Kisah Hasan Syukur, Pengemudi Ojol yang Terluka dalam Kecelakaan di Blok M

oleh -514 Dilihat
oleh
Kisah Hasan Syukur, Pengemudi Ojol yang Terluka dalam Kecelakaan di Blok M

Serang | Keluarga mengenang Hasan Syukur, 56 tahun, sebagai sosok yang tetap bekerja keras meski usianya tidak lagi muda. Bagi mereka, bekerja setiap hari sudah menjadi bagian dari keseharian Hasan. Ia tetap memilih menjalani pekerjaannya dan tidak mudah menerima saran keluarga agar beristirahat di rumah. Kenangan itu disampaikan oleh menantunya, Eko Priyono, saat menceritakan sikap Hasan kepada keluarga. Eko menggambarkan Hasan sebagai orang yang terus berusaha bekerja, bahkan ketika keluarganya berharap ia dapat tinggal di rumah dan mengurangi aktivitasnya. Sikap tersebut membuat keluarga memahami bahwa Hasan memiliki kemauan kuat untuk tetap bekerja.

Eko mengatakan keluarga pernah menyarankan agar Hasan tinggal di rumah mereka di Serang, Banten. Saran itu diberikan sebagai pilihan agar Hasan tidak perlu terus merantau ke Jakarta untuk bekerja. Namun, Hasan tidak menerima ajakan tersebut. Ia memilih tetap berada di Jakarta dan melanjutkan pekerjaannya. Menurut keterangan keluarga, keputusan Hasan itu berkaitan dengan keinginannya untuk terus bekerja. Keluarga pun mengenal pilihannya tersebut sebagai bagian dari sikap Hasan sehari-hari: ia tetap bekerja dan menolak ketika diminta beristirahat di rumah. Eko tidak menyebut alasan lain di balik keputusan itu selain keinginan Hasan untuk terus bekerja.

Ingatan keluarga tentang Hasan berpusat pada ketekunannya menjalani pekerjaan, termasuk saat usianya telah mencapai 56 tahun. Ia tetap bekerja setiap hari, sementara keluarga berulang kali menyampaikan agar ia tinggal di rumah dan beristirahat. Meski pernah diajak tinggal bersama keluarga di Serang, Hasan memilih tetap merantau ke Jakarta. Bagi Eko dan keluarga, pilihan tersebut memperlihatkan bahwa Hasan ingin terus bekerja. Mereka mengenangnya melalui kebiasaan itu, bukan melalui alasan lain yang tidak disampaikan keluarga. Sosok Hasan yang tetap bekerja keras menjadi hal yang paling mereka ingat ketika mengenang kehidupannya. Keterangan Eko memberikan gambaran tentang pilihan Hasan dan upaya keluarga untuk membujuknya beristirahat, meskipun ajakan tersebut tidak mengubah keputusannya.

Di luar pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online, Hasan Syukur menjalani kehidupan dengan perhatian yang tertuju pada keluarganya. Menurut Eko, penghasilan yang diperoleh Hasan dari bekerja di jalan biasanya diberikan kepada sang istri. Uang tersebut menjadi bagian dari kehidupan keluarga, sementara Hasan sendiri hanya sesekali menggunakannya untuk keperluan pulang. Keterangan itu menggambarkan bagaimana hasil pekerjaannya tidak semata-mata digunakan untuk kebutuhan pribadi. Eko menyampaikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari keseharian Hasan, tanpa merinci jumlah penghasilan ataupun pembagian penggunaannya.

Hasan meninggalkan istri, anak, dan dua cucunya di Serang untuk bekerja di ibu kota. Selama berada di Jakarta, ia tinggal di kawasan Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. Jarak tempat tinggal keluarga dan lokasi kerjanya membuat Hasan menjalani hari-hari kerja di Jakarta, sedangkan keluarganya berada di Serang. Informasi mengenai tempat tinggal itu menunjukkan konteks kehidupan Hasan selama mencari nafkah di ibu kota, tanpa mengubah keterangan tentang keluarganya yang menetap di Serang. Eko juga menyebut bahwa Hasan sesekali pulang untuk bertemu mereka.

Selain pulang, Hasan terkadang menggunakan penghasilannya untuk mengajak anak dan cucunya berlibur. Waktu tersebut memberinya kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga di luar rutinitas bekerja. Menurut Eko, kegiatan berlibur bersama anak dan dua cucunya merupakan salah satu penggunaan uang yang sesekali dilakukan Hasan. Tidak disebutkan seberapa sering perjalanan itu berlangsung atau ke mana mereka pergi. Keterangan yang tersedia hanya menjelaskan bahwa Hasan menyisihkan kesempatan dan penghasilannya untuk pulang serta mengajak keluarga berlibur. Kisah kesehariannya memperlihatkan hubungan pekerjaan sebagai pengemudi ojek online di Jakarta dan kehidupannya bersama keluarga di Serang, sebagaimana disampaikan oleh Eko.

Dalam keterangan saat ditemui di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Oktober 2026, Eko menjelaskan bahwa Hasan masih menjalani perawatan setelah mengalami kecelakaan di Blok M. Menurut Eko, Hasan mengalami patah kaki dan sejumlah retak pada bagian tubuh. Ia juga menyebut terdapat kebocoran ringan pada paru-paru Hasan. Keterangan tersebut menggambarkan beberapa cedera yang sedang ditangani selama masa perawatan, tetapi tidak disertai penjelasan mengenai rincian bagian tubuh yang mengalami retak. Informasi mengenai kondisi Hasan itu disampaikan oleh Eko kepada pihak yang menemuinya di rumah sakit, bukan sebagai keterangan diagnosis tambahan.

Eko mengatakan Hasan telah menjalani perawatan selama beberapa hari dan juga menjalani operasi. Setelah tindakan tersebut, kondisi Hasan disebut stabil. Meski demikian, ia belum dapat berbicara karena masih mendapat obat penenang. Eko tidak menyebut kapan obat tersebut akan dihentikan atau kapan Hasan diperkirakan dapat berbicara kembali. Karena itu, kondisi stabil yang disampaikan keluarga tidak serta-merta berarti Hasan telah pulih atau dapat berkomunikasi seperti biasa. Saat ditemui, Hasan masih berada dalam penanganan di rumah sakit, sementara keluarga menyampaikan perkembangan yang mereka ketahui mengenai keadaannya setelah operasi.

Selain cedera yang telah disebutkan, Eko menyampaikan bahwa Hasan sedang demam. Ia juga mengatakan antibiotik untuk Hasan perlu diberikan dengan dosis lebih tinggi. Pernyataan itu merupakan keterangan Eko mengenai perawatan yang sedang dijalani Hasan, bukan informasi yang dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab demam maupun menentukan perkembangan medisnya. Tidak ada rincian tambahan yang disampaikan tentang hasil pemeriksaan, jenis antibiotik, atau berapa lama dosis tersebut akan digunakan. Dalam menyampaikan kabar mengenai kondisi Hasan, penting untuk membedakan informasi dari keluarga dengan penjelasan langsung dari tenaga medis. Untuk sementara, keterangan yang tersedia berfokus pada cedera, operasi, kondisi stabil, obat penenang, demam, dan penyesuaian pemberian antibiotik. Perkembangan berikutnya masih menunggu informasi lanjutan dari keluarga atau pihak rumah sakit.Peristiwa terjadi pada Jumat, 23 Oktober, sekitar pukul 16.48 WIB di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan kepolisian, sebuah mobil BYD yang dikemudikan pria berinisial S, berusia 46 tahun, lebih dahulu menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya. Benturan itu menjadi awal rangkaian kecelakaan. Setelah menabrak Brio, mobil BYD disebut oleng ke sisi kiri, lalu menghantam Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD yang dikendarai Hasan Syukur. Kendaraan itu juga menabrak mobil Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ. Hasan terluka setelah terlindas dalam peristiwa tersebut.

Dalam pemeriksaan sementara yang disampaikan pada Senin, 26 Oktober, AKBP Muhammad Adiel Aristo menjelaskan bahwa S mengaku sedang melamun dan mengantuk ketika mengemudi. Menurut pengakuan yang dipaparkan polisi, pengemudi kemudian menginjak pedal gas, kehilangan kendali atas mobil, lalu panik. Keterangan itu menjadi bagian dari penjelasan awal penyidik mengenai bagaimana kendaraan BYD menabrak beberapa kendaraan dalam satu rangkaian. Polisi telah menetapkan S sebagai tersangka. Penetapan tersebut menyusul pemeriksaan atas kecelakaan yang melibatkan mobil, sepeda motor, serta pengemudi ojol Hasan di lokasi kejadian.

Meski pengemudi menyampaikan bahwa dirinya melamun dan mengantuk, kepolisian belum menyatakan penyebab kecelakaan secara final. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya masalah pada fungsi pedal gas dan rem kendaraan. Pemeriksaan teknis itu diperlukan untuk menilai apakah kondisi kendaraan turut berperan dalam hilangnya kendali, selain keterangan pengemudi dan rangkaian benturan yang telah diketahui. Dengan demikian, dugaan mengenai gas atau rem masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab. Kronologi yang disampaikan polisi sejauh ini menggambarkan tabrakan awal dengan Honda Brio, pergerakan mobil ke kiri, lalu benturan dengan motor Hasan dan mobil Wuling.