Kabupaten Bogor | Pelita Jaya menutup kiprahnya di Grup B IBL All Indonesian 2026 dengan kemenangan atas Satya Wacana Salatiga. Dalam laga keempat sekaligus pertandingan terakhir mereka pada fase grup, Pelita Jaya meraih hasil 72-55. Pertandingan tersebut berlangsung pada Kamis di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Skor akhir memastikan Pelita Jaya mengakhiri rangkaian pertandingan penyisihan dengan kemenangan atas lawannya.
Hasil ini juga menandai berakhirnya jadwal penyisihan kedua tim di Grup B. Bagi Pelita Jaya, pertandingan melawan Satya Wacana menjadi penampilan terakhir dalam rangkaian laga grup, sementara Satya Wacana Salatiga pun menyelesaikan fase penyisihan melalui pertemuan yang sama. Dengan demikian, pertandingan di Kabupaten Bogor menjadi penutup perjalanan kedua tim pada tahap tersebut. Kemenangan dengan selisih 17 poin tercatat sebagai hasil akhir laga, tanpa mengubah bahwa pertemuan ini merupakan pertandingan penutup mereka di grup.
Pelita Jaya berhasil menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir dan membatasi perolehan Satya Wacana pada 55 poin. Sementara itu, 72 poin yang dikumpulkan Pelita Jaya memastikan kemenangan dalam laga pamungkas Grup B tersebut. Angka pada papan skor merangkum hasil pertandingan: Pelita Jaya unggul 17 poin setelah menuntaskan laga keempatnya dalam fase grup. Tidak ada pertandingan penyisihan lain bagi kedua tim setelah pertemuan ini dalam rangkaian yang dimaksud.
Dengan berakhirnya laga Kamis tersebut, rangkaian pertandingan fase grup Pelita Jaya dan Satya Wacana Salatiga resmi ditutup. Pelita Jaya meninggalkan pertandingan terakhir Grup B dengan kemenangan 72-55, sedangkan Satya Wacana mengakhiri rangkaian penyisihannya setelah menghadapi Pelita Jaya. Pertandingan di GOR Laga Tangkas menjadi penutup bagi kedua tim pada fase tersebut, sekaligus mencatat skor akhir yang menegaskan kemenangan Pelita Jaya. Hasil ini merangkum penutupan laga grup mereka tanpa menambahkan rincian lain di luar skor, lokasi, dan konteks pertandingan yang berlangsung pada Kamis.
Pelita Jaya menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan atas Satya Wacana setelah memimpin sejak awal pertandingan. Pada kuarter pertama, Pelita Jaya mengumpulkan 26 poin, sementara Satya Wacana mencetak 16 poin. Keunggulan sepuluh angka itu menjadi awal yang kuat bagi tim ibu kota untuk mengendalikan jalannya laga. Memasuki kuarter kedua, jarak kedua tim semakin lebar. Pelita Jaya menambah 21 poin dan membatasi Satya Wacana hanya mencetak lima poin, sehingga skor saat jeda menunjukkan keunggulan 47-21. Selisih tersebut mencerminkan dominasi Pelita Jaya pada paruh pertama.
Setelah turun minum, Satya Wacana berusaha mengejar ketertinggalan dan mencatat 16 poin pada kuarter ketiga. Namun, Pelita Jaya tetap mampu menambah 12 poin dan mempertahankan kendali permainan. Skor berubah menjadi 59-37 menjelang kuarter penutup. Pada periode terakhir, Satya Wacana mencetak 18 poin, sedangkan Pelita Jaya mengemas 13 poin. Tambahan angka itu memang membuat selisih akhir lebih kecil dibandingkan saat jeda, tetapi tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Pelita Jaya akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 72-55. Berdasarkan statistik penyelenggara, rangkaian skor per kuarter tersebut menunjukkan Pelita Jaya tampil dominan dan mampu menjaga keunggulan sepanjang pertandingan.
Putu Pande menjadi pencetak angka terbanyak Pelita Jaya dengan kontribusi 15 poin. Ia juga mencatat tujuh rebound dan satu assist, sehingga berperan dalam perolehan angka sekaligus perebutan bola. Andrew Lensun menyusul dengan 13 poin, sementara Reza Guntara menambahkan 11 poin. Sumbangan dari para pemain tersebut membantu Pelita Jaya membangun jarak, terutama pada kuarter kedua, ketika selisih skor bertambah tajam. Di kubu Satya Wacana, Samuel Kafiar memimpin perolehan angka timnya dengan 10 poin. Ia turut mencatat lima rebound dan dua assist. Meski Satya Wacana mampu mencetak lebih banyak poin pada kuarter keempat daripada kuarter ketiga, defisit besar yang terbentuk sebelumnya membuat upaya mengejar skor belum menghasilkan perubahan pada pemenang. Hasil 72-55 pun mengakhiri fase grup Pelita Jaya dengan kemenangan atas Satya Wacana.
Kemenangan atas Satya Wacana membuat Pelita Jaya menutup fase grup dengan catatan tiga kemenangan dan satu kekalahan. Tim asuhan Johannis Winar, yang akrab disapa Coach Ahang, mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan di Grup B. Hasil tersebut menjaga posisi Pelita Jaya dalam persaingan menuju fase berikutnya, tetapi belum cukup untuk memastikan mereka melangkah ke semifinal.
Kepastian nasib Pelita Jaya masih bergantung pada pertandingan terakhir Grup B Dewa United Banten dan Kesatria Bengawan Solo. Hasil laga tersebut akan menentukan susunan akhir klasemen serta tim yang berhak mengamankan tiket ke fase gugur. Karena itu, meski telah menyelesaikan seluruh jadwalnya dengan rekor positif, Pelita Jaya tetap harus menunggu hasil dari dua pesaingnya sebelum mengetahui apakah perjalanan mereka berlanjut.
Catatan tiga kemenangan Pelita Jaya juga ditopang hasil pada laga sebelumnya, ketika mereka menundukkan Hangtuah Jakarta dengan skor 81-49. Kemenangan besar itu menjadi bagian penting dari rangkaian hasil yang membawa tim mengumpulkan tujuh poin. Secara keseluruhan, Pelita Jaya telah menuntaskan tugasnya di lapangan dan kini peluang mereka ditentukan oleh kombinasi hasil akhir pertandingan lain di grup tersebut.
Situasi berbeda dialami Satya Wacana. Tim yang dilatih Jerry Lolowang mengakhiri empat pertandingan fase grup tanpa satu pun kemenangan. Mereka mencatat rekor 0-4 dan mengumpulkan empat poin, sehingga dipastikan gagal menembus semifinal. Hasil tersebut menutup peluang Satya Wacana untuk melanjutkan kompetisi ke fase gugur, terlepas dari hasil pertandingan terakhir yang melibatkan tim-tim lain di Grup B.
Dengan demikian, laga ini memberikan dampak yang berlainan bagi kedua tim. Pelita Jaya masih menanti kepastian kelolosan setelah mengamankan rekor 3-1, sedangkan Satya Wacana sudah mengakhiri kiprahnya di fase grup. Perhatian berikutnya tertuju pada duel Dewa United Banten melawan Kesatria Bengawan Solo, yang akan melengkapi gambaran klasemen dan menjawab apakah tujuh poin Pelita Jaya cukup untuk membawa mereka ke semifinal.
IBL All Indonesian 2026 menghadirkan sepuluh klub dalam turnamen yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November. Seluruh peserta dibagi ke dalam dua grup, masing-masing beranggotakan lima tim. Pembagian ini menjadi dasar persaingan pada fase grup, ketika setiap klub berupaya mengumpulkan hasil terbaik demi mengamankan tempat di babak berikutnya. Format tersebut memberi ruang bagi para peserta untuk menguji kedalaman skuad dan membangun ritme pertandingan dalam kompetisi singkat.
Grup A dihuni Bogor Hornbills, Pacific Caesar, Satria Muda Pertamina Bandung, RANS Simba Bogor, dan Rajawali Medan. Sementara itu, Grup B terdiri atas Dewa United Banten, Pelita Jaya Basketball Jakarta, Hangtuah Jakarta, Satya Wacana Salatiga, serta Kesatria Bengawan Solo. Dengan susunan ini, Pelita Jaya dan Satya Wacana berada di grup yang sama, bersama tiga klub lainnya. Persaingan antartim di fase grup menentukan dua peserta teratas dari masing-masing grup yang berhak melanjutkan langkah ke semifinal.
Semifinal dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober, sebelum dua pemenangnya bertemu dalam partai final pada 1 November. Seluruh rangkaian turnamen digelar di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain menentukan juara, IBL All Indonesian 2026 juga menjadi kesempatan penting bagi pemain lokal untuk memperoleh menit bermain dan memperlihatkan kemampuan mereka di lingkungan kompetitif. Ajang ini dapat membantu pemain menunjukkan kesiapan, sekaligus memberi tim kesempatan mengevaluasi komposisi dan performa skuad menjelang kompetisi reguler IBL 2027.
