Paus Leo XIV Pulang ke Vatikan Setelah Operasi Kanker Paru

oleh -582 Dilihat
oleh
Paus Leo XIV Pulang ke Vatikan Setelah Operasi Kanker Paru

Kota Oleshky | Paus Leo XIV meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma pada Sabtu, 17 Oktober 2026, empat hari setelah menjalani operasi untuk mengangkat kanker di paru-paru kanan. Kepulangannya menandai perubahan penting dalam perawatan, meski ia masih harus menjalani pemulihan. Tim dokter yang merawatnya menilai kondisi sang paus cukup baik untuk melanjutkan proses tersebut di luar rumah sakit. Keputusan itu diambil setelah pemantauan pascaoperasi, sehingga ia dapat kembali ke Vatikan tanpa perlu tinggal lebih lama di Gemelli. Para pejabat belum menyatakan bahwa pemulihannya telah selesai; kepulangan ini merupakan langkah berikutnya dalam perawatan setelah operasi.

Sejumlah simpatisan telah menunggu di sekitar rumah sakit untuk melihat Paus Leo saat ia berangkat. Ketika melewati lobi, ia tampak tersenyum, berjabat tangan dengan orang-orang yang hadir, dan melambaikan tangan kepada mereka. Sebelum meninggalkan Gemelli, Leo berbicara dengan para dokter serta sejumlah pejabat rumah sakit yang terlibat dalam perawatannya. Ia juga menemui seorang anak perempuan asal Ukraina yang selamat dari kanker. Anak itu datang untuk mendoakan kesembuhannya, dan pertemuan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian orang-orang di lokasi. Sambutan itu berlangsung saat sang paus masih berada dalam tahap awal pemulihan, sehingga kepulangannya disertai suasana lega sekaligus perhatian terhadap kondisi kesehatannya.

Setelah meninggalkan rumah sakit, mobil yang membawa Leo memasuki Vatikan melalui sebuah pintu samping. Kepulangannya mengakhiri beberapa hari ketidakpastian yang membuat Vatikan dan umat Katolik di berbagai negara merasa khawatir. Kondisi kesehatan paus memiliki arti luas bagi Gereja Katolik, yang diperkirakan menaungi sekitar 1,4 miliar umat di seluruh dunia. Kabar bahwa tim medis mengizinkannya pulang memberi kejelasan mengenai langkah perawatan terdekat, tetapi ia tetap membutuhkan waktu untuk pulih setelah operasi paru-paru. Perhatian kini tertuju pada perkembangan kesehatannya selama menjalani pemulihan di Vatikan. Bagi para simpatisan yang menunggu di Gemelli, senyum dan lambaian tangannya menjadi tanda bahwa ia telah meninggalkan rumah sakit dengan kondisi yang dinilai memadai oleh dokternya.

Perawatan Paus Leo XIV dimulai ketika ia dirawat di Rumah Sakit Gemelli pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di rumah sakit itu kemudian mengarah pada penanganan tumor di paru-paru kanannya. Dokter bedah Stefano Margaritora menjelaskan bahwa temuan tersebut berawal dari pemeriksaan sinar-X rutin pada bagian perut. Pada gambar pemeriksaan, tim medis melihat sebuah titik kecil di dasar paru-paru kanan. Temuan itu tidak dicari sebagai bagian dari pemeriksaan khusus paru-paru, tetapi menjadi petunjuk yang kemudian ditindaklanjuti oleh para dokter.

Setelah tumor teridentifikasi, dokter melakukan operasi untuk mengangkat bagian bawah paru-paru kanan Paus, dengan tujuan mengeluarkan kanker. Margaritora menyebut prosedur tersebut sebagai operasi rutin. Keterangan itu menggambarkan bahwa tindakan tersebut termasuk prosedur yang dikenal oleh tim medis, tanpa mengurangi pentingnya penanganan bagi pasien. Informasi yang disampaikan mengenai operasi berfokus pada pengangkatan bagian paru-paru yang disebutkan dan tidak merinci langkah lain. Dengan demikian, kronologi perawatan yang diketahui mencakup pemeriksaan rutin, penemuan titik kecil, lalu tindakan operasi untuk mengangkat bagian paru-paru yang terdampak.

Margaritora juga memberikan penilaian positif terhadap keadaan Paus setelah operasi. Menurutnya, kondisi klinis Leo sangat memuaskan. Ia mengapresiasi kesungguhan Paus dalam menjalani pemulihan, sekaligus menyoroti tekad Leo untuk pulih dengan cepat dan efektif. Pernyataan tersebut menempatkan perhatian pada kondisi klinis yang dinilai baik serta sikap Paus selama masa pemulihan, bukan pada rincian medis tambahan. Meski dokter menggambarkan operasi sebagai prosedur rutin, proses pemulihan tetap dijalani dengan keseriusan. Keterangan Margaritora menyampaikan bahwa Leo menunjukkan kemauan kuat untuk kembali pulih, sementara penilaian klinis yang ia berikan tetap sangat memuaskan. Rangkaian informasi ini memperjelas bagaimana temuan awal saat pemeriksaan sinar-X berujung pada operasi dan kemudian diikuti pemulihan yang dijalani Paus dengan tekun.

Menurut Margaritora, Paus Leo XIV diperkirakan membutuhkan sekitar 10 hari lagi untuk pulih sepenuhnya setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Perkiraan itu menunjukkan bahwa kepulangannya ke Vatikan belum berarti seluruh proses pemulihan telah selesai. Kondisi kesehatan Paus masih dipantau, dan tim medis menunggu hasil pemeriksaan lanjutan sebelum menentukan apakah diperlukan langkah medis berikutnya. Karena itu, belum ada kepastian mengenai tindakan tambahan yang mungkin direkomendasikan. Untuk sementara, jadwal dan aktivitas Paus diperkirakan akan disesuaikan dengan perkembangan kesehatannya, sembari ia menjalani masa pemulihan di Vatikan.

Pada Sabtu siang, sebelum meninggalkan rumah sakit, Leo merayakan misa di ruangan lantai 10 tempat ia menjalani pemulihan. Misa tersebut menjadi salah satu kegiatan terakhirnya di rumah sakit sebelum kembali ke Vatikan. Pelaksanaan ibadah itu juga menandai bahwa ia mulai kembali menjalankan sebagian kegiatan, meski pemulihannya masih berlangsung. Keterangan mengenai misa itu memberikan gambaran tentang rutinitas keagamaan yang tetap dijalankan Paus selama perawatan, tanpa menghapus kebutuhan untuk mengikuti arahan dokter dan menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

Leo juga telah mulai mengambil kembali sejumlah tugasnya. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, ia menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin dan mendesak adanya gencatan senjata di Oleshky, Ukraina, yang berada di bawah pendudukan Rusia. Kontak tersebut merupakan bagian dari kegiatan diplomatik Paus di tengah masa pemulihan. Seruannya berfokus pada penghentian pertempuran di wilayah itu, sementara kondisi dan perkembangan di lapangan tetap menjadi perhatian. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa sebagian tanggung jawab kepausan mulai ia jalankan kembali, kendati belum ada informasi bahwa seluruh agenda resminya telah pulih seperti sediakala.

Agenda berikutnya yang direncanakan adalah memimpin doa Angelus pada Minggu, 18 Oktober 2026. Paus dijadwalkan menyampaikan doa itu dari jendela Istana Apostolik yang menghadap Lapangan Santo Petrus, mengikuti kebiasaan yang telah dijalankannya. Kehadiran di jendela tersebut akan menjadi salah satu kesempatan bagi umat untuk melihatnya setelah ia kembali dari rumah sakit. Namun, rencana itu berlangsung sementara proses pemulihan masih berjalan dan tim medis belum menyelesaikan evaluasi lanjutan. Perkiraan Margaritora mengenai tambahan waktu sekitar 10 hari menjadi acuan bahwa pemulihan penuh mungkin memerlukan waktu lebih lama daripada kepulangannya sendiri.

Perjalanan apostolik Paus Leo XIV ke Uruguay, Argentina, dan Peru dijadwalkan berlangsung pada 6–17 November 2026. Namun, setelah menjalani operasi kanker paru, kemungkinan perjalanan tersebut tetap menjadi perhatian dan belum dapat dipastikan. Jadwal yang telah diumumkan tidak dengan sendirinya menjamin bahwa kunjungan akan terlaksana sesuai rencana, sebab kondisi kesehatan Paus perlu dinilai secara berkelanjutan. Hingga ada informasi medis dan keputusan resmi lebih lanjut, status perjalanan itu sebaiknya dipahami sebagai rencana yang masih menunggu evaluasi.

Peru memiliki arti khusus bagi Leo XIV. Sebelum menjadi Paus, ia pernah menghabiskan sekitar dua dekade di negara itu sebagai misionaris. Pengalaman panjang tersebut menjadikan kunjungan ke Peru memiliki dimensi pribadi sekaligus pastoral, di samping agenda resmi perjalanan. Karena itu, kemungkinan ia dapat kembali ke negara yang pernah menjadi bagian penting dalam pelayanannya akan menarik perhatian umat dan masyarakat. Meski demikian, makna historis maupun kedekatan pribadi itu tidak menghapus kebutuhan untuk mendahulukan pemulihan dan pertimbangan kesehatan.

Margaritora menilai, sejauh ini belum ada alasan medis yang mengharuskan perjalanan tersebut dibatalkan. Ia memperkirakan Leo dapat pulih sepenuhnya dalam sekitar 10 hari.

Baca juga: TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8 | STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR | STAFFEX SGS 2026 Masuki Tahap Penyusunan Perintah Operasi Gabungan