IKA Unair Kediri Raya Prioritaskan Konsolidasi Alumni dan Kolaborasi dengan Pemda

oleh -41 Dilihat
oleh
IKA Unair Kediri Raya Prioritaskan Konsolidasi Alumni dan Kolaborasi dengan Pemda

Kediri | Pengurus baru Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Kediri Raya menetapkan konsolidasi internal dan kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai fondasi utama program kerja masa bakti 2025–2030. Dua agenda tersebut menjadi arah awal untuk memperkuat organisasi, menyatukan potensi alumni, serta memastikan keberadaan IKA Unair Kediri Raya dapat memberikan kontribusi yang relevan bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Konsolidasi internal akan diarahkan pada penguatan komunikasi, koordinasi, dan keterlibatan alumni dalam berbagai kegiatan organisasi. Langkah ini penting untuk membangun kesamaan visi di pengurus dan anggota, sekaligus mengoptimalkan jejaring alumni yang tersebar di wilayah Kediri Raya. Dengan organisasi yang lebih solid, program kerja diharapkan dapat disusun secara terarah, berdasarkan kebutuhan anggota dan tantangan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Selain membenahi fondasi internal, kepengurusan periode 2025–2030 juga menempatkan kerja sama dengan pemerintah daerah sebagai agenda prioritas. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang bagi IKA Unair Kediri Raya untuk terlibat dalam gagasan, program, dan kegiatan yang mendukung kemajuan daerah. Peran alumni tidak hanya dipandang sebagai jejaring sosial, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara konstruktif.

Penguatan hubungan dengan pemerintah daerah akan dilakukan melalui komunikasi dan penjajakan kerja sama yang sesuai dengan kapasitas organisasi. Pendekatan ini memungkinkan kontribusi alumni disalurkan secara lebih terukur, sekaligus menyesuaikan program IKA Unair dengan prioritas pembangunan di Kediri Raya. Sinergi yang dibangun diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi berbagai pihak.

Melalui konsolidasi organisasi dan kolaborasi lintas kelembagaan, pengurus IKA Unair Kediri Raya berupaya membentuk kepengurusan yang responsif, terbuka, dan berorientasi pada kontribusi. Kedua agenda tersebut menjadi pijakan untuk mengembangkan program-program berikutnya selama masa bakti 2025–2030, dengan tetap mengedepankan kebersamaan alumni serta kebutuhan daerah.

Penguatan organisasi Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Kediri Raya akan diawali dengan pembenahan pendataan alumni. Langkah ini dipandang penting karena keberadaan alumni memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung berbagai agenda organisasi, termasuk membangun komunikasi yang lebih erat dan memperluas ruang kolaborasi. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dioptimalkan karena data alumni selama ini belum terhimpun secara memadai.

Pendataan yang lebih baik diharapkan menjadi dasar bagi pengurus untuk memahami kondisi jaringan alumni secara lebih jelas. Ketersediaan basis data yang tertata akan membantu organisasi mengenali keterhubungan antaralumni sekaligus memperkuat komunikasi internal. Dengan informasi yang lebih baik, konsolidasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga dapat membangun rasa kebersamaan dan keterlibatan alumni dalam perkembangan IKA Unair Kediri Raya.

Ketua Pengurus Cabang IKA Unair, Sulistyo Budi, menilai pendataan dan konsolidasi perlu ditempatkan sebagai langkah pertama. Menurutnya, pengurus perlu membenahi basis data terlebih dahulu sebelum menjalankan program-program lain. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi bukan sekadar kegiatan pelengkap, melainkan fondasi untuk memastikan setiap rencana organisasi memiliki pijakan yang jelas dan dapat menjangkau alumni secara lebih luas.

Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan upaya memetakan potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang. Alumni dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi organisasi, tetapi peran itu akan lebih mudah dikembangkan apabila komunikasi dan informasi mengenai jaringan alumni telah tersusun dengan baik. Karena itu, pembenahan data menjadi tahap awal yang strategis untuk membangun organisasi yang lebih terhubung, terarah, dan mampu mengelola potensi anggotanya secara optimal. Setelah fondasi tersebut terbentuk, agenda konsolidasi dan program organisasi dapat dikembangkan dengan pemahaman yang lebih kuat mengenai kondisi alumni.

Selain memperkuat konsolidasi internal, IKA Unair Kediri Raya mulai menyiapkan sejumlah kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah. Langkah ini diarahkan untuk memperluas manfaat keberadaan alumni, sekaligus mendukung program pembangunan yang memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat di Kota dan Kabupaten Kediri. Beberapa kerja sama tersebut telah berada pada tahap akhir, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses penjajakan.

Di Kota Kediri, perjanjian kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup mengenai pengelolaan sumber daya air masih menunggu penyelesaian proses administrasi. Kesepakatan itu diharapkan dapat segera terealisasi setelah seluruh persyaratan administratif terpenuhi. Kolaborasi tersebut dipandang penting karena pengelolaan sumber daya air membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk jejaring alumni yang memiliki pengetahuan dan pengalaman sesuai bidangnya.

Sementara itu, di Kabupaten Kediri, IKA Unair Kediri Raya sedang merintis kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. Tahap perintisan ini menjadi ruang untuk menyelaraskan bentuk kegiatan, kebutuhan pemerintah daerah, serta potensi kontribusi alumni Universitas Airlangga. Dengan demikian, kerja sama tersebut belum berada pada tahap pelaksanaan, melainkan masih dikembangkan melalui komunikasi dan pembahasan antarpihak.

Sulistyo Budi menjelaskan bahwa salah satu rencana yang disiapkan adalah pemberdayaan alumni Fakultas Kedokteran melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Alumni dapat berperan dalam penyuluhan kesehatan dan memberikan edukasi mengenai upaya pencegahan penyakit kepada warga. Kontribusi lain yang turut dipertimbangkan ialah keterlibatan dalam penanganan stunting, terutama melalui dukungan pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kesadaran keluarga mengenai kesehatan serta gizi.

Rangkaian rencana tersebut menunjukkan bahwa organisasi alumni tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah daerah. Namun, setiap bentuk kolaborasi tetap akan mengikuti tahapan pembahasan dan ketentuan administrasi yang berlaku. IKA Unair Kediri Raya berupaya memastikan kerja sama yang disiapkan memiliki sasaran jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam enam bulan ke depan, IKA Unair Kediri Raya menargetkan agenda besar berupa menghadirkan seorang pakar pengelolaan sampah yang saat ini bertugas di Belanda. Kehadiran pakar tersebut diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai penanganan sampah melalui sudut pandang, pengalaman, dan pengetahuan yang relevan. Tokoh yang akan dihadirkan itu merupakan alumni Universitas Airlangga sekaligus warga asli Kediri, sehingga keterlibatannya memiliki hubungan yang kuat dengan daerah dan jejaring alumni.

Isu sampah dipilih karena persoalan tersebut dipandang sebagai tantangan nyata yang membutuhkan langkah konkret. Pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek perilaku masyarakat, tata kelola, koordinasi, serta keberlanjutan program. Karena itu, pembahasannya perlu diarahkan pada upaya menemukan pemahaman dan solusi yang dapat menjawab kebutuhan di lapangan, bukan berhenti pada wacana.

IKA Unair Kediri Raya berharap agenda tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri dan Pemerintah Kota Kediri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar berbagai gagasan dan pengalaman yang tersedia dapat dipertimbangkan secara lebih terarah sesuai kondisi masing-masing wilayah. Sinergi itu juga diharapkan membuka peluang bagi penyusunan langkah penanganan yang melibatkan berbagai pihak secara selaras.

Melalui kerja sama alumni, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya, IKA Unair Kediri Raya ingin turut mendorong pencarian solusi yang komprehensif atas persoalan sampah. Target kegiatan dalam enam bulan mendatang menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk menghadirkan kontribusi yang bersifat nyata, berbasis pengetahuan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kediri.