Jakarta | Mahasiswa Universitas Trisakti membubarkan diri setelah menggelar aksi damai di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu berlangsung hingga petang. Setelah menyampaikan tuntutan dan berkumpul di lokasi, peserta mulai bersiap meninggalkan kawasan tersebut sekitar pukul 18.30 WIB. Berakhirnya kegiatan menandai penutupan aksi hari itu, yang berlangsung di sekitar barikade aparat kepolisian.
Sebelum pulang, para mahasiswa terlebih dahulu melaksanakan salat Magrib berjemaah di depan barikade polisi. Seusai beribadah, peserta merapikan diri dan bersiap bergerak meninggalkan lokasi. Suasana kemudian berangsur menuju pembubaran, sementara para peserta menerima arahan dari atas mobil komando. Pengaturan kepulangan menjadi bagian dari penutupan aksi, agar mahasiswa dapat bergerak meninggalkan area secara bersama-sama dan tetap menjaga kebersamaan selama perjalanan.
Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, menyampaikan ajakan kepada peserta dari atas mobil komando. Ia meminta mahasiswa untuk bergerak pulang dan tetap bersama di jalan. Dalam seruannya, Arief juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta aksi, masyarakat sipil, serta rakyat yang telah hadir dan memberikan dukungan. Pesan tersebut disampaikan ketika para mahasiswa mulai bersiap meninggalkan Jalan Merdeka Selatan. Seusai arahan itu, peserta bergerak untuk pulang, menutup rangkaian kegiatan yang dimulai pada sore hari. Aksi damai tersebut berakhir sekitar pukul 18.30 WIB, setelah mahasiswa menyampaikan tuntutan, beribadah bersama, dan menerima arahan untuk membubarkan diri. Dengan demikian, kegiatan di kawasan Jakarta Pusat itu ditutup melalui kepulangan peserta secara bersama-sama, sesuai ajakan yang disampaikan dari mobil komando.
Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang disampaikan mahasiswa memuat tiga pokok tuntutan. Pokok pertama adalah pemulihan berbagai bidang nasional, meliputi ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan. Cakupan tersebut menempatkan pemulihan sebagai agenda yang tidak terbatas pada satu sektor saja. Setiap bidang disebut sebagai bagian dari kondisi nasional yang perlu dipulihkan. Dengan demikian, tuntutan pertama mencakup pemulihan ekonomi, pemulihan ekologi, pemulihan politik, pemulihan pendidikan, serta pemulihan kesehatan. Kelima bidang itu disampaikan dalam satu rangkaian sebagai isi tuntutan mahasiswa. Rumusannya menegaskan keluasan bidang yang menjadi perhatian, tanpa mengubahnya menjadi tuntutan yang berbeda atau menambahkan ruang lingkup lain.
Pokok kedua berisi tuntutan untuk memberantas inkompetensi pejabat negara serta menghapus rangkap jabatan pejabat publik. Kedua bagian tersebut sama-sama berkaitan dengan pejabat, tetapi tetap merupakan hal yang disebut secara terpisah dalam Tritura. Pemberantasan inkompetensi pejabat negara menjadi bagian pertama dari pokok ini, sedangkan penghapusan rangkap jabatan pejabat publik menjadi bagian berikutnya. Rumusan tersebut mencakup pejabat negara dalam konteks inkompetensi dan pejabat publik dalam konteks rangkap jabatan. Keduanya tidak mengubah pokok kedua menjadi tuntutan lain di luar hal-hal tersebut. Karena itu, isi tuntutan ini dapat dipahami sesuai batas rumusannya: memberantas inkompetensi pejabat negara dan menghapus rangkap jabatan pejabat publik.
Pokok ketiga adalah penegakan supremasi sipil. Tuntutan ini berdiri sebagai bagian tersendiri dalam Tritura, di samping pemulihan lintas bidang dan pemberantasan inkompetensi serta penghapusan rangkap jabatan. Penegakan supremasi sipil menjadi inti dari tuntutan ketiga sebagaimana disampaikan mahasiswa. Ketiga pokok tersebut membentuk keseluruhan isi Tri Tuntutan Rakyat: pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional; pemberantasan inkompetensi pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan pejabat publik; dan penegakan supremasi sipil. Penyebutan setiap pokok mempertahankan cakupan masing-masing tuntutan, tanpa menggabungkan atau memperluas maknanya. Dengan begitu, Tritura yang disampaikan mahasiswa terdiri atas tiga tuntutan sebagaimana dirumuskan tersebut.
Tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi damai tersebut mendapat tanggapan dari pihak Istana. Staf Khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara, Binbin Firman Tresnadi, menemui massa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Pertemuan itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kembali sejumlah hal yang mereka nilai perlu mendapat perhatian pemerintah, termasuk tuntutan yang dirangkum dalam Tritura.
Dalam pertemuan tersebut, Binbin menyatakan adanya kesepakatan untuk memenuhi Tritura. Pernyataan itu disampaikan kepada mahasiswa sebagai tanggapan atas tuntutan yang mereka ajukan. Namun, informasi mengenai kesepakatan tersebut tidak merinci tahapan pelaksanaan ataupun waktu pemenuhan setiap tuntutan. Karena itu, pernyataan tersebut menunjukkan respons pihak Istana terhadap aspirasi mahasiswa, bukan keterangan mengenai pelaksanaan seluruh tuntutan yang telah selesai dilakukan.
Salah satu tuntutan yang dibicarakan secara khusus berkaitan dengan pengobatan gratis bagi warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Binbin berjanji terkait penggratisan pengobatan ISPA tersebut dan berjabat tangan dengan mahasiswa. Gestur itu berlangsung dalam konteks pembahasan tuntutan yang disampaikan massa. Janji yang disebutkan secara spesifik menyangkut pengobatan ISPA akibat kebakaran hutan dan lahan; tidak ada keterangan tambahan yang dapat dijadikan dasar untuk memperluas cakupan janji tersebut.
Kehadiran perwakilan Istana dan kesediaan menyampaikan tanggapan membuat mahasiswa memperoleh respons langsung atas aspirasi mereka. Pertemuan itu juga menandai bahwa tuntutan mereka telah didengar oleh pihak Istana. Meski demikian, penjelasan yang tersedia hanya mencatat pernyataan kesepakatan untuk memenuhi Tritura serta janji mengenai pengobatan ISPA. Tidak disampaikan rincian lebih lanjut tentang mekanisme, pembiayaan, kelompok penerima, ataupun jangkauan wilayah program pengobatan gratis tersebut. Dengan demikian, hal-hal itu tidak dapat dipastikan hanya dari informasi pertemuan. Respons Binbin menjadi bagian penting dari komunikasi pihak Istana dan mahasiswa dalam aksi damai itu, sementara pemenuhan tuntutan tetap merujuk pada komitmen yang disampaikan dalam pertemuan.
Pada pukul 18.45 WIB, petugas kebersihan mulai menyapu sampah yang tertinggal di area demonstrasi. Kegiatan itu berlangsung setelah mahasiswa membubarkan diri, menyusul penyampaian tiga tuntutan dalam aksi damai. Petugas terlihat mulai membersihkan lokasi dengan menyapu bagian area yang digunakan selama demonstrasi. Waktu tersebut menjadi penanda dimulainya pembersihan, sementara barikade besi yang sebelumnya berada di Jalan Merdeka Selatan juga telah dibuka.
Pembersihan sampah dan pembukaan barikade merupakan dua perkembangan yang terlihat setelah aksi berakhir. Petugas kebersihan menangani sampah yang masih berada di area demonstrasi dengan menggunakan sapu. Pada saat yang sama, akses di Jalan Merdeka Selatan tidak lagi tertutup oleh barikade besi yang sebelumnya dipasang. Kedua hal tersebut menjadi gambaran penanganan lokasi setelah para mahasiswa meninggalkan kegiatan demonstrasi.
Barikade besi sebelumnya menutup Jalan Merdeka Selatan. Setelah aksi damai selesai dan mahasiswa membubarkan diri, barikade tersebut telah dibuka. Perubahan posisi barikade itu tercatat sebagai bagian dari kondisi penanganan lokasi pada waktu setelah demonstrasi. Sementara itu, petugas kebersihan mulai menyapu sampah yang tertinggal pada pukul 18.45 WIB. Informasi mengenai pembukaan barikade dan dimulainya kegiatan menyapu menunjukkan langkah yang dilakukan di lokasi setelah aksi berlangsung.
Dengan demikian, perkembangan yang dapat dicatat setelah mahasiswa membubarkan diri mencakup dimulainya penyapuan sampah oleh petugas kebersihan serta dibukanya barikade besi di Jalan Merdeka Selatan. Waktu dimulainya penyapuan disebutkan secara spesifik, yaitu pukul 18.45 WIB. Kedua perkembangan tersebut menggambarkan aktivitas yang berlangsung di area demonstrasi dan di Jalan Merdeka Selatan setelah aksi damai berakhir. Tidak ada perubahan lain yang disampaikan dalam keterangan mengenai penanganan lokasi ini.
Baca juga: Krida Nusantara: Mahasiswa PPG UHAMKA Kenalkan Budaya melalui Bermain dan Berkarya | Dua Putri Group Juragan Media Sejati Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Letjen TNI Purn. K. Koswara
