Orado Game Buka Jalur Penjaringan Atlet Domino Berbasis Digital

oleh -51 Dilihat
oleh
Orado Game Buka Jalur Penjaringan Atlet Domino Berbasis Digital

Kabupaten Tangerang | Pengurus Besar Olahraga Olah Pikir Domino Indonesia (PB Orado) mengembangkan Orado Game sebagai platform digital untuk mendukung pertandingan sekaligus menjaring bibit atlet domino. Kehadiran aplikasi ini membuka ruang bagi pemain untuk berkompetisi melalui sistem yang lebih terdata, sehingga aktivitas permainan dapat menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga olah pikir. Orado Game dirancang bukan hanya sebagai sarana bermain, tetapi juga sebagai alat untuk mengenali kemampuan dan perkembangan para peserta. Dengan pencatatan yang terpusat, PB Orado memiliki peluang memperoleh gambaran lebih jelas mengenai pemain yang aktif dan berpotensi mengikuti pembinaan lebih lanjut.

Aplikasi tersebut mulai diluncurkan melalui Play Store, sebagaimana disampaikan Ketua Bidang Hubungan Masyarakat PB Orado, Henry Kurnia Adhi atau yang dikenal sebagai Jhon Lbf. Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri pameran Agiex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu. Peluncuran melalui toko aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mengakses Orado Game lewat perangkat digital yang mereka miliki. Langkah ini sekaligus memperluas akses terhadap pertandingan domino berbasis aplikasi dan mendukung partisipasi pemain dari berbagai kalangan. Pengembangan platform digital menjadi salah satu cara PB Orado mendekatkan kegiatan olahraga domino kepada masyarakat, seraya membangun data pemain yang dapat dimanfaatkan dalam proses penjaringan.

Salah satu fungsi penting Orado Game adalah sistem pemeringkatan pemain. Hasil pemeringkatan dapat membantu mengidentifikasi peserta yang menunjukkan kemampuan dan konsistensi dalam pertandingan. Data tersebut berpotensi menjadi salah satu jenjang menuju karier atlet profesional, karena dapat mendukung proses pemantauan dan seleksi bibit atlet. Pemeringkatan bukan dengan sendirinya menjamin seseorang menjadi atlet profesional, tetapi menyediakan dasar yang lebih terukur untuk mengenali potensi pemain. Melalui pendekatan ini, pertandingan digital dapat terhubung dengan agenda pembinaan yang lebih luas. PB Orado dapat memanfaatkan informasi dari platform sebagai bahan untuk melihat perkembangan peserta dan mempertimbangkan langkah lanjutan. Dengan demikian, Orado Game menggabungkan fungsi kompetisi, pendataan, dan penjaringan dalam satu sarana digital, sekaligus membuka kesempatan bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka secara lebih terstruktur.

Pendaftaran pemain melalui aplikasi Orado Game menjadi tahap awal dalam penjaringan yang lebih teratur. Calon peserta mengisi data diri dan informasi yang diminta, lalu menjalani verifikasi identitas atau know your customer (KYC). Proses ini membantu memastikan bahwa akun terhubung dengan identitas peserta yang benar, sekaligus mengurangi risiko data ganda atau penggunaan identitas tanpa izin. Pemain perlu mengikuti petunjuk verifikasi dengan cermat dan menyampaikan informasi yang akurat. Setelah data diperiksa, peserta dapat menggunakan aplikasi sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengikuti aktivitas dan kompetisi yang tersedia.

Informasi peserta yang telah dihimpun dapat disimpan dalam basis data nasional. Pengumpulan data tersebut memberi federasi landasan untuk memantau perkembangan kemampuan pemain dari waktu ke waktu, bukan hanya melihat hasil dari satu pertandingan. Catatan partisipasi, capaian, dan konsistensi penampilan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih utuh tentang keterlibatan serta kemajuan masing-masing pemain. Pengelolaan informasi tetap perlu memperhatikan perlindungan data pribadi dan ketentuan akses, sehingga data digunakan secara bertanggung jawab untuk mendukung pembinaan dan kegiatan olahraga domino.

Basis data dan catatan penampilan juga dapat memudahkan pengurus PB Orado di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengenali pemain yang menunjukkan potensi. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menghubungi pemain, mengamati perkembangannya lebih lanjut, atau menawarkan kesempatan mengikuti pembinaan dan kompetisi. Namun, pencatatan maupun pemeringkatan bukan penetapan otomatis sebagai atlet. Kesempatan pembinaan tetap dapat bergantung pada evaluasi, kebutuhan program, kesiapan pemain, dan aturan organisasi. Dengan demikian, jalur digital berfungsi sebagai sarana pendukung identifikasi dan pemantauan, sementara proses pembinaan serta seleksi tetap memerlukan pertimbangan pengurus dan penilaian yang sesuai.

Jhon menilai aplikasi Orado Game dapat membantu PB Orado menyelenggarakan penjaringan atlet domino dengan lebih mudah di berbagai daerah. Melalui pemanfaatan platform digital, proses yang sebelumnya bergantung pada kegiatan tatap muka dapat dijangkau oleh peserta dari wilayah yang berjauhan. Cara ini berpotensi menyederhanakan penyampaian informasi, pendaftaran, serta pengaturan tahapan seleksi, sekaligus memberi ruang bagi lebih banyak calon atlet untuk mengikuti proses penjaringan.

Menurut Jhon, dukungan aplikasi tidak serta-merta menggantikan seluruh bentuk kompetisi langsung. Namun, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan kegiatan dan membantu organisasi mengelola proses secara lebih teratur. Peserta di daerah yang memiliki keterbatasan akses ke lokasi pertandingan pun berpeluang memperoleh informasi dan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan. Dengan demikian, penjaringan berbasis digital dapat melengkapi pembinaan yang dilakukan oleh pengurus di tingkat daerah, bukan berdiri terpisah dari kegiatan tersebut.

Jhon juga menyampaikan bahwa kompetisi tingkat kejuaraan nasional atau kejurnas berpeluang disiapkan secara daring pada masa mendatang. Gagasan itu masih berupa kemungkinan, bukan keputusan atau jadwal yang telah ditetapkan. Pelaksanaannya tentu perlu mempertimbangkan kesiapan sistem, aturan pertandingan, pengawasan, dan kesetaraan kondisi bagi seluruh peserta. Pembahasan mengenai format daring dapat menjadi bagian dari evaluasi lebih lanjut seiring pengalaman organisasi dalam menggunakan teknologi untuk kegiatan domino.

Pemanfaatan aplikasi sejalan dengan upaya PB Orado memperluas kesempatan masyarakat menekuni domino sebagai olahraga prestasi. Akses yang lebih terbuka dapat mendorong minat dari berbagai kalangan, sementara jalur penjaringan yang terorganisasi membantu calon atlet mengenali tahapan untuk berkembang. Apabila didukung pembinaan dan tata kelola yang konsisten, teknologi digital dapat memperkuat hubungan peserta, pengurus daerah, dan organisasi di tingkat nasional. Bagi Jhon, peluang tersebut menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya soal kemudahan administratif, melainkan juga cara menjangkau potensi atlet yang sebelumnya belum tersalurkan.

Menurut Jhon, domino memiliki nilai yang melampaui hiburan karena dapat melatih sejumlah kemampuan penting. Pemain perlu menyusun strategi berdasarkan susunan kartu, membaca kemungkinan langkah lawan, dan menyesuaikan rencana ketika situasi berubah. Permainan ini juga melibatkan analisis serta perhitungan matematis, misalnya memperkirakan kartu yang masih tersedia dan menilai peluang suatu langkah. Dengan begitu, domino dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kecermatan berpikir secara terukur. Aspek tersebut relevan bagi pembinaan atlet, sebab kemampuan mengamati, memperhitungkan risiko, dan menjaga fokus dibutuhkan dalam kompetisi. Pengembangan permainan secara terarah dapat membantu masyarakat mengenali sisi keterampilan ini, bukan hanya memandang domino sebagai kegiatan pengisi waktu luang semata.

Jhon juga menyoroti unsur kerja sama dan pengambilan keputusan. Dalam permainan beregu, pemain harus berkomunikasi, memahami pola permainan rekan, dan menentukan langkah yang mendukung tujuan bersama. Keputusan perlu diambil dengan mempertimbangkan informasi yang terbatas, sehingga pemain belajar menimbang pilihan secara cepat dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini dapat diperkenalkan melalui kegiatan latihan, kompetisi, dan pembinaan yang memiliki aturan jelas. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari arah pengembangan domino untuk mengubah pandangan negatif sebagian masyarakat terhadap permainan ini. Edukasi publik dapat menekankan bahwa domino yang dikelola sebagai olahraga memiliki unsur strategi, disiplin, dan sportivitas. Perubahan persepsi diharapkan berlangsung melalui praktik yang terbuka, konsisten, dan melibatkan komunitas.

Untuk memperkuat pengembangan secara kelembagaan, PB Orado telah bergabung dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan berafiliasi dengan Domino World Federation. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menempatkan domino dalam ekosistem olahraga masyarakat dan membangun keterhubungan dengan organisasi terkait. Ke depan, domino direncanakan tampil sebagai cabang eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Baca juga: Dedy Luqman Hakim: Sisa Kuota Bukan Sekadar Angka Digital, Ada Hak Ekonomi Konsumen di Dalamnya