JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menerapkan fungsi tap terintegrasi pada mesin pembaca kartu atau reader JakLingko di stasiun MRT Jakarta pada 12 Oktober 2026. Kebijakan ini memungkinkan pelanggan menggunakan kartu uang elektronik yang telah diterbitkan oleh sejumlah bank dan penyedia layanan transportasi untuk melakukan pembayaran perjalanan MRT. Dengan demikian, penumpang tidak hanya bergantung pada satu jenis media pembayaran ketika mengakses layanan kereta metropolitan tersebut.
Kartu yang dapat digunakan mencakup e-money yang diterbitkan oleh Bank Mandiri, TapCash dari BNI, BRIZZI dari BRI, Flazz dari BCA, serta JakCard yang diterbitkan oleh Bank Jakarta. Selain itu, pelanggan juga dapat menggunakan Kartu Multi Trip Commuterline (KMT). Seluruh kartu tersebut ditap pada reader JakLingko yang tersedia di passenger gate atau gerbang penumpang di stasiun MRT Jakarta. Proses ini menjadi bagian dari penerapan pembayaran yang lebih terhubung layanan MRT dan ekosistem transportasi publik yang dikelola bersama JakLingko.
Penggunaan reader JakLingko sebagai titik pengetapan memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelanggan dalam memasuki area peron dan menyelesaikan pembayaran tiket. Penumpang dapat memanfaatkan kartu elektronik yang sudah dimiliki, selama kartu tersebut termasuk dalam daftar media pembayaran yang didukung. Penerapan ini juga diharapkan membuat pengalaman perjalanan lebih praktis karena pelanggan tidak perlu melakukan proses tambahan untuk memperoleh media tiket tertentu sebelum menggunakan MRT.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk mempermudah pembayaran tiket bagi pelanggan. Di sisi lain, integrasi fungsi tap pada reader JakLingko memperkuat keterhubungan berbagai layanan transportasi publik. Langkah tersebut mencerminkan upaya penyedia transportasi untuk membangun sistem perjalanan yang lebih terintegrasi, sehingga masyarakat memiliki akses pembayaran yang semakin sederhana ketika berpindah atau menggunakan moda transportasi publik di Jakarta.
Migrasi sistem pembayaran pada layanan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan perubahan perangkat pembaca kartu, tetapi juga mendukung penerapan kebijakan tarif integrasi. Melalui sistem JakLingko, transaksi perjalanan antarmoda dirancang agar pelanggan dapat menggunakan lebih dari satu layanan dengan proses yang lebih sederhana. Integrasi ini penting bagi masyarakat yang harus berpindah moda dalam satu perjalanan, misalnya dari MRT Jakarta ke TransJakarta atau LRT Jakarta, tanpa menghadapi prosedur pembayaran yang berulang dan membingungkan.
Dasar kebijakan tersebut tercantum dalam Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang besaran tarif layanan angkutan umum massal. Dalam ketentuan yang berlaku, pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda, yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan TransJakarta BRT, dapat dikenai tarif maksimal Rp10 ribu untuk perjalanan selama tiga jam. Ketentuan ini ditujukan untuk memberikan kepastian biaya sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum sebagai pilihan perjalanan harian.
Penggunaan sistem JakLingko membantu menghubungkan pencatatan transaksi dari berbagai moda yang telah terintegrasi. Dengan demikian, perpindahan kendaraan dapat terbaca sebagai rangkaian perjalanan yang sama selama memenuhi persyaratan tarif integrasi, termasuk batas waktu dan moda yang ditentukan. Sistem tersebut juga mengurangi kebutuhan pelanggan untuk memahami mekanisme pembayaran yang berbeda pada setiap layanan, sehingga proses perjalanan menjadi lebih nyaman, efisien, dan minim hambatan.
Pelanggan yang memenuhi persyaratan tarif integrasi tidak perlu lagi melakukan tap melalui perangkat khusus tarif integrasi di stasiun MRT Jakarta. Perjalanan antarmoda dapat terbaca melalui sistem JakLingko berdasarkan transaksi dan penggunaan layanan yang tercatat. Perubahan ini membuat pengalaman berpindah moda lebih praktis, karena pelanggan dapat melanjutkan perjalanan tanpa prosedur tambahan yang berpotensi memperlambat arus penumpang. Pada saat yang sama, pencatatan terintegrasi tetap mendukung penerapan tarif sesuai kebijakan yang berlaku.
Infrastruktur pembayaran JakLingko tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta. Infrastruktur tersebut terdiri atas 186 reader JakLingko dan 60 balance check terminal (BCT). Reader JakLingko berfungsi sebagai perangkat yang digunakan pelanggan untuk melakukan akses perjalanan dengan kartu elektronik yang didukung dalam sistem pembayaran JakLingko. Ketersediaan perangkat ini berada di stasiun-stasiun MRT Jakarta yang termasuk dalam cakupan layanan tersebut.
Berdasarkan data periode Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 40,86 juta perjalanan pelanggan MRT Jakarta menggunakan gate JakLingko. Jumlah tersebut merupakan 51,10 persen dari total perjalanan pelanggan MRT Jakarta pada periode yang sama. Data ini mencatat penggunaan gate JakLingko sebagai bagian dari perjalanan pelanggan selama rentang waktu Januari 2025 sampai dengan Agustus 2026.
Pada periode yang sama, sebanyak 5,82 juta perjalanan tercatat menggunakan tarif integrasi. Persentase perjalanan dengan tarif integrasi tercatat sebesar 7,28 persen. Data penggunaan tersebut disajikan untuk periode Januari 2025 hingga Agustus 2026 dan mencakup perjalanan pelanggan MRT Jakarta yang tercatat melalui skema tarif integrasi.
Selain reader, pelanggan juga dapat menggunakan BCT yang tersedia di stasiun. Perangkat ini berfungsi untuk memeriksa saldo kartu elektronik serta status kartu. Dengan demikian, pelanggan dapat mengetahui informasi saldo dan status kartu melalui 60 BCT yang menjadi bagian dari infrastruktur pembayaran JakLingko di 13 stasiun MRT Jakarta. Fungsi pemeriksaan tersebut tetap dapat digunakan pelanggan sesuai kebutuhan sebelum atau selama menggunakan layanan MRT Jakarta.
Penerapan akses pembayaran melalui reader JakLingko perlu dipahami sesuai jenis instrumen yang digunakan pelanggan. Tidak semua kartu atau metode pembayaran diproses pada reader JakLingko. Pelanggan yang menggunakan kartu single trip MRT Jakarta tetap melakukan tap pada gate MRT Jakarta, sebagaimana mekanisme yang berlaku untuk perjalanan dengan tiket tersebut. Dengan demikian, pengguna kartu single trip tidak perlu mengarahkan kartunya ke reader JakLingko ketika memasuki area layanan MRT Jakarta.
Sementara itu, pemegang kartu EMV atau kartu contactless menggunakan reader EMV yang tersedia pada perangkat terkait. Pemisahan fungsi reader ini membantu pelanggan mengenali titik pembayaran yang sesuai dengan kartunya, sekaligus mendukung kelancaran proses masuk ke area peron. Sistem tersebut diharapkan membuat transaksi berlangsung lebih cepat karena setiap instrumen diarahkan pada perangkat yang memang dirancang untuk membacanya. Pengaturan yang lebih jelas juga dapat mengurangi potensi kendala saat tapping, termasuk kegagalan pembacaan yang dapat terjadi apabila kartu digunakan pada reader yang tidak sesuai.
Penguatan pembayaran melalui JakLingko ditujukan untuk mendukung pemanfaatan transportasi umum secara maksimal. Integrasi antarmoda dan kemudahan dalam melakukan pembayaran menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman perjalanan yang lebih praktis bagi masyarakat. Melalui pengembangan sistem pembayaran yang dapat mengakomodasi beragam instrumen, MRT Jakarta terus mendorong ekosistem transportasi publik yang terintegrasi, inklusif, mudah digunakan, terjangkau, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Arah kebijakan ini juga menempatkan kemudahan akses sebagai salah satu unsur pendukung agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan transportasi umum secara lebih optimal dalam aktivitas sehari-hari.

