Pencarian Pemuda yang Hilang di Perairan Bukit Asah Dilanjutkan

oleh -61 Dilihat
oleh
Pencarian Pemuda yang Hilang di Perairan Bukit Asah Dilanjutkan

Kabupaten Klungkung | I Kadek Agus Mahendra, pemuda berusia 21 tahun asal Lingkungan Pande, Semarapura Kelod Kangin, Kabupaten Klungkung, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat memancing di Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi ketika ia berada di kawasan tebing karang di sekitar pantai. Berdasarkan informasi awal, Agus diduga terjatuh ke laut setelah terpeleset dari tebing tersebut. Dugaan ini belum dapat dipastikan, sehingga penyebab dan rangkaian kejadian masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Lokasi kejadian berada di pesisir Bukit Asah, wilayah yang memiliki tebing karang dan berbatasan langsung dengan laut. Kondisi geografis seperti itu membuat aktivitas memancing di tepi tebing perlu dilakukan dengan kehati-hatian, terutama saat ombak bergerak hingga mendekati daratan. Namun, informasi yang tersedia sejauh ini belum merinci keadaan ombak ketika kejadian berlangsung maupun posisi tepat Agus sebelum ia dilaporkan hilang. Karena itu, keterangan mengenai kemungkinan ia terpeleset dan terseret ombak tetap disampaikan sebagai dugaan, bukan kepastian.

Hilangnya Agus menjadi perhatian keluarga dan warga, mengingat ia berasal dari Kabupaten Klungkung dan kejadian berlangsung di kawasan pesisir Kabupaten Karangasem. Informasi awal mengenai identitas, usia, dan asalnya membantu mengaitkan laporan tersebut dengan pencarian di perairan Bukit Asah. Meski demikian, rincian tentang saksi, waktu pasti kejadian, serta keadaan terakhir korban belum disebutkan dalam keterangan yang tersedia. Perkembangan berikutnya diharapkan dapat memperjelas bagaimana insiden itu terjadi. Hingga ada konfirmasi lebih lanjut, hal yang dapat disampaikan adalah bahwa Agus dilaporkan hilang saat memancing dan diduga jatuh dari tebing karang ke laut setelah terpeleset.

Mahendra tiba di kawasan perairan Bukit Asah sekitar pukul 06.30 Wita bersama dua orang rekannya. Kedatangan mereka ke lokasi tersebut bertujuan untuk memancing. Pada awal kegiatan, Mahendra dan kedua rekannya berada di area yang sama untuk menjalankan rencana tersebut. Informasi yang tersedia mencatat waktu kedatangan mereka dan tujuan kedatangan, tanpa menyebutkan adanya kejadian lain sebelum insiden berlangsung.

Sekitar pukul 09.30 Wita, Mahendra kehilangan keseimbangan ketika berada di tebing karang. Ia kemudian jatuh dari tebing ke laut yang saat itu berombak. Kejadian tersebut menjadi titik awal upaya pertolongan oleh kedua rekannya. Berdasarkan kronologi yang disampaikan, insiden berlangsung setelah mereka tiba sekitar tiga jam sebelumnya untuk memancing. Tidak ada keterangan tambahan mengenai penyebab Mahendra kehilangan keseimbangan, sehingga faktor lain tidak dapat dipastikan dari informasi tersebut.

Melihat Mahendra jatuh, kedua rekannya berusaha memberikan pertolongan dari atas tebing. Mereka menyodorkan sebatang bambu agar korban dapat meraihnya. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menjangkau atau menyelamatkan Mahendra. Arus deras menyeret korban, hingga akhirnya ia hilang dari pandangan kedua rekannya. Kronologi ini menunjukkan bahwa teman-teman korban sempat berupaya menolong secara langsung, tetapi kondisi arus membuat upaya itu tidak berhasil. Tidak disebutkan apakah bambu tersebut sempat diraih oleh Mahendra.

Urutan kejadian yang diketahui dimulai dari kedatangan Mahendra dan dua rekannya sekitar pukul 06.30 Wita, dilanjutkan kegiatan memancing, lalu insiden sekitar pukul 09.30 Wita. Setelah Mahendra jatuh ke laut, kedua rekannya menyodorkan bambu, tetapi arus deras kemudian membawa korban hingga tak terlihat. Keterangan ini menjadi dasar untuk memahami bagaimana peristiwa tersebut berlangsung, tanpa menambahkan rincian yang belum dipastikan mengenai lokasi, keadaan sekitar, maupun tindakan lain setelah korban hilang dari pandangan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan mengenai seorang pemuda yang hilang di perairan Bukit Asah dari I Wayan Sukarya pada pukul 10.50 Wita. Setelah menerima informasi tersebut, petugas segera menyiapkan pengerahan personel untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Sebanyak tujuh personel Pos SAR Karangasem diberangkatkan menuju kawasan Bukit Asah. Tim tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah keberangkatan, kemudian berkoordinasi dengan warga setempat serta unsur terkait guna memperoleh informasi awal dan menyusun langkah pencarian. Koordinasi tersebut membantu tim menentukan area yang perlu diperiksa, baik dari laut maupun dari daratan.

Pencarian awal dimulai pada pukul 11.45 Wita. Personel menggunakan perahu karet untuk menyisir perairan di sekitar lokasi, dengan pengamatan dilakukan secara bertahap pada area yang dinilai perlu diperiksa. Sementara itu, tim darat bergerak menyusuri garis pantai Pasir Putih. Kedua upaya tersebut dilakukan secara bersamaan agar cakupan pencarian lebih luas dan kondisi di sekitar pesisir dapat dipantau. Warga dan unsur terkait yang berada di lokasi turut mendukung koordinasi selama operasi berlangsung. Pergerakan tim disesuaikan dengan keadaan lapangan, termasuk akses menuju pesisir dan kebutuhan untuk memeriksa perairan di sekitar Bukit Asah.

Pada pukul 15.30 Wita, area pencarian diperluas dengan dukungan alat pemindai bawah air Aqua Eye. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu pemeriksaan kondisi di bawah permukaan air pada titik-titik yang menjadi sasaran pencarian. Selain penyisiran menggunakan perahu karet, pemantauan juga dilakukan dari tebing-tebing tinggi di kawasan Bukit Asah. Posisi pengamatan di ketinggian memungkinkan tim memantau area perairan dan pesisir dari sudut pandang berbeda. Dengan menggabungkan pencarian laut, penyisiran garis pantai, penggunaan alat pemindai, serta pengawasan dari tebing, tim SAR melanjutkan upaya untuk menjangkau area yang lebih luas. Seluruh langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi personel SAR, warga, dan unsur terkait di lokasi.

Hingga pukul 17.30 Wita, pemuda yang dilaporkan hilang di perairan Bukit Asah belum ditemukan. Tim gabungan telah melakukan pencarian pada hari pertama, tetapi upaya penyisiran di area yang ditentukan belum membuahkan hasil. Setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan dan waktu operasi, pencarian dihentikan sementara pada sore hari.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara, menyampaikan bahwa cuaca selama proses pencarian cukup mendukung. Tim juga tidak menghadapi kendala berarti yang menghambat kegiatan. Meski demikian, hasil pencarian hingga operasi hari itu ditutup masih nihil. Pencarian direncanakan kembali dilanjutkan pada keesokan pagi, dengan persiapan berdasarkan evaluasi kegiatan sebelumnya.

Operasi melibatkan sejumlah unsur, yakni Pos SAR Karangasem, Bakamla RI, Polsek Karangasem, serta Polairud Polres Karangasem dari Pos Kubu dan Pos Padangbai. Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bugbug turut bergabung bersama Damkar Karangasem dan BPBD Karangasem. Keluarga korban serta warga setempat juga terlibat dalam upaya pencarian dan memberikan dukungan di lokasi. Koordinasi antarpihak diperlukan agar penyisiran dapat berlangsung terarah, sementara informasi mengenai area pencarian dapat dihimpun dan ditindaklanjuti bersama.

Pada pencarian berikutnya, tim berencana memperluas radius penyisiran dengan mempertimbangkan perkiraan pergerakan arus laut. Perluasan area tersebut menjadi bagian dari rencana operasi, bukan penanda bahwa korban telah ditemukan atau bahwa ada perkembangan baru. Petugas akan menyesuaikan langkah pencarian dengan kondisi perairan dan hasil evaluasi, lalu melanjutkan penyisiran saat operasi dimulai kembali pada pagi hari. Hingga informasi ini disampaikan, korban masih belum ditemukan dan pencarian dijadwalkan berlanjut sesuai rencana.

Baca juga: TNI Kerahkan Alutsista dan Pasukan Khusus TNI AL Intensifkan Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 | TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda