JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Perjalanan KRL Green Line pada rute Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami gangguan setelah terjadi insiden di sekitar Stasiun Serpong, Tangerang Selatan. Gangguan tersebut berdampak langsung pada operasional commuter line yang melayani perjalanan menuju dan dari kawasan Rangkasbitung, Tanah Abang, serta sejumlah stasiun di sepanjang lintasan. Penumpang yang menggunakan layanan ini perlu mengantisipasi perubahan waktu tempuh dan keterlambatan selama proses penanganan berlangsung.
Insiden di sekitar Stasiun Serpong tersebut turut memengaruhi perjalanan KRL pulang-pergi. Rangkaian yang bergerak menuju Tanah Abang maupun menuju Rangkasbitung tidak dapat beroperasi dengan pola perjalanan normal. Kondisi ini membuat jadwal kedatangan dan keberangkatan mengalami penyesuaian, sementara sebagian penumpang harus menunggu lebih lama di stasiun atau di dalam rangkaian kereta. Dampak gangguan terutama dirasakan oleh pengguna yang melakukan perjalanan pada jam sibuk.
Selain insiden di lintasan, gangguan sinyal juga menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran perjalanan Green Line. Sistem persinyalan diperlukan untuk mengatur jarak dan pergerakan kereta sehingga perjalanan dapat berlangsung secara aman. Ketika terjadi gangguan, pengaturan perjalanan harus dilakukan secara hati-hati dan dapat menyebabkan antrean rangkaian di sejumlah titik. Akibatnya, keterlambatan tidak hanya dirasakan di sekitar Serpong, tetapi berpotensi merambat ke perjalanan berikutnya pada rute Rangkasbitung–Tanah Abang.
Penumpang disarankan memperhatikan informasi operasional terbaru sebelum berangkat dan menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi layanan. Pembaruan mengenai keberangkatan, keterlambatan, atau perubahan pola perjalanan dapat membantu pengguna menentukan waktu keberangkatan dan pilihan transportasi secara lebih tepat. Selama penanganan insiden dan gangguan sinyal dilakukan, perjalanan KRL Green Line diperkirakan belum sepenuhnya kembali ke pola normal, sehingga pengguna perlu menyediakan waktu tambahan untuk mencapai tujuan.
Informasi mengenai gangguan perjalanan KRL Green Line pada awalnya muncul melalui keluhan pengguna di media sosial X. Dalam unggahannya, pengguna tersebut menyampaikan adanya penumpukan penumpang di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. Keluhan itu menggambarkan kondisi di stasiun yang dipadati penumpang ketika perjalanan kereta mengalami keterlambatan. Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian karena terjadi pada jam perjalanan dengan aktivitas penumpang yang cukup tinggi.
Menanggapi keluhan tersebut, KAI Commuter memberikan penjelasan melalui akun X resminya pada Kamis pukul 19.47 WIB. Dalam keterangan yang disampaikan, operator menjelaskan bahwa keterlambatan perjalanan berkaitan dengan insiden orang tertabrak kereta di kawasan Stasiun Serpong–Sudimara. Penjelasan ini disampaikan sebagai informasi mengenai penyebab gangguan yang berdampak pada perjalanan KRL Green Line, termasuk kepadatan penumpang di Stasiun Kebayoran.
KAI Commuter menyebut kereta yang mengalami insiden tersebut adalah KA 1771D dengan relasi Rangkasbitung menuju Tanah Abang. Dalam unggahan resminya, KAI Commuter menyampaikan, “KA 1771D (Rangkasbitung–Tanah Abang) mengalami insiden orang tertabrak kereta di kawasan Stasiun Serpong–Sudimara.” Pernyataan itu menjadi keterangan resmi terkait gangguan perjalanan yang dilaporkan pengguna melalui media sosial. Dengan demikian, informasi yang tersedia menunjukkan bahwa keluhan mengenai penumpukan penumpang di Stasiun Kebayoran diikuti penjelasan operator mengenai insiden pada perjalanan KA 1771D di kawasan Serpong–Sudimara.
Penanganan terhadap insiden di lintas Serpong–Sudimara telah dilakukan oleh petugas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menormalkan kembali perjalanan kereta pada jalur Green Line setelah gangguan yang terjadi pada malam hari. Informasi mengenai penanganan ini disampaikan sebagai perkembangan terbaru setelah insiden berlangsung, sehingga operasional kereta dapat kembali berjalan secara bertahap.
Kereta yang terlibat dalam insiden tersebut disebut telah melanjutkan perjalanan. Dengan demikian, rangkaian yang sebelumnya terdampak sudah kembali bergerak sesuai penanganan di lapangan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa petugas telah mengambil tindakan yang diperlukan agar perjalanan kereta dapat diteruskan, tanpa mengesampingkan pemantauan terhadap kondisi jalur dan operasional berikutnya.
KAI Commuter juga menyatakan bahwa perjalanan commuter line dengan nomor KA 1771D sudah dapat berjalan kembali. Pernyataan tersebut memberikan pembaruan mengenai status perjalanan kereta yang berkaitan dengan insiden di kawasan Serpong–Sudimara. Pengoperasian kembali KA 1771D menjadi penanda bahwa layanan pada lintasan tersebut telah memasuki tahap pemulihan setelah petugas menyelesaikan penanganan awal.
Penanganan di lokasi dan kelanjutan perjalanan KA 1771D menjadi informasi utama dalam perkembangan gangguan malam hari itu. Untuk sementara, perhatian operasional diarahkan pada keberlangsungan perjalanan commuter line di lintasan terkait. KAI Commuter melalui keterangannya memastikan bahwa kereta dengan nomor perjalanan tersebut telah kembali berjalan, sementara proses pengendalian operasional tetap menjadi bagian dari penanganan setelah insiden.
Sebelum insiden di Serpong mengganggu perjalanan Green Line, gangguan lain telah terjadi di Stasiun Tigaraksa pada pagi hari yang sama. Masalah tersebut berasal dari perangkat persinyalan, sehingga memengaruhi pengaturan perjalanan kereta yang melintas maupun berhenti di stasiun. Kondisi ini kemudian menyebabkan sejumlah penumpang mengeluhkan penumpukan, terutama karena perjalanan tidak dapat berlangsung sesuai jadwal normal.
Melalui akun X resminya pada pukul 06.32 WIB, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan yang timbul. Dalam informasi tersebut, operator menjelaskan bahwa petugas sedang melakukan penanganan terhadap gangguan persinyalan di Stasiun Tigaraksa. Penumpang juga diimbau memahami situasi operasional yang sedang berlangsung selama proses perbaikan dilakukan.
Penanganan tidak hanya mencakup perbaikan pada perangkat sinyal, tetapi juga pengaturan pergantian KRL yang masuk maupun keluar dari stasiun. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus memulihkan kelancaran arus kereta di lintas Green Line. Selama proses berlangsung, perubahan pola perjalanan dan kepadatan di area stasiun berpotensi terjadi karena kereta harus menyesuaikan pergerakannya dengan kondisi persinyalan.
Gangguan pada sistem sinyal dapat berdampak langsung terhadap operasional kereta komuter karena perangkat tersebut berfungsi mengatur pergerakan kereta dan memastikan jarak aman antarkereta. Oleh sebab itu, petugas perlu menyelesaikan pemeriksaan serta perbaikan sebelum perjalanan kembali dijalankan secara normal. Informasi berkala dari operator menjadi rujukan bagi penumpang untuk mengetahui perkembangan penanganan.
Pada pukul 06.59 WIB, KCI menyatakan bahwa penanganan gangguan persinyalan di Stasiun Tigaraksa telah selesai. Pernyataan tersebut menandai berakhirnya proses perbaikan yang dilakukan sejak gangguan terdeteksi pada pagi hari. Meski demikian, penumpang tetap perlu memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi perjalanan Green Line karena dampak operasional dapat berlangsung hingga jadwal kereta kembali stabil.

