Jakarta | Presiden Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah jabatan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI serta Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Prosesi tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober. Pelantikan ini menandai pengisian dua posisi penting dalam kepemimpinan militer nasional. Dalam satu acara kenegaraan, kedua perwira tinggi menerima amanah jabatan melalui pengucapan sumpah di hadapan Presiden. Penetapan Maruli dan Tandyo menempatkan keduanya pada tanggung jawab berbeda, tetapi sama-sama dalam struktur pimpinan Tentara Nasional Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena mencakup pengangkatan pejabat pada tingkat markas besar TNI dan kepemimpinan Angkatan Darat.
Maruli Simanjuntak kini menjabat Wakil Panglima TNI, sementara Tandyo Budi Revita memimpin TNI Angkatan Darat sebagai KSAD. Penyebutan kedua jabatan dalam prosesi pelantikan memperlihatkan lingkup tanggung jawab yang berbeda di lingkungan militer. Wakil Panglima TNI berada pada struktur pimpinan TNI, sedangkan Kepala Staf Angkatan Darat bertanggung jawab pada tingkat matra darat. Dengan demikian, upacara tersebut sekaligus menjadi penanda resmi bagi dimulainya tugas keduanya dalam jabatan baru. Pengucapan sumpah mengikat para pejabat pada kewajiban jabatan yang mereka terima. Pelantikan di hadapan Presiden juga menegaskan bahwa pergantian dan pengisian posisi pimpinan berlangsung melalui agenda resmi negara, bukan sekadar pengumuman informal.
Informasi mengenai pelantikan ini berpusat pada tiga hal: nama pejabat, jabatan yang diberikan, dan tempat serta waktu pelaksanaan. Maruli Simanjuntak dilantik sebagai Wakil Panglima TNI, sedangkan Tandyo Budi Revita diangkat menjadi KSAD. Keduanya mengikuti prosesi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober. Rincian tersebut menjadi dasar untuk memahami perubahan susunan pimpinan yang diumumkan dalam acara itu. Tanpa menambahkan keterangan lain yang tidak tercantum, pelantikan dapat dipahami sebagai penetapan formal atas amanah baru bagi dua perwira tinggi TNI. Selanjutnya, perhatian tertuju pada pelaksanaan tugas masing-masing sesuai jabatan yang telah disandang setelah prosesi sumpah selesai.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu tersebut menjadi pembuka rangkaian sebelum acara berlanjut pada pembacaan sumpah jabatan. Urutan ini menempatkan penghormatan kepada Indonesia terlebih dahulu, kemudian mengarahkan perhatian pada pernyataan yang harus disampaikan oleh para pejabat yang menjalani pengambilan sumpah.
Setelah Indonesia Raya dinyanyikan, Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi membacakan sumpah jabatan. Keduanya menyampaikan kalimat, “bahwa saya akan menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan sebaik-baiknya,” sebagai bagian dari sumpah yang dibacakan. Pernyataan tersebut menjadi inti pengambilan sumpah dalam rangkaian yang disebutkan.
Pembacaan sumpah oleh Maruli dan Tandyo menandai bagian utama setelah lagu kebangsaan. Dengan menyebut Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, kalimat itu menggarisbawahi komitmen yang mereka nyatakan dalam jabatan masing-masing. Kutipan tersebut disampaikan sebagai bunyi sumpah, bukan sebagai uraian mengenai tahapan acara lainnya. Karena itu, urutan yang dapat dicatat dari prosesi ini terbatas pada penyanyian Indonesia Raya, lalu pembacaan sumpah oleh kedua pejabat.
Dalam konteks pengangkatan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI dan Tandyo sebagai pemimpin TNI AD, pengucapan sumpah memperlihatkan komitmen yang menyertai perubahan jabatan tersebut. Namun, inti prosesi pengambilan sumpah yang disampaikan tetap sederhana: acara diawali lagu kebangsaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan. Maruli dan Tandyo membacakannya dengan memuat pernyataan untuk menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebaik-baiknya. Susunan tersebut menjadi keterangan utama mengenai jalannya pengambilan sumpah tanpa menambahkan tahapan lain yang tidak disebutkan.
Perubahan posisi di lingkungan TNI menempatkan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada jabatan Wakil Panglima TNI. Dalam penugasan baru tersebut, Maruli juga merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Dengan demikian, ia mengemban dua posisi sebagaimana tercantum dalam informasi mengenai penugasan tersebut. Penempatan ini menjadi bagian utama dari susunan jabatan baru yang turut mencakup pergantian kepemimpinan di TNI Angkatan Darat. Informasi yang tersedia menyebutkan jabatan-jabatan yang diemban, tanpa merinci alasan perubahan maupun keterangan lain tentang proses penugasannya.
Jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) selanjutnya diisi oleh Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Sebelum menempati posisi tersebut, Tandyo menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Peralihan ini berarti Tandyo berpindah dari jabatan wakil panglima ke posisi pimpinan TNI AD, sementara Maruli menerima penugasan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Kedua perubahan jabatan itu disebut bersamaan dalam informasi penugasan, sehingga susunan baru pada tingkat pimpinan TNI mencakup Maruli dan Tandyo dengan posisi yang berbeda.
Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan bahwa Maruli dan Tandyo kini menjalankan jabatan yang berbeda dari posisi mereka sebelumnya. Maruli tercatat sebagai Wakil Panglima TNI dengan tugas rangkap sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Tandyo, yang sebelumnya menjadi Wakil Panglima TNI, kini memimpin TNI Angkatan Darat sebagai KSAD. Uraian mengenai perubahan ini terbatas pada jabatan baru dan posisi sebelumnya yang disebutkan. Tidak ada keterangan lebih lanjut dalam informasi yang disampaikan mengenai latar belakang pergantian, waktu pelaksanaan, ataupun rincian tanggung jawab masing-masing jabatan. Karena itu, penjelasan perubahan posisi dapat merujuk pada penugasan yang tercantum tanpa menambahkan alasan atau detail di luar informasi tersebut.
Selain perubahan pada jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia, pelantikan tersebut juga mencakup sejumlah pejabat lain di lingkungan pemerintahan. Dua posisi Wakil Menteri Pertahanan dipercayakan kepada Marsekal Yusuf Jauhari dan Letjen Richard Tampubolon. Keduanya disebut sebagai bagian dari pejabat yang dilantik dalam rangkaian pengangkatan baru itu. Penempatan dua wakil menteri di kementerian yang sama menjadi salah satu bagian penting dari daftar pelantikan, bersama pengisian jabatan di beberapa kementerian dan lembaga lainnya. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa agenda pelantikan tidak hanya berkenaan dengan susunan kepemimpinan TNI, tetapi juga mencakup posisi pemerintahan lintas sektor.
Di bidang imigrasi dan pemasyarakatan, Maulana Bungaran dilantik sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sementara itu, Alim Setiawan mengemban jabatan Wakil Menteri Pertanian. Kedua penunjukan itu melengkapi susunan pejabat yang diumumkan dalam kesempatan yang sama. Nama-nama tersebut menjadi bagian dari daftar pengangkatan, dengan masing-masing menempati posisi wakil menteri pada kementerian terkait. Selain itu, Mayjen Kristomei Sianturi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Jabatan kepala badan tersebut turut tercantum di posisi yang diisi dalam pelantikan, berdampingan dengan penunjukan para wakil menteri dari sejumlah bidang pemerintahan.
Pelantikan juga mencakup Satyawan Pudyatmoko, yang ditetapkan sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove. Dengan demikian, daftar pejabat lain yang dilantik meliputi dua Wakil Menteri Pertahanan, seorang Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, seorang Wakil Menteri Pertanian, Kepala BNPB, serta Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove. Nama-nama tersebut melengkapi kabar mengenai perubahan posisi di tubuh TNI, termasuk penunjukan Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Tandyo Budi sebagai pemimpin TNI AD. Rangkuman ini menempatkan pengangkatan para pejabat tersebut dalam konteks yang sama, tanpa mengesampingkan fokus utama pada perubahan di jajaran militer. Setiap penunjukan menunjukkan posisi yang dipercayakan kepada masing-masing pejabat dalam susunan pemerintahan yang baru diumumkan.
Baca juga: Asrenum Panglima TNI Bersama Wamenhan RI Bahas RUU Reforma Agraria | Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 | Panglima TNI Tandatangani Nota kesepahaman Dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
