperoleh waktu bermain. Klub tersebut memiliki sejumlah pemain yang dapat mengisi area serang, sementara pelatih Osmar Loss banyak mengandalkan kuartet Egy Maulana Vikri, Taisei Marukawa, Noah Sadaoui, dan Denilson. Situasi ini membuat komposisi pemain depan menjadi perhatian dalam setiap pertandingan, terutama bagi pemain yang berusaha menunjukkan kontribusi secara konsisten. Bagi Struick, persaingan tersebut berlangsung di tengah tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Dalam tiga pertandingan terakhir Dewa United, Struick hanya sekali tampil sebagai starter. Kesempatan itu datang saat tim menghadapi Arema FC. Pada dua pertandingan lainnya dalam rangkaian tersebut, ia tidak masuk dalam susunan pemain inti. Catatan itu menggambarkan terbatasnya jumlah kesempatan Struick untuk memulai pertandingan dari awal dalam periode terbaru, sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan di para pemain yang tersedia di lini serang. Namun, data tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik pilihan susunan pemain, yang dapat berbeda dari satu laga ke laga berikutnya.

Kuartet yang kerap diandalkan Loss memiliki karakter dan peran masing-masing dalam skema serangan Dewa United. Egy, Marukawa, Sadaoui, dan Denilson menjadi pilihan yang banyak mendapat kepercayaan, sedangkan Struick perlu bersaing untuk memperoleh ruang di opsi tersebut. Keberadaan sejumlah pemain depan memberi pelatih alternatif dalam menyusun tim, sementara bagi setiap pemain, persaingan untuk tampil menuntut kesiapan saat kesempatan datang. Pertandingan melawan Arema FC menjadi satu-satunya laga dari tiga pertandingan terakhir ketika Struick dipercaya sebagai starter. Perkembangan menit bermainnya pada laga-laga berikutnya akan menjadi bagian dari dinamika skuad, tanpa menghapus kenyataan bahwa posisi di lini depan Dewa United diperebutkan oleh beberapa pemain.

Bagi Rafael Struick, menjaga performa bersama Dewa United menjadi langkah penting untuk membangun kembali peluang di level internasional. Peran yang konsisten di klub dapat memberinya kesempatan menunjukkan kualitas, kebugaran, dan kontribusi dalam pertandingan secara berkelanjutan. Karena itu, fokus pada proses di Dewa United bukan sekadar pilihan jangka pendek, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai pemain yang siap bersaing.

Menjadi andalan tim berarti Struick perlu hadir secara rutin dan memberi pengaruh nyata ketika dipercaya tampil. Kontribusi tersebut tidak hanya dinilai dari gol, tetapi juga dari keterlibatan dalam membangun serangan, pergerakan tanpa bola, kerja sama dengan rekan setim, serta kedisiplinan menjalankan peran. Semakin konsisten penampilannya di kompetisi, semakin banyak pula bahan yang dapat dipertimbangkan oleh tim nasional. Meski demikian, performa klub tidak otomatis menjamin pemanggilan, sebab keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan dan penilaian pelatih.

Peluang menuju skuad Garuda juga berlangsung di tengah persaingan yang semakin ramai. Sejumlah wajah baru, termasuk Mitchell Baker dan Luke Vickery, menambah pilihan pemain yang dapat dipantau untuk memperkuat tim nasional. Situasi tersebut membuat setiap pemain perlu menjaga standar penampilan dan membuktikan kemampuannya secara konsisten. Struick sendiri sudah lebih dari satu tahun tidak tampil bersama Timnas Indonesia, tetapi hal itu tidak cukup untuk memastikan alasan tertentu ataupun menentukan apakah ia akan kembali dipanggil.

Dengan demikian jalan yang paling konkret bagi.

Baca juga: Memilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata kepada Pangkoops TNI Habema dan Kembali ke Masyarakat | Empat Anggota OPM Serahkan Senjata dan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi | Hadiri Munas Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO), Bamsoet Apresiasi Terpilihnya Kembali Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko sebagai Ketua Umum