PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kebakaran terjadi di sebuah rumah makan Padang yang berada di Jalan Pegambiran No. 45B, RT 013/RW 008, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena api muncul di area dapur rumah makan. Kejadian ini juga menyebabkan seorang pekerja mengalami luka bakar.
Seorang pekerja yang terdampak dalam kebakaran itu telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi tersebut menjadi bagian penting dari peristiwa kebakaran di rumah makan Padang tersebut. Tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kondisi korban maupun tingkat luka yang dialaminya, sehingga informasi yang dapat disampaikan pada tahap ini terbatas pada adanya luka bakar dan proses evakuasi korban ke rumah sakit.
Lokasi kejadian berada di lingkungan Rawamangun, wilayah Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Rumah makan yang terbakar tercatat beralamat di Jalan Pegambiran No. 45B, dengan rincian RT 013/RW 008. Kebakaran yang berlangsung pada pagi hari itu berawal dari area dapur, sementara seorang pekerja mengalami luka bakar dalam kejadian tersebut. Penanganan terhadap korban dilakukan dengan membawanya ke rumah sakit. Keterangan mengenai penyebab kebakaran, kondisi bangunan, serta perkembangan korban belum disampaikan dalam informasi yang tersedia.
Berdasarkan keterangan Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta, kebakaran tersebut diduga bermula dari kebocoran tabung gas di area rumah makan. Dugaan awal itu disampaikan berdasarkan informasi dan kondisi di lokasi setelah petugas menerima laporan mengenai munculnya api di bangunan tempat usaha tersebut. Hingga penyelidikan lebih lanjut dilakukan, penyebab tersebut belum dapat dinyatakan sebagai kepastian.
Menurut keterangan yang diterima petugas, seorang pekerja sedang hendak mengganti tabung gas ketika kegiatan memasak masih berlangsung. Pada saat proses penggantian itu, diduga terjadi kebocoran gas. Gas yang keluar kemudian diduga tersulut oleh sumber api atau panas dari aktivitas memasak di sekitarnya. Rangkaian kejadian tersebut menjadi salah satu fokus pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana api pertama kali muncul.
Api kemudian dilaporkan menyala di area dapur yang berada di lantai tiga rumah makan. Lokasi tersebut membuat kobaran api berpotensi menyebar ke bagian lain bangunan, terutama karena dapur biasanya memiliki peralatan memasak, bahan bakar, dan berbagai material yang mudah terdampak panas. Petugas pemadam kebakaran segera melakukan penanganan untuk mengendalikan kobaran serta mencegah perluasan api.
Dalam laporan awal, dugaan kebocoran tabung gas masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengecekan kondisi tabung, regulator, selang, kompor, dan instalasi pendukung lainnya. Keterangan dari pekerja maupun saksi di sekitar lokasi juga dapat membantu menyusun kronologi secara lebih akurat. Dengan demikian, informasi mengenai sumber kebakaran sebaiknya dipahami sebagai dugaan awal berdasarkan keterangan Command Center Damkar DKI Jakarta, bukan sebagai hasil akhir penyelidikan.
Respons awal di lokasi kebakaran dilakukan dengan upaya mengendalikan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Seorang pekerja berusaha memadamkan sumber api sebelum keadaan menjadi lebih sulit ditangani. Langkah tersebut merupakan tindakan awal untuk mencegah api meluas ke bagian lain rumah makan, terutama ketika kebakaran masih berlangsung di area usaha.
Namun, api telanjur membesar sehingga upaya pemadaman dengan APAR tidak berhasil menghentikan kobaran. Situasi itu membuat penanganan kebakaran menjadi semakin berisiko bagi orang yang berada di sekitar lokasi. Pekerja yang mencoba mengendalikan api kemudian mengalami luka bakar dalam insiden tersebut.
Setelah mengalami luka, pekerja segera dievakuasi dari lokasi untuk memperoleh pertolongan medis. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit guna menjalani penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan setelah kondisi di sekitar kebakaran dinilai membahayakan, sementara api masih memerlukan penanganan lebih besar daripada kemampuan alat pemadam yang tersedia di tempat.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa respons awal dengan APAR perlu dilakukan secara hati-hati dan tetap mempertimbangkan perkembangan api. Ketika kobaran membesar, upaya pemadaman mandiri dapat menimbulkan risiko bagi pekerja maupun orang lain di sekitar bangunan. Dalam kejadian di rumah makan Padang di Rawamangun tersebut, tindakan untuk memadamkan api justru berujung pada pekerja yang terluka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Penanganan kebakaran rumah makan Padang di Rawamangun dilakukan secara bertahap oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima pada pukul 07.35 WIB. Setelah menerima informasi, petugas segera mengerahkan armada menuju lokasi untuk memastikan api tidak meluas ke bagian bangunan lain maupun lingkungan di sekitarnya.
Enam menit setelah laporan diterima, petugas tiba di lokasi, tepatnya pada pukul 07.41 WIB. Tim kemudian melakukan penilaian awal terhadap situasi kebakaran, termasuk menentukan titik api dan kebutuhan armada tambahan. Operasi pemadaman secara resmi dimulai pada pukul 07.42 WIB. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mendukung penanganan, dengan melibatkan 40 personel.
Dalam proses pemadaman, petugas berupaya mengendalikan kobaran api dari sejumlah sisi. Pengerahan belasan unit kendaraan memungkinkan pasokan air dan pembagian tugas berlangsung secara berkelanjutan. Personel di lapangan juga memastikan penanganan dilakukan secara terkoordinasi, terutama untuk mencegah api menjalar ke bangunan yang berada di sekitar rumah makan.
Upaya pemadaman membuahkan hasil pada pukul 07.55 WIB, ketika api berhasil dilokalisasi. Setelah kobaran utama terkendali, petugas melanjutkan proses pendinginan pada pukul 07.58 WIB. Tahap ini dilakukan untuk menurunkan suhu pada area terdampak sekaligus memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Petugas terus memantau lokasi selama proses pendinginan berlangsung. Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai dan kondisi dinilai aman, operasi pemadaman dinyatakan berakhir pada pukul 08.11 WIB. Kebakaran di rumah makan Padang tersebut berhasil dipadamkan.

