Persidangan Ungkap Posisi Richard Lee di Perusahaan Kecantikan Athena

oleh -272 Dilihat
oleh
Persidangan Ungkap Posisi Richard Lee di Perusahaan Kecantikan Athena

TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Persidangan perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan di Pengadilan Negeri Tangerang mengungkap posisi Richard Lee dalam perusahaan kecantikan Athena. Keterangan mengenai status tersebut disampaikan oleh dua orang saksi yang memiliki pengetahuan langsung mengenai struktur dan administrasi perusahaan. Keduanya berasal dari divisi legal serta keuangan, sehingga penjelasan yang diberikan mencakup aspek hukum korporasi dan pencatatan kepemilikan.

Dalam keterangannya, saksi dari divisi legal menjelaskan bahwa nama Richard Lee tidak tercantum dalam susunan manajerial Athena. Ia tidak disebut sebagai direktur, komisaris, maupun pejabat lain yang menjalankan fungsi operasional perusahaan. Keterangan ini menjadi bagian penting dalam persidangan karena membedakan kedudukan seseorang sebagai pemilik saham dari peran pengelola yang bertanggung jawab atas kegiatan sehari-hari perusahaan.

Penjelasan tersebut kemudian diperkuat oleh saksi dari divisi keuangan. Berdasarkan dokumen dan pencatatan yang diterangkan di hadapan majelis hakim, Richard Lee berstatus sebagai pemegang saham Athena. Status itu menunjukkan adanya kepemilikan dalam perusahaan, tetapi tidak secara otomatis menempatkannya dalam jajaran manajemen atau memberikan kewenangan langsung untuk mengatur seluruh aktivitas usaha.

Fakta mengenai posisi Richard Lee menjadi salah satu hal yang disoroti dalam pemeriksaan saksi. Majelis hakim memperoleh gambaran mengenai hubungan Richard Lee dengan Athena melalui keterangan dua bidang yang menangani urusan legal dan keuangan. Meski demikian, penilaian terhadap tanggung jawab hukum setiap pihak tetap bergantung pada keseluruhan fakta persidangan, termasuk alat bukti, keterangan saksi lain, serta argumentasi jaksa dan penasihat hukum. Dengan demikian, status sebagai pemegang saham perlu dipahami secara terpisah dari posisi manajerial dalam perusahaan.

Dalam persidangan, Ali yang bekerja sebagai staf legal Athena memberikan keterangan mengenai perubahan susunan kepengurusan perusahaan. Ia menjelaskan bahwa posisi Richard Lee tidak lagi tercantum dalam struktur perusahaan setelah David Lee Thomson memegang kendali pada awal 2022. Keterangan tersebut disampaikan ketika majelis hakim menggali hubungan perubahan kepemimpinan, dokumen perusahaan, dan pihak yang memiliki kewenangan dalam menjalankan operasional Athena.

Menurut Ali, David Lee Thomson menjabat sebagai presiden direktur sekaligus menjadi pucuk pimpinan Athena. Dengan jabatan tersebut, David disebut memiliki kewenangan utama dalam pengelolaan perusahaan dan pengambilan keputusan strategis. Saksi juga menerangkan bahwa sejak perubahan itu, Richard Lee tidak lagi berada dalam susunan kepengurusan. Artinya, kedudukannya tidak termasuk dalam struktur formal perusahaan yang berlaku ketika dokumen kepengurusan tersebut dicatat dan disahkan.

Ali menambahkan, kendali David atas perusahaan sebenarnya telah berjalan sebelum 2022. Namun, pencatatan mengenai perubahan kepengurusan serta pengesahan dokumen perusahaan baru diproses pada tahun tersebut. Perbedaan waktu dimulainya kendali dan waktu administrasi diselesaikan menjadi bagian penting dalam keterangan saksi. Secara faktual, David disebut telah menjalankan peran pengendalian lebih dahulu, sedangkan pengakuan administratif melalui dokumen resmi dilakukan kemudian.

Keterangan ini menunjukkan bahwa perubahan posisi dalam Athena tidak hanya berkaitan dengan pergantian nama dalam dokumen, tetapi juga dengan proses peralihan kendali perusahaan. Ali menegaskan bahwa setelah David Lee Thomson menjadi presiden direktur, struktur formal Athena menempatkannya sebagai pemimpin tertinggi. Sementara itu, Richard Lee disebut sudah tidak memiliki posisi dalam kepengurusan sejak perubahan tersebut mulai berlaku dan kemudian diperkuat melalui proses pencatatan serta pengesahan pada 2022.

Kesaksian Ali dalam persidangan menunjukkan bahwa kewenangan pengambilan keputusan di perusahaan kecantikan Athena mengikuti struktur manajemen yang telah ditetapkan. Dalam struktur tersebut, posisi presiden direktur menjadi titik tertinggi untuk menentukan arah kebijakan, memberikan persetujuan, serta menjalankan otoritas perusahaan. Karena itu, keputusan strategis Athena tidak dapat dilekatkan kepada setiap pihak yang dikenal publik atau memiliki hubungan dengan perusahaan, melainkan harus dilihat berdasarkan jabatan formal dan kewenangan yang tercatat dalam struktur organisasi.

Berdasarkan keterangan Ali, David Lee Thomson merupakan pihak dengan kedudukan tertinggi dalam manajemen Athena. Ia disebut memiliki kewenangan atas berbagai keputusan perusahaan, termasuk persetujuan terhadap kebijakan dan tindakan yang berkaitan dengan operasional maupun arah bisnis. Kesaksian tersebut menegaskan bahwa otoritas perusahaan berada pada pihak yang memegang jabatan manajerial, terutama presiden direktur, bukan semata-mata pada figur yang memiliki peran di luar struktur formal.

Konsekuensinya, Richard Lee tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan atau menyetujui kebijakan Athena. Posisi tersebut berkaitan dengan fakta bahwa ia tidak memegang jabatan dalam manajemen perusahaan. Dengan tidak adanya jabatan struktural, Richard tidak berada dalam rantai pengambilan keputusan yang menentukan kebijakan, persetujuan, ataupun tindakan resmi perusahaan. Namanya mungkin tetap dikaitkan dengan Athena dalam ruang publik, tetapi keterkaitan tersebut berbeda dari kewenangan hukum dan administratif untuk mengendalikan perusahaan.

Penjelasan ini membatasi penilaian terhadap peran masing-masing pihak secara lebih jelas. Kebijakan Athena harus dipahami sebagai hasil keputusan dari pengurus yang memiliki otoritas formal, dengan David Lee Thomson sebagai pihak tertinggi menurut kesaksian Ali. Dengan demikian, tanggung jawab atas keputusan perusahaan juga perlu ditelusuri melalui struktur kewenangan tersebut, bukan diarahkan kepada Richard Lee yang tidak tercatat sebagai bagian dari manajemen.

Dalam persidangan, seorang saksi menegaskan bahwa Richard Lee tidak memiliki kewenangan untuk memberikan perintah kerja secara langsung kepada karyawan Athena. Penegasan itu didasarkan pada struktur organisasi perusahaan yang berlaku di tingkat pusat. Nama Richard Lee, menurut keterangan saksi, tidak tercantum dalam susunan kepengurusan resmi yang menjadi acuan dalam pembagian kewenangan serta jalur instruksi perusahaan.

Saksi menjelaskan bahwa setiap arahan yang berkaitan dengan pekerjaan karyawan Athena harus terlebih dahulu melalui persetujuan David Lee Thomson selaku presiden direktur. Posisi tersebut menempatkan David Lee Thomson sebagai pihak yang memiliki otoritas dalam memberikan keputusan dan instruksi resmi kepada berbagai bagian perusahaan. Dengan demikian, arahan dari pihak lain tidak dapat langsung dianggap sebagai perintah kerja yang mengikat karyawan.

Untuk memperkuat keterangannya, saksi membawa gulungan kertas berukuran besar ke ruang sidang. Dokumen tersebut berisi bagan kepengurusan resmi perusahaan dan digunakan untuk menunjukkan susunan jabatan yang berlaku. Saat bagan itu dijelaskan, saksi kembali menyatakan bahwa tidak terdapat nama Richard Lee dalam struktur pusat Athena. Karena itu, Richard Lee disebut tidak memiliki posisi formal yang memungkinkan dirinya memerintah karyawan atau mengendalikan divisi tertentu.

Dalam momen berikutnya, Richard Lee meminta penegasan ulang mengenai kewenangan tersebut di hadapan majelis hakim. Saksi membenarkan bahwa Richard Lee tidak berwenang memberikan perintah kepada divisi mana pun. Kewenangan itu juga mencakup urusan kas serta penyusunan draf kontrak kerja sama yang dilakukan oleh tim HRD Athena. Keterangan tersebut memperjelas bahwa proses kerja dan keputusan administratif harus mengikuti jalur persetujuan yang ditetapkan dalam struktur perusahaan, bukan berdasarkan instruksi pribadi Richard Lee.